My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 84



"Maaf, tapi anda tidak diperbolehkan masuk karena sudah aturannya seperti itu."


"Apa kau berani menantangku?!."


Petugas sudah berusaha untuk memperingatinya, tetapi tetap saja mereka takut akan kehilangan pekerjaannya.


"Ao... sepertinya tuan Azumi masih tidak mengetahui jika kamu ada disini... jadi jangan bergerak seperti biasanya."


"Aku tahu.."


Sakura pun keluar untuk membantu petugas..


"Maaf tuan Azumi, saya menghormati kedatangan anda, tetapi untuk saat ini... nona Yuuki sedang ada pertemuan penting dengan para saudaranya, dan yang boleh menghadirinya hanyalah keluarga dari saudaranya."


"Aku pun juga termasuk keluarganya... atau bisa dibilang calon pasangan Shiraishi Yuuki... jadi aku boleh bebas untuk masuk bukan?."


"Maaf... tetap tidak bisa."


"Memangnya ada acara apa yang sedang kalian laksanakan? apakah begitu penting?."


Dia memberikan isyarat kepada beberapa pengawalnya yang berbadan besar itu mencoba masuk dengan paksa.


"Tunggu! anda tidak diizinkan ma-."


Saat mencoba menghentikannya, Sakura tersenggol oleh salah satu pengawalnya hingga terjatuh, dan langsung dibantu oleh petugas keamanan yang tidak berani dengannya.


Dan akhirnya mereka berhasil masuk... aku pun mencoba mencari tempat didekat kumpulan orang-orang agar tidak terlihat olehnya.


Saat dia masuk, semua langsung menatapnya diam.


"Sepertinya kamu mengadakan acara tanpa mengundangku ya? Yuuki."


"Azumi... kenapa kamu ada disini?."


Yuuki langsung terkejut saat dia menerima tamu yang tak diundang.


"Dia..."


"Calon pasangannya Yuuki..."


Saudaranya hanya diam dan tidak terlalu ikut campur dengan masalahnya.


"Apa aku tidak diizinkan untuk datang kesini? apa kamu begitu tega denganku? Yuuki."


"Ini adalah acaraku dengan saudaraku, jadi aku tidak mengundangmu karena ini adalah khusus untuk para saudaraku."


"Huh... aku ini adalah calon suamimu! apa aku tetap tidak diizinkan?."


"Tetapi..."


"Maaf karena saya sedikit ikut campur... tetapi seharusnya anda tahu jika ini adalah acar untuk pertemuan para saudara jauhnya, dan juga saya termasuk saudaranya Yuuki... saya berhak untuk membuat acara ini tetap berjalan lancar." Shota mencoba untuk membantu Yuuki.


"Memangnya siapa yang peduli dengan saudara saudaramu yang lainnya itu?."


"Ada apa dengan orang itu!? aku akan memberinya pelaja-." Tsukasa yang merasa Azumi adalah pengganggu dan mencoba untuk mengusirnya, tetapi Shota yang berada disebelahnya menahannya agar tidak emosi.


"Tsukasa, kamu tidak boleh merusak hubungan keluarga Shiraishi hanya karena kesal dan menghajarnya didepan para keluarga." Ucap Sayu yang menenangkan Tsukasa.


"Tch!."


Meskipun mereka hanyalah saudara jauh, tetapi mereka terlihat seperti lima saudara kandung yang sangat serasi dan begitu dekat.


"Azumi... kumohon untuk kali ini saja... jangan mengganggu acaraku dan saudaraku."


"Kenapa? kenapa kamu semakin berani saja?!."


Dia membentak Yuuki karena kesal melihat tingkah lakunya yang semakin berani dengannya.


Dari luar Sakura datang dengan wajah resah menghampiriku.


"Kau tidak apa apa?."


"Um... tetapi... aku khawatir dengan Yuuki."


"..."


Azumi membawa pengawal sekitar 8 orang dengan 4 didalam dan 4 lagi berada diluar menjaga pintu depan...


Dan aku tidak bisa bergerak karena jika dia tahu aku berada disini, akan semakin panjang lagi masalahnya.


Yuuki yang tidak berani lagi mengusirnya, hanya diam dan tidak bisa berkata-kata.


Natsu mendekati Yuuki dengan merangkul bahunya dan menenangkannya.


"Apa kamu boleh bebas membentaknya?!." Ucap Natsu kesal karena saudaranya begitu saja dibentak olehnya.


"Hei hei nona cantik... jika begitu apa kamu ingin menjadi pasanganku saja?."


Setelah dia mengatakan itu, semuanya langsung geram dan meluapkan emosinya dengan mengepalkan tangannya dan mengigit bibirnya.


"Dia sudah merendahkan dua saudara kita! apa kita tetap diam saja?!."


"Lalu... apa nantinya kamu ingin menambah masalah saudaramu karena kemarahanmu? kita tidak boleh ikut campur dengan masalahnya... atau keluarga Shiraishi yang akan menanggung resikonya."


"Sial! jika bukan karena dia adalah anak keluarga besar... aku akan membuatnya babak belur!!."


Mereka berbicara dengan pelan karena tidak ingin Azumi mendengarnya.


Azumi kini berjalan mengelilingi tempat acara yang luas itu, sambil berbicara kepada Yuuki.


"Sebenarnya apa yang ada didalam pikiranmu tentangku? apa kamu menganggap diriku tidak berguna? atau kamu sudah ingin melanggar perjanjian antar kedua keluarga kita? apa kamu lupa? kamu tidak bisa melepaskan dirimu dariku Yuuki."


Dengan tubuhnya yang gemetaran, dia hanya bisa melihat Azumi berjalan sambil berbicara padanya... dia begitu takut untuk berbicara karena jika ia salah, keluarganya pun juga akan mendapatkan masalah... meskipun begitu... dia ingin keluar dari keadaan ini...


Bagiku, ini seperti melihat seseorang yang tidak bersalah sedang diinterogasi oleh pemerintah yang kejam dan orang orang yang melihatnya hanya bisa diam tak ingin ikut campur dengan persoalan ini.


Begitupun denganku... padahal aku adalah pengawalnya... tetapi dengan beberapa hal dan kondisi yang membuatku jadi tidak bisa keluar dan membiarkan Azumi melihatku berada disini.


"Yuuki... aku begitu heran... kenapa kamu tidak bisa mengikuti perkataanku saja? apa yang membuatmu menjadi bersikap angkuh padaku? oh... apakah lelaki rendahan yang pernah melindungimu? siapa itu? Aoyama? benar! Aoyama bukan?!."


Pada akhirnya benar saja... dia mengingatku dengan kebencian dan kemarahannya.


Yuuki tidak sengaja melihatku yang berdiri didekat kerumunan orang orang, dan melihat wajahku karena mendengar apa yang Azumi katakan... seakan dia ingat kembali, untuk apa dia bisa hidup menjalani kehidupannya yang dipenuhi oleh kebahagiaan teman teman dan saudaranya... dia disini bukan untuk menderita... tetapi untuk bersenang-senang.


"Sampah rendahan seperti itu tidak akan baik untukmu! sebaiknya kamu buang saja lelaki rendahan i-."


"Dia bukan sampah..."


"Ha?."


"Aoyama bukanlah lelaki rendahan! justru kamu yang tidak bisa berpikir untuk memahaminya!."


"Yuuki..."


"..."


Seakan hal yang mengejutkan, membuatnya terdiam melihat Yuuki yang membantah perkataannya.


"Apa yang kamu katakan barusan..."


"..."


"HAH?!!!!!."


*Brak!!


Dia dengan sangat kesal langsung mengayunkan tangannya kebelakang dan tidak sengaja menjatuhkan meja yang diatasnya terdapat kue yang aku dan Yuuki buat.


"Kuenya!."


Yuuki langsung berlari menghampiri kue tersebut yang sudah hancur dan jatuh diatas lantai.


"Tidak... kuenya..."


Sakura dengan cemas bergegas menghampirinya...


"Nona Yuuki.."


Sekarang seluruh situasi menjadi begitu mencekam, saat suara meja yang jatuh dan kue buatan Yuuki yang juga hancur.


Semua saudaranya langsung berdiri tidak menyangka akan menjadi seperti ini.


Aku melihatnya yang sudah meneteskan air matanya karena kue buatannya jatuh begitu saja tanpa ada saudaranya yang sudah mencicipi kue buatannya untuk pertama kalinya.


Itu hanyalah sebuah kue... jika hancur, kue tersebut bisa dibuat dengan mudah dan lebih baik karena dapur tempat ini memiliki banyak peralatan yang lebih memadai... maka dari itu aku tidak begitu marah karena kue itu.


Aku tidak kesal...


"Sialan!!."


"Tsukasa! jangan! kumohon jangan!."


"Dia sudah menyakiti Yuuki!! aku tidak akan membiarkannya begitu saja!!."


"Tsukasa... hentikan dan tahan emosimu... kita pun juga tidak bisa menghentikannya... karena statusnya yang begitu penting dengan keluarga Shiraishi."


Apa yang begitu penting... status sosial? kepentingan? aku tidak pernah melihat manusia dengan hal menjijikkan seperti itu...


"..."


"..."


"Apa begitu menyedihkannya kue itu jatuh? aku bisa membelikanmu yang seratus kali lipat harganya dari kue sampah i-."


*BUKK!!!


"Diamlah, dasar sampah."