
"Keluargaku mengajakmu untuk pergi berlibur bersama malam ini... sebaiknya kamu tidak menolaknya bukan?."
"Malam ini?! tunggu dulu! kenapa hal ini terjadi secara tiba-tiba?."
"Tidak juga... sebelumnya aku sudah memberitahukan kepada asistenmu... dan dia mengatakan malam ini kamu tidak ada jadwal."
"Sakura..."
Dia menatap wajah Sakura yang penuh dengan rasa bersalah.
"Tapi malam ini aku ada urusan lain... jadi tidak bi-."
"Apa kamu ingin membuat malu keluargaku?."
"T-Tidak..."
"Ini adalah hal yang diinginkan... lagipula seharusnya kamu bersyukur... karena kita berdua akan melihat... kembang api bersama."
Yuuki langsung terkejut dalam diam saat mendengar hal itu...
Azumi langsung meninggalkan tempat tanpa memberikan izin untuk menolaknya.
"Yuuki, maaf... aku tidak bisa menghentikannya." Sakura berusaha untuk menenangkannya.
"Um... ini bukan salahmu..."
"..."
Setiap jamnya ia dilanda kesedihan yang begitu mendalam...
Tidak bisa menikmati festival bersama teman temannya...
Baru kali ini Yuuki merasakan sakitnya perasaan hubungan pertemanan yang terhalang...
.
.
.
"Mereka berdua... tidak bisa ikut."
"Apa?! yang benar?."
"Itu masalah pribadi keluarganya... sebaiknya kita tidak ikut campur."
"Tapi... kak Yuuki..."
Kuchima datang dan berbisik-bisik kepadaku.
"Bagaimana? apa kita pergi tanpa mereka berdua."
"Tidak ada pilihan lain..."
Touya yang juga mendengarnya langsung berusaha mengubah suasana dan mengajak mereka semua pergi.
"Meskipun sangat disayangkan... kita tetap harus melihatnya kan? sebelum dimulai, ayo kita berangkat saja?."
"..."
Mai masih berdiri merenung dan aku pun mencoba menghiburnya.
"Masih ada tahun depan... lagipula urusan keluarga mereka lebih penting daripada bersenang-senang bukan? jadi berhenti bersedih seperti itu."
"Adik Mai... pasti kak Sakura dan juga Yuuki ingin sekali bersenang-senang bersama kita... tetapi jika kamu terlihat sedih saat mereka tidak bisa ikut... mereka juga akan ikut bersedih." Nami pun membantuku untuk membuatnya kembali senang.
"Um."
"Kalau begitu ayo kita pergi."
Kita pun berakhir pergi ke festival tanpa mereka berdua...
......................
Sesampainya disana, dihadapan kita semua terdapat banyak sekali makanan dan permainan berhadiah yang dijual diberbagai tempat.
"Woah!! lihat Kuchima! disana ada permainan tangkap ikan!."
"Benar!."
"Bagaimana jika kita bertanding?."
"Hm? apa kamu bisa menandingi kekuatan ketua OSIS?."
"Hahaha!! siapa takut!."
Mereka berdua langsung berpisah mengarah ketempat duel mereka.
"Oi Touya!."
"Maaf! jaga adikku dulu!."
"Anak itu... malah terbawa suasana sendiri."
Sekarang aku bersama dengan tiga perempuan yang sedang melihat-lihat dengan senang.
"Tidak ada pilihan lain... aku yang akan menjaga kalian... silahkan bermain atau membeli apa saja."
"Benarkah??."
"Aku mau permen apel!."
"Aku juga!."
"B-Baiklah..."
Mengurus kedua adik perempuan begitu merepotkan... aku berusaha untuk tidak mengacaukannya.
"Sulit sekali yaa..."
"Apa kau tidak ingin membelinya juga?."
Dia menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak begitu suka yang manis manis... mungkin karena aku sudah manis?."
"Ya ya... kalau tidak mau ya sudah."
Sepanjang perjalanan yang begitu melelahkan...berbagai tempat kita kunjungi, dan juga berbagai stan makanan kita datangi... jika Nami tidak ada bersamaku, mungkin aku sudah kewalahan untuk menjaga mereka berdua yang sudah hanyut dalam kesenangan festival ini.
30 menit kemudian....
"Ternyata mengurus mereka menguras begitu banyak energi..."
Aku duduk di bangku umum yang berada dibelakang jalan... mereka berdua yang sedang memakan jajanan mereka ditempat meja seberang jalanku agar aku masih bisa melihat mereka... meskipun tempat yang aku tempati begitu gelap karena berada dibelakang stan makanan.
"Kamu sudah bekerja keras ya..." Nami datang membawakanku sebotol minuman dingin.
"Oh, terima kasih..."
Lalu kami beristirahat dan duduk berdua diatas bangku taman yang panjang...
"Sayang sekali ya... Yuuki tidak bisa datang."
"..."
"Aku cukup mengenalnya... dia adalah orang yang begitu antusias jika dia ingin melakukan sesuatu yang begitu ia ingin inginkan... tapi dari dulu dia hanyalah anak dari keluarga besar yang kaya... mereka bisa membeli segala hal... tapi tidak ada kebahagiaan didalamnya."
"Kau mengatakan seperti itu... bukannya lebih dari cukup mengenalnya?."
"Ahaha! kamu benar juga ya..."
Sambil tertawa dia menepuk tepuk pahaku seakan kita adalah orang yang begitu akrab...
"Menurutmu... apakah kamu tidak khawatir? dengan yang satunya lagi."
"Maksudmu Sakura?."
"Ya."
"Tidak... lagipula dia adalah asistennya Yuuki... jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
"Begitu ya..."
Meskipun aku tidak mengkhawatirkan mereka... aku tetap merasa jika begitu sulitnya menjadi bagian dari anggota keluarga besar seperti itu... aku tidak pernah merasakannya maupun juga tidak ingin merasakannya...
Dan satu sisi lainnya aku berpikir ada hal yang begitu terjadi secara mendadak... apakah mungkin ada sesuatu hal yang membuat mereka tidak bisa ikut bersama kita?."
Keramaian yang begitu bising memenuhi telingaku... dan juga berbagai aroma yang tercium di hidungku... cahaya lampu yang begitu terang dimalam hari sampai membuat silau di mataku...
Aku pertama kalinya datang ketempat seperti ini... mungkin biasanya aku hanya melihat kembang api dari dalam rumahku... atau melihat cahaya terang dari atas... dan suara suara yang begitu bising menggangguku berada didalam kamarku...
"Aoyama?."
Suara Nami langsung menyadarkan diriku yang sedang melamun.
"Ada apa?."
"Sepertinya kamu benar benar memikirkannya bukan?."
"Aku hanya merasa kasihan saja... masih ada waktu kita bisa bersama sama lagi... meskipun itu terdengar sangat merepotkan."
"Kamu sangat aneh... tetapi begitu lucu... aku baru bertemu dengan orang sepertimu."
"Aku anggap itu adalah pujian."
"Heheh.."
Saat aku sedang mengamati mereka berdua yang sedang bermain-main... aku melihat seseorang yang begitu familiar...dia baru saja lewat dalam kerumunan... dan kerumunan itu pun bukan seperti warga biasa yang datang kesini...
Dan aku langsung mengetahuinya saat satu lagi seseorang lewat dijalan tersebut...
"Em... Nami... bolehkah aku meminta tolong padamu?."
"Boleh... ada apa?."
"Aku ingin pergi ke suatu tempat... tolong jaga mereka berdua dan temani mereka... bisa kan?.'
"Aku tidak keberatan sih... tapi kamu ingin menyusul Touya dan kakak untuk bermain?."
"Yah... pokoknya seperti itu... aku pergi dulu."
"Serahkan saja padaku..'
Setelah aku meminta Nami untuk menjaga mereka berdua, aku langsung pergi menuju arah yang dua orang itu lewati... karena jalan yang ditutupi begitu banyak pedagang, laku lintas menjadi macet.
......................
"Yukatanya sangat cocok sekali denganmu..."
"Aku tidak membutuhkan pujian darimu..."
"..."
"Jangan merajuk seperti itu... ayo, aku akan menunjukkan tempat spot yang bagus untuk kita melihat kembang api... sebelum itu kamu boleh berkeliling tempat ini dulu... Asisten... sebaiknya kau menjaganya ya?."
"Baik..."
"..."
"Kalau begitu, aku akan pergi sebentar dulu... kalian jangan keluar dari tempat ini ya?."
Azumi pun pergi kebelakang untuk mengangkat telepon yang berbunyi sedari tadi...
"Yuuki... kamu tidak ingin?."
"Aku... tidak percaya... aku kesini tetapi tidak bersama dengan yang lain..."
"Mereka pasti mengerti... jadi kamu tidak perlu merasa bersalah."
"..."
.
.
.
Ditempat yang tidak terlihat oleh mereka... aku melihat mereka dengan begitu banyak hal yang terjawab...
"Jadi begitu... ya..."