
Setelah kejadian beberapa saat yang lalu, saat seseorang datang ke rumahku membawakan sebuah undangan dan surat, dan tidak lama dari itu, Erlic akhirnya meneleponku, dan memberikan sebuah tempat untuk kita bertemu.
Tempatnya tidak begitu jauh, hanya sebuah bar yang terlihat sangat klasik, namun begitu tenang... hanya ada suara ketukan gelas kaca dari sang bartender dan alunan musik yang cukup menenangkan.
Seperti biasa aku memesan kopi hitam yang rasanya sangat kaya akan racikan langsung darinya...
Dari harumnya, sudah sangat menusuk hingga ke kepalaku, begitu hangat dan wangi, dan aku menyeruputnya sedikit, seperti langkah langkah untuk meminum sebuah kopi.
Meskipun terdengar aneh, namun memang ada sebuah langkah-langkah cara untuk menikmati sebuah kopi.
Dan rasanya menjadi begitu nikmat, terasa sampai ke ujung lidah, dan sangat nyaman begitu melewati tenggorokan.
Aku cukup menggemari hal seperti ini semenjak aku tidak sengaja mencoba sebuah kopi hitam yang pait, karena sebelumnya aku hanya suka kopi susu yang begitu manis, namun semakin hari aku lebih menyukai kopi hitam yang sama sekali tidak ada rasa manisnya...
"Aku sangat jarang menemukan sebuah kopi yang sebaik ini..."
"Syukurlah kalau kau menyukainya."
"Ya... tempatnya juga cukup nyaman, mungkin aku akan sering sering kesini lagi."
"Sebenarnya aku juga menyukai tempat ini, rasanya seperti berada di rumah... aku juga menyukai kopinya."
Aku melihat kopinya yang masih memiliki sebuah cangkir kecil berisi susu putih yang bisa dicampurkan sesuai seleranya.
"A-Aku tahu... rasa pahit masih belum melekat dan terbiasa dengan lidahku."
"Yah... tidak lepas dari dirimu yang masih berusia lima belas tahun."
"Bisa dikatakan seperti itu..."
"Jadi... bagaimana dengan masalah ini? apa kau benar-benar tidak merancang undangan ini untukku?."
"Tidak, aku sama sekali tidak membuat undangan itu untukmu..."
"Baiklah, aku mengerti... memang bukan kamu yang mengundangku."
"Siapa?."
"Yang jelas, orang yang memberikan surat ini kepadaku.."
Aku memberikan surat itu diatas meja, dan memberikan kepadanya.
Dia mengambil surat tersebut lalu membukanya, untuk melihat isinya.
~Suatu kesempatan besar...~
Satu kalimat yang hanya memberikan petunjuk kecil, namun sama sekali belum bisa membantu masalah ini... aku pun tidak tahu siapa orang yang menulis surat tersebut... jadi aku sekalian membawanya kesini yang mungkin saja Erlic tahu dengan surat ini.
"Siapa yang mengirim surat ini?."
"Salah satu orang yang bekerja di keluarga Shiraishi, aku cukup mengetahui dari mobil yang dia bawa."
"Berarti, surat ini diberikan oleh salah satu anggota keluarga tersebut?."
"Mungkin iya... namun bisa saja ada hal yang terjadi, dan kita atau aku tidak tahu apa apa?."
"Aku pun tidak tahu apa apa tentang hal ini."
"Baiklah."
"Tapi, jika kita bisa mengetahui maksud dari surat ini... apa yang harus dilakukan."
"Huh... kenapa tidak jalankan seperti yang kamu berikan, karena kamu yang mengetahui masalahnya."
"Benar... juga."
"Kalau begitu, jelaskan mulai dari sekarang?."
"Baik..."
Aku pun mulai mendengarnya yang saat ini ingin memberitahukan kepadaku tentang semuanya.
"Dari yang aku cari tahu, dulu terdapat sebuah bisnis besar antara keluarga Sakamura, dan sebuah perusahaan yang dibangun oleh seorang pengusaha terkenal... dan saat ini... beliau sudah tidak ada."
"..."
"Kerja sama antar mereka berlangsung baik dalam beberapa tahun, namun ada sebuah kejadian dimana pengeluaran dana yang digunakan dalam proyek kerja sama ini, begitu besar... salah satu tim penyelidik dari perusahaan itu mencoba memeriksa, namun tidak ada pengeluaran yang begitu besar pada saat itu... maka dari itu pengeluaran besar besaran tersebut menjadi awal dari masalah ini."
"..."
"Tidak berlangsung begitu lama, perbuatan gelap tersebut langsung dibongkar seutuh-utuhnya dan perusahaan bisnis Sakamura menjadi begitu hancur.."
"..."
"Karena itu, terjadi sebuah konflik dingin, hingga sesuatu terjadi... kepada ketua pengusaha dari perusahaan terkenal itu, dan mengalami sebuah kecelakaan..."
"..."
"Kematian beliau benar-benar begitu mendadak, tanpa tidak ada yang tahu mengapa hal itu bisa terjadi... hingga warisan perusahaan tersebut... diberikan langsung kepada keluarga besar Shiraishi, dan kepala keluarga Shiraishi menjadi penanggung jawab atas semua warisan perusahaan dari beliau."
"..."
"..."
"Saat ini, mungkin bisa menjadi sebuah manfaat baru yang akan dilakukan oleh kepala keluarga Sakamura kepada keluarga Shiraishi untuk menghancurkannya."
"Dengan menciptakan sebuah hubungan dalam, dari pernikahan tersebut..."
"Benar... jika keduanya memiliki sebuah hubungan, maka otomatis sebagai syarat penuh... segala hal yang dikelola kedua pihak, akan dimiliki oleh bersama, tanpa adanya per bagian."
"Selama bertahun-tahun... mereka tidak tahu akan hal seperti ini?."
"Sepertinya... ya, maaf jika aku tidak memberikannya, karena masih banyak hal yang harus aku lihat terlebih dahulu... namun aku sadar, aku sendiri tidak bisa melakukan hal ini dengan mudah."
"Jadi kamu membutuhkan diriku, untuk mencari tahu lebih dalam tentang hal ini, dan membereskan semua masalah yang telah menimpa keluarga Shiraishi."
"Benar..."
"Bagaimana dengan Azumi.."
"..."
"Bagaimana jika dirinya mengetahui rencana yang akan kita lakukan? apa kamu tahu isi tujuannya juga?."
"Tuan Azumi saat ini masih hanya bisa menuruti permintaan tuan Sakamura, dan saat dia hanya hanya berdiam diri didalam kamarnya... jadi dia tidak memikirkan sesuatu yang sama seperti tuan Sakamura."
"Baiklah baiklah, aku mengerti... masalahnya hanya pada dia yang tidak tahu akan rencana ini, dan apalagi kamu melakukan hal ini denganku, orang yang ia benci."
"Dia tidak membencimu."
"Ha?."
"Tuan Azumi... tidak benar-benar membenci dirimu."
"Apa kamu ingin memberikan omong kosong kembali? cukup perkataan dirimu yang beberapa waktu lalu saja yang ingin dirimu usahakan untuk mempercayainya."
"Tapi, semua itu... tidaklah berasal dari keinginan dirinya sendiri, semua ini seperti sebuah dorongan baginya untuk membencimu."
"..."
"Tuan Azumi benar-benar tidak bisa melakukan apapun, jika dia tidka bisa bergerak dengan bebas, dan melakukan apapun yang dia inginkan... hanya dia bisa menuruti apa yang ayahnya katakan, dan melakukannya seperti sebuah robot."
"..."
"Maka dari itu, aku yakin... tuan Azumi tidak akan bersikap hal yang sama seperti beberapa saat lalu padamu.. jika waktunya sudah tepat, aku akan membicarakannya langsung kepadanya."
"Sepertinya dirimu sungguh-sungguh ingin melakukannya... aku masih tidak mengerti sumber masalah ini darimana, namun mencari sebuah informasi adalah hal yang tepat u tuk dilakukan pertama kali."
"Apa tadi, semua itu belum cukup?."
"Dari yang aku dengar darimu... semua itu, seperti tidak dilakukan oleh kepala keluarga Sakamura sendiri."
"..."
"Mungkin terdapat sebuah perusahaan lain yang memang juga tidak menyukai perusahaan bisnis warisan dari pengusaha tersebut."
"Bagaimana... caranya kau bisa tahu hal itu?."
"Tindakannya selama ini... dari awal, begitu aku tahu masalah soal Yuuki dengan pernikahan ini... kepala keluarga Sakamura seperti tidak benar-benar bisa memutuskan perjanjiannya langsung, dan segalanya selalu ditetapkan beberapa hari setelah perjanjian... itu seperti."
"Meminta pendapat..."
"Seperti itu."
"..."
"Kita masih mempunyai waktu seminggu, dan aku harap kamu bisa melakukannya dengan baik, saat ini aku hanya ingin mengikuti apa yang kamu katakan... dan jika ada yang salah, maka aku akan berada di dekatmu untuk membicarakan ulang kondisinya."
"Benar... baiklah, kalau itu... kita hanya harus mencari seseorang untuk menutup jarak dengan transportasi keluarga Sakamura untuk datang ke acara pernikahan itu langsung."
"Sepertinya kita sudah lama mempunyainya?."
"Apa maksudmu?."
"Aku baru terpikirkan, soal surat ini..."
"..."
Aku membuka kembali surat yang memiliki sebuah kalimat pendek didalamnya.
"Sebuah kesempatan besar... mungkin, jika menjadi sebuah tanggung jawab... maka bisa dikatakan, ini adalah kesempatan kedua bagiku."
"..."
"Dia memberikan kesempatan untukku..."