My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 196



Didalam ruangan yang dipenuhi oleh barang barang besar, tempat yang begitu gelap dan dingin...


"Mm..."


Keadaan Celestia yang saat ini sedang terikat tangannya dan juga mulutnya yang ditutup oleh kain agar dia tidak bisa berteriak dan melakukan apa-apa.


Dirinya sangat kehausan sampai hampir kehilangan kesadaran, karena sejak malam dia tidak diberikan apa apa oleh mereka, bahkan air putih pun tidak.


"( Aku harus bertahan... sampai mereka...)"


*Nyiiit..


Suara pintu yang terbuka memberikan sebuah cahaya dari luar dan menyilaukan matanya.


Orang itu masuk dan kembali menutup pintunya, hingga ruangan kembali gelap gulita.


Lalu dia menyalakan lampu yang hanya menyinari kecil ruangan itu.


"..."


Dia membuka ikatan kain yang menutupi mulut Celestia, rasanya seperti berhasil menghirup banyaknya udara setelah berjam-jam dia tidak membuka mulutnya.


"Kamu terlihat sangat berantakan sekali..."


"Khk!"


"Oh ya, aku ada satu hal yang ingin aku beritahukan kepadamu."


"..."


"Kemarin saat temanmu meneleponku, kamu sendiri sudah tahu bukan? kalau dia akan datang kesini."


"..."


"Aku sudah mengatakannya, untuk hanya sendirian, namun dia membawa dua teman lainnya... lebihnya lagi mereka bekerja sama dengan keluarga dekat Shiraishi.."


"..."


"Kupikir itu adalah rencana yang baik, namun bodoh... pada akhirnya mereka hanya seperti tikus yang sudah terjebak diatas lem... tidak bisa pergi kemanapun, dan tidak bisa melakukan apapun."


"Apa yang kau lakukan kepada mereka?!"


"Tenang dulu tenang, saat ini mereka hanya sedang duduk santai di suatu ruangan, aku akan memberikan mereka sebuah pandangan gratis ke pernikahan itu."


"..."


"Namun setelah itu, aku tidak akan membiarkan satu dari mereka yang mengganggu rencanaku... akan hidup lebih tenang."


"Jangan berbuat apapun kepada mereka!"


"Rasanya sulit jika tidak berbuat apapun kepada mereka, namun kalau ada satu hal yang bisa menggantikan mereka... mungkin aku bisa mempertimbangkannya."


"..."


"Apa kamu mau tahu apa hal itu?"


"..."


"Kalau kamu tidak menjawabnya, maka berarti aku akan memberikan mereka nasib yang sama seperti ayahmu."


"!!"


"Kalau memang kamu tidak mau menjawab, aku akan melakukannya-"


"Apa itu..."


"Hm? aku tidak mendengar suaramu."


"Apa... syaratnya."


"Syaratnya adalah..."


Wajahnya mendekati Celestia dan dia berbicara perlahan telat didekat telinganya.


"Kamu menjadi wanitaku, dan aku tidak akan melakukan apa apa kepada mereka."


"Jangan bercanda!"


"Itu memang satu satunya syarat, kamu tahu? entah mengapa aku menjadi cukup nyaman ketika memperlakukan dirimu seperti ini, dan melihat wajah cantikmu setiap hari."


"..."


"Dan menurutku aku cukup pandai mengambil sebuah kesepakatan, maka dari itu... aku menginginkan kamu untuk melayani diriku."


"Aku tidak akan pernah patuh terhadap ucapan kau!"


"Baiklah aku mengerti..."


"..."


"Tapi disini bukanlah keputusan darimu, ini semua hanya keputusan diriku."


Dia langsung menjatuhkan Celestia dari kursi, dan membuat Celestia terjatuh dalam keadaan tangan nya yang masih terikat.


Lalu dia duduk dengan kedua lututnya diantara tubuh Celestia, dan mengangkat kedua tangan Celestia yang diikat keatas.


"Apa yang ingin kau lakukan?! lepaskan aku!"


"Tidakkah kita nikmati saja... kamu akan mendapatkan banyak keuntungan jika kamu ingin melayani diriku."


"Jangan harap!! lepaskan aku!"


Celestia berusaha untuk menghempaskan tangannya namun percuma dengan apa yang dia lakukan.


"Kamu sangat cantik... aku akan benar benar memiliki dirimu, dan menikmati apa saja yang kamu miliki."


"Khk!"


"Celestia..."


Tangannya turun kebawah dan mengelus bagian perutnya, hingga Celestia langsung mengguncangkan tubuhnya untuk menyingkirkan tangannya yang terus mengelus perutnya.


Dan tanpa persiapan apapun, dia langsung menarik baju Celestia hingga saat ini terpampang dirinya yang hanya memakai bra dan perutnya yang sudah terlihat di depan matanya.


"Tidakk!"


Matanya membuka lepas melihat hal yang telah memancing nafsunya lebih dalam lagi..


"Yang seperti ini, sangat disayangkan kalau aku biarkan begini saja."


*K-Kumohon... hentikan."


Celestia yang sudah setengah pasrah langsung memohon kepadanya untuk menghentikan perbuatannya, dengan air mata yang sudah menetes melewati pipinya.


"Sekarang kamu menangis ya, tapi itu justru akan membuatnya menjadi lebih menarik."


"Tidak, kumohon! lepaskan aku!"


"Aku akan menikmatinya, selamat makan."


Saat kedua tangannya ingin meraih kedua barang berharga yang ada di tubuhnya, Celestia merasa bahwa dia sudah tidak bisa melakukan apapun lagi, sambil menangis..


"Tolong... seseorang tolong aku!!"


"..."


*Darr!!


Tiba tiba pintu yang menutup ruangan ini rusak hingga terbuka langsung, dan orang yang merusaknya langsung masuk sambil menendang wajah orang yang hampir ingin memperkosa Celestia.


"ADAM!!"


*Bukk!!


Tendangan itu membuat Adam terhempas kebelakang dan menghantam ke dinding.


"Kuchi...ma."


"Celestia..."


Melihat penampilan Celestia yang sudah sangat berantakan, membuat amarah Kuchima semakin membludak dan tak bisa ditahan lagi.


"Touya, tolong berikan sesuatu kepadanya... dan bawa dia keluar dari sini."


Touya yang baru masuk dan melihat keadaan ini langsung bergegas melakukan apa yang Kuchima minta, dengan tatapan amarah menuju Adam yang masih terduduk merasakan sakitnya dari tendangan Kuchima.


Dan Touya membukakan jasnya lalu dia menutup tubuh Celestia dengan itu.


"Celestia, kita pergi dari sini."


"..."


Touya membantunya perlahan untuk berjalan keluar ruangan dan mencari tempat yang bisa dijadikan tempat istirahat sekaligus mencarikan pakaian layak untuknya.


"Kuchima..." Sebelum Touya pergi, dia menanyakan kondisi Kuchima dengan hanya memanggil namanya.


Namun yang dia lihat hanyalah tatapan tajam menuju seseorang yang berada di depannya.


Mengerti akan kondisi itu Touya langsung meninggalkan Kuchima disana, dan melakukan apa yang harus dia lakukan terlebih dahulu, sebelum dia akan kembali dan membantu Kuchima.


.


.


"Bagaimana kau bisa melarikan diri..."


"Apa yang sudah kau lakukan kepadanya..."


"Entahlah... menurutku kau tidak seharusnya tahu, tentang apa yang aku lakukan bersamanya."


"Dasar brengsek!!"


Kuchima langsung mengayunkan kakinya untuk menendang kepalanya, namun hal yang tidak terduga, Adam bisa menangkis kakinya dengan salah satu lengannya, lalu menarik kakinya ke samping hingga Kuchima terjatuh diantara kotak kardus yang tertumpuk.


Dan kesempatan itu dibuat Adam untuk melarikan diri dari sana, namun Kuchima masih bisa menahan lengannya sebelum dia keluar dari ruangan, dan di dalam ruangan ini mereka bertarung.


Kuchima berhasil melancarkan beberapa pukulan kearah wajah dan perutnya, namun Adam lebih baik dalam hal bela diri lebih dari Kuchima, dan karena itu sesekali Kuchima terpukul mundur dan mendapatkan pukulan lebih banyak dari apa yang dia dapat.


Adam lebih unggul daripada Kuchima, namun Kuchima masih bisa mengimbangi pukulannya dengan memanfaatkan barang atau menghindar dengan cepat... ruangan itu sudah begitu berantakan bahkan tidak bisa dikatakan sebuah gudang kembali.


Namun pada akhirnya Kuchima mengalami kekalahan dengan pukulan keras pada perutnya, hingga dia kesulitan bergerak selama beberapa detik, dan kesempatan itu membuat Adam lari dari sana sebelum Touya datang.


"Kuchima?!"


Touya yang sudah masuk dan melihat betapa berantakannya ruangan gudang ini, dan melihat Kuchima yang terduduk dengan menundukkan kepalanya.


"Dimana dia...?"


"Aku tidak bisa menghentikannya... maaf."


"..."