
Kita berlanjut berbelanja keliling mall dengan membagi dua kelompok yaitu Mai dengan Sakura, lalu aku dengan Yuuki berdua berjalan di bagian toko pakaian...
Aku sejujurnya tidak berniat untuk membeli baju untukku, karena memang dari awal aku hanya menemani Mai dan semuanya menjadi seperti ini...
Rencanaku yang ingin membicarakannya saat didalam sekolah, tetapi kita bertemu dengan cepat disini, sampai aku bingung bagaimana caranya agar tidak menggangu suasananya yang sedang berbelanja...
Lalu aku terpikirkan dengan kejadian kemarin, jadi untuk jaga jaga, lebih baik aku tidak langsung mengatakannya...
"Bagaimana... kemarin.."
"Kemarin... tidak ada yang terjadi.." Sambil mencoba coba baju yang dia lihat...
"Masih seperti biasanya?."
"Mm, sama seperti biasanya... tidak ada yang berubah..."
"Begitu.."
"Ini... bagaimana menurutmu?." Dia menunjukkan baju pendek berumbai berwarna merah muda dan putih kepadaku.
"Itu sangat bagus,menurutku itu cocok untukmu.."
"S-Seperti itu..."
Aku menengok kesana kemari sambil memikirkan tentang bajunya...
"Jika itu, menurutku bawahannya lebih bagus ini.."
"Benarkah?."
"Ini hanya menurut pendapatku.."
Dia pun mengambil bawahan itu dan mencoba mencocokkannya dengan atasannya..
"Ah iya, kamu benar... warnanya sangat cocok.
"Benarkan.."
"Bagaimana kamu bisa tahu?."
"Yah... dulu aku yang hanya bisa membelikan pakaian diluar untuk Mai, jadi aku sudah terbiasa..."
"Owh begitu... maaf sedikit menyinggungmu.."
"Tentang apa?."
"Aku menanyakan hal yang membuatmu ingat pada orang tuamu dan Mai.."
"Tidak, lagipula mereka masih ada.."
"Eh?." Dia terkejut karena salah mengartikannya.
"Hm?."
"Aku kira, kalian hidup berdua saja... karena."
"Itu memang benar, orang tua Mai sudah berpisah saat Mai masih umur 4 tahun.."
"Tunggu... apa maksudnya orang tua Mai?."
"Benar juga, aku tidak pernah memberitahukan tentang ini.."
"Tentang... apa?."
Aku mendekati deretan pakaian untuk melihat lihat sambil berbicara..
"Sebenarnya aku dan Mai adalah saudara tiri.."
"Y-Yang benar?." Dia terkejut mendengar pernyataannya...
"Mereka mengadopsiku saat aku berumur 5 tahun... dan..."
Aku memegang kepalaku yang ingin berusaha mengingat-ingat masa lalu itu..
"A-Aoyama, lebih baik jangan memaksakan dirimu dulu... kita istirahat sebentar ya?."
Aku mengangguk dan masih merasakan sedikit pusing dikepalai ku...
Lalu kami berdua duduk di kursi umum dekat dengan toko baju tersebut...
"Nih, sebaiknya kamu minum terlebih dahulu, agar lebih tenang.." Dia memberikan sebotol air putih kepadaku..
"Terima kasih.." Aku mengambilnya dan meminum air putih yang diberikannya...
"Maaf... aku benar benar tidak tahu... aku sangat merasa bersalah..."
"Tidak, kau tidak perlu merasa bersalah..."
"Tapi... karena aku bertanya tentang hal ini, kamu menjadi seperti ini.."
"Ini sudah biasa... tidak perlu dikhawatirkan.."
"..."
Beberapa saat kemudian, situasi sudah mulai tenang...
"Yuuki.."
"A-Ada apa?."
"Soal kejadian kemarin... aku minta maaf.."
"K-Kenapa tiba tiba?."
"Aku tidak tahu jika apa yang aku lakukan itu benar atau salah... tetapi meski aku sudah diberikan tugas... aku terlalu ikut campur dengan masalah keluargamu.."
"..."
"Tentu saja aku masih merasa bahwa aku ini tidak akan pernah bisa mengerti apa yang kau pikirkan... bahkan jika aku berusaha untuk memikirkannya, itu semua terjadi dalam banyak hal-."
"Tidak apa apa.."
Aku menoleh kearahnya yang tersenyum lembut kearahku...
"Tidak apa apa kamu tidak mengerti... tetapi aku hanya ingin sesuatu kepadamu.."
"..."
"Aku hanya ingin... kamu lebih memerhatikan perasaanmu sendiri... dan hal itu sudah membuatku senang!."
Dia berdiri dari tempat duduknya dan berbalik kepadaku..
"Untuk saat ini, lebih baik kita bersenang-senang saja!."
Mendengar perkataannya membuatku sadar apa yang Mai katakan kepadaku...
Selalu membuat keputusan sendiri... hanya itu yang selama ini kulakukan...
Aku pun ikut berdiri dari tempat duduk itu..
"Aku sudah mendingan... sebaiknya kita lanjut berjalan, dan juga kita masih ada festival sekolah yang menunggu.."
"Benar juga! apa tidak apa apa kita seperti ini?."
"Aku tidak tahu, tapi aku juga tidak terlalu peduli.."
"Itukan kelasmu! bagaimana dengan kelasku.."
"Entahlah, sepertinya kelasmu akan sangat sepi karena tidak ada orang yang menarik perhatian pengunjung.." Dengan santainya aku mengucapkan hal itu..
"Tu-?!." Wajahnya sangat merah mendengarnya.
"Kenapa?."
"Jangan malah bertanya bodoh!." Dia memalingkan wajahnya dariku..
"Ha? apa maksudmu?."
"P-Pokoknya kita lanjutkan saja..." Dia langsung berjalan cepat..
"Huh... merepotkan sekali.." Susulku.
Lalu kami kembali berkeliling sambil berbicara hal lainnya..
Tidak ada yang bisa kulakukan selain itu, jadi hanya itu yang aku lakukan..
.
.
.
"Lihat, apa aku sudah seperti orang jenius?." Dia memakai kacamata merah sambil berlagak seperti seorang murid jenius.
"Jika kau menganggap orang yang berkacamata itu jenius, sepertinya pengetahuan luar mu kecil.."
"A-Aku mengerti itu! aku hanya mencontohkan salah satu pemakainya saja.."
"Sesukamu saja.."
Dan kami kembali berkeliling...
"Boneka ini sangat imut!." Sambil memegang boneka rubah biru kecil...
"Kalau kau ingin membelinya, ambil saja.."
"Kalau begitu aku akan mengambil tiga dengan hewan yang berbeda.."
"Apa perlu sebanyak itu?."
"Tidak, ini untuk Sakura dan juga Mai.."
"Ah, kau tidak perlu repot repot seperti itu.."
"Tidak apa apa.."
Lalu kami pergi ke meja kasir untuk membayar boneka itu..
"Semuanya menjadi 150.000."
"Ah baik.."
"Tunggu, aku saja yang membayarnya.." Aku menahannya yang ingin membayar itu..
"Tidak, aku saja yang membayarnya.."
"Tidak tidak, ini tidak wajar jika kau yang membayarnya.."
"Bicara apa kamu ini, lagipula juga aku ingin membelikan untuk Mai... jika kamu yang membayarnya, berarti bukan aku yang membelikannya dong?." Dia tertawa kecil melihatku..
"Baiklah baiklah, terima kasih atas itu.."
"Aku bukan membelikannya untukmu, tapi untuk Mai.." Sambil menyerahkan uang ke kasir.
"Anggap saja perwakilan.."
"Apa itu, aneh sekali.." Sambil menutup kecil mulutnya yang tertawa.
"Rasanya aku seperti dipermalukan.."
"Sudah sudah, lebih baik kita berkumpul dengan Mai dan Sakura, mungkin mereka menunggu kita.."
"Benar juga.."
Dan kita mengira bahwa sudah cukup untuk berbelanja barang barangnya, kita berpikir untuk kembali ketempat awal untuk menunggu mereka atau mereka yang sudah menunggu kita...
Tetapi rasanya aku tidak melihat mereka berdua sama sekali dilantai ini, apa mungkin karena saat kita istirahat, dan kita tidak melihat mereka lalu sebaliknya.
Kita sudah satu setengah jam disini dan sama sekali belum pergi kesekolah membantu kelas kita yang berada disana, tetapi hanya karena satu atau dua orang tidak ada, tidak mungkin akan menjadi berantakan...
Dan yang terpenting adalah menemukan mereka berdua yang tidak tahu kemana, setiap kita meneleponnya, mereka tidak menjawab sama sekali panggilan dari aku maupun Yuuki...
Dan akhirnya kita hanya bisa menunggu mereka ditempat awal..
......................
*Chu chu!!
*Duarr!! duarr!!
"Bum!!
"Sudah.... lama... aku... tidak bermain permainan ini... rasanya sangat nostalgia.." Sambil memainkan game arcade di area game, mereka berdua malah asyik bermain di lantai atas tanpa melihat waktu...
"Benar... aku sudah tidak bermain ini beberapa tahun, dan masih saja menegangkan!."
"Siapa yang banyak membunuh musuhnya, dia yang akan menang!."
"Siapa takut!."
"Yang kalah akan mentraktir cemilan manis!."
Dengan semangat, Mai bertanding dengan Sakura tanpa mempedulikan kita berdua yang sedang menunggu mereka dibawah...
Akhirnya sampai 30 menit kita menelepoy, mereka baru sadar dan mengangkatnya...
Aku tidak akan lagi ingin membagi kelompok kelompokkan seperti ini...