MELODY 911 With The Three Musketeers

MELODY 911 With The Three Musketeers
Gadis Rahasia



Akhirnya selama seminggu ujian semester telah berlangsung. Selama itu juga Sandra tetap datang ke sekolah. Gadis itu akan menunggu Lion di jam pulang hingga Lion datang menemuinya.


Melody dan Lion belum bertemu lagi karena saat ujian mereka tidak berada di kelas yang sama sehingga mereka berdua belum bicara lagi.


Melody masih tidak tahu apakah Lion marah padanya karena memberitahu Sandra mengenai dimana sekolah mereka atau tidak, karena Lion tidak pernah bicara masalah itu dengannya.


Setiap pulang sekolah Melody hanya memperhatikan Lion yang langsung bergegas menemui Sandra ketika ujian berakhir. Melody memperhatikan bagaimana Lion terlihat sangat terganggu dengan kehadiran Sandra di sekolah. Namun dia merasa penasaran dan ingin tahu juga siapa wanita yang disukai Lion. Dia pun menunggu-nunggu juga apakah Lion akan membawa gadis itu untuk diperkenalkannya pada Sandra.


Namun sudah selama ini Lion hanya menemui Sandra seorang diri dan tidak mengajak siswi lain untuk di perkenalkannya pada Sandra.


Hari ini pun tampaknya seperti itu. Lion berjalan keluar gedung sekolah seorang diri untuk menemui Sandra yang sudah menunggu di depan gerbang sekolah.


Tanpa memikirkan apapun Melody menghadang langkah Lion sebelum Lion menemui Sandra.


"Ada apa?" tanya Lion pada Melody.


Melody menatap Lion sejenak untuk berpikir apa yang akan dia katakan olehnya.


"Maafkan aku karena dengan lancang menjawab telepon itu dan memberitahunya dimana sekolah kita." ucap Melody. "Apa kau butuh bantuan?"


"Bantuan? Apa yang bisa kau lakukan untuk menghentikan wanita keras kepala seperti Sandra?!" ujar Lion setelah itu berjalan meninggalkan Melody.


Lion menemui Sandra dengan wajah kekhawatiran karena bingung harus berkata apa lagi pada wanita itu. Semua cara sudah dia gunakan agar Sandra berhenti menemuinya di sekolah namun sia-sia.


"Jadi kau belum juga mengatakannya pada wanita itu?" seru Sandra pada Lion yang tiba menemuinya seorang diri. "Apa jangan-jangan kau hanya berbohong ya? Kau berbohong agar aku tidak mendekatimu? Sebenarnya ada apa denganmu sampai menolak wanita secantik aku? Aku akan terus mengejarmu sampai kau menerimaku, Lion."


"Terserah saja, aku sudah tidak peduli lagi kau akan terus datang kesini atau tidak." ucap Lion. "Toh, besok sudah mulai liburan semester, jadi aku tidak perlu menemuimu."


"Sebenarnya apa masalahnya? Kau menolakku karena menyukai wanita lain, tetapi kau tidak memberitahuku siapa wanita itu. Baiklah sekarang sebut saja siapa dia dan aku sendiri yang akan mencari tahu tentangnya! Kau dengar aku tidak?!" tanya Sandra.


"Sandra, kau bisa mencari pria lain yang juga menyukaimu. Jangan menggangguku lagi. Kau membuat aku malu karena kau terus datang ke sekolah ini."


"Malu? Ya ampun, kau hanya menyebut saja siapa wanita itu dan aku akan mencari tahu sendiri. Tapi aku tidak akan berhenti mengejarmu sebelum kau dan dia berpacaran. ujar Sandra tidak mau kalah. Kau bohong kan? Tidak ada wanita yang kau suka kan?"


Melody yang mendengarkan perbincangan mereka mengambil napas dalam-dalam karena dia merasa harus melakukan sesuatu. Melakukan sebuah penebusan pada Lion karena sudah memberitahu Sandra dimana sekolah mereka.


"Apa aku mengganggu?" tiba-tiba Melody muncul.


Kehadirannya membuat Lion terkejut.


"Kau yang bernama Sandra ya? Maaf, bisakah kau berhenti datang ke sekolah ini dan juga berhenti mengganggu Lion?"


"Kenapa? Memangnya siapa kau?" tanya Sandra ketus.


"Apa Lion belum memberitahumu?" Melody balik bertanya. "Kenalkan, namaku adalah Melody, aku dan Lion sudah resmi berpacaran sejak kemarin, jadi tolong berhenti menemui ataupun mengganggunya."


"Benarkah itu? Bukannya kau adalah adik dari Three Musketeers?" Sandra terkejut. "Jadi kau... Lion, kau sudah. kenapa tidak memberitahuku?" Sandra terlihat terkejut.


"Sepertinya dia tidak memberitahumu karena tidak ingin menyakitimu, tapi aku mohon dengan ini bisakah kau tidak lagi datang ke sekolah kami?" tatap Melody.


"Baiklah, aku mengerti." jawab Sandra. "Lion, aku tidak akan mengganggumu lagi. Sebagai gantinya!" setelah berkata demikian Sandra menginjak kaki Lion dengan kesal lalu berjalan pergi meninggalkan Melody dan Lion.


Lion menatap Melody hingga Melody menoleh menatapnya.


"Melon, terima kasih." senyum Lion setelah itu merangkul Melody. "Berkat kau dia tidak lagi menggangguku. Ya ampun kenapa aku tidak meminta bantuanmu dari kemarin saja ya."


"Apa?" Lion melepas rangkulannya dan terlihat menghindar.


Dia langsung berjalan masuk ke dalam sekolah kembali, menuju tempat dimana motornya diparkir.


"Melody mengikutinya, Aku sudah membantumu, katakan siapa wanita yang kau suka itu sampai-sampai menolak Sandra seperti itu!!" seru Melody.


Lion berhenti ketika sampai di tempat motornya diparkir.


"Kau ingin tahu siapa?" tatap Lion pada Melody.


Melody mengangguk dengan tidak yakin.


"Siapa?" tanya Melody.


Suara Melody hanya terdengar seperti bisikan, karena sebenarnya dia merasa belum siap untuk mendengar siapa wanita yang di sukai Lion.


"Dia ada disini." ucap Lion tersenyum.


"Maksudmu?" tanya Melody dengan serius menatap Lion.


"Megan!!" jawab Lion. "Sudah aku bilang kan hanya Megan yang aku suka!!" seru Lion sambil mengelus-elus motor kesayangannya. "Aku sangat menyukaimu Megan." Lion memeluk motornya tersebut.


Melody tertawa aneh mendengar jawaban Lion.


"Jadi sebenarnya tidak ada wanita yang kau suka makanya kau tidak bisa memberitahu Sandra, begitu?!"


"Sudah aku bilang padamu kalau wanita yang aku suka adalah Megan." jawab Lion. "Aku udah sering bilang kan, kalau aku tidak bisa hidup tanpa Megan, oh Megan ku sayang."


"Dasar manusia aneh!!" seru Melody dengan kesal setelah itu menendang motor Lion lalu berjalan pergi meninggalkannya.


"Hey, apa yang kau lakukan?!" ujar Lion pada Melody yang menendang motornya.


Melody tidak memedulikannya dan terus berjalan meninggalkan Lion. Sedangkan Lion hanya menyunggingkan bibirnya melihat Melody pergi menjauh darinya.


Tiba-tiba handphone milik Lion berbunyi. Athos menghubunginya dengan segera Lion menjawab.


"Ada apa?" tanya Lion menjawab teleponnya.


"Apa kau melihat Ars?" tanya Athos.


"Tidak." jawab Lion. "Ada apa memangnya?"


"Dia tidak ikut ujian hari ini dan pergi entah kemana. Dia meninggalkan tas miliknya di kelas." jawab Athos. "Bisakah kau pulang bersama Melo? Aku dan Oto akan mencari si bodoh Ars."


Lion menutup teleponnya dan segera berlari mengejar Melody.


"Melon, tunggu!!" seru Lion berlari menuju Melody.


"Ada apa?" tanya Melody yang merasa aneh melihat Lion mengejarnya. "Kenapa sampai mengejarku?"


"Ato menyuruhmu pulang bersamaku, karena dia dan Oto harus pergi mencari Ars." jawab Lion. "Ars pergi di tengah ujian dan mereka berdua akan mencarinya."


"Kak Ars tidak ikut ujian?" tatap Melody terkejut.