My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 129



Wisata sekolah...


Kami semua sedang melakukan sebuah acara yang dinamakan wisata sekolah, dan tidak hanya itu...


Sekolah kami juga mengadakan sebuah kontes busana yang akan diadakan tepat pada hari terakhir didalam acara wisata sekolah tersebut.


Tetapi sebelum itu, hari sebelumnya kita diarahkan untuk melihat-lihat sebuah kuil kuno yang konon katanya kuil ini dibangun pada masa kerajaan tahun era 100-an.


Hingga sampai sekarang kita masih bisa melihat bangunan ini utuh dan terlihat kokoh.


"Meskipun terbilang lama... tetapi bangunan ini masih terlihat sangat Kokoh.."


"Jika sudah bertahan begitu lama, bangunan tidak akan awet seperti itu, pastinya dari jauh-jauh hari mereka juga merenovasi ulang dan memperkuat kembali bangunan ini." Jelasku.


"Kau merusak pandanganku dengan itu tahu! bangunan ini juga memiliki sebuah ramalan pasti tentang apa yang ingin kita wujudkan." Touya menjelaskan semua yang dia ketahui tentang kuil ini.


"Katanya, jika kau berdoa disini, maka segala hal pasti akan terkabul."


"Rasanya sulit untuk dipercaya."


"Benar kok! apalagi masalah cinta, keluarga, sekolah, bahkan hal lainnya mungkin jika kita bisa berdoa disini, kita akan terbantu!."


"Yah, aku hanya bisa menerima rumor seperti itu... daripada mencoba mengubahnya."


"Kalau begitu kita langsung masuk saja."


"Yang lainnya masih belum datang, kamu tidak ingin menunggu yang lain dan meninggalkan mereka?."


"B-Benar juga... tapi.. Aoyama, rasanya gaya bicaramu sedikit berubah dari biasanya?."


"Mungkin hanya perasaanmu saja."


"Tidak tidak, kau sedikit berubah, seperti... terlihat lebih terbuka dan bicaramu sedikit lembut."


"Aku tidak ingin dikatakan seperti itu olehmu."


"Tapi itu kenyataan!."


"Kalian berdua! maaf menunggu lama."


Akhirnya Nami, Yuuki dan Sakura pun sudah datang.


Sesuai dengan kelompok yang sudah dibuat oleh Kuchima, dia sengaja membuat kita menjadi satu kelompok dalam 5 orang.


"Kalian lama sekali..."


"Namanya juga perempuan! pasti juga harus bersiap-siap."


"Tapi tidak selama ini bukan? pasti mereka telat karena kau tang sangat lambat."


"K-Kamu memang menyebalkan..."


"S-Sudahlah, jangan bertengkar... ini juga karena aku dan Sakura juga sedikit lama bersiap-siap."


"Touya, kenapa kamu menjadi begitu emosian."


"Aku tidak emosian, dia saja yang membuatku kesal."


"Biasanya kamu tidak seperti ini."


"Apa kau tahu? perempuan ini selalu menggangguku dari beberapa minggu yang lalu."


"Hah?? justru kamu yang terus menggangguku setiap hari bertemu denganmu tanpa sengaja dan terus menerus membuatku kesal."


"Ayo hentikan pertengkarannya, kita disini sedang berwisata bukan?." Sakura melerai mereka berdua yang terus menerus beradu mulut.


Dan mereka pun mengakhiri pertengkaran mereka meskipun wajahnya masih begitu kesal.


Sudah cukup lama aku tidak terlalu bersama Touya, dan saat ini bahkan aku tidak tahu jika Touya memiliki hubungan yang tidak mengenakkan dengan Nami, mereka berdua sudah seperti itu terus bertengkar dan tidak pernah bisa akur..


Tetapi berbeda denganku, saat ini suasananya menjadi sedikit canggung karena aku baru bertemu dengan Yuuki saat terakhir kali kita bertemu saat itu...


Begitupun juga dengan Sakura yang beberapa kali melirikku karena mereka yang tidak tahu hubungan kita berdua ini...


Aku harus bersikap seperti biasa, namun tekanan ini membuatku sulit berkata-kata...


"Ada apa ini? kenapa kalian hanya diam saja?."


Touya yang merasa suasananya begitu datar dan tidak menyenangkan.


"Apa kita tidak jadi masuk kedalam sana?." Sambung Nami.


"O-Oh iya, benar juga... ayo kita masuk." Ucap Yuuki yang sudah mulai bisa beradaptasi terhadap situasi yang canggung ini.


Corak dari kayu yang menghiasi dinding bangunan dan alas batu yang memiliki pola menarik membuat kita merasa seperti berada ditempat yang tidak pernah kita rasakan.


Dan setelah itu kita mengantri untuk berdoa didepan kuil tersebut karena sesekali saja kita bisa melakukan hal ini, tentang terkabulnya atau tidak, itu kepercayaan diri kita masing-masing.


"Antriannya cukup panjang ya..."


"Aoyama, apa kau baik-baik saja bertahan disini?." Tanya Touya saat melihatku yang sudah terlihat tidak berdaya.


Aku sempat melihat wajah Yuuki dan Sakura, keduanya terlihat begitu khawatir dengan keadaanku, apalagi Sakura yang pernah melihatku pingsan sebelumnya.


"Aku baik-baik saja..."


"Kalau kau tidak sanggup, kau bisa menunggu diluar pintu bersama dengan seseorang nanti."


"Aku akan mengatakan jika aku tidak sanggup, terima kasih."


"..."


.


.


Setelah beberapa lama kemudian akhirnya kami bisa berdiri didepan kuil tersebut dan semuanya langsung bergegas untuk berdoa untuk apa yang mereka sedang inginkan.


Jujur kali ini banyak sekali hal yang ingin aku lakukan, tetapi meminta satu persatu tidak membuatku menjadi lebih baik lagi, dan aku hanya bisa berharap dan berusaha dalam melakukan sesuatu karena sebuah hasil hanya bisa didapatkan jika dirimu ingin berusaha.


"( Meskipun aku tidak terlalu percaya... tetapi... untuk kali ini saja, aku ingin...)"


Sebuah permintaan yang tidak akan aku lupakan...


Mungkin kuil ini ada manfaatnya juga, karena perasaanku menjadi lebih lega begitu aku mengutarakan apa yang aku inginkan.


Mereka pun juga terlihat sungguh-sungguh, aku bisa melihat wajah Sakura yang begitu serius dengan memejamkan matanya, tetapi pada akhirnya perhatianku teralihkan oleh Touya yang benar benar tidak bisa tenang hanya untuk berdoa...


Lalu setelah itu, kita semua beristirahat disebuah toko yang menyediakan banyak minuman segar dan juga es krim.


"Setelah mengantri cukup lama, minuman yang segar adalah obatnya!."


"Um, rasanya begitu segar."


"Tetapi... rasanya cukup menyenangkan kita bisa berdoa bersama-sama.." Dengan memasang senyum yang cukup ringan Yuuki mengatakan hal itu kepada kita semua.


Aku bisa sedikit memahami perasaannya, apalagi masalahnya yang ternyata datang begitu cepat... mungkin saja ini adalah hari terakhir kita semua bisa berkumpul seperti ini, dan tidak akan ada hari lainnya kembali.


"Kalau begitu lain kali kita melakukan hal ini bersama-sama kembali... kapanpun dan dimanapun kita berada."


"..."


Dengan perkataan Sakura membuat hatinya tersentuh dan begitu senang saat mendengarnya, yang lainnya pun juga ikut menyetujui perkataan Sakura.


"Sakura benar, kita masih bisa berkumpul seperti ini kembali, karena jika salah satu dari kita menginginkannya, maka semuanya harus menyetujuinya.." Balas Touya.


"Bukannya itu sedikit memaksa?."


"Tidak apa apa, lagipula aku tidak mengatakan hal itu padamu."


"K-Kamu memang sangat menyebalkan!."


"Apa kalian ingin bertengkar lagi?."


"Yuuki~ dia sangat menyebalkan!."


Nami langsung memeluk Yuuki seperti anak kecil yang sedang mengadu pada orang tuanya.


"Ah! kau curang! memangnya aku tidak bisa melakukan itu!."


Dia langsung berencana untuk berjalan kearahku, tetapi aku langsung mencegahnya.


"Jangan denganku..."


"T-Tidak mungkin! Aoyama, aku kira hubungan kita ini..."


"Aku sama sekali tidak ada hubungan lain denganmu, jadi menjauh dan lihatlah kenyataan."


"Uh... yang itu sedikit sakit.."


Saat kita sedang asik mengobrol, tiba-tiba seseorang datang menghampiri kita.


"Ohh... ternyata kalian berada disini."