
*Chapter ini tidak memiliki hubungan dengan cerita!*
Disini, kalian akan melihat beberapa kata-kata mutiara atau sedikit pesan dari beberapa karakter yang mungkin bisa menjadikan untuk kalian sebuah pelajaran, mungkin? siapa yang tahu?.
Selamat Menikmati~
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kizuku Aoyama
"Seperti yang kalian tahu... Aku adalah seorang remaja SMA yang memiliki sebuah kesenangan sendiri..."
"Seorang penyendiri menurutku tidak terlalu buruk, kalian bisa melakukan apapun tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain, benar bukan?."
"Dan juga menurutku, justru menjadi seseorang yang mudah akrab dengan orang lain, mudah berkomunikasi, memiliki sifat yang sangat aktif... mereka akan merasakan sendiri bagaimana tidak berguna sifat mereka itu disaat mereka telah menginjak waktu dewasa, mencari pekerjaan, hidup sendirian, mencari sensasi, ataupun menghidupi diri sendiri."
"Aku yakin mereka akan seperti merasa bahwa hal itu sia sia saja... karena dunia ini tidak membutuhkan perasaan untuk bergerak... namun pemikiran yang liar, jenius, tidak banyak dipikirkan oleh orang lain... bahkan tidak pernah disangka oleh diri kita sendiri."
"Aku tidak membuat kalian untuk melakukan hal yang sama sepertiku, namun aku hanya ingin memberitahukan satu hal kepada kalian... bahwa memiliki hubungan dengan seseorang itu baik baik saja, asalkan kalian mengerti atau minimal untuk memahami perasaan orang itu kepada kalian yang sebenarnya..."
"Jika kalian tidak bisa melakukan hal semacam itu, maka kalian hanya akan menjadi seseorang yang buta dan tidak bisa melihat sifat asli orang lain..."
"Tidak ada salahnya berpikir negatif untuk menciptakan sebuah perlindungan... se-kenal kenalnya apapun kalian dengan seseorang, kalian tetap tidak bisa membaca isi hati atau pikiran orang itu... dan kalian hanya memiliki diri kalian yang bisa dipercayai... namun ada beberapa orang yang bahkan tidak bisa mempercayai dirinya sendiri."
"Lagipula kenapa aku memberikan hal seperti kepada kalian? tidak ada gunanya untukku... namun apakah ini bisa menjadi sebuah investasi?." Sambil berjalan meninggalkan ruangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kizuku Mai
"Setiap harinya aku berpikir... apa aku bisa menjalani kehidupanku ini? bagaimana aku bisa bertahan setiap harinya ditemani dengan keresahan, ketakutan, kesepian, dan yang lainnya.."
"Namun semua itu tidak akan pernah terjadi, begitu aku bertemu dengannya... ya, itu adalah kakakku sendiri."
"Dulu aku bukanlah seseorang yang sempurna seperti yang kalian bayangkan... aku ceroboh, penakut, dan tidak bisa melakukan apa-apa.."
"Tidak ada tujuan yang bisa aku kejar... tidak ada harapan yang bisa aku simpan... hanya sebuah pertanyaan yang tidak memiliki logika, memenuhi isi pikiranku... dan membuatku takut untuk melakukan suatu hal."
"Kalau dipikir-pikir memang cukup buruk bukan? ahaha."
"..."
"Tetapi... semenjak dia bersamaku... aku jadi memiliki banyak sekali hal yang ingin kulakukan... hingga tanpa sandar aku melakukannya sendiri atas pikiran yang telah merubah diriku... aku menjadi semakin melupakan masa masa itu dan memulai kehidupan yang baru... mendapatkan banyak teman, bersenang-senang, saling memberitahukan mimpi kita bersama... aku bisa merasakan apa itu pertemanan.."
"Tentu saja aku sangat senang... aku tidak akan melupakan saat saat itu... dimana aku bisa merubah hidupku."
"Dan untuk kalian... tidak penting dengan apa yang ada didalam diri kalian... yang terpenting untuk kalian adalah berpikir... jika ada seseorang di dunia ini yang pasti akan memperhatikan kalian tanpa melihat kekurangannya... aku yakin dengan hal itu..."
"Dan juga-."
"Mai, kamu sudah selesai? apa yang kamu katakan sampai menghabiskan waktu beberapa menit?."
"..."
"Oi, kamu masih didalam sana bukan?."
"..."
"Mai?."
"Aku masih berbicara!! apa kamu bisa tidak mengganggu pembicaraanku!? dasar kakak bodoh!." Sambil meninggalkan ruangan dengan penuh amarah yang terkumpul di kepalan tangannya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kitahara Touya
"Um.. aku tidak tahu dengan apa yang ingin aku katakan kepada kalian... tetapi dengan kepintaran diluar batas ini... aku akan memberikan kalian sebuah pelajaran!."
"Aku tidak bisa mengetahui bagaimana keadaan kalian disana... namun aku sebagai seseorang yang telah merasakannya hanya ingin mengatakan.. kalau masa muda sangat menyenangkan! kalian bisa merasakannya! mencari banyak teman... sahabat... dan orang orang yang bisa mengerti diri kalian..."
"Aku tidak peduli dengan masalah yang kalian dapatkan hingga tidak bisa merasakannya... namun apapun itu, kalian hanya bisa merasakannya sekali dalam seumur hidup! ini adalah kehidupan kita! ayolah! berhenti duduk maupun tertidur diatas tempat tidur kalian yang sangat empuk dan nyaman itu! diluar sana terdapat banyak hal yang menanti kalian, hingga kalian tidak akan bisa melakukan kebiasaan buruk yang selalu kalian lakukan!."
"Satu hal yang ingin kukatakan... aku ini seseorang yang tampan dan pintar! kalian mungkin tidak akan bisa melihatku, namun bayangkan saja idol tertampan yang kalian sukai, dan ubah namanya menjadi namaku!."
"Tolong bawa dia keluar dengan cepat, dia sudah mulai berkata sembarangan." Sambil membuka pintu dan menunjuknya.
"Apa ini? aku masih belum selesai mengatakan perkataanku!." Bangku yang sedang ia duduki diangkat begitu saja oleh beberapa orang.
"P-Pokoknya! hiduplah dengan bebas! lakukan apa yang kalian suka didalam hidup i-."
Pintu telah tertutup...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Shiraishi Yuuki
"Anu... terlalu banyak yang ingin aku katakan, sampai aku menjadi bingung..."
"Tetapi disini aku hanya ingin mengatakan satu hal kepada kalian yang tidak sanggup untuk membuka diri kalian terhadap orang yang berada disekitar kalian.."
"Didalam dunia ini... mungkin ada seseorang yang telah ditakdirkan untuk bertemu dengan kalian, dan orang itu biasanya adalah orang yang kalian benci pada awalnya... orang yang selalu mengganggu kalian, menjahili kalian, dan membuat kalian jengkel disaat melihat wajahnya... namun perlahan kalian tidak akan bisa melupakan orang tersebut."
"Hingga kalian semakin dekat, dan semakin mengenalinya..."
"Dan kalian berpikir... apakah aku bisa terus berada didekatnya... tanpa memikirkan masalah lainnya, dan semua itu tampak menjadi tingkah bodoh yang ingin kalian rasakan..."
"Tanpa sadar... hidup kalian menjadi lebih terbuka... dan yang kalian rasakan seperti berada didalam dunia yang baru..."
"Membuka pintu yang selama ini mengunci diri kalian, hingga diri kalian sendiri tidak bisa membukanya dan tidak ingin membuat orang lain untuk membukanya.."
"Berubah menjadi sebuah harapan... untuk menunggu orang itu membukakan pintu itu untuk kalian... sembari menggenggam kedua tangan kalian, dan berharap kepadanya... sampai kalian bisa memegang tangannya."
"Itulah sebuah perasaan... sebuah kunci yang bisa saja berada didalam diri kalian maupun orang lain."
"Tidak perlu mengubah diri dan melupakan jati diri kalian... berharap dan berusahalah... takdir tidak akan meninggalkan kalian sendiri."
"..."
"I-Itu bukan dari kisah nyata ataupun dari diriku! aku hanya pernah melihat kata-kata seperti ini didalam buku!."
"..."
"K-Kalau begitu, aku permisi..." Sembari meninggalkan ruangan dengan wajah yang telah merah padam sejak dia mengatakan hal itu..
......................
Karena terlalu panjang, cerita yang tidak ada hubungannya dengan cerita yang asli akan berlanjut...
Tunggu untuk kelanjutannya!!
"Oi! masih ada yang ingin berbicara!."
"Maaf, waktunya tidak cukup."
"Bukannya kita bisa bebas berbicara! lanjutkan saja!."
"T-Tidak bisa... mohon untuk menunggu..."
"Tidak bisa seperti itu, masih ada yang ingin mengatakan kata-kata kepada mereka! kau saja yang malas menulis bukan?."
"Tch, maaf atas keributannya, terima kasih dan selamat tinggal~"
Ao_Ni off the chat.