
“Hey! Mungkinkah ada pengkhianat di dalam kelompok kalian?” Rose berseru kepada keduanya dengan apa yang ia pikirkan.
Zayn dan Anggie langsung tertegun dengan cetusan Rose barusan. Mungkinkah begitu?! Keduanya saling memandang.
Sebab mereka pikir, sudah bertahu-tahun lamanya tak pernah ada yang berani mempertaruhkan hidup mereka untuk mengkhianati kelompok yang mereka rasa sudah seperti keluarga sendiri ini. Keduanya berpikir jika spekulasi ini agak tidak mungkin.
“Sepertinya tidak mungkin, ya?” Rose merasa bersalah karena ia sudah berasumsi buruk pada salah satu di antara kelompok itu.
“Bukannya tidak mungkin! Tapi hampir tidak mungkin.” Zayn jadi memikirkan apa yang Rose katakan.
“Jadi masih ada kemungkinan!” Anggie mengungkapkan sambil saling tukar pandang dengan kekasihnya itu. Mereka mengangguk bersama, dengan pemikiran yang sama.
“Maksudnya?” Rose yang semula lesu pun sekarang mengangkat kepalanya. Ia kira telah salah bicara tadi.
“Markas kita memiliki sistem keamanan yang tinggi, begitu pun dengan gudang logistik dan gudang produksi. Hanya yang benar-benar anggota dan seorang pemimpin kecil yang bisa memiliki akses masuk. Jika sistem keamanan yang kami pasang sejauh berkilo-kilo meter jauhnya bisa ditembus, sehebat-hebatnya mereka pasti menggunakan orang dalam juga.” Anggie menganalisa.
“Benar! Sebanyak itu CCTV yang terpasang rusak dan mati berurutan. Yang tahu letaknya hanyalah anggota kami saja. Karena penempatannya benar-benar kami samarkan agar musuh tak dapat menemukannya, atau bahkan tak ada yang dapat menyadarinya jika mereka sedang diawasi.” Zayn pun menambahkan.
“Jadi bagaimana?” Rose sedikit kebingungan. Namun dia mencoba mengerti penjelasan keduanya.
“Kita harus mengecek seluruh CCTV di markas, juga yang di gudang logistik,” jawab Anggie menatap lurus Rose.
“Semuanya? Bukankah sangat banyak?” Rose mengedarkan pandangannya pada keseluruhan tempat yang ia kira amat luas itu. Bisakah mereka melakukannya?!
“Ku kira Relly pasti sudah melakukannya di sana. Dia yang terbaik dalam hal ini. Jadi tugas kita sekarang adalah untuk mengecek yang ada di sini. Mungkin saja ada salah satu di antara kami yang bertindak mencurigakan.
“Dan kami akan melakukannya tanpa sepengetahuan siapa pun. Jadi kau tetaplah latihan sesuai jadwal bersama Anggie. Biar aku yang bekerja.” Zayn menjelaskan panjang lebar mengenai strategi yang ia pikirkan.
“Bagaimana jika kalian melaporkan hal ini, setidaknya pada Ben dan Relly. Tidak perlu pada yang lain. Ku pikir, mereka berhak untuk mengetahuinya. Dan yang tahu situasi jelasnya adalah mereka, jadi mereka bisa mengambil langkah lainnya dari sana.” Rose mengungkapkan pendapatnya dengan nada hati-hati.
Wanita itu tahu bahwa dia bukanlah bagian dari kelompok ini. Dia tidak berhak untuk ikut campur. Tapi karena ini menyangkut dengan kekasihnya, Rose pun ikut merasa bertanggung jawab untuk memikirkan solusi dari masalah yang kekasihnya hadapi ini.
“Kau benar! Kita memang harus mengatakan pendapat kita ini pada bos besar. Karena, jika kita bertindak tanpa sepengetahuan tuan, takutnya akan menimbulkan masalah dan kita malah akan dicurgai.”
“Benar apa yang kau katakan, Sayang!” Wajah serius Anggie pudar, berganti dengan wajah menawan nan menggoda seperti semula.
“Kau ini sungguh merusak suasana! Bukannya kita ini sedang dalam pembicaraan serius sekarang?!” Rose mengomel pada wanita seksi yang sudah bergelayut manja lagi di lengan kekasihnya.
Heh! Seperti tuan dan kera peliharaan! Rose mencibir dalam hati.
“Solusinya sudah ditemukan. Jadi untuk apa kita terlalu serius. Iya, kan, Sayang!” Anggie pamer senyuman untuk mendapat persetujuan dari Zayn.
“Ehm!” Wanita maskulin itu mengerang singkat, tanda bahwa ia juga setuju akan hal itu.
“Cih! Ternyata kau mudah sekali dirayu!” Rose tersenyum jengkel pada keduanya.
Menjijikkan! Sungguh ia ingin muntah melihat tingkah mesra pasangan abnormal itu.
“Kalau begitu, kau lanjutkan latihan dengannya. Dan aku akan mengurus yang lain.” Zayn melepaskan tangan Anggie yang melingkar di lengannya. Lalu ditatap dua wanita di hadapannya. “Katakan alasan apa pun jika ada yang menanyakan keberadaanku! Ini rahasia di antara kita bertiga!”
“Tenang saja, Sayang!”
“Iya, aku mengerti!”
Zayn berlalu pergi, ditatap hangat oleh Anggie. Dan dicibir dari belakang oleh Rose. Tapi dia menyemangati di dalam hati. Sebab ia berharap masalah Ben cepat teratasi.
***
Saat ini mereka tengah menyisir lokasi sampai ke sungai, dimana jejak ban mobil menghilang. Sudah geram, bertambah geram dengan kenyataan yang ada di depan mata. Kemana mobil truk besar itu pergi?! Sangat tidak mungkin mobil sebesar itu menghilang begitu saja di tempat seperti ini!
Di hadapan mereka terdapat sungai lebar yang alirannya cukup deras. Memang tidak dalam, namun jika bisa melewatinya pun pasti ada jejak ban mobil di sisi sungai yang lainnya.
Akan tetapi ini benar-benar tidak ada. Seperti terhapus angin, seperti hilang ditelan waktu.
“Baiklah! Aku mengerti!” Pria bertopi koboi itu lantas menutup panggilan itu, lalu menyimpan kembali ponselnya di saku jaket kulitnya.
Itu adalah panggilan dari Zayn. Wanita maskulin itu baru saja menyampaikan apa yang menjadi pemikiran mereka bertiga.
Sedangkan Ben di sini, ia pun turut memikirkan apa yang Zayn katakan. Meskipun ia berkata tidak mungkin. Sebab ia tahu bagaimana setia semua anggotanya. Tapi, semua kemungkinan perlu mereka pikirkan solusinya.
“Kita kembali!” titah pria itu pada seluruh anggotanya.
Apa yang mesti dicari sudah mereka cari. Apa yang mesti mereka dapatkan sudah mereka dapatkan. Tapi tidak cukup sampai di sini. Dia dan asistennya yang bodoh itu akan bertindak sendiri untuk mencapai hasil maksimal. Dengan minimal orang yang mengetahui.
“Kita pulang, Tuan?” Relly bertanya sambil tersenyum girang.
Ia pikir pekerjaan mereka di sini sudah selesai. Jadi dia bisa kembali ke markas dan beristirahat. Sebab yang tidak tidur bukannya hanya bosnya saja, dirinya pun begitu. Semua orang pasti tahu jika dia ini adalah bayangan tuan Ben. Jika Ben tidak tidur, ya, berarti dia tidak tidur juga! Jika Ben tidak menikah, maka... ah, dia tidak mau memikirkannya!
“Iya, kau pulanglah ke alam baka!” sahut Ben dingin sembari melangkah ke arah mobil yang semula ia naiki bersama Relly.
“Tuan!” Relly berpikir, mungkin tuannya sudah bosan dengannya. Jadi tuan Ben menyumpahinya untuk segera mati. Bibirnya pun melengkung sedih.
“Kau pilih, aku yang mengantarmu ke alam baka sekarang juga atau kau tembak kepalamu sendiri dan berangkatlah ke sana sendiri!” Sudah tahu kesabarannya tidak banyak, anak buahnya yang satu ini mengapa selalu mengujinya.
“Yang lain kembali ke markas! Aku dan Relly akan kembali ke gudang logistik terlebih dahulu!” titahnya berkumandang dari mobil. Ia sudah duduk rapi di sana, tinggal hanya menunggu Relly datang dan mereka pergi.
Oh, jadi begitu! Relly menganggukkan kepalanya. Dia mengerti sekarang maksud dari perintah bosnya. Ck! Kenapa tidak bilang dengan jelas saja, sih, dari tadi!
Lima mobil berpencar arah sekitar satu kilometer mendekati gudang logistik. Mereka menuju markas sesuai dengan perintah bos besar mereka. Sedangkan satu mobil lainnya yang berisi Ben dan Relly tetap ke arah yang semestinya, mereka kembali ke tempat kejadian perkara.
“Tadi Zayn menghubungiku, dia mengatakan jika Rose pikir ada pengkhianat di dalam kelompok kita.” Tak ada angin tak ada hujan, atasannya itu akhirnya mengeluarkan suara.
Sedari menyalakan mesin mobil, Relly hanya diam. Dia takut salah bicara lantaran melihat wajah bosnya lebih suram ketimbang sebelumnya. Relly pikir, dia masih sayang nyawanya. Maka dari itu dia tidak mau mengusik ketenangan yang ada sebelum terjadinya badai nanti.
“Ap- apa?” teriaknya histeris di tengah jalanan yang bergelombang itu. Ternyata bosnya sendiri yang mengaktifkan badai.
Bersambung...
_
_
Halo semuanya...
Apa kabar??
Akhirnya babang ben sama neng rose update lagi, ya.. maafkan author karena libur nulis beberapa hari ini,, batpil berat bikin ga bisa konsentrasi.. ke depannya, semoga aku bisa update rutin lagi ya,, doakan aku ya,, aku doakan juga semoga teman-teman dan keluarga dalam keadaan sehat wal afiat dan dalam lindungan Allah swt.. aamiin
Jangan lupa kasih like, vote sama komentar kalian ya manteman untuk mendukung tulisanku yang satu ini.. makin banyak dukungan, makin rajin aku update nya..yess 😁
oh ya,, mohon dukungannya juga buat novel aku di aplikasi sebelah ya,, judulnya "Rain Destiny" udah ada 34 bab,, mumpung masih gratis,, yuk,, mampir yuk,, di aplikasi novelm* ya, yang logonya kuning,, jangan lupa subscribe dan kasih review kalian ya manteman,, mumpung masih gratis ya,, masih gratis 😁 (ubah judul dari "cinta segitiga pewaris kedua" sebenernya) yang mau tahu kelanjutannya, sila mampir di sana, oke 🙏
Keep strong and healthy ya semua 🥰