
"Maaf saja jika kau merasa bahwa aku cukup membuatmu terganggu, namun saat ini seharusnya tidak ada yang perlu kau khawatirkan."
"Dimana dia...?"
"Di luar kapal, bersama kakaknya..."
"..."
"Dia akan baik baik saja, semuanya seperti apa yang kau harapkan."
"Memangnya apa yang kau tahu...aku sama sekali tidak memiliki harapan."
"Itu benar... namun setidaknya kau mempunyai sedikit rasa simpati, dan aku merasa begitu lega ketika merasakannya."
"Apapun yang kau katakan... hal itu tidak akan merubah diriku untuk menerimanya, bagaimanapun juga aku tidak akan menyerahkannya."
"Aku hanya ingin menolongnya, bukan mengambilnya... seharusnya kau sudah tahu akan hal itu."
"Sudah kukatakan, jangan berbicara seolah kau tahu diriku!"
Dia langsung menyerangku namun aku masih bisa menghindarinya...
Tetapi tiba tiba dia memutarkan tubuhnya dan menendang perutku menggunakan salah satu kakinya.
Aku terpukul mundur karena tendangannya yang cukup sakit...
Dia kembali berdiri dengan sebuah posisi bela diri yang terlihat begitu mahir... aku sadar bahwa selama ini dia hanya berpura-pura lemah, dan terus menahan dirinya yang saat dulu selalu menjadi seseorang yang lemah.
Namun Azumi yang aku lihat sekarang adalah seseorang yang seperti sudah begitu ahli dalam bela diri, bahkan posisi kuda kudanya saja tidak memiliki celah.
"Jadi kau menyimpan semua ini untuk sekarang huh?"
"..."
"Jika itu yang kau mau."
Aku menarik nafasku dan mengatur posisi kuda kuda yang selama ini telah diajarkan oleh Guru Baki... saat ini aku mulai fokus untuk menggerakkan tubuhku lebih luas, karena selama ini aku hanya menggerakkan apa saja yang efisien untuk menyerang, karena aku tidak terlalu suka bergerak berlebihan.
Namun sekarang setidaknya aku bisa mengeluarkan semua kemampuan yang aku punya... karena aku merasa dia bukanlah orang biasa.
Kita berhadapan dengan saling menatap dan mempersiapkan posisi masing masing...
Dan setelah beberapa detik keheningan yang kita berdua ciptakan, dia langsung memulai pertarungan ini dengan menyerangku terlebih dahulu.
Aku berhasil menangkis serangannya dan juga bersamaan untuk menyerangnya dengan cepat..
Dia sedikit terkejut dengan pergerakan diriku yang berubah menjadi lebih cepat dan kuat, hingga dia memilih untuk melompat mundur dan menjaga jarak kepadaku.
"Bukannya kau ingin serius?"
"..."
"Kalau begitu giliran aku!"
Aku pun langsung maju untuk melancarkan serangan dan dia menepis pukulan dariku, beberapa kali kita saling menerima pukulan di wajah dan tendangan, dan juga berkali kali kita terjatuh dan bangun kembali.
Aku dengan dirinya hanya berpikir untuk melakukan hal ini, tanpa adanya perbincangan...
Namun saat itu aku bisa bergerak lebih cepat dan unggul, sehingga aku berhasil membuatnya terpojok dengan kuncian tanganku.
"Apa yang telah kau lakukan tidak ada apa apanya dengan apa yang sudah kau perbuat... aku bisa mengerti akan hal itu."
"Berisik!! apa kau tuli?! aku tidak butuh apapun darimu!"
Dia mendorong tubuhnya kebelakang hingga aku yang sedang menguncinya dari belakang langsung terhantam dinding dan tanganku terlepas.
Dia berbalik dan mengincar wajahku, namun aku menahannya dengan satu tanganku, dan dia kembali memukul dengan tangan yang satunya kearah perutku.
Sayangnya serangan yang itu berhasil mengenai perutku hingga aku jatuh tersungkur...
Begitu dia ingin menendang pinggangku, sebelum itu aku langsung bangun dan memeluk tubuhnya lalu mendorongnya hingga menghantam dinding.
"Argh!"
Hantamannya cukup keras hingga membuatnya terduduk, namun dia menarik salah satu kakiku lalu menyerang pahaku dengan sikutnya, sehingga aku pun terjatuh karena kesakitan.
"Akh!"
Dengan rasa sakit itu kita berdua langsung berdiri dengan susah payah, lalu saling berhadapan dengan nafas yang sudah terengah-engah.
"Aaaa!!"
"Aaaa!!"
Kita berdua berlari dan mengangkat salah satu tangan kami...
Begitu jarak diantara kita sudah sangat dekat, kami berdua saling mendorong lengan kami untuk meninju wajah kami masing-masing untuk terakhir kalinya, namun sayangnya Azumi meleset dan pukulannya hanya menggesek hidungku, dan pukulan dariku mengenai bawah dagunya hingga dia terjatuh dalam keadaan tertidur menghadap atas.
Merasa bahwa semua ini telah berakhir... aku langsung terduduk karena sudah sangat lemas.
"..."
"..."
Aku melihatnya yang saat ini hanya menatap keatas atap koridor dek kapal, dengan tubuhnya yang sudah tidak bisa bangun kembali...
"Aku pikir... semuanya telah berakhir."
"..."
"Berakhir dengan apa yang telah ayahku lakukan... dan aku berakhir mendekam di dalam penjara... aku menunggu hal itu tiba..."
"..."
"Namun untuk terakhir kalinya ternyata aku bisa menebus semua kesalahanku... menebus kesalahan ditengah kesalahan yang sedang aku perbuat... terdengar sangat lucu."
Semasa hidupnya... Azumi hanyalah seorang anak yang begitu penurut dan sangat menghormati kedua orang tuanya... namun semenjak ibundanya wafat, kini dirinya hanya merasakan bagaimana rasanya penderitaan atas apa yang ayahnya lakukan terhadapnya...
Sejak kecil ia hanya hidup dengan apa yang sudah ditentukan oleh ayahnya... dia tidak mengenal kebebasan maupun kedamaian didalam hidupnya.
Bahkan dirinya selalu mencoba untuk bertahan dan berusaha agar bisa keluar dari jeratannya... namun ada saja yang terjadi dan menggagalkan keinginannya.
Dan hal itu membuatnya menjadi begitu tertekan, dan dirinya hanya ingin hidup sendiri tanpa adanya tekanan...
Namun yang bisa ia lakukan hanya menjadi budak dari seseorang yang sudah gila terhadap harta... dirinya sudah seperti seekor anjing peliharaan yang tidak bisa melepaskan ikatan pada lehernya... yang bisa ia lakukan hanya berbuat kejahatan dan kekejaman yang diperintahkan oleh ayahnya.
"Tidak ada yang salah dengan itu."
"..."
Aku kembali berusaha untuk berdiri dan mendekatinya yang saat ini masih terkapar.
"Siapapun dirimu, dan apapun alasanmu untuk membenci hidupmu sendiri... kau tidak akan bisa mengubahnya hanya dengan berjalan mengikuti alurnya."
"..."
"Tidak peduli siapa yang mengganggu hidupmu, ataupun siapa yang peduli dengan dirimu... satu satunya hal yang bisa kau lakukan hanya melakukan sesuatu untuk dirimu sendiri... mencari hal yang bisa melepaskan jeratan itu sendiri."
"..."
"Namun kau punya seseorang... siapapun itu... mereka adalah orang yang hanya percaya dengan dirimu... mengetahui isi hatimu, dan melihat keinginan dirimu."
"..."
"Semuanya tidak akan berakhir... tidak ada kata berakhir, untuk menjalankan kehidupan yang merepotkan ini."
Selama dalam hidupku aku sudah melihat semua yang telah aku lihat... dan aku sadar bahwa tidak semua orang memiliki sesuatu hal yang buruk, dan tidak ada seseorang yang mempunyai hal buruk, tanpa adanya alasan dibalik keburukannya...
Seperti diriku dulu...
Aku menjulurkan tanganku untuk membantunya bangun...
Dia masih melihatku dengan diam dan datar, namun tatapannya berbeda dengan tatapan sebelumnya.
"Kau masih bisa merasakan apa itu kebebasan... karena ikatan tidak akan berhenti menjalar seiring dengan kebahagiaan yang telah kita rasakan."
"..."
Salah satu tangannya bergerak perlahan untuk menggapai tanganku dengan sedikit bergetar...
Dan begitu aku telah memegang tangannya, aku menariknya agar dia bisa bangun... namun sebelum itu.
*Buk!!
"!!"