My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 93



"Kau ingin sesuatu?."


"Untuk apa?."


"Seperti minuman atau snack?."


"Hm... mungkin lebih baik jika kita berdua saja yang pergi kesana?."


"Jika itu yang kau mau, baiklah... dan juga aku ingin memberikanmu ini... aku mencatatnya dari saat kita keliling akuarium tadi."


Aku memberikannya catatan milikku untuk membantu membuat tugas kelompok.


"A-Aoyama... sebenarnya ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.."


Tiba tiba dia berkata suatu hal yang membuatku bingung.


"Apa?."


Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya yaitu sebuah map atau bisa disebut kumpulan kertas yang sudah tercetak tulisan dengan gambar tentang akuarium.


"Ini... kau."


"S-Sebenarnya aku sudah mengerjakan tugas kita saat dikelas... dan sebelum aku pergi aku langsung mencetaknya di toko... jadi... kita tidak perlu mengerjakannya kembali..."


"Kenapa kau mengerjakannya sendirian tanpa memberitahukannya kepadaku?."


"Itu..."


Wajahnya terpasang rasa bersalah tapi aku pun tidak berhak untuk marah karenanya.


"Kenapa kau melakukan ini?." Aku mengatakan dengan pelan seakan sedang tidak marah padanya.


"Aku hanya ingin agar kita bisa menikmati hal ini b-bersama... tapi sepertinya aku tidak seharusnya melakukan itu... aku sungguh minta maaf.."


Dia melakukan itu untuk agar bisa menikmati dimana kita bisa melihat ikan ikan tanpa harus memikirkan tugas apapun, yang berarti Yuuki ingin merasakan bagaimana rasanya pergi bersenang-senang ketempat yang tidak pernah ia datangi.


Kami berdua yang sedang duduk ditempat terakhir akuarium untuk istirahat, disana banyak sekali stan makanan dan minuman, dan juga souvernir souvernir dari tempat wisata akuarium tersebut.


"Tunggu disini sebentar... aku ingin pergi ke suatu tempat."


Dia pikir aku marah dengan itu, karena nada bicaraku yang terlihat berat, meskipun itu memang gaya bicaraku dari dulu.


Lalu dia mengangguk dan tidak berani menatapku karena rasa bersalahnya.


Jadi aku langsung saja pergi ke suatu tempat untuk melakukan sesuatu.


......................


"Halo gadis cantik... kamu kelihatannya sedang sedih, aku ingin memberikanmu ini."


Tiba tiba saat Yuuki sedang menungguku disana, seseorang dengan menggunakan topeng kepala gurita sehingga wajahnya tidak terlihat dan baju kaos ombak laut dengan banyak jenis ikan yang tergambar disana.


Dia memberikan Yuuki sebuah permen kapas yang ia pegang untuknya.


"Maaf... tapi saya tidak memesan ini..."


Yuuki yang kebingungan pun merasa resah dan menungguku untuk cepat kembali.


"Tidak apa-apa kok, aku kesini hanya untuk memberikan permen kapas ini untukmu... karena kamu terlihat begitu murung."


"Apa saya benar-benar terlihat... seperti itu?."


"Wajah kamu yang cantik jadinya tertutup, oleh karena itu makanan yang manis bisa membuatmu bahagia."


Lalu dia memberikan permen kapas tersebut padanya.


"Apa ini.. benar benar untuk saya?."


"Khusus untukmu, karena semua orang layak bahagia."


"Terima kasih... aku akan menerimanya dengan senang..."


"Aku juga ada kejutan untukmu."


"Apa itu?."


Orang bertopeng gurita itu memberikan secarik kertas dengan sebuah kata kata didalamnya.


Yuuki menerimanya dengan sedikit penasaran, lalu dia membukanya perlahan.


saat dia membacanya...


Bahagia itu pantas dimiliki oleh siapapun... tidak ada manusia yang tidak mendapatkannya... jika kamu ingin bersenang-senang... maka kamu tidak harus bersedih pada hari itu juga... karena sekalinya kamu tersenyum... maka senyuman itu harus ada hingga malam datang untuk melihat senyuman manis milikmu itu...


Kata kata yang begitu membuatnya tersentuh hingga dia tidak sadar jika dia tersenyum sambil meneteskan air matanya.


"Kalau seperti, wajahmu kembali menjadi cantik..."


Orang itu melepas topengnya didepan Yuuki, yang ternyata itu adalah diriku yang sedang memakai topeng gurita dan baju yang aku beli di toko suvenir dan jaketku yang sudah aku masukkan didalam tas.


"Ao...yama."


"Berakting seperti ini ternyata cukup sulit juga..."


"T-Tunggu... apa semua ini... kamu yang melakukannya?."


"Bisa dibilang seperti itu... apa kau sekarang merasa baikan?."


"A-Aku masih tidak percaya..."


"Jangan pikirkan hal yang begitu rumit... karena hari ini kau ingin bersenang-senang bukan?."


"Aku sangat senang... aku sangat bahagia bisa mendapatkan hal seperti semuanya hari ini..."


"..."


"M-Maaf... aku terlalu senang dan berbicara yang tidak tidak."


Dia menghapus air matanya yang masih berada diwajahnya saat dia berbalik membelakangi diriku.


"Aku melakukan ini... mungkin saja bisa menjawab pertanyaanmu tentang tugas itu... karena itu adalah usahamu... maka hal seperti ini berhak untuk kau dapatka-."


Dia berbalik dan langsung memelukku hingga wajahnya tidak terlihat karena wajahnya tertutup oleh tubuhku.


"Yuuki?."


"Kalau begitu syukurlah..."


Dia melepaskan pelukannya meskipun tangannya masih bersandar diatas bahuku.


"Tapi... apa kamu juga menikmatinya?."


"Aku?."


Dia mengangguk dan menatapku menunggu jawabannya.


"Yah... ini juga menjadi pertama kalinya aku mengalami hal seperti ini... dan itu... lumayan membuatku begitu terkesan... dan aku tidak menyesalinya."


"Apa aku bisa menganggap itu sama?."


"Menurutmu?."


"Aku pikir Aoyama tidak menyukai hal seperti ini."


"Itu tidak salah, tapi kali ini aku menikmatinya.."


Dia tersenyum begitu manis dan melepaskan tangannya dan mengambil permen kapas itu kembali.


"Kau ingin memakan itu?."


"Ada apa? ini kan kamu yang memberikan kepadaku!."


"Ya... iya juga."


"Kamu mau?."


"Tidak, tidak perlu."


"Hanya satu gigitan saja."


"Itu terlalu besar, aku tidak bisa membuka mulutku terlalu besar... tidak apa, kau saja yang memakannya."


Belum menyerah dia pun mengambil sedikit dari permen kapas itu...


"Kalau begitu, aaa."


Dia ingin berencana menyuapiku dengan itu.


"Sudah kubilang tidak usah."


"Kamu tidak perlu membuka mulut lebar-lebar... ayolah."


Dia terlalu lama membuatku untuk tidak bisa menolaknya, jadi aku pasrah dan memakan permen kapas itu.


"Manis..."


"Benar kan? rasanya sangat enak!."


Dia begitu senang hingga tidak henti-hentinya tersenyum meskipun sambil memakan permen kapas yang manis itu.


"Apa kau ingin pergi ke toko suvenir?."


"Toko suvenir?."


"Ya... aku kebetulan ingin membelikan Mai beberapa suvenir."


"Aku juga ingin membelikan Sakura sesuatu... kalau begitu ayo."


"Habiskan dulu permen kapas milikmu itu..."


"B-Benar juga... makanya bantu aku dong."


"Huh baiklah... kalau begitu aku ambil setengahnya.."


"Benarkah? terima kasih!."


"Apa kau tidak bisa makan dengan cepat?."


"Mulutku terlalu kecil untuk melakukan itu kamu tahu? jadi aku tidak bisa."


"Setidaknya usahakan."


Lalu kami berusaha untuk menghabiskan permen kapas itu berdua, meskipun sedikit sulit, tetapi untungnya kita berdua bisa menghabiskannya.


"Sepertinya aku tidak bisa memakan makanan manis lagi."


Yuuki tertawa kecil melihatku yang tepar hanya dengan makanan manis.


"Ternyata Aoyama tidak bisa bertahan memakan makanan yang manis."


"Aku sudah bertahan begitu lama... dan lidahku sedikit bergetar..."


"Kamu ingin minum? minumanku masih ada."


"Sungguh? terima kasih."


Aku pun langsung mengambil air putih miliknya tanpa memikirkan sesuatu karena rasa manis yang membuatku tidak bisa berpikir.


Begitu aku meminumnya, justru Yuuki wajahnya memerah dan menutup wajahnya karena saking tidak bisa menahan perasaannya.


"Ada apa?."


"T-Tidak ada! b-bagaimana kalau kita langsung pergi kesana?."


"Benar..."


Lalu aku memberikan minuman itu padanya kembali dan aku langsung berjalan.


Tetapi dia hanya melamun melihat minuman miliknya yamg tadi aku kembalikan kepadanya dengan wajah yang merah.


"Oi Yuuki..."


"A-Apa??."


"Bukannya tadi kau bilang kita harus cepat?."


"O-Oh iya... baiklah."


Dia langsung memasukkan minumannya kedalam tas dan bergegas berjalan mendekatiku dan kita berdua lanjut pergi ketempat toko suvenir khusus dari tempat wisata akuarium...