My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 83



"Anu... apa aku perlu berpakaian seperti ini?."


"Sebagai pengawalnya kamu memang harus berpenampilan menarik... seakan-akan mereka menganggapmu orang yang penting dan mendapatkan penghormatan dari banyak orang."


Sambil merapihkan dasi kupu-kupu dibelakang dapur, Sakura pun juga berpenampilan sepertiku, memang benar, apa yang ia pakai pun tetap terlihat menawan dengan rambut birunya.


"Sungguh merepotkan... harusnya tadi aku pulang saja.."


"Kamu ingin meninggalkanku disini sendiri?."


"Memangnya dari awal kau memintaku apa?."


"Aku tidak ingat."


"..."


"Baiklah baiklah aku tahu... aku minta maaf soal itu."


"Kalau seperti itu aku tidak ada pilihan lain... asalkan aku mendapatkan keuntungan yang setimpal."


"Aku akan memberikanmu yang setimpal bahkan lebih... sudah selesai, bagaimana?."


"Terlihat berlebihan jika aku yang mengenakannya... tetapi terlihat baik, terima kasih."


"Jangan sungkan, kamu sudah bekerja dengan tuan besar, jadi hal seperti ini harus dilakukan."


"Aku juga berpikir sedikit... apa kau nyaman bekerja disini?."


"Kenapa kamu menanyakan hal itu sekarang?."


"Baru saja muncul didalam kepalaku."


"Jika begitu, aku tidak bisa bilang aku merasa dirugikan, justru ini begitu menguntungkanku... tetapi karena ini... aku kehilangan seseorang."


"..."


Melihatku yang tidak bisa menatapnya dan menjadi gugup seketika, dia pun mendekatiku lebih dekat untuk melihat wajahku.


"Kenapa?."


"Tidak... sebaiknya kita bergegas keluar... dia akan memarahiku jika tidak ada disana." Aku berusaha untuk tidak gugup didepannya.


"Kamu benar..."


Lalu kami keluar dari belakang dapur untuk membantu para pelayan yang lain dan tugasku hanya duduk ditempat meja yang jaraknya lebih dekat dari Yuuki.


Sakura mengatakan jika aku hanya harus membuat diriku berbaur dengan keadaan didalam sini, jujur hal seperti itu begitu sulit untukku yang hanya bisa tiduran dirumah sendirian dan tidak ada komunikasi pada kebanyakan orang.


Tetapi aku berusaha untuk diam tak mencolok agar tidak ada orang yang menghampiriku.


"Hei, apa aku boleh duduk disebelahmu?."


Sepertinya rencana ini tidak berhasil...


"Silahkan, tidak ada yang melarangnya."


"Terima kasih."


Dia adalah salah satu saudara Yuuki, yaitu Minakama Shouta... wataknya yang begitu tenang dan ramah, biasanya suka menjadi bahan manis bagi para gadis-gadis yang melihatnya... aku sedikit tidak masalah dengan itu... tetapi dia yang selalu mendekatiku juga adalah hal yang paling mengganggu dan membuatku tidak nyaman.


"Kau- maaf maksudku tuan Minakama, apa anda tifak masalah jika duduk disini?."


"Tidak ada... setiap orang mempunyai pilihan mereka sendiri untuk berada dimana saja bukan?."


"Benar..."


Aku tidak bisa menyangkalnya, karena perkataannya memang benar.


"Kalau tidak salah, namamu Aoyama bukan? bagaimana kamu bisa mengenal saudara perempuanku?."


"( Oh begitu... aku mengerti sekarang... dia bukannya sok asik kepadaku... tetapi dia ingin menginterogasiku untuk Yuuki... baiklah, aku akan sedikit mengikuti permainannya..)"


Setelah aku sedikit mengerti dengan tujuannya, aku pun menjawabnya dengan apa yang aku tahu dan aku alami senyatanya.


"Saya mengenalnya saat beberapa hari saat awal masuknya murid murid baru seperti saya..."


"Seperti apa?."


"Apanya?."


"Seperti apa kamu pertama kali mengenalnya?."


"Kami hanya tidak sengaja bertemu didepan lapangan sekolah... dia menghampiriku lalu berbicara dan pergi."


"Hanya itu?."


"Tidak ada yang bisa aku bicarakan selain hal itu."


"Begitu ya... aku tahu kamu begitu sulit untuk menjadi pengawalnya bukan? bagaimana jika kamu berhenti saja?."


"Eh? apa maksud anda?."


"Aku tahu kamu pasti mengerti dengan apa yang aku maksud... jika kamu membutuhkan uang, aku bisa memberikan sebanyak apa yang kamu mau."


"( Jadi seperti itu... dia ingin membuatku berhenti bekerja sebagai pengawalnya...)"


Sekarang aku sudah tahu apa maksud dari tujuannya, jadi aku bisa berbicara tanpa menahan batasannya.


"Kesepakatan yang menarik... jika aku boleh meminta berapapun bahkan seluruh kekayaanmu, apa itu masih bisa?."


Dia sedikit terdiam untuk berpikir, tapi tiba tiba dia mengeluarkan secarik kertas.


Aku mengambil kertas itu dan melihatnya, aku sering melihat kertas ini seperti didalam anime yang memiliki tokoh orang kaya raya dan membayar berapapun dengan kertas ini...


Aku pun berpikir, bahwa aku bisa mendapatkan banyak uang hanya untuk pergi dari pekerjaanku... meskipun aku tidak bisa bertemu dengannya lagi, asalkan ada uang, tentu juga ada yang namanya pengorbanan...


"Bagaimana? apa kamu setuju?."


Penawarannya yang membuatku hanya perlu satu kali saja untuk berpikir... hal semacam ini tentunya sudah dipastikan...


"Tidak... aku menolaknya."


"A-Apa? kau... menolaknya?."


"Meskipun aku membutuhkan uang... tetapi aku tidak akan mendapatkan uang dengan menjatuhkan harga diriku sebagai lelaki... aku sudah berjanji padanya, dan perjanjian itu bukanlah hal yang bisa semudah itu dihilangkan dengan segelintir uang..."


"..."


"Sebaiknya anda menyimpan uang itu untuk kebutuhan yang lebih penting... maaf jika saya tidak bisa memenuhi harapan anda." Lalu aku pergi dari sana meninggalkannya.


"..."


"Ternyata aku tidak perlu khawatir lagi... ternyata Yuuki bisa menemukan lelaki yang benar benar mempedulikannya."


.


.


.


"Ao? kenapa kamu ada disini?."


"Aku hanya ingin beristirahat... ditengah sana begitu tak tertahankan bagiku."


Aku menghampiri Sakura yang berada didepan pintu rumah karena untuk menyambut tamu yang masih bermunculan, meskipun ini adalah pesta kecil-kecilan, tetapi banyak keluarga yang datang untuk menikmati pestanya.


"Sakura, apa kau tahu tentang salah satu saudara Yuuki yang bernama Minakama Shouta?."


"Dia adalah anak dari salah satu pelopor minyak bumi terbesar diseluruh dunia... dan dia adalah anak ketiga dari lima bersaudara."


Mendengar itu, aku langsung tertegun dengan pekerjaan orang tuanya.


"Pantas saja dia dengan ringan menerima itu."


"Memangnya apa yang terjadi?."


"Tadi, dia menyuruhku keluar dari pekerjaan ini dengan memberikan uang berapapun aku mau."


"Lalu?!."


Dia pun terkejut.


"Aku menolaknya... apa salah?."


"Pftt! hahaha." Dia tertawa saat mendengar jawabannya.


"Ada apa?."


"Kamu itu sudah hampir terkena jebakannya... mana mungkin dia berbuat seperti itu... dia hanya ingin mengetesmu saja."


"Aku hampir menerima tawarannya."


"Ya, aku tahu apa yang akan kamu lakukan... jadi sekarang giliran aku yang bertanya."


"Bertanya?."


"Kenapa kamu menolaknya?." Dia tersenyum kepadaku sambil menanyakan hal seperti itu.


Sungguh wajahnya seperti ada maksud lain mempertanyakan hal ini.


"Apa aku harus memberitahukan padamu?."


"Hm? apa aku tidak boleh mengetahuinya?."


"Itu juga... tidak terlalu penting."


"Jadi kamu tidak ingin memberitahu kepadaku?."


"Y-Ya... itu hanya karena aku punya harga diriku sendiri, dan jika aku menerimanya... aku seperti melepas tanggung jawab yang sudah aku buat."


"Hm... alasanmu masuk akal... baiklah, aku sudah puas."


"Kenapa kau begitu ingin tahu?."


"Tidak ada... hanya penasaran."


"Aku sudah memberitahukan alasanku, sekarang kau tidak ingin membalas perbuatanku."


Saat kami masih mengobrol didepan pintu, tiba tiba diluar teras ada sedikit keramaian yang muncul.


"M-Maaf, tetapi anda tidak bisa masuk sekarang."


"Kenapa? kenapa aku tidak boleh masuk??!!! atau kau ingin aku keluarkan dari tempat ini?!.'


"Sakura..."


"Kenapa Azumi ada disini?."


Masalah yang datang saat dimana Azumi muncul dan ikut menghadiri acar pesta yang hanya pesta untuk saudaranya saja.