My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 33



Festival budaya sekolah Asterisk hari kedua masih berlanjut...


Dengan adanya masalah keuangan yang digunakan untuk modal para kelas begitu pula dengan hadiahnya...


Kelas Aoyama yang sudah terlebih dahulu mengurangi penggunaan listrik yang dipakai kelasnya dapat mengurangi masalah itu tanpa menurunkannya lagi, tidak dengan kelas lain yang secara mendadak diberikan informasi agar menurunkan hal yang menambah penggunaan bahan barang, sewaan, maupun penggunaan listrik...


Karena hal itu membuat kualitas dan kinerja perkelas menurun dan membuat para pengunjung tidak puas dan kerugiannya terlihat dari setiap kecil pengurangan yang didapatkan.


Karena itu, banyak yang memprotes hal ini didepan ruangan OSIS untuk menjelaskan kenapa setiap kelas mereka dikurangkan beberapa hal yang membuat pendapatan mereka menurun..


Tetapi pihak OSIS juga tidak sepenuhnya yang harus bertanggung jawab, maka dari itu ketua OSIS mengumumkan rapat para ketua kelas untuk menangani masalah ini bersama...


"Aoyamaa kumohon kau juga ikut!." Dia menarik narik tanganku.


"Ha? kenapa aku harus ikut? aku bukan ketua kelasmu!." Aku berusaha untuk melepaskan pegangannya.


"Ayolah, anggap saja kau wakil kelasku... jujur saja aku tidak bisa berbicara didalam rapat rapat seperti itu!."


"Jika kau tidak bisa, bagaimana aku yang bahkan berbicara dengan seseorang saja sudah kerepotan!."


"Hanya menemaniku saja, agar aku tidak terlihat orang yang malas."


"Kalau begitu nantinya aku akan menjadi ikut ikutan dianggap pemalas!."


"Duh... kalian sudah besar masih saja bertengkar masalah seperti ini..."


"Kalau begitu, Mai ikut denganku saja?." Ajak Touya kepadanya..


"Itu tidak masuk akal, aku belum menjadi murid disini, lalu aku tidak menggunakan seragam seperti kalian.."


"Seriusan, aku tidak mungkin bisa berbincang dengan orang orang seperti mereka.."


"Lalu kau bisanya berbicara dengan irang seperti apa?."


"Anggap saja aku ini murid nakal tapi orang yang baik!." Dengan bangga dia mengatakan itu..


"..."


"Aku hanya bergaul dengan teman teman klubku, dan tidak pernah berteman dengan orang orang pintar seperti mereka.."


"Lalu kau menganggap aku ini apa? kenapa kau memaksaku? kenapa tidak temanmu saja?."


"Kalau kau itu spesial, tidak dikategorikan kedua kelompok itu.."


"Lebih baik aku berada di salah satunya..."


"Ayolah, ini tidak sesulit itu."


"Kalau begitu kenapa kau tidak mengajak Sakura saja? aku pikir dia jauh lebih baik dariku.."


Tidak lama saat aku membicarakannya, dia langsung datang kesini.


"Aoyama, Touya... kalian belum kesana?."


"Orang ini sangat merepotkan, Sakura... mungkin kau bisa menemaninya kesana."


"Aku sih boleh saja... tapi kenapa tidak Aoyama?."


"Aku tidak tertarik dengan itu.."


"Kalau begitu aku tidak keberatan, karena Yuuki juga ada disana bersama temannya yang juga anggota OSIS.."


"Kak Yuuki ada disana??."


"Hm... memangnya kenapa?."


Tiba tiba, tidak ada angin maupun hujan, Mai langsung berubah sifatnya seperti anak kecil.


"Kak Sakura, aku ingin sekali berkeliling disini... tetapi jika dengan kakak, aku tidak bisa bersenang-senang... kak Sakura tahu kan bagaimana kakak jika menemaniku?."


Sambil mengingat-ingat saat dulu aku menemani Mai didalam sebuah acara, tidak lama kemudian aku menghilang dan berada dibawah pohon sambil tertidur...


"A-Ah... aku tahu itu.."


"Makanya, aku takut dia meninggalkan aku lagi nanti.." Sambil memegang tangannya..


"Lalu siapa yang ikut dengan Touya nanti?."


"Kakak bisa kok, walaupun tidak tertarik tapi duduk disana juga tidak apa apa.."


"( S-Sialan! apa ini! pembunuhan berencana?!...)"


"Jadi begitu... temanku, tolong temani aku disana.."


"Aoyama, sebaiknya kamu membantu Touya saja, aku yang akan menemani adikmu disini.." Dia dengan polosnya menyuruhku.


"Kalau begitu aku duluan dengan kak Sakura, kalian harus bergegas kesana.." Lalu Mai dengan menarik lengan Sakura, pergi dari kami berdua.


"Huh... kenapa aku selalu diberikan hal yang merepotkan sekali.."


"Sudahlah, sebaiknya kita bergegas kesana... nanti aku juga yang kena marahnya.."


"Harusnya aku yang mengatakan seperti itu.."


Dengan terpaksa aku pergi menemani Touya untuk rapat ketua kelas didalam ruangan OSIS, disana sudah banyak murid murid yang dikumpulkan sesuai kelasnya.


Saat aku memasuki ruangan rapatnya, disana sudah terdapat meja disekelilingnya dan ditengah-tengah terdapat podium seperti sebuah acara kuis yang sering kulihat di televisi.


Lalu aku langsung mengambil tempat duduk di pojokan ruangan yang tempatnya cukup tidak terlalu terlihat dari tengah...


"Kau ingin duduk disitu?." Tanya Touya.


"Dimana lagi? kau ingin berdiri disana?."


"Tidak tidak, terimakasih.."


Lalu kami berdua duduk diujung ruangan dengan hanya beberapa orang saja yang sudah ada disini..


"Apa kita datang terlalu awal?.." Bisik Touya.


"Tidak, justru waktunya sudah lewat lima menit.."


"Tapi sepertinya ini masih sekitar tiga sampai empat perwakilan kelas.."


"Lebih baik kita tunggu saja.."


Beberapa saat kemudian, Yuuki dan ketua kelasnya masuk kedalam ruangan.


"Aoyama?." Dia memanggilku saat menyadari keberadaanku lalu mendekatiku.


"Ah um... dia Touya ketua kelas N." Yuuki memperkenalkan Touya kepada ketua kelasnya.


"Aku Kitahara Touya, panggil saja Touya... dan dia Aoyama yang menemaniku disini.." Sambil berdiri dia memperkenalkan diri, dan aku pun juga ikut berdiri.


"Aku Hiranami Nami, panggil saja Nami!." Dengan sikapnya yang terlihat sangat aktif.


Setelah itu dia langsung memerhatikanku yang berada dibelakang Touya, saat aku menyadarinya aku langsung menghiraukannya.


"Apa ini adalah Aoyama?." Dia langsung mendekatiku sangat dekat dan menatap wajahku.


"T-Tunggu Nami!.." Yuuki berusaha menghentikannya.


"Hm... wajahnya lumayan... lengannya bagus, pundaknya kuat, matanya cukup tidak menyakinkan... lalu dibawah si-." Yuuki langsung menariknya dan menutup mulutnya.


"M-Maaf! orang ini memang tidak tahu mengerem.."


"Ahaha..(Sialan Aoyama! dia selalu mendapat bonusnya!!..)" Touya hanya bisa tertawa dengan menahan sikapnya.


"( Merepotkan sekali...)"


"Mmm mm!." Dia berusaha berbicara saat mulutnya tertutup.


"Ah maaf.." Yuuki pun menyadarinya dan melepaskan tangannya.


"Hahh... sesak sekali.."


"Kemana semua orang? sudah jam segini masih hanya beberapa yang datang." Tanya Touya sambil melihat sekitar.


"Biasalah, semuanya hanya mementingkan diri mereka sendiri, urusan bersama bisa dilakukan nanti.." Balas Nami.


Saat kita sedang berbincang, seorang lelaki yang lebih tua dari kami menghampiri kami semua.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?." Dengan suara yang kalem dan lembut dia bertanya.


"Oh ketua, kita hanya sedang mengobrol ngobrol sedikit saja, ahaha.." Balas Nami sambil menepuk pelan pundaknya.


"Nami... apa kamu melakukan hal yang aneh?."


"T-Tidak tidak! seriusan, aku belum menyentuh bawa- ayayayyaaa! sakit! sakit! iya iya aku minta maaf!." Sebelum menyelesaikan perkataannya orang itu langsung menarik sedikit telinganya.


"Maaf kalau dia berbuat aneh kepada kalian.." Lalu dia melepas tangannya.


Melihat mereka membuat Yuuki tertawa kecil...


"T-Tidak ada yang lucu kenapa kamu tertawa!.."


"Ahaha maaf maaf.."


"Aku belum memperkenalkan diriku ya, aku Hiranami Kuchima, aku adalah ketua OSIS sekaligus kakak dari dia.." Ucapnya memperkenalkan diri.


"Aku Kitahara Touya, ketua kelas 1-N dan ini Aoyama temanku.."


"Kizuku Aoyama.." Sambil memperkenalkan diriku.


"Owh kalian salah satu murid dari kelas satu ya... aku kira kalian juga anggota OSIS baru.."


"Ah tidak, kami hanya murid biasa.."


"Kenapa abang menganggapnya anggota OSIS?."


"Karena semua yang ada disini baru para anggota saja yang ada, jadi aku cukup terkejut ada salah satu murid yang sudah ada disini."


"Ketua terlalu berlebihan, kita hanya mengikuti waktunya saja.." Touya pun sedikit salah tingkah dengan memegang belakang kepalanya.


"Hei Yuuki... apa kamu yakin Aoyama itu sedang baik baik saja?." Nami berbisik kepada Yuuki agar tidak terdengar kearah kami.


"Hm? dia terlihat baik baik saja kok.."


"Tapi daritadi dia selalu datar dan matanya seperti ingin sekarat."


"D-Dia memang seperti itu..."


"Heh~ aku jadi penasaran... apa yang kamu suka darinya.."


"S-Ssstt bisa jangan mengatakan itu disini?."


"Hehe... baiklah baiklah..."


"Oiya Nami, tolong berkas yang ada diatas meja ruangan OSIS dibawakan kesini.."


"Haa? tidak mau, malas sekali.."


"Jika kamu tidak mau, aku akan membuatkan tugas yang banyak untukmu nanti.."


"Aaa baiklah aku kerjakan... dasar pemaksa, ayo Yuuki.." Sambil menarik tangannya


"Eh?."


"Kenapa? kamu tidak mau menemaniku? apa kamu sudah melupakanku saat sudah ada Ao-."


"Oke oke! aku akan menemanimu! jangan berkata sembarangan!."


"Hhe, itu baru temanku.."


"Huh.."


Lalu mereka berdua pergi ke ruangan OSIS yang dikatakan oleh ketua.


"Kalau begitu kalian mohon untuk menunggu yang lainnya saja, aku masih banyak hal yang harus dikerjakan.."


"Jika boleh kami bisa membantumu melakukan sesuatu.." Tawarku agar kita tidak terlihat hanya duduk disini saja.


"Benar, kita merasa tidak enak hanya duduk disini.."


"Tidak tidak, sudah seharusnya memang seperti itu, biar kami saja yang melakukannya, kalian juga sudah kami repotkan karena memanggil kalian kesini."


"Karena kami juga sebagai murid disini, jadi meski masih ada yang bisa dilakukan, kita akan membantunya...( Aku malah mengatakan hal yang bodoh..)" Melihat orang yang ada didalam sini sedang sibuk sedangkan kita hanya duduk santai disini membuatku ingin keluar dari ruangan ini tetapi tidak bisa, maka dari itu jika tidka bisa keluar dari sini, aku harus mengikuti alurnya...


"Lagipula hanya diam disini membuatku bosan, lebih baik jika melakukan sesuatu kan?."


"Hahaha... kalian sangat baik.." Dengan bangga dia mengatakan itu.


Setelah dia memikirkan apa yang kurang dari tugas yang sedang dilakukan, dia pun menemukan tugas yang cocok untuk kami berdua.


"Kalau begitu kalian ikut aku pergi keluar saja.."