My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 181



*Ding Dong!


"Eh? siapa yang datang ke toko malam malam seperti ini? apa Kuchima kembali kesini? ada perlu apa lagi?."


Dengan herannya Celestia begitu mendengar bunyi bel tokonya yang berbunyi, padahal sudah terpampang jelas didepan pintu tokonya terdapat tanda tutup.


Tanpa bertanya-tanya dirinya pun langsung ke depan untuk membukakan pintunya.


Dirinya yang mengira jika itu adalah Kuchima, jadi dia hanya bisa berpikir kalau mungkin saja ada keperluan lainnya dan kembali kesini.


"Kuchima, kenapa kamu kembali ke-."


Sayangnya, begitu dia membuka pintunya... tiga orang berjas hitam berdiri tepat di depannya, dan tanpa berpikir lama mereka langsung menarik Celestia dengan paksa.


"Tunggu! siapa kalian?!!."


Namun usahanya untuk melepaskan diri begitu sia sia ketika berhadapan dengan tiga orang dewasa.


"Lepaskan aku!! tolo- mmpphh!!."


Dia mencoba berteriak, namun mulutnya seketika ditutup oleh sebuah sapu tangan yang sudah diberikan obat tidur... hingga dirinya kehilangan kesadarannya.


"Cepat masukkan kedalam mobil, sebelum ada yang mendengar teriakannya."


"Baik."


Mereka langsung membawanya masuk kedalam dan pergi begitu saja... hingga malam itu tidak ada yang menyadari kehilangannya.


......................


4 Hari menuju acara pernikahan...


"Aku hanya ingin membantumu menyiapkan sarapan, memangnya tidak boleh?."


"Aku bisa melakukannya sendiri, bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kamu adalah tamu, jadi jangan ikut campur."


"Justru itu karena aku tamu, aku juga harus membantumu menyiapkan sarapan."


"Tapi aku bisa sendiri, kalau tidak boleh berarti tidak boleh!."


"Hei, apa yang kalian ributkan pagi pagi seperti ini??."


Aku yang terbangun akibat suara mereka berdua berhasil masuk kedalam kamarku, dan terpaksa aku bangun.


"Selamat pagi Aoyama."


"Selamat pagi Aoyama."


"Kenapa kamu juga ikut mengatakannya?!."


"Bukannya itu wajar??."


"Tapi aku hanya ingin sendiri menyapanya, dan sebaiknya kamu diam saja!."


"K-Kenapa terdengar memaksa seperti itu?!."


"Huh... sepertinya aku salah mempertemukan mereka disini..."


Mereka seperti anjing dan kucing yang selalu saja mempermasalahkan hal sekecil apapun... padahal Erlic baru saja menginap disini selama satu hari.


"Kamu bisa tidur dengan nyenyak kan tadi malam?."


"Ya, terima kasih atas tempatnya."


"Justru aku merasa tidak enak, padahal kamu bisa tidur denganku, tapi kamu lebih ingin tidur diatas sofa."


"T-Tidak boleh!." Tiba tiba Mai langsung memotong pembicaraanku.


"..."


"Kenapa?."


"Aku tidak akan membiarkan dia tidur dengan kamu."


"Kita sama sama seorang laki-laki, apa yang salah dengan hal itu?."


"P-Pokoknya tidak boleh!." Entah kenapa Mai menjadi merasa tersaingi dengan keberadaan Erlic disini.


"Dari awal aku hanya mempunyai sebuah urusan disini, jadi aku tidak bisa berbuat macam-macam di rumah orang."


"Kalau itu yang kamu mau, baiklah... aku tidak bisa mengeluh lagi."


"Terima kasih."


*Ding Dong!


"Sepertinya Kuchima sudah datang... aku akan membukakan pintunya."


"Kalau begitu aku juga akan bersiap-siap."


Aku langsung ke depan untuk membukakan pintunya, dan begitu juga dengan Erlic yang. langsung mengambil laptopnya dan duduk diatas sofa ruang tamu.


.


.


*Klek!


"Maaf jika aku datang sekarang, aku sudah memberi pesan tadi malam soal ada tamu yang mampir di rumahku, jadi Nami tidak bisa mengatasinya sendirian."


"Tidak apa apa, aku sama sekali tidak mempersalahkan hal itu."


"Terima kasih banyak."


"Kalau begitu ayo masuk, Erlic juga sudah menunggu didalam."


"Baik."


.


.


"Ini yang sudah aku dan Celestia dapatkan dari acara perkumpulan tersebut."


Sambil menaruh beberapa lembar kertas diatas meja.


Aku yang terlebih dulu mengambil dan membacanya, aku langsung terkejut karena apa ya g telah ia dapatkan adalah sebuah harta Karun.


"Ini... bagaimana caranya kamu bisa mendapatkan semua ini?."


"Yah, dengan usaha kita berdua, meskipun ada sedikit kejadian namun semua itu bisa diatasi."


Aku pun memberikan surat surat itu kepada Erlic agar dia bisa membacanya.


"Tidak bisa dipercaya..."


"Kita bisa menyelesaikan masalah ini hanya dengan membawa semua bukti itu ke pihak berwajib."


"Ya... tapi bagaimana surat sepenting ini bisa diambil begitu saja? pasti tidak akan mudah untuk kita melakukannya." Erlic tahu akan seluk beluknya perusahaan Adam maupun keluarga Sakamura.


Dan rencana sebesar itu tidak akan dibiarkan bocor oleh mereka, apalagi surat perjanjian antar keluarga yang sebenarnya adalah perjanjian diatas tangan perusahaan Adam... semua itu akan menjadi bukti kuat atas kejahatan mereka yang sudah menghancurkan banyak sekali perusahaan.


"Memangnya... apa ada yang diperlukan lagi?." Tanya Kuchima yang tidak begitu mengerti dengan permasalahan yang sedang terjadi... karena dari awal dia hanya mengikuti apa yang aku katakan.


"Tidak, bukan hal yang diperlukan... tapi hal yang harus diwaspadai." Ucap Erlic dengan sungguh-sungguh.


"Maksudmu... perusahaan Adam?." Aku dengan yakin menebaknya.


Dan Erlic mengangguk menyatakan kalau tebakanku benar adanya.


Perusahaan Adam tidak akan membiarkan rencananya hancur begitu saja, apalagi hal ini bisa membuat perusahaan hancur sehancur- hancurnya..


"Karena jika mereka tahu- tidak... yang pastinya sekarang mereka sudah mengetahuinya."


"..."


Erlic berpikir panjang untuk memikirkan apa yang perlu diwaspadai, dari segala hubungan yang ada, dua hanya bisa memikirkan tentang acara kemarin malam yang diikuti oleh Kuchima dan Celestia...


Lalu Kuchima berada disini dengan aman tanpa masalah, hanya saja dia memikirkan seseorang lagi... yaitu Celestia.


"Tunggu... bagaimana dengan putri dari pemilik busana yang bersamamu kesana?."


"Dia baik baik saja, aku juga mengantarkannya pulang tadi malam... dan tidak ada hal yang terjadi."


"..."


Memangnya apa ada hal yang akan terjadi?."


"Aku yakin... mereka tidak akan diam akan hal ini, apalagi perusahaan Adam."


"..!!." Seketika aku tersadar akan sesuatu yang membuatku langsung membayangkan ha terburuknya.


"Aku akan ke tokonya sekarang." Ucapku setelah bangun dan mengambil jaket.


Namun Kuchima yang masih tidak mengerti langsung menghalangi jalanku.


"Tunggu dulu! memangnya ada apa? bukannya semua ini tidak akan ketahuan oleh mereka? aku yakin tentang itu."


"Aku percaya denganmu... tapi, yang pastinya mereka akan tahu siapa dalang kemarin."


"Apa... maksudnya."


"Perusahaan Adam... pernah menghancurkan bisnis keluarga milik Celestia beberapa tahun yang lalu."


"..!!."


"Dan itu juga alasan mengapa ayahnya meninggal dunia, saat mempertahankan bisnisnya... itu semua dilakukan oleh perusahaan Adam karena mereka merasa terhalangi oleh keluarganya."


"..."


"Dan yang pastinya jika pemilik perusahaan Adam mendengar nama yang tidak asing baginya... tentu saja dia akan langsung menyadarinya."


"Tidak mungkin..."


Sejak awal Kuchima tidak mengetahui bahwa adanya hubungan dari keluarga Celestia dengan perusahaan Adam, dan jika dia sudah mengetahuinya... maka dia pun juga sudah bisa membayangkan bagaimana resikonya.


"Untuk sekarang kita perlu mengecek langsung." Erlic yang juga ikut berdiri pun langsung memasukkan kembali laptopnya kedalam tas.


"Kuchima, kamu bisa ikut dengan kami atau tinggal disini terlebih dahulu."


"Tidak, aku akan ikut."