
Karena aku membantunya untuk membuat kue acara perkumpulan saudara jauhnya, aku terlibat untuk pergi bersamanya dengan sebuah alasan kalau aku adalah pengganti Sakura untuk menjaganya...
"Kenapa aku jadi terseret ikut dengannya..."
Dengan memakai setelan jas hitam, aku menunggunya yang sedang bersiap-siap didalam rumahnya untuk pergi ke acara itu...
Sebelumnya kue itu sudah diantar menggunakan mobil yang khusus untuk membawa kue acara karena didalamnya terdapat pendingin agar menjaga kue itu tetap sempurna.
"Maaf menunggu lama!."
Begitu dia keluar, sekejap aku hilang pandangan karena gaun hitam dengan warna merah yang menghiasi sekitarnya, dan penjepit rambut berbentuk mawar merah memberikan kesan seperti gadis yang dewasa.
"B-Bagaimana menurutmu?."
"Terlihat bagus... seperti wanita dewasa yang sedang menghadiri acara pernikahan.." Sebelum dia menyadarinya, aku langsung memalingkan pandanganku.
"Aku senang jika terlihat bagus... aku sudah tidak sabar untuk melihat saudaraku mencoba kuenya..."
"..."
Lalu kami menaiki mobil yang sudah disiapkan dan supir langsung menancapkan gas ketempat acara itu.
Jujur saja ini adalah pertama kalinya bagiku untuk mengikuti acara seperti ini... meskipun tidak ada yang terlihat kurang dari diriku, tetap saja hatiku masih belum siap untuk menghadirinya.
Setelah melewati puluhan kilometer perjalanan, akhirnya kita sampai didepan halaman rumah milik keluarga Shiraishi pribadi...
Begitu melihat betapa megahnya rumah yang terlihat seperti sebuah istana bagiku, aku langsung mempersiapkan diriku untuk yang lainnya.
"Silahkan lewat sini, nona Yuuki."
Pelayan yang berada didepan pintu masuk rumahnya melayani Yuuki dan begitu juga aku seketika menjadi sedikit gugup karena diperlakukan seperti orang penting.
Dan saat aku berada didalamnya, ruangan yang sangat luas seperti aula putih dengan lampu mengkilap diseluruh ujungnya, bahkan sama sekali tidak ada kegelapan yang terpancar diseluruh ruangan...
Ditengahnya terdapat meja makan yang cukup besar untuk menampung setidaknya 10 orang, tetapi hanya ada 5 kursi disana dan juga meja meja kecil biasa disekelilingnya.
Perasaan kami langsung begitu lega saat kue buatan kami sudah berada didekat meja itu dengan memiliki mejanya sendiri untuk ditaruh...
"Syukurlah! kuenya baik baik saja... aku sempat khawatir saat ditengah perjalanan.."
"Yang penting tidak ada masalah dengan kuenya.."
"Selamat datang, nona Yuuki... akhirnya anda tiba dengan selamat." Sakura datang dengan sikapnya yang begitu sopan dan berbeda dari biasanya.
Begitu dia melihatku, sekejap wajahnya menggambarkan ekspresi terkejut meskipun hanya membuka mulutnya sedikit agar tidak terlihat berlebihan... tetapi justru itu yang membuatku merasa terganggu dengannya yang seperti ingin mengejekku tentang ini...
Tetapi aku membalasnya seperti "Membantu membuat kue saja ya?." kearahnya hanya dengan ekspresi... tetapi dia hanya membalas kembali dengan senyuman.
"Bagaimana dengan yang lain? aku belum melihatnya."
"Mereka sedang berada dalam perjalanan... sedikit lagi mungkin akan sampai."
"Berarti kita yang pertama datang... untung saja."
Baru saja menjadi perbincangan mereka, didepan pintu ada sebuah mobil Limosin yang biasa dipakai oleh orang orang yang memiliki banyak uang, dan satu persatu dari mereka keluar dari sana.
Orang pertama keluar dari mobil itu.
Dia terlihat seperti yang paling tua dari saudaranya, meskipun wajahnya sangat cantik dan anggun.
"Kak Sayu!."
Yuuki menyambutnya dengan sangat gembira...
"Kamu sudah terlihat sangat berbeda dari sebelumnya.."
"Yuuki! sudah lama tidak bertemu!." Dari dalam mobil ia langsung memanggilnya.
"Natsuu!."
Setelah dua orang itu, seorang lelaki yang sepertinya seumuran dengan kita keluar dari mobil.
"Yuuki, apa kabarmu?."
"Shota! aku sangat baik baik saja."
"Syukurlah."
Dan yang terakhir pun keluar dari sana.
"Huh... perjalanannya begitu lama... punggungku sudah sangat pegal!." Dia adalah lelaki kedua yang terlihat berbeda dengan ketiga saudaranya.
"Kak Tsukasa... maaf karena perjalanannya begitu lama... disekitar daerah sini memang sudah biasa penuh dengan kendaraan."
"Kamu bicara apa? aku tidak menyalahkanmu... aku hanya sedikit lelah saja, maaf."
Dan keempat saudaranya pun sudah datang dan menghadiri acara itu dengan baik...
Tetapi tidak baik untukku.
"Sakuraa! aku begitu lama ingin melihatmu! dan juga... hm? siapa dia?." Orang yang bernama Natsu menunjuk kearahku.
"Ah, dia adalah peng-."
"Eh~ benar juga, aku baru melihatnya disini..." Satu lagi orang yang bernama Sayu mendekatiku dan mengamati wajahku...
Aku tidak bisa berbuat apa-apa, hanya diam dan memasang wajah yang datar.
"Jangan jangan kamu ada hubungan yang lebih dari sekedar hubungan biasa?."
"N-Natsu! kamu bicara apa, dia itu h-hanya pengawal baruku saja."
"Seperti yang nona Yuuki katakan, saya adalah pengawal baru nona Yuuki... ( Bersikap biasa! bersikap bisa! )."
Berusaha untuk terbiasa dengan hal yang baru kulakukan adalah hal yang sulit untuk dilakukan... aku tidak pernah berbicara sopan dengan orang yang umurnya setara denganku...
"Tapi bukannya pengawalmu itu Sakura? kenapa jadi bertambah satu orang lagi." Shota dengan sikapnya yang lembut ikut mencurigaiku juga.
"Y-Yah, aku sedang butuh orang yang bisa m-melindungiku saja..."
"Wajahmu kelihatan memerah."
"Sejak kapan kamu mengenalnya?."
Mereka bertiga begitu mendesak Yuuki dengan banyak pertanyaan, aku harap dia tidak mengacaukannya.
"S-Sudah! jangan bertanya terus... lagipula Aoyama hanya temanku saja, tidak ada hal lain."
"Teman?."
"Oh?."
"Aoyama... ya."
"( Yuuki, kau mengacaukan semuanya...)."
"M-Maksudku! dia pengawalku yang sudah aku anggap seperti teman sendiri.."
"Heh~ kau adalah pengawalnya? apa kau bisa diandalkan?." Wajahnya yang terlihat seperti preman yang menyeramkan datang menatapku dengan tajam.
"Selama itu didalam kuasaku, aku lebih bisa diandalkan." Aku menjawab dengan datar dari tatapan tajamnya.
Setelah menatapku begitu lama, aku tidak merasa takut dengannya dan tetap tenang mempertahankan ekspresiku.
Dia merasa tertantang olehku dan membuka senyumnya.
"Aku suka denganmu! jangan membuat Yuuki merasa terancam bahaya jika kau adalah laki-laki."
"Terima kasih atas pengertiannya..."
Sepertinya aku berhasil mengambil hatinya meskipun begitu sulit.
"Jangan takut dengannya, meskipun terlihat galak, tapi hatinya sangat lembut." Shota merangkulnya dan mengacak-acak rambutnya.
"Berisik!."
"Kalau begitu kita mulai saja?."
"Nona dan tuan silahkan duduk ditempat yang sudah disediakan." Sakura melayani mereka untuk duduk dimeja tengah.
Sekeliling meja terdapat 5 orang yang sudah berada disana...
Dengan membawa nama keluarga mereka masing-masing...
Shiraishi Yuuki dari keluarga Shiraishi.
Otama Sayu dari keluarga Otama.
Kiwataka Natsu dari keluarga Kiwataka.
Minakama Shota dari keluarga Minakama.
Ryuu Tsukasa dari keluarga Ryuu
Seperti yang dilihat, mereka adalah anak-anak dari keluarga yang berbeda, tetapi orang tua mereka adalah saudara kandung..
Dan mereka semua adalah keluarga besar dengan membawa nama mendiang kakeknya yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Yaitu Keluarga besar Hasakawa!!