My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 125



"Bagaimana kau bisa mendapatkan benda ini?."


"Eh? kakak tidak tahu? aku menemukan ini didalam lemari kamar kakak."


"Benarkah? aku tidak mengetahuinya.."


Aku pun mengambilnya dan membuka isi liontin yang terdapat sebuah foto yang sudah begitu usang dan tidak terlalu kelihatan.


"Ini..."


"Tidak salah lagi... ini adalah foto kakak."


"Tapi... disini."


"Apa kakak tidak bisa mengingat sesuatu?."


"Fotonya sudah begitu lama... aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas."


"Tapi Mai yakin... ini adalah foto keluarga kakak."


"Maksudmu... ini adalah foto keluargaku?."


"Um."


Aku menatap foto itu dengan sangat amat dalam, dan aku masih tidak bisa mengenalinya bahkan tidak pernah melihatnya.


"Tapi didalam foto itu... ada satu anak laki-laki lagi."


"Apa kakak tidak menyadarinya... itu adalah adik kandung kakak."


"Ha? jangan bercanda... aku tidak pernah ingat mempunyai seorang adik kecuali kau saja."


"Mai sudah menanyakan foto ini pada ayah... dan ayah mengatakan kalau foto ini memang foto keluarga kakak."


"..."


Entah perasaan apa yang harus aku keluarkan, tetapi saat ini aku hanya merasa begitu bingung dan mempertanyakan siapa yang berada didalam foto ini.


Aku tidak pernah menyangka bisa melihat sebuah siluet dari orang tuaku dan juga adikku yang tidak pernah aku ketahui.


Lalu setelah beberapa jam Mai mampir dirumah, dia pun kembali pulang kerumah ayahnya.


Meskipun besok adalah hari libur, tetapi dia juga sudah tidak mempunyai barang apapun disini, karena semuanya sudah berada dirumah orang tuanya yang bahkan aku tidak pernah tahu seperti apa bentuknya, tetapi aki tidak terlalu peduli dengan hal itu.


"..."


Saat sendiri, aku menatap foto itu begitu lama, hingga sesuatu terpikirkan di benakku...


Aku mengambil jaket dan keluar setelah mengunci pintunya.


......................


"Aduh, maaf... tetapi sepertinya saya tidak bisa mencuci foto ini, karena foto ini sudah terlalu rusak dan jika diperjelas mungkin tetap tidak ada perubahan dengan isi fotonya."


"Baiklah, kalau begitu terima kasih.."


Aku pikir aku bisa memperjelas foto ini dengan membawanya ketempat toko seperti itu... tetapi sayangnya harapanku langsung kandas saat mereka mengatakan foto ini sudah tidak bisa dicuci..


"Huh... sepertinya aku harus berhenti mencari cara untuk foto ini..."


Saat aku sedang berjalan kembali kerumah, tiba tiba sebuah mobil hitam berhenti didekatku dan seseorang keluar dari dalam sana.


"Yuuki."


"Aoyama, sedang apa kamu disini?."


"Aku hanya... ada yang ingin aku beli, tetapi ternyata sudah habis."


"Begitu ya.."


"Nona..."


"Ah, sepertinya saya turun disini saja.."


"Tapi..."


"Tenang saja, dia adalah pengawalku, jadi semuanya akan baik-baik saja.."


Setelah supir itu menatapku begitu lama, akhirnya dia menjalankan mobilnya tanpa menunggu Yuuki.


"Kenapa kau tidak kembali?."


"Aku hanya ingin berjalan saja, lagipula tujuannya juga sama sama kerumahku."


"..."


"Akhir akhir ini, kita sudah jarang mengobrol berdua seperti ini ya."


"Siapa dulu yang akhir-akhir ini pergi tanpa memberitahukan pengawal dan asistennya."


"M-Maaf, tapi itu hanya sebuah acara keluarga biasa, jadi aku tidak ingin membuatmu kerepotan."


"Apa kau benar-benar berkata jujur?."


"M-Memangnya aku harus mengatakan apa lagi."


"Bukannya kau sendiri yang mengatakannya... kalau ada apapun yang terjadi padamu, kau akan langsung mengatakannya padaku."


"Memangnya kami ayahku?."


"Bukan, tetapi aku dibayar untuk menjagamu."


"Alasanmu terlalu berantakan."


"B-Biar saja..."


Sudah beberapa hari lamanya aku bahkan tidak berbicara seperti ini padanya, aku semakin merasa jika setiap orang mulai merubah sikap mereka seiring waktu.


"Atchi!."


"Flu?."


"Tidak... hanya saja, sebentar lagi musim dingin, dan aku lupa memakai baju berlapis."


"Selalu saja seperti itu.."


Aku membuka jaketku dan memakaikannya.


"Eh?."


"Ada apa?."


"Kamu tidak kedinginan?."


"Lebih baik seperti ini, daripada membiarkan seorang gadis kedinginan."


"Terima... kasih."


"Jangan lupa, aku ini pengawal ataupun asisten darimu... jika kau ada masalah, beritahu aku langsung..."


"Aku tahu... tapi mungkin akhir akhir ini aku sudah tidak butuh bantuan seperti itu lagi."


"..."


"M-Maksudku bukan menyuruhmu pergi atau semacamnya, tetapi hanya... itu..."


"Aku mengerti, maksudnya kau sudah bisa menjaga dirimu sendiri, begitu?."


"Hampir seperti itu."


Entah mengapa... aku ingin mengatakan hubunganku dengan Sakura yang kini telah berjalan...


Tetapi hal itu sangat sulit untuk dilakukan... karena jika aku mengatakan hal itu, bisa saja Sakura tidak menginginkannya...


"Aoyama... apa kamu pernah merasakan... rasanya dipasrahkan oleh takdir yang datang begitu cepat."


"Apa maksudmu tiba tiba seperti itu? aku tidak pernah percaya dengan tak-."


Ditengah dinginnya angin yang berhembus di sore hari yang terasa sedikit hangat dari sinar oranye matahari yang menyilaukan kehadirannya...


Dia memelukku begitu erat saat aku tidak bisa mengetahui apa yang ingin dia lakukan.


"Yuuki..."


"Maaf... aku sudah berusaha menahannya, tetapi aku tetap tidak bisa menanggung hal ini sendirian.."


Suaranya yang sedikit pelan dan aku bisa merasakan hangatnya tubuhnya.


"Setelah ujian akhir ini selesai... aku akan pergi bersama Azumi untuk menikah langsung..."


"Bukannya semua itu sudah dijanjikan saat kau lulus?."


"Terkadang kita tidak bisa mengira bagaimana dunia ini menghadapi kita... bukan?."


"..."


"Jadi... aku pikir sekarang hanyalah sebuah peran terakhir yang kau berikan kepadaku disaat saat yang penting ini."


Dia melepaskan pelukannya dan aku melihat matanya yang berkaca-kaca dengan pipinya memerah entah karena dinginnya cuaca atau apapun itu..


"Aku tahu aku mungkin masih memiliki kesempatan waktu seperti ini... tetapi mungkin beberapa hari kedepan akan menjadi kesibukan kita masing-masing."


"..."


"Tetapi, aku sangat bersyukur bisa melalui semua ini dengan bersamamu... aku begitu bahagia, namun rasanya aku tidak bisa merasakan hal seperti itu dalam waktu yang sesingkat ini..."


"S-Sebaiknya kita membicarakan ini didalam, cuacanya semakin dingin disi-."


Aku merasakan sebuah kehangatan tepat pada bibirku... aku terdiam dengan melihat wajahnya yang begitu dekat hingga tanganku seperti membeku.


Aku bisa merasakan bibirnya yang sangat lembut dan sedikit dingin...


Kedua tangannya yang memegang kedua pipiku, dan tatapan matanya yang begitu dalam dengan sebuah senyuman lembut yang dia berikan kepadaku.


"Aku... menyukaimu... Aoyama."


"..."


Semua ini seperti sebuah penentu takdir bagiku... dan hatiku berdebar kencang hingga aku sendiri merasa bingung dengan perasaan ini.


"Yuu-."


"Aku pergi dulu... maaf mengatakan hal yang aneh seperti itu, sebaiknya kamu juga bergegas pulang karena... ini semakin dingin.."


Lalu dia berjalan pergi menjauhiku yang hanya berdiri terpaku melihatnya yang kini telah menghilang dari pandangan.


Apa yang terjadi padaku saat ini... hanyalah sebuah perasaan yang tercampur aduk hingga aku tidak bisa menemukan jawaban pasti dari perasaanku ini...


Hingga aku sadar... jika aku mendapatkan sebuah tiga ikatan yang kini saling mengikat...


Dan... aku harus memutuskan salah satunya.