My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 96



"Hah... melelahkan sekali... seharian aku bermain, ternyata ada buruknya juga."


Setelah aku terlalu lama bermain game dengan Touya, pada saat malam rasanya aku begitu mengantuk dan tidak sanggup untuk melakukan hal lain.


Tetapi ada sesuatu yang menambah pikiranku...


.


.


.


"Tentangku?."


"Ya, katanya sih memang untuk urusan pekerjaan... kukira dia juga orang yang sama dalam pekerjaanmu, jadi aku hanya bisa memberitahukan yang aku tahu."


"Apa begitu mudahnya kau memberikan informasi pribadi seseorang kepada orang lain?."


"Aku pikir dia kenalan dekatmu, jadi bukan salahku jika aku mengambil langkah itu... lagipula aku hanya mengatakan jika kau hanya teman sekelasku, dan aku tidak tahu tentangmu lebih pasti karena aku baru kenal kau selama satu tahun..."


"Apa dia ada alasan lain? seperti mengapa dia menanyakan hal itu kepadamu?."


"Aku juga berpikir seperti itu... tetapi saat aku bertanya padanya, dia langsung pergi tanpa menjawabnya..."


"Susah juga ya... diawasi seperti ini."


"Tetapi ada hal janggal yang aku temukan saat aku berbicara padanya."


"Apa itu?."


"Terkadang dia memanggil namamu dengan sopan, tapi juga aku mendengar sesekali dia menyebutmu seperti dia sudah begitu dekat denganmu... aku pikir dia hanya salah bicara... tapi itu aneh bukan?."


"Apa kau tidak sadar jika saat pertama kali kita bertemu kau juga bersikap seperti itu?."


"Y-Yah... kalau aku berbicara didepan kau langsung kan?."


"Ya, meskipun aku tetap tidak menerimanya, tapi lupakan saja."


"Apa kau sudah pernah bertemu dengan orang itu sebelumnya?."


"Aku bahkan baru mengenalnya... dan tidak pernah melihat wajahnya dari dulu."


"Berarti yang terbaik hanya membicarakan padanya langsung... lagipula saat dia menanyakan tentangmu padaku, aku tidak merasakan dia benci atau marah mendengar dari mulutku... justru seperti dia menyimak dengan baik..."


"Aku tidak pernah mengalami bertemu dengan orang yang aneh sepertinya..."


"Bagaimana jika kita memaksanya untuk bicara?."


"Kau ingin melukai orang yang berada dua tahun dibawah kita?."


"M-Maksudku seperti mengancam dengan bentuk menjahili?."


"Sudahlah, tidak ada yang perlu dilakukan... jika dia memang ada perlu denganku, suatu saat dia akan datang sendiri padaku... aku juga tidak terlalu memikirkannya."


.


.


Begitulah saat aku mendengar cerita pendek dari Touya, aku berpikir mana mungkin orang sepertinya yang asisten Azumi terlalu sibuk untuk mengurusi orang penyendiri sepertiku, aku bukanlah anal dari keluarga kaya, ditambah lagi aku hanya bekerja sebagai pengawal seorang gadis dari keluarga besar, jadi apa yang harus dia cari dariku?.


Memikirkan itu semua hanya menghabiskan waktuku, dan aku sudah tidak ingin memikirkan hal itu kembali.


Saat aku yang sudah berada diatas tempat tidur dan ingin memejamkan mataku, tiba tiba suara dering ponselku berbunyi.


*Nittt! Nittt!


Aku pun dengan terpaksa harus bangun kembali dan mengambil ponselku.


"Halo Aoyama... ini aku."


Dari suaranya, ternyata Yuuki yang meneleponku.


"Ada apa?."


"Itu... apa aku... bisa mengobrol denganmu sebentar?."


"Apa tidak bisa esok hari?."


"Maaf, apa aku sedang menggangumu?."


"Bisa dikatakan seperti itu... aku baru saja ingin pergi tidur."


"Sekarang baru saja pukul delapan malam..."


"Tapi aku sudah mengantuk sekarang..."


"Kamu hanya perlu mendengarkannya saja.."


"Besok pagi aku akan mendengarkanmu sampai kapanpun.."


"Tapi aku hanya ingin membicarakannya sekarang..."


"Kalau begitu aku ingin tahu, apa yang ingin kau bicarakan?."


"J-Jadi kamu ingin mendengarkanku? sebenarnya aku sedang resah akhir akhir ini... karena sikap Sakura yang berbe-."


*Nitt


Begitu aku tahu jika dia ingin membicarakan Sakura, aku langsung menutup teleponnya karena aku sedang tidak ingin memikirkan tentangnya, karena aku tahu apa yang harus kulakukan..


"Kenapa langsung kamu matikan!? aku baru saja ingin berbicara!."


"Sudahlah... saat ini aku sangat mengantuk... kalau tentang dia tenang saja... beberapa hari kemudian juga akan kembali seperti biasanya..."


"Apa kamu lupa? kalau aku juga teman masa kecilnya..."


"Lalu?."


"Aku begitu mengerti jika dia sedang merajuk atau marah... tapi untuk situasi yang sekarang... aku tidak bisa menganggapnya sama seperti itu..."


"Memangnya ada kejadian apa dengannya hingga kau merasa dia berbeda?."


"Minggu depan... dia ingin pergi karena ingin melatih dirinya ditempat pelatihan khusus."


"Apa dia ingin berlatih bela diri? bukannya itu bagus?."


"Maksudku bukan yang itu! tapi biasanya seorang asisten memiliki pelatihan khusus agar mereka bisa lebih memahami pekerjaannya."


"Aku tidak pernah mendengar hal itu..."


"Benarkah? aku kira kamu sudah diberitahukan oleh Sakura."


"Kalau begitu biarkan dia berlatih... itu akan jadi lebih baik dan juga kau akan merasakan manfaatnya juga."


"Tapi aku khawatir... dia akan melakukan sesuatu yang tidak bisa aku duga..."


"Dia hanya Sakura... bukannya dia tidak bisa melakukan apa yang dia mau, tetapi jangan terlalu banyak memikirkan orang lain... itu hanya akan mengganggu pikiranmu saja."


"Kalau begitu, aku tidak akan memikirkannya kembali jika kamu ingin melakukan sesuatu untukku."


"Ha? kenapa jadi aku?."


"Karena aku tahu kalau kamu yang membuatnya menjadi seperti itu... setiap aku berbicara tentangmu, dia selalu menghindar dan tidak ingin mendengarkanku!.."


"Y-Ya... itu juga karena suatu kondisi..."


"Aku tidak ingin mendengarnya, kamu harus bertanggungjawab untuk membuatnya kembali seperti biasanya.."


"Huh baiklah, ucapkan saja apa yang kau ingin aku lakukan?."


"Jadi begini..."


Begitu banyak hal yang baru aku ketahui dari apa yang dia katakan, dan itu semua adalah pengalaman baru yang aku lihat semenjak aku bekerja menjadi pengawalnya.


Meskipun aku sedikit merasa jika itu sangat merepotkan, tapi di satu sisi aku berpikir apa yang ingin Sakura lakukan...


"Apa kau yakin kau ingin aku melakukan hal itu?."


"Apa seorang Aoyama tidak bisa melakukannya?."


"Tidak, maksudku aku mungkin bisa saja membuatnya tidak marah lagi, tetapi sampai urusan aku mengikuti pelatihan khusus itu juga??."


"Bukannya memang hal itu harus dilakukan? karena kamu juga bekerja sebagai pengawalku..."


"Sudah kubilang... aku benar-benar tidal diberitahu akan hal ini."


"Karena kamu bisa bekerja dengam hubungan orang dalam, jadi mungkin tanpa memenuhi syarat-syarat juga tidak akan menjadi masalah."


"Kenapa akhirnya aku yang melakukannya... lagipula bagaimana pelajaran sekolahku?."


"Pelatihan Khusus hanya diadakan selama tiga hari, dan pada hari Sabtu adalah dimulainya pelatihan... jadi kamu hanya harus memberikan satu hari mililmu untuk itu .."


"Hah... baiklah, aku akan melakukannya... jadi apa yang akan aku dapat?."


"M-Memangnya ada imbalannya??."


"Aku bisa menolaknya kapan saja..."


"Baiklah! baiklah! kalau begitu apa yang kamu inginkan?."


"Jujur, saat ini tidak ada yang aku inginkan..."


"K-Kalau begitu... apa aku perlu melakukannya sendiri untuk memberikanmu imbalan?."


"Itu tidak terdengar buruk... baiklah, anggap saja transaksi ini berhasil."


"U-Um... kamu harus ingat hal ini.."


"Ya ya, aku akan mematikannya... aku sudah sangat mengantuk."


"Baiklah..."


"Kalau begitu-."


"Tunggu dulu!."


"Ada apa lagi?."


"Tidak, aku hanya... ingin bilang... s-selamat malam, Aoyama."


*Nitt


Setelah mendengar itu, dia langsung mematikan teleponnya dari sana, hingga aku dibiarkan terdiam setelah mendengarnya.


"Baru aku ingin membalas... dia sudah menutup teleponnya... ya sudahlah, sebaiknya aku harus tidur dan bangun esok hari..."