
"Ao, kemana saja kamu?."
"Maaf... tapi apa kau melihat ketua pengawas?."
"Barusan dia pergi kebelakang ruangan."
"Terima kasih... aku ada sedikit urusan."
"Ada apa?? wajahmu kelihatan pucat."
"Aku akan jelaskan nanti... untuk sekarang aku harus menemuinya." Ucapku yang sudah tergesa-gesa untuk menemui ketua pengawas tentang apa yang sudah aku temukan.
Dalam pintu ruangan tersebut terdapat tulisan dilarang masuk, tetapi aku tetap mengetuknya.
Dia membuka pintunya dan langsung menyipitkan matanya begitu melihatku.
"Bukannya anda melihat ada tulisan didepan pintu ini?."
"Maaf... tapi ada yang harus saya berikan kepada anda."
"Tes terakhir akan mulai beberapa menit lagi... jangan membuat dirimu terlam-."
Aku mengeluarkan benda itu diam diam dan dia yang melihatnya langsung membuka matanya lebar-lebar.
"Kita bisa bicarakan hal ini."
......................
"Ini benar-benar senjata asli...."
Setelah aku diberikan izin untuk masuk kedalam ruangannya, dia langsung mengecek benda tersebut dan nyatanya itu benar-benar senjata asli.
"Sekarang jelaskan kepada saya... bagaimana anda bisa menemukan benda ini?."
Dia menatapku begitu tajam seakan akan ingin memaksakan diriku mengatakannya, padahal aku memang ingin mengatakannya.
"Didepan toilet saya tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria... dia terlihat sedang terburu-buru, dan langsung pergi meninggalkanku... dan dari situ saya menginjak sesuatu yang ternyata itu adalah benda ini... saya berpikir mungkin dia juga seorang yang akan menguji didalam tes, maka dari itu benda ini saya mengira berisikan peluru karet... dan saya dengan penasaran mencoba bagaimana rasanya tembakan peluru karet.."
"Anda menodongkan benda itu kearah diri anda sendiri?!."
"Tidak... saya tidak jadi melakukannya... maka saya hanya menembak benda dan ternyata peluru yang jatuh berbunyi seperti suara besi yang terjatuh kelantai."
"Semua petinggi berada disini, dan mungkin ini adalah rencana pembunuhan... saya akan membatalkan tes ini."
"Sebaiknya jangan..."
"Apa maksudnya?."
"Jika kita menangkap seorang pemburu dibawah lampu sorot, maka pemburu bisa tahu kearah mana cahaya itu pergi..."
"Lalu... apa anda mempunyai rencana..?."
"Saya tidak berpikir seperti itu... tetapi hal ini mungkin akan lebih mudah daripada yang sebelumnya..."
......................
*Kringg!!!
Suara bel yang berbunyi menandakan waktu untuk tes terakhir dan hari terakhir ini akan dimulai...
"Baiklah... saatnya kita memulai tes terakhir ini... saya akan memberikan waktu untuk membuat rencana kalian... mulai dari sekarang."
"..."
"Ao... apa yang sedang kamu lakukan tadi?."
"Sakura... dengarkan ini dan jangan melakukan hal yang membuat perhatian.."
"Apa maksudmu?."
"Disini akan ada kejadian pembunuhan... dan saat ini, kita tidak tahi siapa yang akan diincar oleh pembunuh itu."
Wajahnya langsung berubah sangat drastis dan aku berusaha untuk menyuruhnya tenang.
"Ekspresi wajahmu terlalu mencolok... tenang."
Kami pun saling berbicara dengan saling berbisik-bisik.
"Bagaimana aku bisa tenang... tempat ini berbahaya... bukannya kamu sudah mengatakan kepada ketua pengawas bukan?."
"Awalnya dia ingin menghentikan tes ini... tetapi itu hanya akan membuat pekerjaan mereka lebih mudah... karena mereka memiliki pegangan yang berbahaya."
"Maka dari itu aku mempunyai rencana untuk membungkam mereka."
"B-Bagaimana caranya?? kita tidak mungkin bisa."
"Kita berdua tidak bisa... tetapi sepuluh pengawal profesional diisi berkumpul..."
Aku mengeluarkan secarik kertas kepadanya, dan disana terdapat sebuah simbol simbol aneh.
"Sakura... kau bisa membaca simbol ini bukan?."
Dia mengamati simbol simbol tersebut dan dia menganggukkan kepalanya.
"Dan semua yang ada disini pastinya mengetahui ini... maka ditengah diskusi rencana ini... sepenuhnya... mereka sudah mengetahui situasi dan kondisi sekarang... karena pesan simbol ini... sudah sangat lengkap hingga isi rencananya."
Sambil membaca simbol simbol itu, Sakura menjadi sedikit yakin dengan isi pesan tersebut.
Aku mengamati sekitarku, dan aku sudah mengetahui siapa saja yang menjadi pemburu sebenarnya disini...
Selama tiga hari ini, semuanya berjalan normal saking normalnya, aku bisa melihat tingkah aneh orang orang dari kedua mataku.
Mereka seharusnya memiliki 8 orang yang akan merencanakan pembunuhan.
Dan pengawas wanita yang pertama kali aku temui memang benar-benar sudah mencurigakan dari awal... dia berdiri didekat pintu besar mengarah ruangan/ taman besar diadakannya tes terakhir ini...
Dan orang berkulit sawo matang dengan rambut pirang yang berdiri bersama orang ketiga didekat pintu keluar.
Orang keempat yang sedang berkeliling mengitari kami, bersama dengan orang kelima...
Dan tiga lagi tidak ada didalam ruangan ini... mungkin mereka sudah berada didalam bersama asisten pengawas yang tadi berbaris dan sekarang sudah masuk kedalam untuk menyamar menjadi warga dalam tes ini.
Waktu untuk berdiskusi pun habis, dan kami kembali ke barisan dengan wajah yang begitu berbeda dari biasanya... karena pada tes terakhir ini... sudah bukan lagi pelatihan...
Kita semua tahu... apa yang sedang ketua pengawas inginkan kepada kita dengan wajahnya yang begitu serius...
Kelompok pertama pun masuk kedalam bersama salah satu petinggi perusahaan batu bara terbesar didunia, dan mereka menutup pintu tersebut, lalu kami melihatnya dari layar diatas pintu itu...
Semua berjalan lancar dan tidak ada masalah, karena didalam sana aku tidak melihat sama sekali orang orang yang berada didalam daftar itu...
Kembali ke beberapa jam yang lalu saat aku bertemu dengan ketua pengawas.
"Apa anda mengenal seorang pengawas wanita yang sebelumnya menjaga pintu masuk gedung?."
"Ya... dia baru saja bekerja akhir akhir ini."
"Akhir akhir ini?."
"Benar... sebelumnya dia tidak bekerja pada keluarga Shiraishi, tetapi akhirnya dia dipindahkan dan bekerja didalam gedung ini sebelum pelatihan kalian."
"Sebelum itu... apakah saya bisa melihat datanya? dan juga apakah ada orang yang bersamaan dipindahkan disini?."
"Aku mempunyainya."
Dia mengambil sebuah dokumen didalam lemarinya, dan memberikan kepadaku.
Disana, terdapat 8 orang yang secara bersamaan dipindahkan kesini sebelum pelatihan dimulai.
Dan mataku langsung tertuju pada foto data pribadi seorang pria paruh baya dan rambut tipis... dia orang yang bertabrakan denganku saat diluar toilet.
"Orang ini... saya mendapatkan benda itu darinya..."
"Saya tidak percaya ini benar-benar terjadi..."
"Saya harap anda tahu bagaimana caranya untuk berkomunikasi dengan kami tanpa berbicara menggunakan suara."
"Sebagai seorang pengawal, ada kalanya kita bergerak secara perlahan... dan kami mempunyai bahasa untuk pengganti komunikasi kami dengan sebuah simbol.
Sebuah simbol yang berbeda-beda dan setiap bentuknya memiliki arti yang berbeda juga.
"Lalu tentang siapa yang mereka incar..."
"Disini terdapat lima petinggi, dan kita harus menyelamatkan semua."
"Saya harap saya bisa... tetapi anda harus mempercayai kami... kami semua akan berusaha untuk menyelamatkan para petinggi."
"Maaf... saya pernah berfikir buruk dan menganggap anda tidak memiliki apa apa."
"Itu sudah biasa... lebih baik dipandang rendah meskipun saya memang menganggap diri saya tidaklah hebat... karena saya hanya seorang remaja sekolah."