
"Aoyama... akhirnya saya menemukan anda!."
"Erlic... sedang apa kamu disi-."
"Situasi sekarang sangatlah berbahaya! Aoyama... apa anda bisa ikut dengan saya?."
"..."
......................
"Jadi seperti itu..."
Erlic yang mendatangiku untuk memberikan kebenaran yang sebenarnya dan sebuah hal yang telah dilakukan saat ini hingga membuat Yuuki pergi bersama keluarga Sakamura.
"Ini bukanlah sebuah hal yang diinginkan tuan Azumi... tetapi tuan Sakamura lah yang menjadikan pernikahan ini terjadi lebih cepat dari apa yang harusnya sudah direncanakan."
"Tapi... kenapa seperti itu?!."
Sepertinya... kepala keluarga Sakamura memiliki sebuah hal yang harus beliau lakukan dan mempercepat pernikahan ini."
"Apa itu?."
"Sayangnya saya masih belum mengetahui penyebabnya, namun dari informasi yang saya dapatkan... sepertinya tuan Sakamura memiliki maksud buruk untuk berencana menghancurkan bisnis besar keluarga Shiraishi dan mengambil alih kekuasaannya."
"A-Apa maksudmu?!."
"Karena saat itu..."
.
.
.
"Tapi kenapa?!! bukankah ayah bilang pernikahanku akan dilakukan satu tahun lagi? tetapi ayah mempercepat pernikahannya dengan cara yang seperti ini..."
"Diamlah... semua yang ayah rencanakan... sudah pasti akan membuatmu bahagia, kau hanya harus mengikuti apa yang aku perintahkan."
"Tetapi, menghancurkan bisnis keluarga Shiraishi... bagaimana aku bisa menerima hal itu!!?."
"Kau tidak berhak ikut campur."
"Setelah semua yang ayah perintahkan padaku, aku pasti akan menurutinya... dan kau membuat anakmu sendiri merasakan apa itu sebuah dosa yang selama ini kau ajarkan padaku.... jika bukan karena ibu... aku tidak akan menginginkan semua itu!! karena itu... karena itu selama ini aku rela mengotori namaku hanya demi dirimu... aku sudah muak dengan semua i-."
*Plak!!
"Khk!!."
"Dasar anak tidak tahu diri... seharusnya kau bersyukur!! jika hidupmu akan lebih baik nantinya!! kau hanyalah seorang sampah keluarga! namun jika kau menjadikan Shiraishi Yuuki putri keluarga besar Shiraishi... maka kau akan sedikit lebih berguna! sebaiknya kau pikirkan apa yang telah kau katakan... kau hanyalah beban keluarga... kau tidak bisa apa apa selain melakukan apa yang aku suruh lakukan kepadamu... aku akan membawa gadis itu besok, dan kalian akan menikah."
"..."
Lalu Erlic yang telah mendengar semua percakapan tersebut dibalik pintu pun sudah mengetahui semuanya...
Dia bisa melihat wajah Azumi yang begitu kecewa dan marah saat meninggalkan ruangan kerja ayahnya... hingga selama ini dia tidak dianggap sebagai seorang anaknya, namun alat untuk kesuksesan dirinya..
.
.
.
"Apa... Azumi benar-benar orang yang seperti itu..."
"Sejak kecil, pemikirannya ditanamkan oleh ayahnya untuk membantu beliau mengangkat bisnis keluarganya... dengan cara apapun itu... Azumi hanya belum pernah melihat bagaimana dunia yang sebenarnya berjalan."
"..."
"Dulu aku hanyalah seorang anak yang terlantar... namun saat Azumi melihat orang sepertiku, dia rela merendahkan dirinya hanya untuk menolong orang sepertiku... aku adalah orang yang paling mengerti sifat tuan Azumi yang sebenarnya..."
"Jadi... Yuuki yang pergi beberapa saat yang lalu... bukan karena keinginannya?."
"Saat ini... tuan Azumi hanya berdiam diri didalam kamar, bahkan dia tidak ingin melihat wajah Shiraishi Yuuki karena merasa malu akan ayahnya... tapi tuan Sakamura tidak mempedulikan hal itu dan bersikeras untuk mempercepat prosesnya."
"Lalu, bagaimana dengan kepala keluarga Shiraishi? beliau tidak menerimanya begitu saja bukan??."
"Sayangnya... tuan Shiraishi telah menyetujuinya.."
"Tunggu! kenapa bisa seperti itu?!."
"Aku tidak tahu..."
Rasanya aku tidak percaya akan apa yang telah terjadi tanpa sepengetahuan diriku ini...
"Kapan pernikahan itu dilaksanakan..."
"Tepat disaat satu minggu setelah akhir semester sekolah dan diatas kapal pesiar, yang langsung berlayar ke luar negeri."
"Tch!.."
"Maka dari itu... saat ini, ak- saya sebagai asisten pribadi tuan Azumi... ingin meminta bantuan dari anda, untuk menolong Tuan Azumi."
"Sebelum itu... kenapa kamu meminta tolong kepada orang yang dulunya dia benci... bahkan sampai berencana menculik seseorang dariku."
"Itu..."
"Apa kamu akan mengatakan itu adalah hasil dari pikiran buatan dari ayahnya... yang diajarkan berbuat seperti itu dari kecil dan terbiasa melakukan hal hal buruk itu?."
"..."
Disana Erlic benar-benar tidak bisa berkata apapun, karena dirinya juga tidak bisa menentang hal itu.
"Aku akan memikirkannya..."
"..."
"Sebenarnya diriku masih memiliki rasa tidak suka terhadapnya, namun aku akan memikirkannya terlebih dahulu..."
"Baiklah... saya sungguh meminta maaf sudah membuat waktu anda terbuang."
"..."
"Kalau begitu, saya permisi."
"Tunggu."
Saat dia ingin pergi, aku mencegahnya untuk urusan yang berbeda.
"Aku ingin membahas sesuatu yang lain darimu."
"..."
"Saat pelatihan khusus beberapa minggu yang lalu... kamu terus menyelidiki diriku hingga keluarga adikku... namun aku tidak mempermasalahkan yang itu."
"..."
"Apa kamu tahu... semua tentang keluargaku sebelum kecelakaan."
"Eh?."
Tubuhnya membeku seperti tidak bisa bergerak, dan matanya hanya terbuka melihatku seperti ingin memberikan sesuatu namun dirinya tidak sanggup untuk melakukannya.
"Ini terdengar bodoh, tetapi... aku merasa... bahwa adikku bernama Akasa, masih hidup."
"..."
Dia langsung tidak bisa berbicara dan tubuhnya bergetar... rasa yang tidak pernah ia rasakan saat tangannya ingin menggapai diriku, namun dia langsung menahannya dengan sekuat tenaga...
"Apa kamu ada informasi mengenai dirinya?."
"Saya..."
Suaranya terbata-bata dan nafasnya tidak teratur...
"Maaf... s-saya... tidak tahu mengenai hal tersebut."
"..."
"..."
"Begitu ya... maaf, kalau begitu aku tidak mempertanyakan hal itu kembali."
"Bagaimana anda bisa... mengetahuinya... bukannya, waktu itu..."
"Ingatanku kembali beberapa hari yang lalu... aku bisa mengetahui semua kejadian kecelakaan itu dan semua hal yang aku alami dengan keluargaku... sungguh aneh saat aku melihat diriku yang berbeda di masa lalu, namun aku hanya ingin... memastikan bagaimana keadaan adikku saat ini."
"..."
"Aku jadi bercerita dan mengambil waktumu, maaf sekali."
"T-Tidak apa apa.."
"Kalau begitu, aku pergi dulu."
"Ya... nikmati waktu anda.."
Setelah mengetahui semua permasalahan ini, aku jadi paham dengan apa yang Yuuki lakukan, hingga dia tidak ingin melibatkan diriku untuk membantunya.
Meskipun begitu, alasan dibalik semua itu masih tertutup dibalik dinding yang tidak bisa aku hancurkan, karena aku tidak mempunyai alat untuk menghancurkan dinding tersebut.
Hari senin depan, mungkin aku bisa bertanya kepada Sakura disekolah... aku tahu hubungan kita saat ini sedang renggang, jadi aku akan berusaha untuk memperbaikinya...
Karena hanya Sakura lah satu-satunya orang yang paling mengerti tentang Yuuki, karena mereka berdua sudah saling mengenal sejak kecil.
Tinggal satu kepingan terakhir yaitu, bagaimana aku bisa menghadapi persoalan Azumi, apakah aku akan menerimanya dan membantunya?
Tetapi, aku masih bisa mengambil jalan lain untuk menolong Yuuki dari masalah yang terjadi sekarang... yaitu mencari alasan dibalik semua ini pada kepala keluarga Sakamura.
Akhir tahun yang mulai semakin dingin, dan mungkin saja beberapa hari lagi akan turun salju...
Tetapi aku tetap tidak bisa memperbaiki semua ikatan dari semua orang kepada diriku sendiri..