
“Kau buat saja sendiri, sana!” Sambil mendorong pria itu semakin menjauh.
Jangan kira marahnya sudah benar-benar hilang!
Jika ingin menawarkan sogokan itu tidak boleh setengah-setengah! Mau memberi sogokan, masa harus dia sendiri yang membuatnya?!
Apa pria itu tidak tahu jika tubuhnya saat ini sudah sangat lelah se-ka-li!
Ben yang terbawa dorongan tangan Rose, mencoba bertahan untuk tetap duduk di sana. Untuk kali ini ia akan keras kepala dalam membujuk dan merayunya.
“Ayolah, Sayang!” Merengek sambil menggoyang-goyangkan lengan wanita itu, seperti seorang anak kecil.
Sungguh bukan sosok Ben sekali, si tuan seram yang biasanya kejam!
“Ch!” Dipalingkan Rose wajahnya. Tidak mau terlihat Ben, jika saat ini dirinya mulai goyah.
Kesan seramnya tidak akan bisa hilang. Mungkin sudah bawaan lahir. Tapi jika tuan seramnya merajuk seperti itu, siapa juga yang bisa tahan melihat sisi imutnya, yang… tidak semua orang tahu!
Malahan, mungkin hanya dia saja yang tahu!
“Ayo, Sayang! Kita buat kue ini! Ini adalah makanan favoritku. Masa, kau tidak mau membuatkannya untukku? Tidak… kita buat bersama, oke?”
“Menurut Relly, melakukan hal seperti itu, juga bisa membuat hubungan kita jadi semakin roman- tis.”
Baru di ujung ucapannya, Ben menyadari sesuatu. Bahwa dia telah membocorkan kebodohannya sendiri. Pria itu terlalu putus asa sampai tak menyadari apa yang akan dia ucapkan.
Dibuang ke samping wajahnya, sambil merutuki diri sendiri. Bodoh!
Pasti Rose mengira jika selama ini dia tidak tahu apa pun dalam menjalin hubungan. Dan selalu bertanya pada Relly. Lagipula, mana mungkin ia membiarkan sosoknya, Benny Callary, menjadi orang bodoh yang tidak mengetahui apapun!
Tentu saja dia harus bertanya! Agar kesan Benny Callary yang hebat dan andal, tetap melekat.
Namun kenyataannya… memang selama ini, terlalu banyak hal yang Ben tanyakan kepada Relly. Termasuk saat Ben mempunyai niat untuk melamar Rose kala itu. Semua yang dia lakukan, step by step, sebenarnya adalah atas petunjuk Relly.
Sampai akhirnya dia ditolak! Tolong dicatat, tapi itu bukan kesalahan Relly sama sekali! Asistennya itu sudah mengusahakan semaksimal mungkin cara yang paling mungkin untuk diterima.
Hanya saja, nasib sedang tidak berpihak pada Ben saat itu!
Kembali ke masa kini, dimana di dalam kamar itu, menggema suara tawa riang dari mulut Rose.
“Hh… Hh…,” tawa Rose menuju akhir. Suaranya sudah mulai mengecil, namun bahunya masih naik turun dengan mengesalkan. Ben hanya mampu menekuk wajahnya ketika ditertawai.
“Baiklah! Baiklah! Kalau begitu aku mau!”
Tidak mungkin ia mengkhianati usaha keras kekasihnya. Pria kaku yang tidak sabaran itu ternyata sudah belajar banyak hal. Mana mungkin dia mengecewakan kekasihnya yang seram… tapi imut itu!
“Benar, kau mau?” tanya Ben memastikan lagi. Namun wajahnya masih cemberut.
“Hah….” Dan Rose menutup mulut dengan satu tangan, saat mendesahkan tawa terakhirnya.
“Iya, be-nar!” Sambil mencubit pipi Ben dengan gemas. Kepala lelaki itu sampai bergerak ke kanan kiri terbawa gerakan tangan Rose.
“Tapi….” Wanita itu sengaja menekuk wajahnya.
“Tapi apa?” tanya Ben. Dan wajahnya kembali murung lagi. Ia pikir wanita itu sepertinya akan berubah pikiran.
“Gendong…!” Spontan Rose mengubah wajahnya, tersenyum lebar sambil merentangkan kedua tangannya ke depan.
“Hh…,” tawa Ben terlepas bersama peraaan lega. Untung saja bukan seperti apa yang dia pikirkan barusan!
Diletakkan Ben piring keramik kecil itu di atas nakas, di samping tempat tidur kekasihnya. Lantas ia berdiri dan bersiap membawa Rose di atas kedua tangannya.
Rose langsung menggeleng. “Aku akan malu jika kau menggendongku dengan cara seperti itu!”
“Berbalik!” pinta Rose. Membuat gerakan memutar dengan jari telunjuknya.
Pria itu menurut saja dengan sedikit kernyit di dahi.
Wanita itu pun berdiri di atas tempat tidur. Lantas ia melompat ke arah Ben. Lalu hinggap di belakang punggung Ben dengan tangan yang mengalung dan mengunci di depan leher.
Untunglah refleks Ben cepat. Lelaki itu segera menangkap bokongnya. Kemudian menyuspkan kedua tangannya di antara paha Rose yang terbuka.
“Kau enteng sekali!” komentar Ben. Ia sedikit mengangkat, mengguncang tubuh Rose di belakang, hingga posisinya benar-benar terasa mantap dan pas di punggungnya. Dan wanita itu makin mengeratkan pelukannya agar tidak jatuh.
“Atau… kau ingin aku menggendongmu seperti pertama kali kita sampai di rumah Victor?” tawar Ben sedikit terkekeh.
Mereka jadi mengingat kejadian itu. Sungguh konyol jika dipikirkan sekarang ini. Ben pun merasa dulu dia ternyata payah sekali. Benar-benar tidak tahu bagaimana cara memperlakukan wanita dengan benar.
“Ayo, jalan!”
“Ya!” Dengan senang hati. Karena keduanya sudah tidak sabar. Sebab, ini merupakan momen pertama bagi keduanya untuk membuat kue bersama.
Biasanya, ketika masih tinggal di rumah Victor. Rose memang sering membuatkan kue untuk semua penghuni di sana. Namun Ben tidak pernah turut campur tangan di dapur, karena dia biasa berperan sebagai konsumen. Yang hanya tinggal menikmati, ketika hidangan apapun sudah matang.
Kenapa Rose juga sangat menantikannya? Sebab ia pun ingin tahu, apakah benar, seenak kue yang ia makan tadi, resep yang akan Ben berikan.
Pasangan itu berjalan dalam satu kesatuan karena Rose berada di dalam gendongan. Selama perjalanan menuju dapur pun, mereka bersenda gurau sambil sesekali saling membalas kecupan.
Hey, tentu saja! Hal itu menjadi bahan pemandangan langka selanjutnya bagi anggota Harimau Putih yang lain.
Tidak dengan Relly tentu! Pria itu jelas sedang mencibir di kejauhan. Tuan dan nonanya memang senang sekali menyiksa orang lain.
“Paman! Bibi!” seru seorang bocah.
Ben dan Rose kompak menengok ke belakang. Langkahnya pun sengaja Ben hentikan. Karena tahu suara itu milik siapa.
Benar saja! Victor, Bella dan Bervan sedang berjalan tak jauh di belakang mereka. Dan dari kejauhan saja, Victor sudah memandang sinis ke arah keduanya.
“Memangnya kalian pikir, dunia ini hanya milik kalian berdua!” cibir Victor setengah kesal. Ketika jarak mereka hanya tinggal beberapa langkah.
“Lihat, mata-mata itu!” lanjutnya seraya mengedarkan pandangan ke sekitar.
Memang, banyak pasang mata tengah menetapkan fokus mereka pada pasangan itu.
Dan… mereka tak peduli! Ben dan Rose sebenarnya sudah mengetahui hal ini. Tapi tetap acuh dan meneruskan tingkah romantis keduanya. Mereka harus memanfaatkan waktu yang ada, bukan?!
“Kenapa? Kau juga iri?” tanya Ben dengan wajah tak acuh.
“Aku?” Ditunjuk Victor dirinya sendiri.
“Kakak ini, semenjak sembuh jadi makin cerewet, ya! Kalau Kakak iri, Kakak bisa melakukannya juga, jika mau!” sahut Rose. Dia dan Ben pun tertawa bersama.
Senang sekali rasanya menggoda orang lain!
Tambah kencang tawa mereka saat melihat Victor tidak mampu membalas ucapan mereka lagi. Malah berubah kikuk dan memerah wajahnya. Sambil sesekali melirik pada Bella, yang jelas wanita itu juga sama sedang merona.
Maklumi saja, pasangan pengantin baru itu memang benar-benar seperti pasangan kekasih yang baru saja meresmikan hubungan mereka. Tahu sendiri jika keduanya terpisah selama bertahun-tahun. Jadi wajar, jika terkadang keduanya masih agak canggung pada satu sama lain.
“Papa, aku mau digendong seperti Bibi!” Ditarik Bervan pinggiran pakaian Victor, sambil menunjuk-nunjuk ke arah Ben dan Rose.
Akhirnya, anak kecil itu yang menyelematkan suasana aneh ini. Dan Victor pun bisa berhenti ditertawai oleh adik dan calon… tidak… mereka belum resmi! Pria itu tersenyum lembut, lalu melutut di hadapan putranya.
“Bibi, kita sama!”Setelah bertengger di belakang ayahnya, Bervan mengulurkan telapak tangan, mengajak Rose untuk melakukan high five.
“Ya, kita sama!” sahut Rose dari belakang punggung kekasihnya. Dia dan Bervan pun melakukan high five dengan riang.
“Kalian mau kemana?” tanya Bella pada adik ipar dan kekasihnya.
“Mau membuat kue! Kalian ingin ikut?” jawab Rose dan mengajak mereka dengan antusias. Ben pun tak mempersalahkan hal ini.
“Apakah boleh?” tanya Bella lagi meragu. Takut mengganggu waktu kencan dua orang itu.
“Pasti Strawberry Cheese Cake!” selak Victor tiba-tiba.
“Kakak tahu?”
Bersambung…
Jangan lupa untuk terus dukung karya aku ini, ya! Dengan kasih like, komentar dan vote sebanyak-banyaknya ya
Terimakasih juga untuk yang selalu dukung dan baca tulisan aku…
Maaf kalo update-nya masih sedikit, ada hal lain yang mesti
aku kerjakan. Mungkin mulai weekend ini aku akan update lebih banyak lagi. semoga bisa crazy up ya,, hihi
Keep strong and healthy semuanya!!