My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 116



"Jika yang diderita oleh nenekmu adalah sebuah penyakit, kami mungkin masih bisa menyembuhkannya... tetapi ini adalah salah satu hal yang tidak bisa disembuhkan maupun diselamatkan oleh pihak kami... yaitu umur seseorang... nenekmu sudah berumur sangat lama dan mungkin beliau sudah tidak bisa menahan hidupnya lebih lama... detak jantungnya seiring waktu semakin lemah... dan terakhir saat saya mengeceknya, detak jantungnya sudah hampir tidak bisa dikatakan berdetak... dia sudah berusaha untuk bertahan dan dari yang saya lihat... mungkin hari ini adalah hari terakhir bagi beliau... "


Sungguh perasaan ini begitu sakit sejadi-jadinya...


Rasanya aku bisa tumbang hanya dalam satu serangan kecil lainnya...


Jika memang hari ini adalah hari terakhir nenek... lantas bagaimana caranya aku bisa membuatnya bahagia dalam waktu terakhirnya ini...


Aku berjalan dengan langkah yang gemetaran menuju ruang kamarnya...


Sungguh... mengetahui kapan seseorang berakhir, rasanya lebih menyakitkan daripada kita tidak mengetahui kapan dia bisa pergi...


"Kamu sudah mengetahuinya bukan... "


Suara yang sangat berat dan satu satunya suara yang tidak ingin aku dengar seumur hidupku... dan ternyata dia berdiri didepan ruang kamar nenek bersamaan dengan mataku...


"Tidak ada urusannya denganmu."


"Kenapa kamu masih tidak bisa menerima saya... jangan kamu terus menerus membawa masa lalu sekarang. "


"Masa lalu apanya... sampai saat ini pun kesalahanmu tetap terlihat begitu segar..."


Perasaan sedih ini bercampur aduk dengan emosi yang ada didalam hatiku...


Melihat seseorang yang sudah meninggalkan tanggung jawabnya kepada anak kandungnya sendiri...


"Karena ibu sudah tidak bisa tinggal kembali dengan kalian... sekarang kamu dan Mai akan tinggal bersama saya. "


"Apa kau kesini hanya untuk itu... jadi, apa anakmu harus merasakan hal yang sama seperti nenek jika dia ingin bertemu denganmu... "


"... "


"Aku masih bisa mengurus Mai bahkan lebih baik daripada orang sepertimu... dan tidak akan ada yang bisa mengambilnya... ayahnya sekalipun... "


Saat beberapa tahun yang sudah aku lupakan hal itu... dimana mereka berdua berpisah atas keegoisan mereka sendiri, dan meninggal Mai yang waktu itu sangat butuh kasih sayang dari kedua orang tuanya.... tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang peduli dengan Mai... hingga nenek yang kini merawat kita pun sudah tidak bisa menjaganya kembali...


Dan dia kembali hanya ingin mengambil Mai seakan-akan tidak ada kesalahan yang dia lakukan dulu...


"Kamu tidak akan bisa menjaganya terus menerus... kelak dia akan butuh seseorang yang bisa membuatnya hidup dengan baik didunia ini. "


"... "


Hidup dengan baik... apa mulutnya benar-benar mengatakan hal itu?.


Aku begitu muak ketika mendengar seseorang yang telah menghancurkan harapan anak kepada mereka... lalu datang dengan alasan ingin membuatnya hidup dengan baik.


"Hentikan... semakin lama aku tidak bisa mendengar hal baik yang keluar dari dalam mulutmu. "


Aku berjalan melewatinya dan masuk kedalam ruang kamar nenek... disana Mai yang masih duduk sambil memegang tangan nenek yang sudah tidak bisa bangkit dari tempat tidurnya.


Begitu aku mendekatinya... Mai memelukku seraya mengatakan semua yang ingin dia lakukan dengan nenek... karena dia masih memiliki waktu untuk membuat nenek bahagia...


Aku masih bisa mendengar suara nafas nenek yang berusaha untuk bertahan dengan hidupnya...


Hari yang hangat sudah datang dengan menghiasi warna jingga pada langitnya...


Aku ingin waktu berjalan dengan lambat sehingga aku bisa melihat nenek lebih lama lagi... tetapi dunia tidak bisa memerhatikan diriku yang menginginkannya...


......................


Matahari sudah mulai tenggelam, dan aku dan Mai tetap menemani nenek yang masih berusaha untuk hidupnya...


"Mai... aku membawakan makanan untukmu, karena kau belum makan dari siang tadi bukan?."


"Um." Balasnya dengan nada yang sangat lemas..


Aku memberikannya makanan dan dia pun memakan makanan itu meskipun terlihat tidak ada sama sekali nafsu untuk makan.


"Hm?. "


"Tadi... ayah datang kesini..."


"Aku tahu... "


"Pasti... ayah ingin membawaku pergi dengannya..."


Wajahnya sangat lemas dan sudah tidak bisa tersenyum kembali untuk sekarang...


Aku mengelus rambutnya yang halus dan sedikit kusut... mungkin karena dia terlalu lelah hari ini.


"Aku tidak akan memberikanmu kepada siapapun... karena, hanya aku yang bisa mengatasi sifat dirimu yang sangat merepotkan..."


"Jika saja... nenek masih bisa merawat Mai lebih lama... dan juga memasakkan kue kesukaan kita, seperti dulu.. "


"... "


Selama ini Mai yang tinggal lebih lama bersama nenek dirumahnya... dan aku yang sudah begitu lama tidak merasakan kehangatannya...


Jika saja aku tahu hal ini lebih awal... aku bisa membuat semua hal yang membuat nenek bahagia... dan juga aku ingin kembali merasakan bagaimana rasanya... kasih sayang darinya yang begitu hangat kepadaku...


"Menurutku... nenek sudah mewarnai sepanjang hidupku... aku bersyukur bertemu dengan orang yang bisa menyayangi diriku ini dengan lembut dan penuh kasih sayang... aku yakin kau juga berpikir seperti itu bukan?. "


Dia hanya mengangguk kecil..


"Jadi aku yakin... kenangan ini sudah cukup untuk kita, dan kehidupan yang baru akan datang... untuk memberikan sebuah kenangan baru kembali. "


Kepalanya bersandar di tubuhku dan aku memeluknya dengan lembut...


Aku sudah mengenal Mai saat aku kehilangan segalanya bagiku... tetapi aku tidak bisa merasakan rasa sakit itu...


Dan hari ini adalah sebuah akhir bagi kita untuk bisa menjalin hubungan sebagai saudara...


Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya... kini aku bisa menghidupi diriku sendiri, dan aku tidak perlu lagi bimbingan dari orang lain...


Tetapi Mai masih membutuhkan sebuah bimbingan dalam hidupnya... dan seseorang sepertiku ini... mungkin tidak bisa menjadikannya sebagai seseorang yang baik.


Saat itu pikiranku sedikit mulai berubah...


Apa yang menurutku baik, tidak menentukan hasilnya juga akan menjadi baik... terkadang sesuatu yang baik harus mengorbankan sesuatu juga.


Diriku ini hanyalah seseorang remaja yang masih tidak tahu bagaimana rasanya berjuang didalam dunia yang penuh dengan sebuah rintangan...


Namun dia sudah memiliki banyak pengalaman dan mungkin saja apa yang dia katakan benar... kalau dia bisa membuat hidup Mai berubah menjadi lebih baik...


Jika nenek masih bisa memberikanku beberapa nasihatnya... mungkin nenek juga akan mengatakan hal yang sama, dan bersamaan dia juga pasti mendukung diriku ini dengan sepenuh hatinya...


Tetapi beliau sudah tidak bisa berkata-kata kembali kepadaku... dan memarahiku... memberikan kasih sayang kepadaku...


Rasanya waktu yang telah aku habiskan berjalan begitu cepat... hingga aku masih sadar tidak bisa berbuat apapun kepadanya...


Rasa sesak yang ada didalam hatiku, dan pertama kalinya aku merasakan hal ini dalam hidupku...


Dan jika aku bisa mengubah hidupku... mungkin aku ingin hidup yang sama seperti sekarang... karena aku tidak membenci diriku sendiri...


"Mai... "


Suara yang begitu serak, terdengar oleh kami berdua.


"Ao...yama."


Sebuah akhir dari kata kata yang dia ucapkan...