My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 124



"Apa kamu sudah menghubungi kabar Mai, akhir akhir ini?." Tanya Sakura sambil memberikanku secangkir kopi hitam manis.


"Sepertinya, belum... karena kita memiliki kesibukan masing-masing."


"Benar juga ya... tapi melihat keadaannya juga penting lho."


Dia duduk di sampingku sambil menyeruput teh hangat miliknya.


"Mungkin jika ada kesempatan, aku ingin menemuinya."


"Baguslah."


"..."


"..."


Beberapa saat kami sempat diam, tetapi justru aku menikmati hal seperti itu... begitu tenang dan damai.


"Biasanya kamu bermain game online dengan Touya, apa dia juga sibuk?."


"Ahh... kalau dia mungkin jika aku memberikannya pesan satu kata, dia bisa datang kapan saja."


"Begitu ya."


"Memangnya ada apa?."


"Aku hanya ingin sedikit lebih mengerti tentang keseharian yang kamu lakukan saja."


"Apa kau masih merasa ada orang lain yang juga merebut diriku darimu.."


Dia hanya menggelengkan kepalanya dengan tersipu malu.


Lalu aku merangkul dan memeluknya untuk berada lebih dekat lagi denganku.


"Aku tidak akan mau berada dekat dengan orang lain seperti ini... aku hanya ingin kau yang senantiasa berada didekatku."


"Aku pun... hanya ingin Ao yang terus menjaga hatiku."


Lalu kami berdua yang terbawa oleh suasana pun langsung kembali berciuman dengan mesra dan aku merasakan bibirnya yang terasa begitu manis dengan sedikit rasa teh.


"Rasa kopi..."


"Aku pun merasakannya... rasa manis teh."


"..."


Lalu dia kembali mengulum bibirku dengan mulutnya yabg begitu lembut...


Tanganku yang sudah bergerak dengan apa yang aku pikirkan, dan mulai meraba bagian dadanya hingga aku bisa merasakan sebuah benda yang begitu empuk.


"Anh!."


Dia sedikit mengeluarkan suaranya begitu aku mengenai bagian sensitifnya.


"Ingin melanjutkannya?."


"T-Tunggu... sepertinya sekarang tidak bisa."


"Kenapa?."


"Aku sedang memasak tahu!."


Dia menggembungkan pipinya sambil mencubit pipiku.


"Baiklah baiklah..."


Lalu dia bangkit dari sana dan ingin berjalan menuju kearah dapur untuk melanjutkan masakannya.


"Kamu suka ikan bukan?."


"Ya."


"Kalau begitu aku akan memasak makanan kesukaanmu khusus untuk hari ini."


"Aku sudah tidak sabar..."


Rasanya dunia ini hanya dimiliki oleh kita berdua, dia yang kini sering berada dirumahku untuk menemaniku, dan terkadang menggantikan pekerjaan Mai yang biasanya selalu memasak makanan untukku.


"Hm~ tadi... aku meletakkan bumbu dapurnya dimana ya?."


Sakura yang berada didalam dapur dan ingin memasakkan makanan untuknya..


"Ah, ini dia... seharusnya aku menaruhnya disi-."


Tiba tiba dirinya tidak bisa bernafas dalam sekejap, dan dadanya terasa begitu sesak dan menyakitkan.


"Nafasku..."


Dia menjatuhkan beberapa bahan dapurnya karena tangannya yang begitu gemetaran.


Dia begitu lupa kalau hari ini harusnya dia pergi kerumah sakit untuk melakukan pengobatan secara bertahap... tetapi dia memaksakan diri untuk menemaninya dirumah.


Dia berusaha memungut kembali bahan masakannya yang jatuh dengan nafasnya yang masih terasa sesak.


Lalu dia berdiam diri untuk beristirahat mengatur nafasnya agar kembali menjadi normal.


Menahannya sungguh terasa menyakitkan dan tersiksa, tetapi dia tidak ingin berhenti memasak makanan untuknya.


"( Setidaknya... aku ingin membuat makanannya hingga Ao bisa mencoba masakannya..)"


......................


"Ao, masakannya sudah siap."


"Woah... aku bisa mencium aroma yang lezat."


"Tentu saja, aku membuat ini dengan penuh cinta tahu."


"Baiklah, kalau begitu aku akan mencobanya."


"Tapi... sepertinya aku tidak bisa ikut makan denganmu, karena ada yang harus aku lakukan."


"Ada apa? kau ingin aku temani?."


"T-Tidak perlu kok! hanya saja... aku ada janji dengan temanku."


"Ternyata begitu... apa kau ingin aku antar?."


"Aku bisa jalan sendiri kok, lagipula nanti aku akan menaiki taksi."


"Baiklah, jika ada apa-apa, hubungi aku kapan saja."


"Um... kamu harus makan sampai kenyang lho."


"Kau tidak perlu khawatir soal itu.."


"Baiklah, aku pergi dulu ya."


"Um, hati hati.."


Lalu dia yang sedang memiliki janki dengan temannya pun pergi... aku tidak ingin membuatnya terus berada disini, karena itu seperti hanya ingin menuruti keegoisan yang aku miliki saja... asalkan dia tidak beraktivitas terlalu berat, maka aku bisa tenang untuk saat ini.


Lalu Sakura yang sudah masuk kedalam mobil taksi, dengan keadaan yang sudah tidak membaik.


"P-Pak... tolong kerumah sakit secepatnya."


Dia mengangkat dadanya yang kini merasakan sesak yang begitu berat... keringatnya yang sudah bergitu banyak keluar dan tubuhnya tidak berhenti gemetaran.


Tetapi dia merasa begitu lega dan senang... karena dia sudah berhasil membuatkan masakan untuknya.


......................


"Um... enak sekali! sayang sekali dia tidak bisa makan bersamaku... tetapi tidak baik juga kalau dia selalu melakukan apa yang aku inginkan... mungkin setelah ini aku akan belajar, karena setelah liburan sekolah... ada ujian akhir untuk kenaikan kelas, rasanya waktu berjalan begitu cepat..."


Setelah acara yang diadakan sekolah untuk para muridnya berlibur, terdapat ujian akhir yang akan menjadi ujian untuk kenaikan kelas, meskipun aku begitu percaya diri untuk bisa mendapatkan banyak nilai dalam ujian ujian semester lalu... tetapi masih ada waktu beberapa minggu untuk ujian tersebut, jadi masih ada materi yang belum diajarkan dan aku masih ada waktu untuk belajar.


Tetapi kini pikiranku telah campur aduk karena keadaan Sakura yang kurang membaik, dan juga Yuuki yang kini terlihat lebih jarang terlihat setelah pulang sekolah.


Dia mengatakan jika hanya sebuah acara keluarga saja, tetapi anehnya dia tidak ingin Sakura untuk menemaninya, bahkan dia tidak mengatakan semua itu kepadaku...


Akhir akhir ini semuanya terasa begitu berbeda dari biasanya... mungkin itu seperti yang mereka rasakan kepadaku beberapa hari yang lalu.


*Ding dong!!


Suara bel rumahku yang berbunyi saat aku sedang mencuci piring kotor didapur, aku pun kedepan untuk membukakan pintunya.


Aku sempat berpikir jika Sakura sudah kembali.. tetapi ternyata yang datang ke rumahku adalah Mai.


"Uwaahh wajah kakak terlihat tidak ingin menerimaku..."


"Aku tidak berpikiran seperti itu.. justru aku ingin bertanya kepadamu, kenapa akhir-akhir kau jarang menghubungiku?."


"Karena sekarang aku sedang sedikit sibuk dengan apa yang akan dilakukan besok."


"Maksudmu liburan sekolah?."


"Um."


Sambil mengobrol, aku menyuruhnya untuk masuk karena tidak baik mengobrol didepan pintu rumah.


Lalu saat didalam, dia seperti sedang mencium sesuatu didalam rumahku.


"Apa kakak habis memasak?."


"Eh, ya... begitulah..."


Aku tidak bisa memberitahukannya jika Sakura selalu memasakkan makanan untukku sekarang.


"Karena aku sudah tidak bisa mengurusimu, ternyata kakak lumayan baik baik saja... saat aku tinggal."


"Aku bukan anak kecil yang harus kau urus."


"Huh, ini terlalu menyedihkan.."


"Apa ada yang ingin kau lakukan disini?."


"Aku hanya memiliki banyak waktu senggang hari ini, jadi karena aku sudah jarang kesini... aku kesini deh."


"Jadi seperti itu..."


"Tapi sebenarnya memang Mai ada sesuatu yang ingin Mai beritahu."


"Lalu?."


Dia mengeluarkan sebuah liontin yang berada didalam saku bajunya, dan dia memberikannya kepadaku.


"Apa kakak mengingat... foto yang ada didalam liontin ini?."