
Prothos keluar kamar dan melihat Jessica sedang duduk di sofa sambil menonton TV. Villa tersebut tidak memiliki sekat di semua ruangan di bawah kecuali setiap kamarnya. Sehingga semua ruangan menjadi satu. Prothos menuju dapur yang berada tidak jauh dari ruang TV yang hanya di batasi dengan meja makan dengan delapan kursi.
Di dapur hanya ada Tasya. Jessica sempat melihat Prothos yang keluar kamar dan berjalan ke dapur. Prothos sengaja tidak melihatnya.
"Dimana Ato?" tanya Prothos yang membuka kulkas dan membuka minuman kaleng.
"Sedang ambil makanan yang tertinggal di mobil." jawab Tasya sambil menumpukan piring.
Prothos berjalan mendekati Tasya sambil melirik Jessica yang masih fokus menonton TV.
"Tasya, berhati-hatilah dengan wanita itu. Jangan lepaskan Ato dari pandanganmu." ucap Prothos setelah itu menenggak minuman kalengnya.
Mendengarnya Tasya sempat berhenti dari kegiatannya, namun melanjutkannya kembali sesaat setelahnya.
"Oto, bisa kau ambilkan piring yang di atas lagi?" tanya Tasya menunjuk lemari dapur di atasnya karena Jessica saat ini sedang berjalan ke arah mereka.
Prothos langsung mengambilkannya.
"Apa kalian butuh bantuan?" tanya Jessica yang berjalan mendekati mereka.
"Ya, tolong bawa piring-piring ini ke meja makan." jawab Tasya.
"Baiklah." ucap Jessica setelah itu membawa piring-piringnya.
Prothos hanya menenggak minumannya sambil bersandar ke meja dapur dan memperhatikan Jessica.
...***...
Semua berkumpul di meja makan untuk makan siang karena waktu sudah jam dua belas siang. Mereka semua sudah siap untuk menyantap makanan yang mereka beli di perjalanan tadi.
"Karena sudah siang dan tidak terlalu dingin lagi, habis ini aku akan tetap berenang." ujar Lion yang duduk di kursi tunggal antara Aramis dan Jessica yang saling berhadapan. "Ato, ayo kita bertanding siapa yang akan menang."
"Kau menantang pacarku, Lion?" tanya Tasya yang sebelah kanannya adalah Anna dan di hadapannya Melody. Athos duduk di kursi tunggal antara dirinya dan Melody.
"Tantangan diterima." jawab Prothos yang duduk di antara Melody dan Aramis. "Sepertinya menarik. Melo, kau dukung siapa?" lirik Prothos ke Melody yang duduk di sebelah kanannya.
Melody terdiam menatap Prothos dan melihat yang lainnya, menunggu jawabannya.
"Jelas dia akan mendukung Ato..."
"Lion." jawab Melody memotong perkataan Lion.
"Benarkah?" tanya Lion tampak senang.
"Aku kasihan karena sepertinya kau akan kalah." jawab Melody lagi mengejek Lion.
Semua yang mendengar langsung tertawa.
"Sudah aku duga pasti akan begitu akhirannya." gumam Lion. "Tapi ayo kita bertanding, Ato!! Walaupun begini aku jago renang."
"Sebaiknya kau diam dan makan saja." seru Aramis. "Dari pada menantang Ato, aku yakin kau pun tak akan bisa mengalahkan Anna."
Semua menatap Anna yang terlihat tidak begitu napsu makan.
"Aku tidak bisa berenang." jawab Anna.
"Benarkah?" tanya Lion. "Sudah ku duga, pasti ada hal yang tidak bisa kau lakukan. Setidaknya aku unggul darimu Anna."
"Benarkah kau tidak bisa renang?" tanya Aramis memastikan. "Apa perlu aku ajarkan?"
"Diamlah!!" seru Anna kesal. "Aku juga manusia biasa, banyak hal yang tidak bisa aku lakukan." tatap Anna kesal pada Aramis.
"Kenapa kau kesal?" tanya Aramis ikut kesal.
"Baiklah Lion, ayo kita bertanding." jawab Athos mengalihkan perhatian. "Bagaimana kalau yang kalah mendapat hukuman?"
"Baiklah." jawab Lion tersenyum. "Tapi, ada satu syarat. Hanya boleh ada satu tarikan napas di awal."
"Tidak mungkin." ujar Tasya.
"Baiklah." jawab Athos.
...***...
Lion membuka kaosnya bersiap-siap di pinggir kolam. Athos berdiri di sampingnya dan masih menggunakan kaos.
"Aku tidak mengira badan Lion bagus juga." gumam Jessica yang duduk di pinggir kolam bersama wanita lainnya untuk menyaksikan pertandingannya. "Melody tahu itu?"
Melody mengangguk.
"Kalian benar-benar dekat ya." tambah Jessica.
"Lion sangat suka olahraga, skateboard, dance dan aktifitas fisik lainnya." ucap Melody. "Kami berteman sejak kecil, tidak mungkin tidak tahu."
"Aku jadi iri sekali." ucap Jessica.
Melody melihat Jessica begitu juga dengan Tasya dan Anna.
"AYO LION, AKU MENDUKUNGMU." teriak Anna bangkit berdiri mengalihkan perhatian.
Pertandingan dimulai, kecepatan Athos jauh lebih unggul dari Lion, namun karena hanya ada satu tarikan napas di awal, Athos berhenti ketika berbalik untuk lap terakhir. Dia tidak mampu lagi melanjutkan pertandingan tanpa ambil napas. Sedangkan Lion dapat menyelesaikannya, dan menang.
"Kau keren sekali, Lion." seru Anna merangkul Lion dan melompat bersama saat Lion keluar kolam renang.
Aramis melepaskan rangkulan tersebut dan ambil posisi di tengah untuk merangkul kedua sahabatnya itu.
"Tidak percuma kau bersahabat denganku, Lion." ujar Aramis.
Anna malas melanjutkan ketika Aramis datang. Dia segera berjalan masuk ke ruang TV dimana Prothos berada.
"Melon, kau lihat kan? Aku yang menang." senyum Lion menghampiri Melody. "Ya ampun, ternyata masih dingin sekali walau sudah siang." Lion mengigil kedinginan.
Melody hanya melihatnya dan beranjak masuk lalu ke kamarnya dengan sebuah senyuman.
"Tidak apa-apa Ato, bagiku kau yang terbaik." senyum Tasya menghampiri Athos.
Athos ingin melepas kaosnya yang basah, namun Tasya langsung memeluknya dan melihat ke arah Jessica yang memperhatikan mereka.
"Jangan lepas kaosmu, nanti kau kedinginan." bisik Tasya yang memeluk Athos.
Athos menatapnya aneh karena Tasya tidak seperti biasanya, namun dia menuruti kekasihnya tersebut.
"Ayo kita berenang." seru Aramis mendorong Lion ke kolam lalu dia membuka bajunya dan ikut menceburkan diri ke kolam juga.
"Bodoh!! Dingin sekali tahu!!" seru Lion kesal pada Aramis yang mendorongnya.
"Tasya!!" panggil Prothos ketika melihat Tasya mengikuti Athos yang hendak masuk ke kamarnya.
Tasya menoleh dan dengan gerakan tangan, Prothos menyuruh Tasya pergi untuk tidak ikut masuk kamar.
"Kenapa kau harus lihat, Oto?" gumam Tasya menghampiri Prothos yang duduk di samping kiri Anna.
Anna tertawa melihat tingkah Tasya.
"Oto, apa aku boleh posting foto-fotoku dengan Ato di sosial media?" tanya Tasya yang duduk di samping kiri Prothos.
Prothos menggeleng.
"Kau ingat kan peraturan café?" ujar Prothos. "Dilarang publikasi!!"
"Tapi kalau kau yang punya pacar kenapa tidak masalah?" gumam Tasya. "Arrrgghh... aku tidak tahan."
"Image-ku adalah playboy jadi itu tidak akan mengganggu." senyum Prothos.
"Tasya, Oto, ayo kita berfoto." ujar Anna sambil memegang handphone-nya.
Mereka bertiga langsung berfoto bersama.
"Aku akan mem-posting-nya di sosial mediaku." ucap Anna. "Aku yakin followers-ku akan bertambah."
"Kau memanfaatkanku ya?!" kata Prothos tidak percaya.
"Tidak, aku memanfaatkan Tasya." ucap Anna tersenyum. "Sebagian besar followers-ku wanita yang menganggap aku seorang pria. Bahkan aku sering mendapat pesan dari wanita yang meminta bertemu denganku. Dengan ini semoga saja mereka paham mana wajah pria dan wanita sesungguhnya."
"Apa maksudmu?" tanya Prothos.
"Ya, biar mereka membandingkan wajah kita bertiga. Wajah Tasya yang sangat cantik, aku yang selalu dibilang tampan, dan wajah wanita ini." ledek Anna pada Prothos langsung kabur karena Prothos mengejarnya.
Tasya tertawa melihat mereka berdua.
Prothos mengejar Anna hingga berlarian ke kolam renang. Namun karena basah, Anna kehilangan keseimbangannya dan masuk ke kolam renang.
Di kolam sudah tidak ada siapa-siapa, karena Aramis dan Lion baru saja keluar dari sana. Namun melihat Anna tercebur, Aramis langsung terjun ke kolam menyelamatkannya. Semua berkumpul melihat kejadian itu.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Aramis khawatir pada Anna.
Anna hanya batuk berkali-kali tidak menjawab dan menggigil kedinginan.
"OTO, APA YANG KAU LAKUKAN? KENAPA MENGEJARNYA DI PINGGIR KOLAM? DIA SUDAH BILANG KAN KALAU DIA TIDAK BISA BERENANG?" tanya Aramis sangat marah.
"Aku baik-baik saja." jawab Anna sambil mencoba bangun.
Tiba-tiba Aramis memeluknya.
"Bagaimana kalau aku tidak datang menolongmu, bodoh?!" ucap Aramis memeluk Anna. "Kakiku jadi lemas sekarang. Kau pasti kedinginan juga kan?"
Dari seberang kolam renang, Jessica memperhatikan dan tatapannya sinis pada Anna.
"Apa hanya kau yang bisa renang dan menolongnya? Kata-katanya bodoh sekali." gumam Prothos melihat tindakan spontan Aramis, lalu tersenyum.
Lion juga ikut tersenyum.