My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 66



"Yuuki!?."


Aku membuka pintu yang berada diujung lorong panjang...


"..."


"Tidak kuduga kau berhasil melewati kedua uji- ehem, maksudku bawahanku yang lemah itu.."


"Dimana Yuuki?."


"Dia ada tepat pintu dibelakangku.."


"Kalau begitu permisi, aku ingin menemuinya."


"Baiklah, silahkan ma- oi! mana mungkin! kau harus melewatiku terlebih dahulu."


"Huh... saatnya juga aku melakukannya dengan serius."


"Tidak akan semudah itu nak.."


"Siapa yang tahu jika belum dicoba!." Aku langsung mengambil serangan pertama dan berlari kearahnya.


Tetapi, dengan mudahnya dia menahan tinjuku hanya dengan satu tangan...


"Kau sudah mencobanya.."


"Guhuk!!."


Dia langsung menendang perutku hingga terpental Kedinding...


"Hanya segitu saja?."


"Tch, merepotkan sekali... jika bukan karena dia, aku tidak akan melakukan ini..."


"Apa yang kau bicarakan? cepatlah pulang dan minum susu ib- eh? dimana dia?."


"Kemana matamu melihat!."


"Ahh!!."


*Bukk!!


Saat aku langsung berlari kearah belakang badannya dan langsung menyerang wajahnya hingga terjatuh...


"( Seluruh tubuhnya itu terbuat dari apa... keras sekali! tanganku sampai gemetar saat memukulnya...)."


"Cuih! pukulanmu cukup baik..." Dia mengelap darah yang keluar dari hidungnya...


Aku pun langsung bersiap kembali darinya.


"Tapi permainanmu sudah habis!."


"Eh?."


Dia berlari sangat cepat kearahku hingga tidak ada waktu untukku menghindari serangannya, dan terpaksa aku menahannya dengan kedua lenganku...


"Hmph! sok kuat!."


Dia langsung menyerangku tepat dikedua lenganku...


"Buhukk!! ( Pukulannya!! keras sekali!!...)"


Bahkan aku yang sudah bersiap untuk menahannya malah terlempar kebelakang...


"Lebih baik kau pulang saja.."


"Maaf... tapi aku menolaknya.."


"Berarti pilihannya hanya tersisa... diantar kerumah sakit!!."


Dia berlari lagi kearahku dengan cepatnya..


Aku berpikir sejenak untuk melawannya agar aku bisa menyelamatkan Yuuki dengan cepat...


Dan saat itu mataku tertuju pada sebuah benda pemadam api ringan yang berada dibawah meja...


"Apa yang ingin kau lakukan! tidak akan berguna untukku!."


"Berisik sekali..."


*Sheeesshhhhhh


"M-Mataku!! perihnya!! air air!!."


Aku menyemprotkan pemadam itu kearahnya, hingga matanya kesakitan akibat pemadam itu.


"Tubuhmu memang kuat... tapi aku tidak yakin dengan itu!."


Aku langsung menendang selangkangannya hingga dia tersungkur...


"Owow!! masa... depan... ku..." Dan dia terjatuh pingsan...


"Huh... sangat melelahkan melawan orang ini... aku akan kalah jika tidak ada benda ini..."


Tubuhku yang sudah mulai kelelahan karena kehabisan tenaga, langsung berencana untuk masuk kedalam dan menyelamatkannya...


"( Siapa tahu didalamnya masih ada beberapa penjaga... aku harus membawanya tanpa berurusan dengan banyak penjaga yang seperti sebelumnya kembali...)"


Saat aku berpikir, tiba tiba aku mempunyai ide dari benda yang sedang kupegang ini...


......................


"Syukurlah... Aoyama berhasil melewatinya!."


"Hem hem..."


"M-Maksudku, dia cukup baik dalam bertarung.."


"Tapi kamu memang benar... anak ini cukup baik bisa diandalkan... bagaimana kalau oita memberikannya kejutan?."


"Kejutan?."


"Aku akan berpura pura menjadi bos dari penjahatnya.."


"Jangan bermain main lagi ayah... nanti ayah yang mendapatkan buruknya.."


"Aku hanya ingin mengujinya tuk terakhir kalinya... anggap saja penutupa- hm?."


Pintu yang berada di ruangan itu terbuka, dan sebuah alat pemadam kebakaran ringan itu bergelinding masuk kedalam...


"Itu!."


*Cessshhhhhhhh


Asap yang lebih tebal, keluar dari lubang alat itu yang sudah dijebol...


"Uhuk uhuk!."


"A-Asap? uhuk!."


"Yuuki!." Aku berbisik kepadanya saat aku sudah berada didepannya..


"Aoyama?!."


"Ssstt! yang terpenting kita keluar dari tempat ini terlebih dahulu.."


"T-Tunggu! ini bukan yang kamu pikirkan!."


"Cepatlah!." Aku langsung menarik tangannya saat aku berhasil melepaskan ikatan tali ditangannya...


"Tunggu Aoyama! aku tidak bisa berlari!."


"Ada apa?."


"Aku sedang menggunakan high heels!."


"Eh?."


"Ayo cepat! asapnya sudah ingin menghilang!."


"U-Um!."


Dia naik keatas punggungku dan aku menggendongnya keluar dari tempat ini...


"( P-Padahal ini hanya ujian saja... kenapa aku jadi digendong olehnya?!..)"


Perlahan-lahan tangannya yang memelukku dari belakang itu semakin kuat...


"..." Karena dia yang menahan rasa senangnya saat momen seperti ini...


Aku pun keluar dari bangunan ini dan pergi untuk mencari tempat bersembunyi...


.


.


.


"Sepertinya tidak asa yang akan mengejar kita lagi..."


Aku beristirahat sambil mengambil nafasku yang terengah-engah...


"Ada apa? jarang sekali kau diam seperti ini.."


"T-Tidak... tidak ada apa apa..." Dia berbalik dan membelakangiku..


"Kalau begitu... kau bisa berjalan kan?."


"Um..."


"Baiklah, kita harus cepat.."


"Cepat? kemana?."


"Kemana lagi? kerumahmu, agar kita bisa aman..."


Saat kami masih berbincang, tiba tiba ada suara kaki yang berjalan kearah kita...


"Gawat, mereka datang..."


Hanya ada dua jalan untuk pergi dari sini.. dan jalan belakang sudah ada seseorang yang ingin datang kearah sini... jadi aku langsung mengambil jalan yang satunya kembali...


"Lewat sini!."


Aku memegang lengannya dan mengajaknya untuk kabur dari sini...


Tetapi sayangnya, beberapa orang juga muncul dari jalan depan kita...


"Tck!."


"Aoyama, tunggu sebentar.."


"Ada apa? Yuuki??."


"Tenang saja, mereka tidak akan menyerangmu.."


"Darimana kau tahu?."


"P-Pokoknya mereka tidak akan menyerangmu!."


"( Apa maksudnya?? bagaimana bisa kata katanya itu dipercaya?..)"


Saat semua orang yang berada didepan kami muncul satu persatu, dibelakang kami pun muncul beberapa orang...


Salah satu dari mereka adalah orang yang aku lawan saat didalam bangunannya dan aku menyerangnya hingga tersungkur...


"Menyerahlah! kau sudah tidak mempunyai jalan keluar lagi!."


"Tidak perlu kau katakan, aku juga tahu..."


"Hmph! kalau begitu serahkan gadis itu.."


"Kata siapa aku akan memberikan kepadamu?."


"Kau sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini... jangan ikut campur masalah kami."


"Aku memang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kalian... tetapi aku hanya ingin membantunya saja... itu saja."


"..."


"Jangan bersikap sombong nak... bahkan dikepung oleh banyak orang tidak membuatmu ketakutan..."


"Hehh... entahlah.."


"( Apa ujiannya belum selesai??...)" Yuuki yang masih sulit untuk mencoba ketakutan...


Karena orang yang sedang mengepung mereka adalah anak buah dari ayahnya, dan dia sangat tahu satu persatu bagaimana sikap bawahan ayahnya itu...


Dan berakting seperti penjaga adalah suatu hal yang sangat berbalik dari sifat aslinya, dan Yuuki tidak bisa menahan ingin tertawa saat melihat mereka berubah menjadi galak...


"Bocah... kami tidak ingin berusaha menyingkirkan seorang kucing kecil hanya untuk masalah ini... jadi bagaimana jika kita buat kesepakatan?."


"Kesepakatan?."


"Ya... aku akan memberikanmu sejumlah uang untuk melepaskannya... dan lupakan masalah ini lalu tinggalkan kami..."


"Kau mencoba untuk membujukku ya-."


"10 juta..."


"Baik, setuju.." Aku langsung menerimanya...


"( Aaaaaa!! apa yang bisa dilakukannya jika berhadapan dengan sejumlah uang yang besar!!!...)" Dan Yuuki pun pasrah dengannya...


"Kalau begitu, serahkan gadis itu..."


"Aoyama!."


"Ups... kau belum mengeluarkan uangnya.."


"Tch... jika kau ingin melihatnya... lihatlah!." Dia mengeluarkan tumpukan uang yang berada didalam kantung jaketnya...


"Baiklah, lempar kearah sini..."


"Itu tidak sesuai! serahkan gadis itu terlebih dahu-."


"Kalau begitu aku tidak akan melepaskannya meskipun harus melewati kalian!."


"Mm!!." Dari belakang, ada yang sedang menahan malunya saat mendengarku berbicara.


"Baiklah!! lagipula kau tidak akan bisa pergi dari sini.."


Lalu dia melemparkan uang itu kepadaku, dan aku mengambilnya...


"Hmm..." Aku mengamati uang yang berada ditanganku dengan datar...


"Jumlahnya tidak akan kurang..."


"Aku tahu... tapi..."


Aku menjatuhkan uang yang sebesar 10 juta itu dan menginjaknya...


"Maaf saja... harga diri gadis ini lebih mahal daripada uang kertas ini..."


"Apa?!!!."


"A-Aoyama!."