
Terik matahari yang begitu menyilaukan mataku dari jendela sekolah, dan menembus hingga tepat mengenai wajahku...
Tetapi pelajaran yang masih berjalan membuat diriku tidak bisa keluar dan menyegarkan diriku...
Aku hanya memainkan pulpen diatas kertas putih, dan mencorat-coret kertas tersebut hingga menjadi sebuah gambaran abstrak...
Seperti pikiranku yang kini sudah dipenuhi oleh banyaknya tugas yang terus berdatangan entah dari pelajaran, maupun dari persiapan liburan sekolah...
Tidak hanya aku, semuanya pun terlihat begitu kelelahan bukan karena susahnya pelajaran yang diajarkan, tetapi hawa panas yang begitu membuat keringat kita sedikit bercucuran dan rasanya tidak nyaman untuk belajar.
Dan aku pun berhasil melewati waktu yang berjalan begitu lama dengan teriknya matahari hingga bel untuk jam istirahat berbunyi.
"Uhh... isi kepalaku sudah panas, sekarang ditambah oleh cuaca yang sangat panas... aku sudah tidak kuat..." Begitu lemas Touya seperti sedang meleleh diatas mejanya.
"Hari ini sangat melelahkan..."
Tidak ada gunanya untukku pergi kebelakang taman, karena meskipun banyak pepohonan yang rindang, tetap saja hawanya masih terasa sangat panas...
"( Aku ingin meminum sesuatu yang dingin..)"
"Aoyama? kau ingin kemana?."
Touya yang melihatku sedang ingin berjalan keluar kelas langsung menghentikan jalanku...
"Menyegarkan diriku..."
"Begitu... baiklah, aku tidak ada tenaga untuk pergi."
"..."
Lalu tanpa berbincang bincang kembali, aku langsung keluar dari kelas dan rencananya aku ingin pergi ke perpustakaan saja... karena disana terdapat sebuah pendingin ruangan dan rasanya sangat sejuk apalagi ditengah cuaca yang panas ini.
.
.
.
Dan begitu aku masuk kedalam perpustakaan, tidak diduga ternyata hanya beberapa murid saia yang berada disana sambil membaca buku dengan serius... mungkin aku tidak bisa membedakan dari mereka, mana yang serius membaca, mana yang hanya ingin menyejukkan diri mereka disini... memang benar, ruangan ini sangatlah sejuk dan dingin, bahkan rasanya saat masuk kedalam seperti merasakan sebuah perbedaan langsung yang sangat drastis, dari yang awalnya aku merasa sesak karena udaranya yang cukup panas, tiba tiba tubuh serasa menggigil begitu tersentuh dengan udara dingin yang berhembus dari dalam ruangan saat aku membuka pintu perpustakaan tersebut.
Lalu aku berjalan melewati beberapa rak buku untuk mencari buku tentang cerita cerita yang memiliki teori yang mungkin terdengar aneh, tetapi biasanya teori tersebut terdengar masuk akal... aku tidak pernah bosan untuk membacanya... tetapi begitu aku masih mencari-cari buku tersebut, tiba tiba sebuah buku tertarik dari arah depanku, dan membuat rak tersebut kosong, lalu aku melihat sebuah wajah yang rasanya tidak asing bagiku.
"Kau...?."
"Kamu... Aoyama??."
Dia langsung menutupnya karena suaranya yang agak tinggi membuat dia sendiri terkejut...
Hingga beberapa orang melirik kearah kami, karena suara yang dibuatnya.
"M-Maaf..."
Aku yang menerimanya hanya bisa berkata bahwa, ternyata aku bisa bertemu kembali setelah terakhir kali waktu aku sedang menemani Mai belanja di pusat perbelanjaan.
Lalu dia menunjuk sebuah tempat meja yang kosong diujung ruangan, dan dia bermaksud untuk mengajakku kesana... aku pun hanya mengangguk karena aku merasa tidak enak jika meninggalkannya.
"Sudah lama kita tidak bertemu... ternyata kamu bersekolah disini?."
"Ya... seperti itulah."
Karena kita berdua sedang berada didalam perpustakaan, maka suara kami saat sedang mengobrol harus berbisik-bisik agar tidak menggangu yang lainnya.
"Ka- maksudku, Celestia... kenapa bisa berada disini?."
"Aku disini untuk menghadiri rapat acara yang dilakukan sekolah ini, karena minggu depan terdapat acara liburan sekolah.."
"Eh? jadi... untuk kontes busana.."
"Kamu tahu tentang itu? benar... aku mempunyai bisnis busana..."
Padahal dia masih hampir seumuran dengan diriku, tetapi dia sudah bisa menjalankan sebuah bisnis...
"Berarti, aku sedang mengobrol dengan seseorang yang cukup memiliki kepentingan disini, ya."
"Ahh... aku tidak sepenting itu kok..."
"...."
Aku pun mulai membaca buku yang aku ambil, dan dia hanya menatapku dalam diam sambil memangku kepalanya dengan satu tangannya yang berada diatas meja...
"Apa ada yang ingin kau bicarakan?."
"Eh, tidak... aku hanya sedikit mengerti... kenapa mereka tertarik padamu."
"Mereka?."
"Yang saat itu... saat kau duduk bersama tiga gadis yang sangat cantik..."
"Mereka hanya teman dan salah satunya adikku... tidak ada hal lain."
"Hmm? apa benar seperti itu?."
"Yah... jika kau berpikir seperti itu juga aku tidak terlalu mempermasalahkannya..."
Aku pun lanjut membaca buku, dan tiba tiba dia langsung berpindah tempat duduk yang awalnya didepanku, sekarang dia duduk tepat disampingku...
"Apa yang kamu baca?."
Dia begitu dekat hingga aku bisa mencium aroma wanginya.
"Ehh~ kamu menyukai mitos mitos tentang dunia?."
"Aku hanya sedikit tertarik saja..."
"Begitu ya..."
"..."
"Benar juga... tentang novel yang waktu itu aki baca, dan itu sangat menyenangkan... apa kamu mempunyai rekomendasi novel yang bagus?."
"Mungkin novel novel yang memiliki dunia fantasi kurang lengkap disini... tetapi mungkin aku akan memberitahukan judulnya saja padam."
"Sayang sekali ya..."
"Kau bisa membaca novel yang ini... meskipun memiliki cerita tentang kehancuran dunia... menurutku gaya ceritanya sangat menarik dan tidak membosankan..."
Dia melihat foto sampul novel yang aku tunjukkan didalam ponselku kepadanya..
"New...Sky... mungkin aku ingin sedikit membacanya..."
"Tetapi kalau kau tidak menyukai cerita yang berbau tindakan langsung... maka aku memberikan rekomendasi novel ringan."
"Aku cukup menyukainya kok, kalau memang menurutmu bagus, berarti novel itu memang bagus..."
"Kenapa kau begitu percaya dengan seleraku?."
"Aku bisa melihatnya sendiri... kamu juga sudah memberikan beberapa novel saat pertama kali kita bertemu, dan itu tidak mengecewakan."
"Benarkah? aku sedikit lega..."
Dia tertawa kecil dengan jarinya menyentuh bibirnya...
"Ada apa?."
"Tidak apa apa... aku hanya tidak menyangka... kalau kamu lebih terlihat santai jika sedang membicarakan novel... karena waktu itu aku menganggapmu sangat dingin dan tidak suka berbicara."
"Aku hanya tertarik pada sebuah buku... tetapi menyampaikan buku yang kita sukai kepada orang lain, rasanya seperti nyaman."
"Um... kamu benar."
*Kringg! kringg!!
Tiba tiba suara bel sekolah berbunyi, menandakan waktu jam istirahat telah selesai.
"Sepertinya aku harus kembali.."
"Sayang sekali... padahal aku ingin mendengar lebih banyak cerita darimu..."
"Mungkin kalau kita bertemu lagi..."
"Tentu saja.. dah."
Lalu aku meninggalkannya disana karena dia harus menunggu sampai waktu jam sekolah selesai, lalu pergi keruangan rapat untuk membahas acara kontes busana tersebut...
Aku pun sedikit terkejut karena sekolah kita bekerjasama dengan bisnis busana yang dia miliki untuk acara liburan sekolah ini...
Dunia terasa begitu kecil, jika kita bertemu dengan seseorang yang pernah kita temui lalu kembali dipertemukan dalam sebuah keadaan yang kebetulan terjadi...