My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 130



"Ternyata kalian semua berada disini.."


"Celestia, kamu sedang apa disini?."


"Apa aku mengganggu?."


"Tidak.."


"Kalau begitu ya sudah."


"Setidaknya berikan alasan yang jelas."


Melihat aku dan Celestia yang mengobrol begitu akrab, membuat beberapa dari mereka sedikit tidak menduganya.


"Eh, mereka terlihat akrab sekali, apa ada hubungan diantara mereka?." Bisik Nami kepada yang lainnya.


"Sejak rapat yang dimulai minggu lalu, mereka menjadi lebih dekat... aku pun tidak tahu, tetapi nyatanya mereka tidak ada hubungan sama sekali." Jawab Touya yang juga berbisik.


Melihat hal itu, membuat kedua perempuan yang sedari tadi hanya berdiam diri dan kini tidak ingin melihat seseorang yang mereka sukai berdekatan dengan perempuan modis itu..


"Bukannya kita harus lanjut berkeliling, benar kan?." Ucapan dari Sakura dengan sembari tersenyum halus menghentikan percakapan kita berdua, dan aku bisa melihat sorot matanya yang aku rasakan ingin menerkam diriku kapan saja.


"Kalau tidak salah, kamu Celestia bukan? apa kamu disini dengan kelompokmu? atau kamu hanya sendirian saja?." Serangan kembali disambung oleh Yuuki dengan tatapan polos namun memiliki maksud lain.


Seketika Celestia merasa begitu terancam setelah merasakan aura yang mencekam dari mereka berdua.


"( Aku tidak ingin terlibat, jangan lihat kearahku...)" Diriku yang juga merasa bahaya pun tidak berani untuk berbalik badan dan melihat wajah mereka berdua... cukup melihat respon dari ekspresi Celestia pun aku sudah mengetahuinya.


"Y-Yah.. kalian benar juga, namun aku disini bukan hanya ingin melihat kalian saja... tetapi aku ingin memberikan suatu undangan."


"Undangan?."


"Um... untuk kalian bertiga, apa kalian ingin ikut kedalam kontes busana kecantikan besok?."


"Eh?."


"Kontes?."


"Um! Sakura, Yuuki, dan juga Nami... mungkin kalian bisa mengikutinya, aku yakin kalian akan sangat cocok memakai pakaian busana buatan toko milikku!."


"Y-Yahh... bukannya tidak mau, tapi aku kurang menyukai hal hal model seperti itu.." Nami yang memang orangnya sedikit tombol dan lebih menyukai baju yang hampir sama dengan model pakaian laki-laki, namun jika dia yang memakainya, kesannya menjadi begitu cantik dan keren.


"Berarti kau tidak percaya diri dengan penampilanmu."


"B-Bukannya seperti itu! aku memang tidak suka melakukan hal seperti itu!."


"Benarkah? aku tidak percaya."


"Duh! kamu memang sangat menyebalkan! memangnya apa yang mau kamu lakukan jika aku ikut?!."


"Aku akan mendukungmu."


Balasan Touya langsung membuat Nami sedikit terkejut dan wajahnya sedikit memerah.


"A-A-Apa maksudmu??."


"Tetapi memakai pakaian laki-laki, hahaha!!."


"K-Kamu... benar benar!!."


Saat mereka berdua sedang sibuk bertengkar, Celestia pun hanya bisa menunggu jawaban dari mereka berdua.


"T-Tapi aku tidak terlalu bisa menjadi seorang model, maaf." Sakura pun menolak dengan sedikit tidak enak kepada Celestia.


"Aku juga sepertinya tidak bisa, mungkin aku bisa menghadiri acaranya besok.." Yuuki pun juga menolak ajakannya.


Tolakan itu pun membuat Celestia menjadi murung, karena dia tidak bisa mendapatkan banyak model untuk acaranya... namun saat dia menatapku, senyumnya pun muncul seperti sebuah ide yang tiba tiba muncul didalam kepalanya.


Aku pun juga merasa ada yang tidak beres saat dia melihatku.


"Ahh~ sayang sekali ya Aoyama... kamu jadi mendapatkan sedikit pekerjaan."


"Hah??."


"Sedikit pekerjaan? maksudnya apa?." Tanya Yuuki yang mendengarnya.


"Dalam acara itu, kita memiliki seorang juri untuk memilih siapa yang menang, dan kebetulan Aoyama juga salah satu dari jurinya.


"A-."


Aku langsung terkejut karena dia mengatakan hal itu, namun mereka berdua pun juga merespon apa yang Celestia katakan.


"Aku ikut."


"Aku ikut!."


"Eh?."


Mereka berdua secara bersamaan langsung menerima ajakan dari Celestia, dan membuat suasana menjadi sedikit canggung.


"Y-Ya! dan juga kamu pasti kekurangan orang untuk menjadi seorang model, aku akan membantumu meskipun hanya sedikit.." Begitupun juga dengan Yuuki.


"( Apa ini? mengapa semuanya langsung berubah seakan-akan ingatan mereka menghilang beberapa detik yang lalu??..)"


Celestia pun kegirangan dan sangat senang saat mereka berdua ingin ikut acara kontes.


"Wah! terima kasih banyak! kalau begitu aku akan memasukkan nama kalian didalamnya ya!."


Aku pun langsung menarik tangan Celestia dan berbicara dengannya sedikit jauh dari mereka.


"Hei! bukannya itu bukan pekerjaanku?!!."


"Sekarang sudah menjadi pekerjaanmu kok."


"Tapi kamu bukannya sudah mendapatkan semua orang yang mengisi posisi juri?."


"Aku bisa menggantinya, jadi tenang saja.."


"K-Kamu sengaja melakukan ini bukan?."


"Um... lagipula bukannya kamu harusnya senang? kamu bisa melihat pacarmu tampil menawan diatas sana... tetapi sepertinya... apa kamu memiliki simpanan lain?."


"Apa maksudmu?."


"Hm~ pura-pura tidak mengerti... sudahlah, lagipula urusan aku disini sudah selesai, ingat besok jangan lupa datang tepat waktu!."


"O-Oi, aku masih belum menyetujuinya!."


Dia pun pergi dengan jalannya yang sedikit berirama sambil bersenandung kecil... rasanya seperti perasaannya begitu bahagia saat mengajak mereka berdua.


"Huh..."


Tanpa perasaan yang canggung, aku pun berjalan mendekati mereka berdua, dan mereka hanya diam menatapku sedikit bingung.


"Kenapa kalian ingin mengikuti acaranya? bukannya awalnya kalian tidak mau?."


"..."


Mereka berdua pun diam sambil berpikir untuk mencari sebuah alasan.


"B-Bukannya aku sudah mengatakannya tadi?."


"U-Um... aku juga."


"Tapi itu terlalu mendadak berubah..."


"Memangnya kamu boleh mengaturku? aku ingin melakukan apapun juga, asalkan kamu melindungi diriku, maka itu masih baik baik saja bukan? pengawalku."


Sambil memasang wajah menyebalkan seperti sedang menarik ulur perasaanku yang telah dia gantung.


"Namanya juga perempuan, sebaiknya kamu jangan terlalu memikirkan apa yang aku ingin lakukan bukan?." Ucap Sakura yang menatapku dengan sebuah kalimat... namun aku bisa merasakan jika kalimat tersebut memiliki kalimat tersembunyi yaitu "Jangan dekati aku jika kamu terus mendekatinya.." dari tatapannya.


Dan karena itu aku hanya bisa terdiam membisu karena tidak berani untuk membicarakannya kembali.


"K-Kalau kalian memang seperti itu... baiklah, aku tidak keberatan.."


"Um, bagus kalau begitu.."


"Eh? dimana Touya dan Nami?." Sakura yang sadar jika Touya dan Nami menghilang dari sekitar kita pun mempertanyakannya.


"Benar juga... bukannya mereka tadi sedang bertengkar?."


"Huh, orang itu sangat merepotkan."


Aku pun mengambil ponselku didalam kantung celanaku dan berencana untuk menelepon Touya..


Karena ditempat yang cukup ramai ini, sangat sulit mencari mereka berdua.


*Niitt Nitt!


*Klek!


"Touya? kamu sedang berada dimana?."


"Aku ada disini, datanglah kesini.."


*Niitt...


Dia pun langsung memutuskan panggilannya.


"Apa apaan dengannya? lagipula mencarinya dimana??."


Aku bergumam sendiri karena kesal akibat tingkah lakunya yang selalu menyebalkan.


"Sepertinya aku tahu dimana.."


Yuuki dengan ponselnya yang sedang menyala dalam panggilan kearah Nami, dan dia tahu dimana mereka berdua berada..