
"Apa kau yakin untuk memberitahukan kepadanya?." Ucap Erlic yang masih ragu dengan apa yang aku rencanakan.
Dan saat ini aku, Erlic, dan Kuchima yang berada di dalam mobil kini sudah sampai tepat didepan toko milik perusahaan busana Celles, yang besarnya 3 kali lipat dari toko milik Celestia.
"Hal yang tidak bisa aku yakini hanya bagaimana nantinya jika beliau lebih dulu mengetahuinya dan membuat acara pernikahan nanti berantakan."
"Tapi, apa bedanya jika kita langsung memberitahukannya." Sambung Kuchima.
"Aku sudah mengatakan kalau keluarganya sempat mengalami kejadian buruk dengan perusahaan Adam di masa lalu... dan jika beliau tahu akan kondisinya, mungkin hal yang lebih baik beliau pikirkan adalah hal yang tidak akan ia lakukan di masa lalu... maka dari itu beliau pasti akan mengerti."
"Baiklah, untuk saat ini aku akan mempercayai kau."
"Aku hanya melakukan apa yang terbaik... kalau begitu aku akan kesana sendirian."
"Aku ikut." Kuchima yang sudah yakin dengan pilihannya memilih untuk ikut denganku.
Aku pun hanya membalasnya dengan mengangguk kecil tanda setuju.
"Aku akan menunggu disini, jika ada hal yang terjadi, panggil saja."
"Baiklah."
Aku dan Kuchima pun langsung berjalan ke depan pintunya dan memencet bel tokonya.
Mengatakan kejadian ini kepadanya bisa dikatakan sebuah taruhan bagiku... karena aku tidak pernah bertemu maupun mengenal ibunya, maka dari itu aku tidak akan bisa menebak bagaimana responnya.
Namun resiko yang aku miliki mungkin hanya sedikit masalah yang terjadi, dan aku bisa menanganinya.
*Klek!
"Apa kalian... teman-temannya Celestia?."
"Ya, kita adalah temannya."
"Maaf, tapi saat ini Celestia sedang tidak ada disi-."
"Kami kesini karena memiliki urusan dengan anda."
"Saya?."
"Benar."
Aku hanya bisa berbicara sesingkat-singkatnya untuk berjaga-jaga sambil mengamati sifat dan tingkah beliau.
"Kalau begitu lebih baik kita berbicara di dalam."
Dengan senyum ramah beliau membukakan pintu kepada kami untuk masuk... aku pun menerima tawarannya dan masuk kedalam.
Kuchima yang sempat kebingungan namun dia langsung mengikuti aku dari belakang.
.
.
"Jadi, kalian berdua ini..." Beliau memberikan dua cangkir teh kepada kita dan langsung duduk di hadapan kita.
"Sebelum itu nama saya Kizuku Aoyama, dan teman saya."
"Ah, saya Hiranami Kuchima."
"Rasanya... saya belum pernah mendengar nama maupun melihat wajah kalian ya?."
"Iya, karena kami baru mengenal Celestia beberapa bulan yang lalu."
"Oh begitu ya, maaf ya... saat ini Celestia sedang tidak tahu kemana... baru saja aku ingin menghampiri tokonya yang disana."
"Mengenai hal itu."
Aku dan Kuchima saling bertatapan untuk meyakini satu sama lain, dan langsung memberitahukan tentang Celestia saat ini.
"Saya ingin memberitahukan hal yang cukup penting kepada anda, tapi saya harap... anda bisa menerimanya dengan tenang terlebih dahulu."
"M-Memangnya ada apa?."
Mungkin saja beliau sudah merasa tidak enak karena mendengar aku mengatakan hal itu, tatapannya pun semakin berubah dan penasaran.
"..."
"Putri anda, Celestia... menghilang sejak tadi pagi."
"M-Maaf, maksudnya... apa?."
"Tidak bisa dikatakan hilang juga, namun... anda pasti mengetahui tentang... Perusahaan Adam."
"..."
"Dan kemarin malam, tanpa sepengetahuan kami... Celestia dibawa pergi oleh mereka, hal itu dibuktikan karena di depan toko miliknya terdapat sebuah sapu tangan yang sudah diberikan obat tidur."
"..."
"Kenapa kami mengatakan kalau pelakunya adalah Adam... karena ada beberapa alasan yang membuat hal itu terja-."
Beliau mengangkat tangannya kepadaku dan menyuruhku untuk berhenti berbicara.
Maka aku pun berhenti berbicara, sesuai dengan apa yang beliau inginkan.
"Jangan membohongi saya, tidak mungkin..."
Aku tahu persis saat dimana Celestia juga bersikap seperti ini begitu mendengar sebuah nama yaitu Adam...
Rasanya seperti mengulang kejadian yang sama, dan yang harus aku lakukan adalah berusaha untuk berbicara perlahan kepada dirinya.
"Saya paham bagaimana perasaan anda, karena saya tahu... masalah masa lalu keluarga anda terhadap perusahaan Adam."
Wajahnya langsung bangkit menatapku, begitu aku mengatakan kalau aku tahu kejadian lalu tersebut.
"Semua itu, Celestia pernah menceritakannya padaku... dan menunjukkan tempat busana yang kondisinya sudah begitu hancur, hangus terbakar."
"..."
"..." Disini Kuchima yang mendengar itu juga langsung menatapku diam, karena dirinya baru mengetahui hal tersebut.
"Maka dari itu, saat ini saya berbicara kepada anda... agar anda bisa tenang dan mendengarkan hal ini baik baik."
"Apa..."
"..."
"Ini semua berhubungan dengan acara pernikahan antara keluarga Sakamura dan Shiraishi pekan ini, dan juga anda pasti tahu karena anda yang membuat gaun pernikahannya."
"..."
"Namun dibalik acara tersebut, semua itu dikendalikan oleh Perusahaan Adam, yang saat ini sedang menjadikan kepala keluarga Sakamura sebuah boneka, untuk menghancurkan bisnis keluarga Shiraishi, begitu juga tidak lama kemudian Sakamura akan merasakan jebakannya."
"..."
"Dan juga-."
Aku terus berbicara panjang lebar tentang masalah ini dengan begitu rinci, dirinya juga mendengarkan omonganku dengan tenang, justru berusaha untuk berpikir tentang pembicaraan yang sedang aku berikan.
......................
Pembicaraan ini berjalan sampai menghabiskan waktu hampir 1 jam, dan sekarang beliau sudah mengerti, semua masalah yang terjadi, dan alasan tentang Celestia.
"Baiklah, saya mengerti... tapi, bagaimana caranya kalian ingin mengungkap kejahatan mereka."
"Saat ini, kami memiliki sebuah bukti yaitu surat perjanjian yang ditulis oleh Sakamura, dan ditandatangani Kepala Keluarga Shiraishi... namun diatasnamakan oleh Adam... dan bukti ini berkat Celestia yang telah berhasil mengambilnya, namun sayangnya mereka mengetahui siapa Celestia sebenarnya."
"..."
"Maka dari itu, saya kesini juga ingin meminta anda, untuk bekerja sama dengan kami agar kami bisa lebih mudah melakukan rencana ini."
"Tapi... apa Celestia baik baik saja."
"Pasti..." Tiba tiba Kuchima mengangkat bicara.
Aku yang memahami keinginannya pun memberikannya waktu untuk berbicara kepada beliau.
"Saya bersama Celestia yang datang ke acara itu untuk mengambil sebuah informasi, dan saat itu saya benar-benar tidak tahu kalau keluarga anda mempunyai hubungan masa lalu yang buruk dengan Adam, saya mengantarkan dirinya pulang untuk melindunginya sampai sana, dan saya kira semua sudah aman... namun kejadian itu datang begitu saya telah pergi, jadi saya yang harus bertanggung jawab atas keselamatan dirinya... apapun itu."
Dia mengatakan dengan begitu serius, bahkan beliau langsung tersenyum ringan ketika mendengarnya.
"Ini bukan salahmu, putriku yang ingin membantu kalian, maka dirinya harus menerima resiko yang terjadi, meskipun saya merasa begitu khawatir akan dirinya saat ini, tapi Celestia bukanlah anak yang mudah menyerah dan pasrah akan keadaan apapun, saya percaya dengan itu."
"Saya berterimakasih banyak atas pengertian yang anda berikan, dan untuk memastikan bahwa dirinya baik-baik aja, sekaligus membuat rencana ini lebih berjalan... saya ingin Anda menelepon langsung Perusahaan Adam."