My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 112



"..."


"Apa keadaan nenek baik baik saja? kau sekarang ada dirumahku.."


"Paman dan bibi ada disana, jadi aku bisa tenang.."


"Tetapi... aku menjadi sedikit khawatir dengan nenek, mungkin selepas pulang sekolah aku ingin mampir denganmu."


"Kalau kakak memang inginnya seperti itu, Mai tidak keberatan.."


"Ya.."


Entah kenapa, akhir akhir ini diriku semakin merasa bahwa ada yang membuatku tidak tenang...


Apa mungkin memang diriku benar benar berubah...


Aku tidak ingin mengetahuinya...


"Kakak, cepat! nanti kita bisa telat."


"Tunggu, aku kunci pintunya dulu."


Rasanya hidupku sedikit lebih berubah dari biasanya...


"Biasanya Kak Sakura dan Kak Yuuki berangkat bersama dengan kakak."


"Mereka bilang sedang menunggu didepan stasiun."


"Benarkah?."


"Ya.."


Lalu kenapa aku tidak merasakan penolakan seperti saat aku masih merasakan bagaimana sakitnya tertinggal oleh perasaan...


.


.


.


"Kak Sakura, kak Yuuki, selamat pagi!."


"Mai, Aoyama.. pagi... kalian berangkat bersama hari ini?."


Ada apa dengan diriku...


"Aoyama?."


"..."


"Aoyamaa."


"Eh? ada apa??."


"Kamu sedang memikirkan sesuatu?."


Wajah Sakura yang menatapku saat begitu lama memanggil namaku, tetapi aku yang melamun tidak terlalu mendengarnya.


"Tidak... hanya sedikit mengantuk saja."


Apa yang berbeda dariku...


"Duh, kamu tidak seharusnya kebiasaan melamun seperti itu." Yuuki memperingatiku..


"Maaf kalau begitu.."


"..."


"Ada apa?."


"Rasanya... kami tidak seperti biasanya."


"Benar kan?? kak Yuuki juga merasa seperti itu! Mai juga merasa kakak ada yang tidak beres."


"Apa maksud kalian.."


Aku tidak sengaja bertatapan dengan Sakura, dan semua yang terjadi saat itu langsung melewati kepalaku...


Aku langsung memalingkan mataku hingga dia menjadi merasa mencurigai diriku.


......................


"Ada informasi kepada kalian, tentang rencana minggu depan..."


Guru itu langsung menuliskannya pada papan tulis didepan kami semua, dan seketika suasana kelas langsung menjadi ramai.


"Minggu depan kita akan mengadakan kegiatan wisata sekolah bersama-sama, jadi... siapa yang akan menjadi ketua kelompoknya, karena disana akan menjadi liburan yang sedikit panjang... untuk kelas ini, apa ada yang ingin mengajukan diri?."


Karena dia adalah seorang ketua kelas, dan terkenal dengan keaktifannya disini, dia langsung berdiri dengan tegas dan mengajukan sebagai ketua kelompok.


"Setelah Kitahara, apa ada yang ingin mengajukan lagi? karena disana akan sangat sibuk, jadi wakil diperlukan..."


"Karena Aoyama terkenal tidak ingin melakukannya... dan aku sudah terlalu banyak mengandalkannya sejak awal, jadi aku tidak akan memaksanya lagi deh."


Aku sedikit heran dengannya, jarang sekali dia melepaskan diriku dari pekerjaannya...


Tetapi satu hal yang pasti aku tahu... ada seorang yang mungkin akan mengajukan dirinya sendiri...


Dia yang ingin mengangkat tangannya, seketika berhenti saat keduluan oleh orang lain.


"Aku... aku akan menjadi wakilnya..."


Aku mengangkat tanganku sebelum dia mengajukan dirinya... karena jika dia menjadi wakil kelompok, maka akan ada banyak tugas yang dia kerjakan dan dokter sudah mengatakannya... dia tidak boleh beraktifitas hingga kelelahan...


"Eh? tumben sekali kau ingin menjadi wakil?."


Touya pun juga bingung dengan apa yang aku lakukan, tetapi aku tidak terlalu memikirkannya.


Berbeda dengannya yang hanya melihatiku seakan ada yang salah dengan diriku... tetapi menjadi bersalah pun tidak apa-apa... asalkan semua bisa berjalan dengan baik...


"Mungkin aku ingin sedikit mencoba, karena aku belum pernah melakukannya."


"Itu akan sangat berat, kau tahu?."


"Belum dicoba mana tahu bukan? dan juga dari semester lalu juga aku sudah terbiasa dengan semua yang kau berikan padaku."


"Hehe, kalau kau inginnya seperti itu, aku tidak menolaknya..."


Benar... aku merasa diriku sangat aneh... rasanya tanpa sadar aku mengangkat tanganku... tubuh dan pikiranku bergerak sendiri...


......................


"Aoyama... aku ingin berbicara padamu dibelakang taman, sekarang.*


"Sekarang..."


Tatapannya begitu serius sampai aku tidak ingin membuatnya berpikiran buruk dan kelelahan.


"..."


"Baiklah..."


Aku mengikutinya berjalan menuju ke belakang taman...


Mungkin dia ingin membicarakan tentang kejadian tadi, saat aku mengajukan diriku menjadi wakil pengurus kelompok.


Sesampainya disana, dia berhenti berjalan dan berbalik kearahku.


"Ada apa?."


Dia menarik sebuah tali kalung yang ada dilehernya, dan menunjukkan kalung yang kuberikan untuknya...


Kelihatannya sangat cocok, bahkan aku rasa dia semakin lebih cantik meskipun tidak ada perubahan pertambahan nilai...


"Kau memakainya... itu sangat cocok denganmu."


Pikiranku seperti tidak membuatnya berubah dengan wajahnya yang hanya menatapku dalam diam.


"Kenapa kamu memberikan benda ini padaku..."


"Bukannya sudah aku katakan? saat pelatihan."


"Apa.."


Dia bertanya pertanyaan yang sama pada diriku sekarang...


"Huh... karena aku merasa bersalah saat tidak menepati janjimu saat itu, jadi aku memberikan kalung itu untukmu sebagai permintaan maaf."


"Lalu.."


"..."


"Kenapa kamu menjauhiku..."


"Aku tidak menjauhimu."


"Kamu menjauhiku.."


"..."


Dia sangat keras kepala...


"Kenapa kau menganggap bahwa aku sedang menjauhimu..."


"Karena kamu bukan seperti Aoyama yang aku kenal..."


"Ada apa denganmu? kenapa kalian selalu menganggap aku seperti orang yang berbe-."


"Kamu yang harusnya ada apa!!."


"..."


"Kenapa kamu terus menerus memikirkan dirimu sendiri saja... apa aku bisa meminta penjelasan padamu..."


"..."


Matanya berkaca-kaca, aku tidak sanggup untuk menghadapinya yang sekarang... aku terlalu takut untuk apa yang dia alami nantinya...


"Hentikan semua ini... aku sudah bilang tidak ada apa apa... jangan merepotkan diriku dan bertanya hal yang tidak masuk akal terus menerus..."


Dia langsung meneteskan air matanya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya seakan tidak percaya dengan yang katakan.


Aku hanya melihat kearah lain tanpa menghentikan dirinya yang sedang menangis..


"Aku sangat membencimu!."


Dia langsung berlari meninggalkanku, meninggalkan bekas air mata yang terjatuh diatas tanah...


"Huh... kenapa jadi seperti ini..."


Saat aku berbalik, ternyata Yuuki berdiri disana dengan hanya melihatiku tanpa berbicara..


"Kau... mendengarnya dari awal?."


"U-Um.."


Dia ragu ragu untuk menjawab...


"Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu... aku hanya..."


"Sebenarnya ada apa dengan kamu..."


Mereka terus-menerus mempertanyakan tentang diriku... mengapa mereka begitu peduli dengan orang seperti diriku...


Aku hanyalah manusia yang ingin menikmati hidup... tetapi mereka terus saja membuat diriku untuk masuk kedalam masalah mereka...


Pada akhirnya aku yang terkena perangkap ditempat yang selama ini hanya tertawa melihat orang-orang yang terperangkap...


Dan kehidupanku dari awal memang sudah tidak berjalan dengan apa yang aku inginkan.. seakan semuanya tidak ingin melihatku merasakan bahagianya dengan apa yang aku miliki.


Aku merasa kesal... tetapi... tetapi...


Melihat mereka bahagia... aku merasa tidak ingin menghancurkannya...


Jadi apa pun yang mereka katakan...


Aku hanya ingin berusaha membuat semua orang untuk bahagia hingga melupakan diriku...


Seperti itu pun... juga tidak apa apa..


"Untuk apa..."


"Eh...?"


"Untuk apa kau harus mengetahui itu semua..."


"..."


Ahh... lagi lagi aku menghancurkannya...


Dia menjadi begitu terkejut, lalu entah dia pergi kemana... sambil menahan aur matanya untuk jatuh...


"..."


Aku merasa... aku sudah tidak bisa menjadi diriku yang dulu...