My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 191



Hari Acara Pernikahan...


"Saat itu, Aoyama akan dibawa masuk khusus sebagai seseorang yang diundang langsung oleh Adam."


"Berikan undangan masuk anda."


Aku memberikan sebuah undangan yang tepatnya adalah sebuah surat langsung dari Adam, yang kemarin dia berikan kepadaku lewat pengiriman.


.


.


"Undangan ini..."


"Sepertinya dia benar-benar menginginkan diriku untuk menemuinya langsung."


"..."


"Kau..."


Kedua penjaga tersebut saling menatap dan salah satu dari mereka langsung mendekatiku.


"Silahkan ikuti saya."


"..."


Aku pun mengikutinya masuk kedalam kapal itu, dan langkah pertama untuk masuk kedalam kapal yang cukup besar tersebut berhasil.


Dan saatnya bagian mereka berdua, yang masih belum masuk kedalam kapalnya.


"Tunjukkan undangan anda."


Dia memberikan undangan spesial karena dirinya adalah keluarga dari calon pengantin...


"Nona Otama, silahkan ikuti saya untuk ke tempat yang sudah di sediakan.."


( Dia adalah Otama Sayu, karakter yang ada pada Chapter 84, salah satu saudara jauh dari Shiraishi Yuuki dan berasal dari keluarga Otama.)


"Tunggu dulu."


Salah satu penjaga menghentikan langkah kedua orang yang mengikutinya dari belakang.


"Mereka adalah saudaraku, jadi mereka juga berhak ikut masuk kedalam bukan?"


"Tapi sesuai undangan-."


"Undangan ini diberikan langsung oleh saudara jauh saya Shiraishi Yuuki, jadi yang bisa mengatur boleh atau tidaknya hanya dia, dan dia sudah memperbolehkan saya untuk membawa kedua saudara saya."


"Apa ini? apakah kalian benar benar patuh terhadap aturan? jika bos kalian mengetahui ini, pasti kalian sudah dipecat... atau aku akan melaporkannya langsung kepada bos kalian?!"


Seperti seorang saudara kandungnya yang asli, Touya berakting sangat natural sehingga membuat penjaga itu ketakutan karena ancaman yang di buatnya.


"B-Baiklah, mohon maafkan saya... saya akan mengantar anda langsung ke ruang VIP."


"Kali ini saya maafkan, namun jika saya melihat kesalahan yang anda buat kembali... saya tidak akan segan segan untuk melaporkan anda." gertak Touya kembali.


"B-Baik!."


Lalu mereka bertiga pun berhasil masuk kedalam kapal melewati beberapa penjaga dan menjadi tamu penting.


"Touya, kamu terlalu mengambil resiko yang cukup besar." bisik Kuchima yang berjalan di sampingnya.


"Hehe, tapi ini berhasil bukan?"


Setelah mereka berhasil masuk, Sayu atau Otama Sayu langsung mempertanyakannya bagaimana selanjutnya kepada mereka, "Setelah ini kalian ingin pergi kemana?"


"Kami masih harus mengikuti kak Sayu terlebih dahulu, lalu jika semua sudah terkendali... maka kami berdua langsung pergi."


"Baiklah, aku mengerti."


Dan mereka berdua pun juga berhasil masuk menggunakan Otama Sayu sebagai jalan masuk bagi mereka, dan hal ini sudah di rencanakan saat kemarin.


.


.


"Bagaimana kita berdua masuk?"


"Satu satunya jalan hanyalah barisan undangan, namun... tidak mungkin kalian bisa karena kalian tidak mempunyai undangan tersebut."


"Selain barisan undangan, ada jalan masuk apa lagi?"


"Paling hanya jalan untuk anggota keluarga kedua calon pengantin."


"Anggota... keluarga."


Aku memikirkan apa yang bisa digunakan untuk mereka berdua masuk, dan seketika sebuah ide terlewat di dalam kepalaku.


"Tunggu... bagaimana kalau."


......................


"Masuk ke acara pernikahan Yuuki..?"


"Benar, maaf kalau saya meminta hal yang tidak masuk akal, karena semua ini perlu bantuan dari anda."


"Aku sudah mendengar alasan dan juga masalah kalian sekarang, dan aku juga paham... aku pun tidak ingin bencana seperti itu terjadi pada keluarga Shiraishi, begitu juga dengan Yuuki."


"..."


"Aku akan membantu kalian untuk membawa mereka masuk ke acaranya."


"Saya sangat berterimakasih atas kebaikan anda."


......................


"Silahkan lewat sini."


Penjaga tersebut membukakan pintu untuk mereka bertiga dan masuk kedalam sebuah ruangan VIP..


di dalam ternyata sudah ada beberapa saudaranya seperti Natsu, Shoto, dan juga Tsukasa..


"Kak Sayu, kamu baru datang?" Natsu langsung mendekatinya dengan semangat seperti biasanya.


"Um, maaf aku sedikit telat."


Shoto yang melihat Kuchima dan juga Touya dengan tatapan penasaran, dia langsung berdiri dan mendekatinya.


"Kak Sayu, mereka berdua siapa?"


"Shiii!" Sayu langsung menyuruh Shoto untuk diam dan jangan sampai penjaga di dekat pintu itu mendengarnya.


"..."


"Kita bicarakan ini, tapi jangan sampai ketahuan."


Shoto langsung mengangguk paham dengan apa yang Sayu inginkan.


Lalu padada akhirnya Sayu dan dibantu oleh Kuchima memberitahukan semua masalah yang terjadi dan juga alasan mereka berdua ada disini bersama Sayu.


.


.


"Apa semua ini benar benar nyata?"


"Tidak bisa dipercaya."


"Sial! Sakamura ingin menghancurkan keluarga Shiraishi disini?!"


Mereka bertiga langsung memberikan respon yang berbeda-beda, dan Tsukasa adalah orang yang paling emosi ketika tahu semua itu terjadi tanpa sepengetahuannya.


"Jadi saat ini, Asisten Aoyama itu sedang menghadap pemimpin perusahaan Adam?" dengan tenang Shoto menanyakan kepada Kuchima.


"Benar... tapi sesuai rencana, aku yakin Aoyama bisa mengatasinya."


"Benar, aku juga yakin." Sambung Touya.


"Kalau begitu saat ini kalian sedang mencoba menyelamatkan teman kalian yang di sekap dan dibawa juga diatas kapal ini?"


"Meskipun informasi masih belum jelas, namun dia pasti ada diatas kapal ini."


"Bagaimana caranya kalian bisa mencari teman kalian di tempat yang besar ini?"


"Kalau itu, Aoyama akan memberikan kita pesan setelah dia mendapat petunjuk langsung dari Adam."


"Berarti... rencana kalian belum tentu bisa berhasil, ini seperti pertaruhan."


"Memang benar, tapi aku percaya semuanya akan berhasil."


"..."


"Baiklah, aku akan membantu kalian." tanpa basa basi Tsukasa langsung ingin menyerahkan dirinya untuk membantu mereka berdua.


"Tsukasa..."


"Aku tidak yakin kalian bisa bertahan disini tanpa adanya keributan."


Mendengar itu Natsu langsung melarang perbuatan yang ingin dilakukan Tsukasa, "Tidak, kamu tidak boleh melakukan hal yang membuat keributan! mau bagaimanapun juga ini adalah acara pernikahan saudara kita!."


"Huh, jangan langsung menyimpulkan bahwa aku akan menggunakan kekerasan seperti itu."


"Eh? memangnya apa lagi?"


"Aku akan menemani mereka agar mereka bisa bebas berkeliaran disini, jika mereka berdua yang hanya sebagai seorang saudara kandung kak Sayu, pasti para penjaga bisa langsung mencurigai mereka berdua."


"Benar juga, maaf... aku salah paham, hehe."


"Meskipun ini dadakan, tapi terima kasih atas bantuannya, kak Tsukasa."


"Apa kalian berdua teman dekatnya Yuuki?"


"Benar, aku, Touya dan Aoyama... kita adalah teman dekatnya Yuuki, dan kita berdua hanya ingin membantu Aoyama."


"Karena itu, jika Aoyama meminta bantuan pada kita, sudah seharusnya sebagai Seorang teman..."


Untuk membantunya.


.


.


Aku berjalan bersama seorang penjaga yang sedang menunjukkan jalannya kepadaku, hingga setelah beberapa menit kita berjalan sampai ke ujung kapal, akhirnya kita berhenti di depan ruangan yang bertuliskan di pintunya sebuah nama yang sudah tidak asing bagiku.


"( Adam...)"


Penjaga tersebut menelepon seseorang yang seharusnya itu adalah Adam, laku dia membukakan pintunya agar aku bisa masuk.


"Sungguh sesuatu yang mengejutkan... orang yang berencana untuk memiliki urusan denganku."


"..."


"Adalah seorang bocah."