
"Dibicarakan? denganku? heh!! aku tidak sudi berbicara denganmu..."
"Aku benar-benar tidak ingin mencari masalah denganmu, namun ada sesuatu hal yang harus aku lakukan." Ucapku dengan lebih tenang, agar aku tidak memancing emosinya.
"Aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang ingin kau lakukan! sebaik-baiknya kau pergi dari sini sekarang, wajahmu disini benar-benar membuatku tambah muak.."
Dirinya menatapku dengan tatapan yang penuh dengan kebencian... seperti melihat musuh yang sudah ia ingin singkirkan dari lama...
Namun aku tidak bisa melewatkan kesempatan seperti ini sia sia, aku harus berbicara padanya dan segera membebaskan jeratan yang mengikat Yuuki dan keluarganya.
"Aku tidak akan pergi..."
"..."
"Sebelum kau mendengarkan perkataanku."
"Kau kira aku tidak bisa membuatmu mati ditempat?."
Tiba-tiba dibelakang mereka datang beberapa penjaga yang memiliki tubuh besar berotot...
Mungkin jika dihitung... mereka semua berjumlah sekitar 9 orang.
Jauh didalam pikiranku, aku sudah mengetahui kalau hal seperti ini akan terjadi.
"Kalian semua... beri pelajaran kepadanya, dan apapun yang terjadi... aku ingin dia tidak bisa berdiri didepan rumah ini kembali."
"Baik bos!."
Mereka semua turun dari tangga besar menuju pintu depan, dan menghadapi diriku yang telah dikepung ditengah lapangan...
Aku sudah cukup kelelahan akibat berlari... namun aku tidak bisa keluar berlari begitu saja.
"Kau merasa sombong sekali bisa melawan kami semua.. kalian! hajar dia!."
Beberapa dari mereka datang dengan membawa kepalan tangannya dan siap untuk meninju wajahku.
Namun aku bisa menghindar satu sampai tiga pukulan orang orang tersebut, lalu membalas satu persatu yang maju terlebih dahulu.
Dan setelah itu beberapa dari mereka kembali kepadaku untuk menyerang, hingga ada beberapa pukulan atau tendangan yang mengenai diriku.
Karena pukulan tersebut membuatku kehilangan keseimbangan dan sulit untuk bergerak kembali.
Dan jumlah mereka yang terlalu banyak, hingga pukulan bisa datang dari arah mana saja..
*Buk!!
Aku kembali terkena pukulan berkali-kali oleh mereka... Rasa sakit yang berada diawal, lalu membuat telingaku berdengung...
Berusaha untuk bertahan pun sudah jauh didalam pikiranku, dan menghadapi beberapa orang yang bertubuh besar, mungkin aku semakin tidak tahu diri akan batasan ilmu bela diriku.
Aku hanya bisa meringkuk tubuhku lalu menjaga kepalaku dengan tanganku hingga mereka tidak ada henti-hentinya memukuliku.
Bukan karena mereka benar-benar rela melakukan hal ini, namun itu karena mereka begitu takut terhadapnya.
Ketakutan yang membuat mereka menjadi patih dan tidak bisa membantah tuan mereka...
Tetapi ketakutan tersebut bukan mengarah kearah Azumi, namun kearah kepala keluarga Sakamura.
*Buk!!
"( Sial! kalau seperti terus, aku tidak bisa melakukan apapun!..)"
Aku berusaha bangun, namun salah satu dari mereka menendang perutku hingga tubuhku terhempas kembali jatuh dari tanah.
"Ughuk!!."
*Lihatlah, dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi."
"Tetapi, bukannya wajahnya terlihat sedikit familiar?."
"Bukannya dia adalah orang yang bisa melukai pengawal yang lainnya? ternyata begitu lemah." Ucapnya dengan tatapan merendahkan.
Mereka terus menertawakan diriku yang masih terkapar diatas tanah...
Aku berusaha untuk berpikir lebih tenang, namun segala gangguan ini membuatku sulit untuk berpikir.
Azumi pun hanya melihatiku dengan senyuman puasnya disaat melihat seseorang yang telah ia benci lemah tak berdaya.
"Azumi... sebaiknya kamu tidak melakukannya lagi... atau dirimu akan berubah tanpa kamu sadari."
"Apa yang sedang kau katakan...?."
"Aku tahu, bagaimana rasanya jika takdir membawa kita ke jalan yang berbeda... namun kita hanya bisa mengikuti jalan tersebut dengan langkah yang berat."
"..."
Aku perlahan kembali bangkit sambil merasakan sakitnya di sekujur tubuhku.
"Tetapi... jika kita sadar dengan apa yang sebenarnya kita inginkan... maka kita bisa mengendalikan sesuatu yang telah mengendalikan hidup kita... seperti itulah hidup berjalan."
"..."
"Aku tahu, kita hanya memiliki hubungan yang begitu buruk selama ini... Namun aku mengerti dengan hal itu."
Dia terus mendekatiku hingga langkah kakinya menjadi begitu cepat, lalu menarik kearahku dengan sangat kuat hingga dia menatapku dengan jarak yang sangat dekat.
"Apa yang kau tahu? apa yang kau mengerti? hubungan buruk? bahkan aku tidak pernah dan tidak akan pernah ingin hidupku berhubungan sedikitpun denganmu..."
Wajahnya yang terlihat berbeda ketika aku mengatakan hal itu, semakin membuatku yakin dengan perkataan Erlic...
Meskipun begitu, aku tidak bisa mengatasinya dengan pemikiran yang aku buat sendiri.
Dia melepaskan kerah bajuku lalu berbalik masuk sebelum memberikan perintah kepada mereka semua untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
"Bocah sok tahu, beraninya dia berkata seperti itu didepan bos!."
Salah satu dari mereka mendorong lengannya dengan kepalan tangannya yang begitu kuat...
Aku berhasil menghindarinya, namun lututnya langsung menghantam perutku yang sudah dipukuli beberapa kali.
"Ugh!!."
"Sebaiknya kau keluar, atau kau akan mati diumur muda!."
*Buk!!
*Buk!!
Beberapa dari mereka langsung ikut berkumpul dan memukuliku... Yang aku rasakan hanya rasa sakit yang kini mulai tidak bisa kurasakan, dan pikiran yang penuh dengan berbagai pertanyaan.
......................
"Uhuk!!."
Malam hari yang dingin, aku yang sedang terduduk lemas dipinggir jalan perumahan besar...
Lemah tak berdaya, dan entah apa yang bisa aku lakukan dengan luka lebam dimana-mana.
"Aku sudah berusaha... Namun sepertinya hanya berjalan sia sia.."
Keluhan yang hanya bisa didengar oleh diriku sendiri, dan kembali menemukan jalan buntu.
"Dia tidak ada disana, dan aku tidak tahu harus mencarinya dimana lagi..."
Sibuk berpikir berbagai cara, pada akhirnya yang terpikirkan didalam kepalaku saat ini hanya ingin pulang, makan, dan tidur.
Aku berjalan dengan kaki yang sudah kesulitan untuk menahan tubuhku, rasanya begitu lemas, seperti bertahan didalam posisi jongkok selama berjam-jam.
Cahaya lampu jalan yang membuat mataku begitu silau, dan sulit untuk berjalan pulang.
Kepalaku kini mulai terasa pusing, dan tubuhku gemetaran...
Terdengar cukup lucu, namun jika dibayangkan kembali... sebelum aku merencanakan ini semua.
Aku sudah merasa begitu yakin dengan pilihanku saat ini, disaat Guru memberikan perkataannya...
Namun hasilnya hanya wajah yang sudah babak belur, dan kondisi tubuhku yang cukup sulit untuk berjalan pulang.
Jalan masih cukup panjang, dan aku masih berada ditengah perumahan besar dan lampu emas kekuningan yang menghiasi teras rumah mereka.
Jarak stasiun masih beberapa ratus meter lagi dari tempat ini... dan langit sudah begitu gelap dan dingin.
"Tidak bisa... aku sudah tidak kuat."
Mataku mukai sedikit rabun, hingga aku tidak bisa menahan posisi berdiri kembali lalu terjatuh.
*Grep!
Rasanya tidak seperti tanah yang keras..namun ada seseorang yang menahan tubuhku agar tidak terjatuh.
"Aoyama... Anda baik-baik saja?!!."
"Erlic... aku sudah lama menunggumu disini."
"Apa yang anda lakukan di kediamannya?? anda sama saja seperti mencari mati!."
"Aku tidak mempunyai cara lain..."
"Itu bukanlah sebuah cara! anda hanya memasrahkan diri anda untuk bertemu dengan Tuan Azumi."
"Aku tidak terlalu memikirkan tentang hal itu, lagipula tujuanku disini akhirnya selesai... karena aku telah menemukanmu."
"..."
Dan aku langsung kehilangan kesadaranku karena tubuhku sudah tidak bisa menahannya lagi...