My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 118



"..."


*Kringg!! Kringg!


"Mmh..."


Pagi hari yang sangat sunyi, aki terbangun oleh suara alarm yang berbunyi tepat disampingku.


Aku yang masih melamun seketika langsung tersadar begitu melihat jam didinding.


"Gawat! aku bisa telat.."


Aku langsung bergegas membuka pintuku dan berjalan kearah pintu kamarnya...


*Klek!


"Mai, kau sudah bersiap si-.."


Aku teringat jika Mai sudah tidak tinggal bersamaku lagi setelah kemarin dia sudah dibawa olehnya.


"Benar juga... dia sudah tidak disini..."


Dengan lemas aku terpaksa untuk mandi dan berangkat kesekolah, meskipun rasanya aku ingin tidur saja seharian dirumah...


......................


Suasana didalam sekolah masih seperti biasanya, tetapi rasanya agak berbeda karena mungkin beberapa hari lagi mereka harus menyiapkan diri mereka untuk liburan sekolah...


Merencanakan sesuatu yang ingin dilakukan memang terdengar menyenangkan, tetapi aku tidak terlalu suka untuk merencanakan sebuah hal karena kita tidak ada yang tahu bagaimana waktu kedepannya...


Karena itu aku hanya menjalani hidupku apa adanya dan tetap berjalan meskipun sulit ataupun tertekan...


Begitu aku memasuki ruang kelasku, aku melihat Sakura,Yuuki, dan Touya yang langsung melihatku dan sedikit memasang wajah yang seperti mempedulikan diriku, tetapi aku tidak terlalu memikirkannya dan langsung duduk lalu merapikan buki yang akan dipelajari pada materi jadwal.


"Aoyama, maaf... sebenarnya kemarin aku ingin melayat nenekmu... tetapi karena sibuk untuk acara nanti, aku tidak bisa menyempatkan diriku... tapi tenang saja, kau tidak perlu mengambil pusing soal rapat nanti."


"Jadi begitu... tidak apa apa, aku akan melakukan seperti biasa, dan lagipula aku yang harusnya meminta maaf karena merepotkanmu."


"Tenang saja! kau adalah temanku, maka disaat ada yang sedang kesulitan, maka harus ada juga yang membantunya."


"Rasanya kau semakin pintar dalam berkata."


Touya sedikit merendahkan alisnya akibat diriku yang sudah tidak membalasnya dengan penolakan atau membenarkan perkataannya yang selalu berlebihan...


Aku sama sekali tidak merasa berniat untuk melakukan banyak hal, tetapi mungkin jika aku menyibukkan diriku, pikiranku bisa teralihkan.


"( Benar juga... diingat ingat aku belum sama sekali memberitahukan kondisi Sakura kepada orang tuanya... tetapi aku takut mengganggu pekerjaan mereka yang sedang sibuk-sibuknya diluar negeri..)"


Sambil menyandarkan kepalaku diatas telapak tanganku sambil menatap pemandangan diluar jendela yang saat ini sudah berlangsung musim semi yang cuacanya cukup sejuk bahkan sedikit dingin.


Mungkin jika aku memberitahukannya, Sakura bisa secepatnya disembuhkan oleh banyak dokter terkenal diluar sana... jujur saja... aku menjadi lebih kepikiran tentangnya daripada sebelumnya... asalkan dia tidak terlalu kelelahan dan jangan terlalu banyak beraktivitas seperti yang dokter katakan.


.


.


.


Akhirnya datang waktu istirahat juga... aku berencana untuk pergi ke perpustakaan daripada taman belakang, karena jika membaca buku bisa membuat pikiranku lebih tenang..


"Aoya...ma."


Suara Yuuki yang menghentikan diriku didepan kelas saat aku ingin pergi ke perpustakaan.


"..."


"Anu... apa kamu baik baik saja? seharusnya kamu tidak perlu memaksakan diri dan masuk sekolah."


Dia mengkhawatirkan diriku yang saat ini masih merasakan rasa kehilangan saat kemarin nenek meninggalkanku begitu juga dengan Mai...


"Jangan dipikirkan... aku tidak apa apa."


"Kenapa... kamu seperti menghindar dari aku... dan juga Sakura... jika ada yang kamu tidak suka, katakan saja."


"..."


Akhir akhir ini aku memang tidak ingin berbicara dengan siapa siapa, tetapi jika dia dan Sakura... aku memiliki alasan lain untuk hal itu... diriku hanya bisa membuat mereka terus merasa memberikanku kepedulian, dan aku tidak ingin hal seperti itu terjadi kepadaku...


Hal yang tidak aku ketahui terkadang bisa menjadi kesalahan terbesarku, dan apa yang tidak bisa aku ketahui adalah isi pikiran seseorang... maka dari itu aku hanya bergerak dalam diam dan terus berada dibawah bayangan bayangan dari orang lain...


"Tidak ada."


"..."


"Tidak ada sama sekali... maaf, aku ingin pergi."


Lalu aku langsung berjalan meninggalkannya yang masih memikirkan kata-kata yang aku berikan.


......................


Seperti biasa, suasana didalam sangat sunyi dan tenang, hanya ada suara kertas dari buku yang diangkat, atau suara buku yang diletakkan diatas meja kayu dengan model abstrak sangat baik...


Dan pada saat itu aku bertemu kembali dengannya meskipun dia masih belum melihatku karena dia sedang berusaha untuk mengambil sebuah buku yang terletak diatas sana...


"Eh??."


Dia terkejut begitu aku menjulurkan tanganku untuk mengambil buku tersebut.


Lalu aku memberikan kepadanya langsung saat dia masih mencerna apa yang baru saja terjadi.


"K-Kok kamu ada disini??."


"Memangnya kenapa?."


"Bukannya...kemarin...kamu habis."


"Kau tahu tentang itu?."


"Um... dari temanmu yang tidak paham tentang model kemarin.."


"O-Oh.. Touya kah.."


"Kamu... baik baik saja kan?."


Wajahnya sangat berbeda dari saat aku bertemunya kemarin... dia begitu khawatir hingga tidak bisa menjaga wajahnya yang terlihat kikuk.


"Aku baik baik saja... terima kasih."


"Y-Ya...kamu... ingin membaca buku?."


"Hm... sepertinya...iya."


"Begitu ya..."


Lalu kami berdua mengobrol hingga tidak terasa kita sudah mengobrol cukup lama...


"Hahaha, benar benar, aku suka bagian itu... sangat menarik."


"Tapi, apa kau sudah membaca chapter terbarunya yang itu? kalau tidak salah... saat dia sedang pergi ke sebuah kota."


"Umm... sepertinya yang itu, aku baru sampai setengahnya... karena aku belum menemukan buku lanjutannya di toko."


"Karena cukup digemari juga... aku punya semua chapternya diru-."


*Kring! Kring!


Bel yang menandakan jam istirahat telah habis, dan memisahkan waktu diantara kita disini.


"Sepertinya sudah masuk..."


"Apa kamu tidak bisa bolos saja disini? aku sangat kesepian menunggu hingga jam pelajaran selesai..."


Sambil membaringkan atas tubuhnya keatas meja karena mungkin kemarin dia menunggu rapatnya disini begitu lama.


"Mau bagaimana lagi... aku sudah ketinggalan pelajaran kemarin, jadi sekarang harus mengejar ketinggalannya."


"Seperti itu ya... ya sudah deh, sampai ketemu didalam ruangan rapat ya."


"Ya.."


Lalu aku keluar perpustakaan dan kembali kedalam kelas...


Semua itu berlangsung dengan cepat, atau memang pelajaran kali ini agak sedikit lebih cepat dari biasanya...


Tetapi aku tidak memikirkannya, dan aku bersama Touya langsung pergi ke ruangan rapat.


"Aoyama..."


"Ada apa?."


"Apa kau... mempunyai pacar baru?."


"Apa yang kau katakan? sebelum itu, memangnya aku sudah pernah mempunyai seorang pacar?."


"Bukan seperti itu... tapi, sifatmu semakin kesini semakin berubah kearah yang benar."


"Kau sedang mengejekku atau bagaimana? lagipula aku juga tidak merasa berubah dari diriku... bukannya hanya perasaan kau saja?."


"Benar juga... tetapi, gadis model kemarin bertanya kepadaku tentang kau... wajahnya seperti sangat membutuhkan seorang Aoyama yang ingin berjalan bersamanya dengan lampu malam yang sedikit redup."


"Hentikan, kenapa kau justru seperti sedang membaca novel drama cinta."


"Tetapi memang seperti itu adanya... dan juga, aku sedikit kesal... dia berkata padaku secara blak-blakan soal aku yang tidak mengerti tentang fashion!."


"Menurutku semua orang yang berbicara kepadamu pasti juga akan mengatakan hal yang sama..."


"Sembarangan.."


Lalu kami berdua masuk kedalam ruangan yang sudah hampir semuanya datang...


Aku melihatnya yang kembali melambai-lambaikan tangannya kepadaku menunjukkan dirinya untuk aku duduk disebelahnya.


Karena kita bisa bebas duduk dimana saja, aku pun hanya mengikuti apa yang dia mau dan duduk disebelahnya.


"Sungguh... orang ini sudah sangat berubah..." Ucap Touya yang melihatku langsung pergi kearah gadis itu hanya dengan sekejap mata..