My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 45



Hari terakhir festival budaya sekolah pun dimulai!!


Antusiasme para pengunjung sama sekali tidak menurun, justru mereka semua menantikan acara ini dengan sangat meriah...


"Ini terlalu berat..." Sambil mengangkat sebuah kardus besar.


"Berjuang saja, hanya ini saja yang kita bawa.."


"Kelas kita yang paling jauh... aku sangat tidak mau mengangkat ini hingga kesana." Keluhku.


"Ya sudahlah, ini sudah pekerjaannya... lakukan apa yang harus dilakukan.." Dengan semangat positif yang dimiliki Touya, padahal kotak yang ia bawa tidak terlalu berat.


"Pandai kau berbicara.."


Dengan terpaksa aku membawa kotak besar ini di sepanjang jalan hingga berada dikelas..


"Yup... selesai sudah... Aoyama, taruh disini saja kotaknya.."


"Ya ya.."


Saat aku ingin menaruh kotak itu dikelas kita, disana sudah ada Sakura, Yuuki, dan juga Mai yang sedang membantu kelas kami, karena kelasnya sudah selesai dengan tugasnya, jadi dia ikut membantu disini daripada duduk diam di dalam kelasnya..


Saat aku melihatnya, aku tidak sengaja kembali memikirkan tentang kejadian sebelumnya, saat dia berterimakasih padaku waktu itu...


Hingga aku berpikir yang tidak tidak, ternyata dia mendekatiku hanya untuk memberikan sebuah kotak kecil sebagai hadiah rasa terima kasih nya kepadaku dan pergi dengan memberikan sebuah senyuman kepadaku dengan lembut..


Tetapi hadiah itu sama sekali belum aku buka, bukan karena aku tidak menghargainya... tetapi dia yang menyuruhku untuk membukanya saat malam obor api besar nanti malam...


Aku sedikit tahu tentang acara itu, yang aku dengar para murid memanfaatkan situasi hangat itu untuk memulai sebuah hubungan hidup barunya satu sama lain... atau bisa dibilang kesempatan yang terbaik untuk memulai hubungan cinta mereka... itulah salah satu hal yang wajib dilakukan untuk membuat masa SMA mu menjadi lebih berwarna...


Tetapi omongan hanyalah omongan... aku tidak pernah merasakan, mengalami, mengikuti, dan mendapatkan momen seperti itu..


"Oi Aoyama... kenapa kau malah melamun, apa kau mau mengangkat itu hingga pulang?." Touya menepuk pundakku hingga aku sadar dan menaruh kotak itu dibawah..


"Apa yang sedang kau pikirkan? ceritakan saja padaku."


"Diamlah, tidak ada yang perlu diceritakan.."


"Kau baru saja berbohong bukan? ya kan? daritadi aku melihat matamu tertuju kepada mereka.."


Lalu dia mendekat kepadaku dan berbisik..


"Sakura atau Yuuki?." Bisiknya..


"Berhenti berbicara omong kosong... lebih baik kita lanjut bekerja.."


"Atau jangan jangan kau sedang memikirkan adikmu sendiri? apakah orang sepertimu menyukai seorang adik? tapi menurutku itu masih boleh jika bukan dari saudara kan- aw aw aw!! sakit! apa yang sedang kau lakukan!?." Belum selesai dia berbicara, kakinya tertindih oleh sebuah kotak besar.


"Kau menghalangi tempatnya... sudah kukatakan untuk lanjut bekerja.."


"Baiklah baiklah! aku akan bekerja!.." Masih merasakan sakit di kakinya..


Lalu kami berdua pun berlanjut kembali keluar untuk melakukan hal lain, sebaliknya saat kita berdua keluar, Yuuki juga terus melihatku dari dalam kelas..


"..."


"Hei Yuuki, kenapa kamu melamun?."


"Eh, t-tidak... bukan apa apa.." Terkejutnya saat Sakura memanggilnya.


"Apa kamu masih sakit? maaf jika tadi malam aku tidak membantumu.." Sakura yang tertidur saat malam itu, dan tahu jika Yuuki sedang mengalami haid, tapi dia tidak bisa membantunya..


"T-Tidak apa apa, aku juga sudah baikan kok.." Sambil tersenyum dia menyakinkan Sakura agar tidak perlu mengkhawatirkannya.


"Tapi kamu benar benar baik baik saja kan? saat dengan Aoyama?."


"Um... tidak ada yang terjadi... justru dia sangat membantuku.."


"Syukurlah kalau begitu..."


"Ada apa ini... kenapa kalian sedang membicarakan kakakku.." Dengan wajah pura pura kesalnya saat kakaknya sedang dibicarakan.


"Anak kecil seharusnya tidak usah ikut campur.." Canda Sakura sambil mencubit pipinya.


"Ngwomong apa kamwu... aku swudah akan nwaik ke SMA swetelah ini.." Sambil memberontak saat pipinya dicubit.


"Baiklah, kalau begitu kami berdua akan menunggumu untuk sekolah disini kan?." Sambil mengelus rambutnya, Yuuki seperti mempunyai seorang adik perempuan.


"Um! aku akan mengawasi kakak agar tidak kelewatan.."


"Ehehe.." Mereka berdua hanya bisa tersenyum tidak tahu yang akan terjadi..


......................


"Argh!! aku sudah tidak sabar untuk menunggu!!." Sambil memukul mejanya, saat dia tahu jika Yuuki berdua dengan Aoyama menginap di gedung sekolah semalaman...


Berita itu ia dapat dari salah satu pengawalnya yang melihat sebelum gelap mereka masih berada didalam sekolah, dan segera melapor kepadanya anak dari keluarga Sakamura...


Sakamura Azumi...


"Bagaimana? tuan muda?."


"Kali ini kita tidak akan bertindak langsung... cari seorang berandal atau preman yang bisa diajak bekerja sama dengan uang... dan suruh dia untuk mengacaukan acaranya terlebih dahulu..."


"Kenapa kita harus mengacaukannya terlebih dahulu?."


"Kita akan menyuruh beberapa dari mereka untuk menculik adiknya dan mengancamnya... lalu kita akan memberikannya pelajaran lewat para preman itu.."


"Baiklah..." Lalu pelayan itu pergi untuk memenuhi permintaannya..


"Aku akan terus membuatmu menderita jika terus mendekatinya... Aoyama!."


......................


Acara masih berlanjut dengan meriah, tetapi dibalik kebisingan dan keramaian itu... terdapat beberapa orang yang sudah direncanakan oleh Azumi untuk memata matai Aoyama dan bersiap untuk menjalankan rencana yang sudah mereka buat...


"Bos, bagaimana??." Tanya seorang bawahannya.


"Diam dulu! disini sangat ramai, aku tidak bisa mencari orang itu!."


Saat berkeliling mencari keberadaan orang yang mereka incar yaitu Aoyama, akhirnya dia menemukan orang itu di dekat mereka.


"Itu! itu orangnya kan?.." Berbisik dengan bawahannya, dan mereka kembali melihat foto yang dikirim oleh orang yang membayarnya.


"Benar bos! itu orangnya!.."


"Sekarang adiknya yang mana? mana fotonya?."


"Tunggu.."


"Kenapa? cepat berikan!."


"Tapi mereka tidak memberikan foto selain orang ini bos.."


"Ha!? jangan bodoh!.."


Mereka saling berbicara dengan bisik bisik agar tidak dicurigai oleh orang lain..


"B-Benar bos! kami tidak bohong!.."


"Kalau begitu, cepat cari dimana adiknya!."


"K-Kami saja juga tidak tahu boa, bagaimana mencarinya?."


"Amati saja orang itu bodoh, jika ada wanita yang terlihat muda, maka itu adiknya!."


"B-Baik!.." Lalu mereka tinggal disana lebih lama untuk mencari siapa adiknya yang akan dia culik..


Saat beberapa menit mereka menunggu, akhirnya ada seorang perempuan yang mendekatinya..


"Aoyama, maaf... aku kesini untuk memberikan ini untuk kakak, dan katanya ini dokumen tadi yang sudah dibuat.."


"Ah baiklah... terima kasih, aku akan memberikan ke Kuchima.."


"Terima kasih.."


Yang mereka pikir itu adalah adiknya, ternyata dia adalah adik Kuchima yang memberikan dokumen kepadanya... tetapi karena mereka melihat dari jauh, jadi mereka tidak tahu akan hal itu..


"Itu bukan? wajahnya cukup muda.."


"Tapi terlihat seperti bukan bos.."


"Kau bilang aku salah?!!.."


"T-Tidak bos!.."


"Kalau begitu cepat hubungi yang lainnya... suruh mereka untuk mengacau, sebelum adiknya pergi jauh.."


"Baik bos!.."


Lalu bawahannya menelepon temannya untuk memulai rencananya yang sudah dibuat oleh Azumi..


*Bum!!


Suara petasan bom yang terdengar cukup keras mengeluarkan asap yang sangat banyak hingga memancing beberapa orang untuk melihatnya..


Begitu pula denganku saat mendengar suara sekeras itu, aku langsung bergegas kesana..


.


.


.


"Dokumennya sudah diantar... aku tinggal mengambil satu lagi untuk diant-." Mulutnya ditutup dari belakang menggunakan sebuah kain yang sudah diberikan obat tidur... dan dia pun tertidur hingga mereka berhasil membawanya...