My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 166



"..."


*Bruk!


"Masih ada barang yang harus dirapihkan?."


"Tidak ada, semuanya sudah selesai... terima kasih, pekerjaanmu sangat cepat."


"..."


"Kalau begitu, ini bayaran yang sudah saya janjikan di awal."


"Terima kasih."


Dia menerima uang yang telah dia usahakan dari pekerjaannya... dan disana dia sedang sibuk menghitung uang yang telah dia dapatkan selama bekerja di tempat ini.


"Senki..."


Dia terkejut begitu mendengar suara yang berasa dari belakangnya... karena orang yang memanggil namanya adalah aku, yang sebelumnya tidak sengaja melihatnya masuk ke belakang toko untuk membawa barang-barang.


"Aoyama... apa yang kau lakukan disini..."


Dia melihatku dengan tatapan tidak percaya, jika aku berada disini.


"Sebaliknya... apa yang sedang kau lakukan?."


"Bukan urusanmu."


"Kenapa kau tidak masuk ke sekolah tadi? Sakura mengkhawatirkan dirimu karena dia mengira kau sakit."


"..."


"Dan setelah ini juga aku berencana untuk mendatangi langsung ke rumahmu... tapi aku bertemu denganmu disini."


"Memangnya apa pedulinya denganku? dia khawatir denganku? omong kosong."


"..."


"Apa yang aku lakukan, dan semua yang aku kau lihat... sama sekali tidak ada hubungannya denganmu dan juga dia."


"Kenapa kau begitu mudah mengatakan hal seperti itu... sedangkan dulu, saat pertama kali kita bertemu... kau selalu mengatakan jika ada atau tidak adanya hubungan... jika kita berteman, maka apapun itu... semua pasti memiliki hubungannya."


"..."


"Dia benar-benar khawatir padamu, dan kau harus menjawab balasan dari perkataannya nanti."


"Memangnya apa yang kau tahu?."


"..."


"Jangan berbicara seolah kau telah mengerti hubunganku dengannya, dan kau... kau hanyalah seorang pengganggu yang mengganggu hubunganku dengannya."


Dia berjalan mendekatiku, dengan tatapan serius untuk memberikan sebuah perkataan.


"Sejak awal kau hanyalah seorang yang merusak hubungan kita dari awal... andai saja saat itu kau tidak ada disana... atau dia tidak melihatmu... aku benar-benar tidak peduli dengan kehidupanmu yang seperti apa, atau dirimu sama sekali."


"..."


"Kau juga menyadarinya bukan? jika kau itu tidak pantas berada ditengah hubungan kami... tidak akan ada yang peduli denganmu dari awal... dan kau hanya menjadi perusak hidup seseorang."


"..."


"Aku tahu... saat ini kau sedang bersama dengannya kan? sebagai seorang yang pendiam, ternyata kau cukup licik... dengan santainya kau bersenang-senang bersamanya, dan membuang orang lain untuk melancarkan hidupmu sendiri, kau benar-benar seorang sampah dan pengecut."


Aku benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi... mendengar perkataannya yang sepenuhnya terlihat masuk akal dan memang benar... aku hanya membuat hubungan mereka rusak.


Datang sebagai seseorang yang kesepian, yang pada aslinya hanyalah sebuah benalu yang memberikan hal buruk kepadanya.


"Jika kau bisa sadar dengan dirimu sendiri... seharusnya setelah ini kau segera pergi menjauh darinya, atau kau bisa membuktikan dirimu sendiri, jika dirimu hanyalah seorang pengganggu."


Setelah mengatakan semua itu, dia pergi meninggalkan diriku disini, dan memberikan sedikit kebenaran yang selama ini mungkin sengaja aku tutupi...


Dari awal aku hanya apa... merasa diriku benar-benar diterima oleh mereka, dan menjalani kehidupan yang menyenangkan setiap harinya.


Dan tidak menyadari bahwa selama ini aku telah membuang seseorang dengan perlahan, dan membuat hubungannya telah hancur.


Dia tidak salah mengatakan diriku seorang sampah dan pengecut... karena kenyataannya aku memang seperti itu... membiarkan orang lain menaruh simpati dan mengambil hak dirinya dari orang lain.


Seharusnya aku lebih cepat menyadari hal itu... namun perkataan Sakura membuat mataku tertutup dan membutakan semua kesalahan yang berada didepan mataku.


......................


"Ah, Ao... kamu sudah selesai? ada yang ingin aku sampaikan padamu."


"..."


"Kenapa kita tidak pulang saja."


"Eh?..."


"Tempat ini sudah ingin ditutup, dan lebih baik kita pulang."


"A-Ada apa denganmu? apa ada yang salah?."


"..."


"Aku minta maaf jika salah berkata kepadamu, tapi a-."


"Bisakah kau hentikan hal itu?."


"..."


"Aku sudah muak mendengarnya... jika kau ingin terus berada disini, aku akan meninggalkanmu... kau ingin pulang sekarang?."


Dirinya yang takut dengan sikapku yang tiba-tiba seperti ini, membuatnya hanya bisa mengangguk kecil dan tidak berani untuk menatapku.


Tatapan yang penuh kosong, dan ekspresi datar yang sangat buruk... aku menerima semua kejelekan yang ada pada diriku... karena memang hanya itu yang aku miliki.


Saat berjalan menuju stasiun... dia benar-benar menjaga jarak denganku sambil sesekali melihatku dengan tatapan sedih sekaligus resah.


Karena setelah aku izin pergi dan kembali... sikapku kepadanya langsung berubah menjadi begitu menakutkan dan membuatnya kebingungan.


Hingga dia tidak bisa menyimpan keresahan tersebut begitu lama dan menghentikan langkahku.


"Ao..."


"..."


"Apa yang terjadi padamu tiba tiba seperti itu?."


"..."


"Aku benar-benar tidak tahu apa yang telah terjadi, dan jika ini salahku... aku hanya ingin kamu untuk memberitahukan kepadaku... ada apa?."


"..."


"Kumohon... jangan berdiam diri seperti itu... kenapa kamu tiba-tiba berubah? beberapa saat yang lalu kita baru saja bersenang-senang, dan kamu begitu gembira bersamaku saat menikmati banyak waha-."


"Memangnya aku mengatakan jika aku bersenang-senang?."


"..."


"Selama itu aku hanya berpikiran buruk padamu, dan aku terus mengeluh didalam hatiku... betapa buruknya tempat ini... semua ini.. dan semua waktu yang telah terbuang sia sia ini, aku benar-benar tidak merasa senang sedikitpun."


Perkataan yang langsung menusuk kedalam hatinya.. membuat air matanya mengalir keluar tanpa dia sadari.


"Kamu... sangat jahat."


Dan setelah itu dia berlari pergi meninggalkan diriku ditengah perjalanan dan aku hanya bisa menanggung akibat yang telah aku lakukan kepadanya.


Jika aku hanya menjadi sebuah beban baginya, maka aku hanya perlu menjadi seorang yang membencinya, agar dia tidak merasa berat untuk meninggalkan diriku...


Memang rasanya sedikit sakit, namun aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan dirinya sekarang saat mendengar semua perkataan buruk dariku.


Aku memang benar-benar seorang sampah yang menyakiti perasaan seorang perempuan yang telah menaruh kepercayaan penuh kepadaku.


Namun jika momen tersebut terus berjalan... maka rasa bersalah yang ada pada didalam diriku semakin membesar seiring waktu saat aku sedang berusaha untuk menikmatinya.


Aku hanya ingin sekali saja untuk merasakan bagaimana rasanya saat aku bisa bersamanya berdua dan menikmati waktu yang berjalan begitu lambat...


Saat aku sudah merasakan hal itu.. rasanya tidak bisa dikatakan semudah dengan mengeluarkan sebuah kata-kata.


Hal yang menjadi pertama kalinya bagiku, dan aku membuat hal itu menjadi yang terakhir kalinya untuk itu.


Aku berjalan pulang sendirian, menggunakan kereta... dan begitu aku ingin masuk, aku teringat akan dirinya saat aku memegang kartu dari pemberiannya.


Dan aku sadar, jika dari awal aku memang menjadi beban untuknya.. dia tidak bisa menyadari hal itu... karena yang ada didalam pikirannya hanya ingin menghabiskan waktu kepada orang yang bisa dia gunakan untuk melampiaskan semua kesenangannya.


Hal yang tidak bisa ia lakukan dengan orang lain, namun dia bisa melakukannya kepadaku seorang...


Tidak ada hal yang lebih menyakitkan dari sebuah kesadaran yang membangunkan diriku ini... seperti sedang melihat sebuah cermin dan menampakkan semua kesalahan-kesalahan diriku.


Hingga aku sudah sampai ke rumahku... seperti biasa, hanya nenek dan Mai yang bisa menerimaku... dari awal memang hanya mereka yang menerima seorang sampah pengecut seperti diriku..


Menyadari semua kesalahan yang telah aku perbuat... membuat diriku sebagai orang yang terburuk dari segalanya.


Dan hingga pada saat itu... aku tidak pernah berbicara padanya selama beberapa hari penuh.