
Tempat yang dipenuhi oleh banyak orang, dengan wahana permainan yang sangat banyak... sungguh tempat yang hanya bertujuan untuk mencari rasa senang dan gembira...
"Wahana bermain..."
"Um! aku berharap sesekali ingin kesini bersama keluargaku... namun sayangnya tidak ada waktu, apa kamu tidak keberatan?."
Setelah kita sudah jauh jauh datang kesini, aku tidak ingin mengecewakan dirinya... dan tentu saja aku harus mempertaruhkan diriku ditengah keramaian yang sangat membludak ini.
Dan juga saat aku melihatnya, tatapannya penuh dengan harapan dan keinginan kepadaku, mana mungkin aku menolak permintaannya.
"Aku sudah berjanji untuk menemanimu, jadi apapun itu... aku tidak akan menolaknya."
"Benarkah??."
Aku mengangguk yakin dan membuatnya begitu senang ketika mendengarnya.
"Kalau begitu ayo kita masuk!."
"Ya..."
Tanpa sadar dia memegang tanganku dan menarik diriku bersamanya.
Sebelum itu kita mengantri untuk masuk dan membeli tiket masuk, aku melihat di dalam daftar, dan harga tiket untuk satu orang memang lumayan mahal... untungnya aku membawa uang hasil bekerja sampingan setiap hari Minggu yang hanya bekerja menjadi seorang pelayan restoran.
Pekerjaan yang cukup menguras tenaga, namun aku bisa mendapatkan banyak uang untuk kehidupan sehari-hari, terkadang terdapat yang lebih yang bisa aku tabung.
"Sakura, ini uangnya."
"Tunggu, kenapa kamu mengeluarkan uangmu?."
"Ha? jelas untuk membayar tiket masuk kita berdua."
"Tidak perlu, aku yang akan membayarnya."
"Tidak bisa... aku saja yang membayarnya."
"Ao... aku sudah mengajakmu kesini, dan juga kamu sudah ingin menemaniku... jadi jangan keras kepala, dan simpan uang itu." Dengan baik baik dia memberitahukan itu seperti seorang ibu memberitahukan kepada anaknya.
"Apa benar tidak apa apa?."
"Um... kami tidak perlu mengeluarkan uang itu, mungkin kamu bisa membeli sesuatu yang kamu butuhkan nanti."
"Huh... baiklah, sekali lagi aku berterimakasih kepadamu."
"Justru aku yang berterima kasih padamu... pasti kamu sulit berada ditengah keramaian antrian seperti ini... maafkan aku sudah merepotkanmu."
"Saat ini, aku hanya ingin melakukan apa yang kau inginkan... karena aku sudah berjanji padamu... jangan memikirkan hal lain, selain bersenang-senang disini."
"Tapi kamu juga harus bersenang-senang."
"Kalau begitu, aku akan berusaha."
Karena perdebatan singkat, akhirnya aku pasrah dan dia yang membayar tiket masuk itu untuk kita berdua.
"Wahh banyak sekali wahana yang ingin aku rasakan, tapi sepertinya kita tidak bisa mencoba nya satu persatu haha."
Aku melihatnya seperti seorang anak kecil yang melihat banyak sekali mainan... matanya yang berbinar-binar, dan wajahnya terlihat lebih cantik dan imut saat seperti ini...
"Siapa yang tahu?."
"Memangnya kamu sanggup?."
"Jangan meremehkanku, aku cukup tangguh melewati banyak rintangan kecil seperti ini."
"Ohh, sepertinya kamu memulai sebuah pertandingan... siapa yang menyerah duluan, dia yang kalah."
"Siapa takut." Aku menerima tantangan darinya, dan mengikuti apa yang dia inginkan... saat ini aku hanya ingin membuatnya bahagia... dan setelah itu, aku akan memulai rencana untuk mengungkapkan perasaanku padanya setelah ini.
.
.
"Pertama kita naik wahana ini."
"Terlihat biasa saja bagiku."
"Kamu mulai merasa sombong..."
"Kita lihat saja siapa yang menang."
Kita berdua langsung menaiki wahana yang pertama, seperti sebuah ayunan berbentuk kapal besar...
Kami mendapatkan tempat paling belakang, dan pastinya akan lebih terasa menegangkan karena jika ayunan kapal besar ini mengayun kebelakang, maka kita berada di posisi paling tinggi.
Dan saat wahana tersebut mulai bergerak, aku benar-benar tidak menyangka bahwa rasanya se-menegangkan ini.
"Wuuuuhuuuu!!." Teriakan orang orang langsung keluar begitu kapal ini berayun kedepan...
Aku pun merasa sedikit terguncang, namun masih baik baik saja..
Wahana seperti masih terasa seperti mimpi buruk diriku yang pernah aku alami, seperti jatuh dari ketinggian lalu langsung terbangun dengan keringat dingin.
Aku melihatnya sekilas, dia memejamkan matanya setiap kapal ini berada sangat tinggi, lalu membuka sedikit demi sedikit hanya untuk mengecek kondisi sekitar.
......................
"U-Um..."
"Kau sudah ingin menyerah?."
"Mana mungkin, ini masih satu wahana..."
"Tapi wajahmu sudah terlihat lesu seperti itu."
"A-Aku hanya sedikit terkejut, karena ini pertama kalinya aku menaiki wahana seperti itu... rasanya sangat menyenangkan."
"..."
"Ayo kita pergi ke wahana selanjutnya, pertandingan masih belum berakhir!."
"Baiklah, aku akan ikut kemanapun kau pergi sampai kau menyerah."
"Aku tidak akan menyerah, kau tahu itu."
.
.
Kami pun berlanjut ke wahana selanjutnya, dan menaikinya... meskipun aku melihat Sakura yang cukup terguncang, namun dia masih tetap bersikeras untuk menaiki wahana selanjutnya...
Dan ditengah perjalanan kita sempat membeli banyak makanan untuk jajanan, dan dia selalu membeli banyak sekali makanan manis sedangkan aku masih lebih menyukai makanan asin daripada yang manis.
"Manisnya... Ao! coba permen kapas ini... ini sangat enak!."
"Benarkah?."
"Um! nih."
"A-Aku tidak usah..."
"Cobalah."
"...."
"Baiklah."
Aku pun memakan permen kapan yang berada di tangannya.
"Manis... enak."
"Benarkan?."
Aku semakin tidak bisa memalingkan wajahku padanya... dia begitu bersenang-senang, hingga aku ikut merasa senang.
Melihatnya seperti ini mungkin termasuk hal yang jarang bisa aku lihat... maka dari itu aku saat ini hanya ingin terus membuatnya bahagia untuk hari ini...
hingga beberapa wahana telah kita naikkan, dan tinggal wahana terakhir untuk kita karena sudah hampir sore, jadi aku menyuruhnya untuk memilih satu wahana terakhir
"Apa kau yakin?."
"..."
Kita berdiri didepan wahana yang paling terkenal disini... yaitu sebuah roller coaster yang sangat panjang dan memiliki rel yang berliku-liku.
Aku melihat mereka sampai berbalik-balik seperti itu, dan berputar, jatuh dari atas ketinggian, dan kecepatannya yang sangat cepat.
"K-Kalau begitu ayo kita lakukan!."
Dengan wajah penuh keyakinan, dia langsung masuk ke antrian dan aku hanya bisa mengikutinya saja...
Aku terkejut karena dia cukup kuat untuk menahan beberapa wahana yang sebelumnya... namun yang ini, aku pikir dia tidak akan bisa menahannya.
Kita berdua naik di barisan paling depan... sangat buruk bagi kita berdua untuk mendapatkan posisi yang cukup sulit.
Dan wahananya mulai berjalan, awal awalnya mungkin masih terasa pelan hingga kita bisa menikmati wahananya...
Namun berakhir dengan saat kereta tersebut baik keatas puncak yang cukup tinggi... perlahan-lahan keretanya berjalan... hingga sampai diatas puncak...
Aku bisa melihat seluruh tempat wisata ini hanya dari atas sini.
"..."
Saat kereta itu ingin terjatuh, Sakura memegang lenganku karena sudah mulai ketakutan...
Aku yang merasa bahwa kesempatan ini tidak akan bisa terjadi dua kali, aku pun membalas pegangannya hingga saat ini kita saling berpegangan tangan.
Ini adalah pertama kalinya aku bisa merasakan tangannya dengan langsung, tidak seperti saat di pintu masuk... kali ini benar-benar aku yang bergerak sendiri untuk memegang tangannya.
Tangannya yang begitu lembut dan halus, aku bisa merasakan setiap detailnya.
Sambil membayangkan jika aku benar-benar bisa mengungkapkan perasaanku padanya... dan dia menerima perasaanku...
Semua itu terus memenuhi pikiranku...
Sampai aku tidak bisa merasakan sensasi dari wahana tersebut... karena mataku hanya tertuju pada wajahnya yang sudah begitu ketakutan sambil memejamkan matanya.
Wahana terakhir ini tidak seperti yang aku bayangkan... karena wahana ini tidak terlalu terasa pada diriku...
Selama ini aku hanya memperhatikannya dirinya... tanpa memperdulikan hal lain.