My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 73



"Maaf, setelah ini aku ada urusan... jadi aku pergi duluan."


"Oh, ya... tidak apa apa."


Dia memberikan senyumannya padaku.


"Lain kali, jika kita bertemu kembali... aku masih ingin mengobrol denganmu tentang novel ini."


"A-Ah iya, aku tidak keberatan... ( Apa ini? aku seperti pernah mengalami hal yang sama seperti ini sebelumnya... )"


"Kalau begitu, aku permisi."


"Baiklah."


Ia berjalan dengan anggunnya pergi keluar toko buku, tetapi sesaat gadis itu keluar, tiba tiba Mai datang dari arah sebaliknya berlari kearahku.


"Mai? kau daritadi berada disini?."


"K-K-Kak! b-bagaimana kamu bisa mengobrol dengan wanita cantik itu??."


"Sebetulnya aku hanya membantunya membawakannya buku ketempat kasir... tapi dia meminta izin untuk mengobrol tentang novel yang sedang kita berdua baca... aku tidak ada pilihan lain... tapi sepertinya itu ide yang buruk."


"Huft... syukurlah... kukira kakak berubah 360 derajat dan menyukainya pada tatapan pertama."


"Apa yang kau katakan?."


"Tapi... apa kakak tahu dia siapa?."


"Tidak."


Dia mengeluarkan ponselnya dan sedang melakukan sesuatu didalamnya, lalu ia memperlihatkan kepadaku sebuah akun sosial media seorang gadis cosplayer.


"Cosplayer? apa hubungannya?."


"Coba amati wajahnya lebih baik lagi!."


"Hm?."


Aku mencoba melihat kembali gadis yang memiliki banyak karakter yang ia gunakan untuk menjadi karakter cosplay...


Dia memang cantik, imut, dan apa yang dipakai terlihat cocok... begitu aku menyadarinya... ternyata orang yang ada di akun ini adalah gadis yang baru saja bertemu denganku.


"Gadis ini... yang aku temui barusan?."


"Benar! baru kali ini aku bisa melihatnya dari jarak dekat... umm!!!."


"Sepertinya kau senang sekali melihatnya... kenapa kau tidak datang saja saat dia ada disini?."


"A-Aku tidak bisa... M-Maksudku belum siap..."


"Apa yang harus disiapkan... kalau begitu cepatlah, kita pulang."


"Eh~? pulang?."


"Kau tidak mau?."


"Bukan seperti itu... tapi apa kakak tidak lapar?."


"Benar juga... kau ingin apa?."


"Parfait!!."


"Kalau begitu kita ketempat restoran keluarga saja... lebih sepi lebih nyaman."


"Um!."


Sebelum kita pulang, kita mampir ketempat restoran keluarga yang berada diluar pusat perbelanjaan, disana harganya lebih murah, dan juga tempatnya lebih nyaman daripada disini.


Setelah kita sampai disana, aku mengambil tempat duduk yang masih kosong disekitarnya, dan Mai memesankan makanan untukku dan dia.


.


.


.


"Manis dan enak!!."


"Jangan terlalu banyak makan itu... tidak sehat untuk tubuhmu.."


"Asalkan enak, tidak apa apa.."


"Yang enak belum tentu baik..."


Sambil menyeruput kopi susu yang dipesan, aku membaca novel yang aku beli tadi.


*Ting!


Setelah mendengar notif pesan ponsel dan melihatnya, wajah Mai langsung terlihat gembira.


"Ada apa?."


"Kak Sakura dan kak Yuuki ada didekat sini, jadi aku mengajaknya untuk makan bareng."


"E-Eh? semudah itu kau mengajak mereka berdua?."


"Um, aku bilang kakak ada disini, mereka langsung bilang 'Aku segera kesana' begitu."


"Huh... ( Bertemu dengan tiga gadis dalam satu hari sekaligus... seperti bukan diriku yang dulu... )"


......................


"Mai! Aoyama! ternyata kalian juga ada disini."


"Kak Sakura dan kak Yuuki!."


"Kenapa kau ada disini?."


"Memangnya tidak boleh?.'


"Jangan dengarkan kakak, duduk disini... biar aku yang memesankan makanannya."


"Mai kamu sangat baik, tidak seperti kakaknya."


"..."


"Sakura, kamu ingin apa?."


"Aku teh hijau saja."


"Kalau begitu aku juga ingin memesan makanan, aku ikut denganmu ya, Mai?."


"Um, tidak masalah."


"Sakura disini saja dengannya... aku tidak mau berdua bersamanya."


"Ya ya, pergilah dan jangan kembali."


"M-Menyebalkan sekali...!"


"Sudah sudah, aku akan menunggu disini... tolong ya, kalian berdua."


"Serahkan saja pada kami."


Mereka berdua pun pergi meninggalkan aku berdua dengan Sakura.


"..."


"..."


Aku yang sedang membaca novel, sesekali meliriknya dan dia tidak pernah melepaskan tatapannya dariku.


"Tidak, hanya saja... hari ini kamu seperti berbeda.."


"Aku tidak mengerti.."


"Itu seperti kamu bertemu dengan orang yang membuatmu kerepotan?."


Dia seperti bisa membaca isi pikiranku hanya dengan membaca pergerakanku.


"T-Tidak ada yang seperti itu... mungkin sekarang saja terjadi.."


"Hm~."


Beberapa menit kemudian mereka berdua tiba dan kami menikmati makanannya sambil mengobrol...


Tetapi suasana langsung berubah saat Mai mengganti topiknya.


"Kak Sakura, kak Yuuki... apa kalian tahu? sebelumnya kakak bertemu dengan seorang gadis yang sangat cantik!."


"Pfft!!."


"Oh? gadis... cantik?." Yuuki memegang cangkirnya dengan kuat.


"Sulit dipercaya ya... benar benar sulit dipercaya..." Begitupun juga dengan Sakura yang diam diam mengerikan.


Rasanya aku berada ditengah tengah bahaya yang kapan saja menerkamku.


"Dan juga, gadis itu ternyata seorang cosplayer terkenal di sosial media! aku pun juga mengaguminya!."


"Apakah itu benar? Aoyama?."


"Tidak, maksudku iya... tapi bukan-."


"Bukan?."


"Bukan begitu, itu hanya kejadian tak terduga..."


Belum selesai aku menjelaskannya... tiba tiba masalah yang lebih besar datang.


"Kamu?! yang berada didalam toko buku!."


"Ehh?!! ( Apa ini?!!! )


"I-I-Itu! kakak cantik yang bersama kakak!."


"Hm?."


Mereka berdua menatapnya dengan sangat menyeramkan, meskipun begitu... dia tidak bergeming dan tetap mendekatiku.


"Ternyata kamu mempunyai banyak perempuan disekitarmu... apa salah satunya pacarmu?."


"P-Pacar? tidak! aku tidak memiliki hal seperti itu..."


"Oh~ begitu..." Tangannya memegang kedua bahuku dan mengelusnya.


Sejujur tubuhku langsung merinding dan tidak bisa menahan ekspresi ku seperti biasanya.


Kedua wanita yang duduk didepanku terlihat sangat panas... entah kenapa, diriku pun juga tidak tahu mengapa.


"Sepertinya kamu menikmatinya... Aoyama." Dengan senyumannya yang memiliki arti menyeramkan... kakinya menginjak kakiku dibawah meja.


Aku tetap bertahan untuk diam dan tidak berkata apapun agar tidak membuat kesalahan.


"Maaf, tapi kenapa kamu bisa mengenal pria suram ini?."


Yuuki berkata dengan lembut, tapi menyakitkanku untuk mendengarnya.


"Benar juga... aku lupa memperkenalkan diriku... aku Celestia Kineri... panggil saja Celestia..."


"Kalau begitu Celestia... kenapa kamu masih memegang pundaknya?."


"Oh? maaf... lagipula Aoyama sendiri tidak keberatan bukan?."


"T-Tidak juga."


Salah satu kaki menginjakku lagi dengan keras...


"Kamu sedang membacanya? curang sekali... aku juga ingin membacanya."


Wajahnya sengaja mendekatiku untuk melihat novel yang kubaca.


"J-Jangan dekat dekat denganya!."


Yuuki berdiri dan langsung menegurnya.


"Hm? kenapa?."


"T-Tidak! maksudku seharusnya kamu tidak baik mengganggunya... seperti itu."


"Benar juga... kalau begitu aku juga ingin pergi ada urusan... maaf sudah mengganggu kalian."


"Tidak tidak, tidak apa apa." Wajahnya sama sekali berbeda dengan ucapannya.


"Kalau begitu aku pergi dulu..."


Dia memasukkan sesuatu kedalam kantung bajuku, dan membisikkan sesuatu padaku.


"Lain kali, kita bertemu berdua saja."


"( A-Apa maksudnya?!!! )"


"Terimakasih atas waktunya... aku permisi."


"A-Anu! kakak!."


Saat dia ingin pergi, Mai menghentikannya.


"Ada apa?."


"A-Apakah aku... aku boleh... berfoto bersama?."


Setelah mendengar itu, dia tersenyum lembut.


"Boleh kok.."


"B-Benarkah??! seperti mimpi!."


......................


Setelah selesai, Mai sangat terlihat gembira melihat isi ponselnya berfoto bersamanya.


"Aku mendapat foto aslinya! senang sekali!."


"Hmph! memangnya apa yang bagus..."


"Ini adalah foto langka tahu! cosplayer dengan tampilan sesungguhnya! begitu menawan!."


Saat mereka berdua berdebat, Sakura terus melihatku sambil tersenyum yang berbeda dari saat pertama kali dia kesini.


Aku hanya bisa Berpura-pura tidak melihatnya sambil membaca novelku


"( Apa yang sudah aku alami hari inii?!!! )