
Kedatangan Niko ke pembukaan Café membuat ketiga Musketeers ketar-ketir. Pasalnya walaupun Niko adalah teman Lion namun pada dasarnya dia merupakan musuh Aramis. Di tambah Niko datang dan langsung duduk di meja Tasya, yang notabene-nya adalah kekasih Athos. Namun ketiga Musketeers tidak bisa berbuat apapun karena tidak ingin membuat keributan di acara pembukaan café mereka.
Setelah Lion menjamin kalau Niko tidak akan berbuat apapun pada Tasya, Prothos membuat Athos mengerti agar tidak mengambil pusing. Ditambah usaha Lion yang gagal adalah karena Tasya sendiri yang meminta Niko menemaninya duduk di sana.
"Kau kenal Melody juga?" tanya Tasya pada Niko, setelah melihat Niko melambaikan tangan pada Melody.
"Tidak ada yang tidak mengenalnya." jawab Niko.
"Maksudnya?"
Niko menoleh menatap Tasya yang tampak penasaran.
"Kau tahu kenapa superhero memakai topeng?"
"Agar siapapun tidak bisa melihat wajahnya. Tapi apa hubungannya dengan yang aku tanyakan?" ujar Tasya.
"Tujuan utamanya agar keluarga dan orang-orang di sekitarnya tetap aman. Ya bisa dibilang kalau Lion adalah topeng Ars. Ars meminta perlindungan adiknya dari Lion. Jadi Lion memberitahu ke seluruh temannya agar tidak menyentuh adik Ars. Pada dasarnya Ars memiliki banyak musuh dimana pun namun kebanyakan dari musuhnya adalah teman Lion. Jadi Lion menjamin Melody." terang Niko.
Tasya bingung mendengar jawaban Niko karena dia tidak mengerti sama sekali tentang Lion dan Aramis beserta rumus pertemanan yang diciptakan Lion.
"Jadi sebenarnya kau ini teman atau musuh?" gumam Tasya bingung.
Niko hanya tertawa mendengarnya.
"Kalian para pria suka sekali membuat hubungan yang rumit." gumam Tasya membuat Niko makin tertawa.
Setelah menahan untuk tidak berbuat sesuatu ketika kekasihnya duduk dengan pria lain. Akhirnya Athos tidak bisa menahan dirinya lagi. Dia berjalan keluar dapur dan langsung duduk di hadapan Niko dengan tatapan dingin yang tajam.
"Ya ampun, semoga saja kepalanya tetap dingin." ucap Prothos yang sejak awal menjaga meja kasir, melihat Athos duduk dengan tangan terkepal di atas meja.
"Ato..." senyum Tasya pada Athos saat Athos duduk dan menatap dingin Niko.
"YA nakonets vstretil tebya (akhirnya aku bertemu denganmu), si pintar Musketeers." ucap Niko saat Athos datang dan langsung memberikan tatapan intimidasi padanya. "Kau tahu, pertandingan waktu itu kau sangat mengagumkan, terutama di pertandingan renang... Kak Ato." senyum Niko.
Athos tertawa sarkas mendengar Niko memanggilnya dengan sebutan kak.
"Kau tenang saja aku tidak menggoda Tasya." ujar Niko tersenyum ramah. "Benar kan, Tasya?"
"Itu benar Ato, Niko sama sekali tidak menggodaku." jawab Tasya memegang lengan Athos yang ada di atas meja.
"Anna, cepat kau undi saja grand prize-nya." seru Prothos pada Anna yang baru turun dari lantai dua.
"Kenapa aku dan bukan kau?" tanya Anna.
"Lakukan saja." jawab Aramis yang berada di samping Prothos.
Waktu menunjukan pukul delapan malam, Anna naik ke podium untuk mengundi grand prize.
"Baiklah semua, sekarang kita akan mengundi grand prize berhadiah voucher gratis makan sepuluh kali dan foto bersama salah satu karyawan favorit kalian." ucap Anna membawa tempat undian yang terbuat dari kaca. "Jika nomer pesanan atau nomer struk kalian sesuai dengan yang disebutkan, kalianlah pemenangnya. Ayo segera cek struk kalian masing-masing. Apa kalian siap?"
Semua pengunjung bersorak-sorai tidak sabar. Pembicaraan Athos dan Niko jadi berakhir.
"Nomer yang aku sebutkan harus langsung maju ke sini ya." lanjut Anna sambil mengaduk tempat undian.
"Anna, ambil struk nomer 0198 ya, aku akan memberimu sesuatu nanti." seru salah seorang pengunjung membuat pengunjung lainnya tidak mau kalah dan menyebutkan nomer struk mereka masing-masing.
Anna tertawa sambil mengambil salah satu struk. Dia membukanya dengan perlahan.
Semua pengunjung saling tatap untuk melihat pemilik nomer struk tersebut. Namun siapa sangka, Niko berdiri dengan senyum di wajahnya.
"Itu nomer strukmu, Niko?" tanya Tasya.
"Pokhozhe, mne segodnya ochen' povezlo (sepertinya hari ini aku sangat beruntung)." senyum Niko memperlihatkan struknya pada Tasya.
Athos hanya menatap Niko yang langsung berjalan ke podium. Begitu juga dengan Prothos dan Aramis. Lion yang berada di teras yang awalnya bercengkrama dengan teman-temannya langsung masuk ke dalam, melihat Niko sudah di podium.
"Wah, ternyata yang dapat seorang pria tampan." ujar Anna sambil merangkul pundak Niko. "Dia terlihat seperti vampir kan?"
Semua pengunjung wanita bersorak-sorai melihat Niko. Beberapa merasa kecewa karena tidak menang dan banyak dari mereka yang terpesona dengan Niko, ditambah dengan Anna merangkulnya membuat mereka iri.
"Gadis itu senang sekali merangkul siapapun." gumam Aramis membuat Prothos tertawa melihat kembarannya cemburu.
"Kau tenang saja, semoga saja yang kau duga pun juga tidak benar." ucap Prothos. "Ingat ya, tahan emosimu, jangan terpancing dengannya. Aku yang akan mengatasinya dengan baik."
"Sebaiknya kau juga bilang begitu ke Ato." kata Aramis yang melihat Athos memperhatikan Niko dengan tajam dari tempatnya yang langsung berdiri saat Niko maju ke podium.
"Siapa namamu?" tanya Anna.
"Nikolayevich Mordashov, tapi panggil saja Niko." jawab Niko singkat saat Anna menyodorkan microphone.
"Kau orang Rusia?" tatap Anna.
Niko menggeleng. "Hanya ayahku." jawab Niko.
"Baiklah, untuk pemberian voucher gratis makan akan diberikan oleh Ato." seru Anna melihat ke Athos.
"Biar aku saja." seru Prothos berjalan dengan sebuah amplop di tangannya. "Baiklah, sayang sekali ya karena kalian para gadis cantik kurang beruntung malam ini." ujar Prothos dengan senyum berbicara dengan microphone. "Tapi kapanpun aku bersedia berfoto dengan kalian."
Ucapan Prothos membuat kegaduhan karena para wanita berteriak-teriak langsung mengajukan diri.
"Tenang, tenang... setelah ini aku akan berfoto dengan kalian semua. Berhubung hari ini ulang tahun kami, aku akan berfoto dengan kalian semua nanti." ucap Prothos tersenyum mempesona. "Baiklah, ini adalah voucher hadiahnya."
Prothos memberikan amplop yang berisi voucher pada Niko dan bersalaman dengan keras.
"Selamat ya." ucap Prothos.
"Spasibo (terimakasih), kak Oto." jawab Niko tersenyum.
Prothos tertawa skeptis dengan panggilan Niko padanya.
"Baiklah, sekarang adalah waktunya kau memilih karyawan favoritmu untuk berfoto dengannya." Anna berdiri di tengah-tengah kembali antara Prothos dan Niko.
Anna mulai mengerti kalau Prothos tidak menyukai Niko saat melihat mereka bersalaman sangat kuat. Dia juga melihat kedua kembar lainnya menatap tajam Niko saat ini.
"Jadi Niko, silahkan sebut dengan siapa kau ingin berfoto?!" ujar Anna memberikan microphone pada Niko.
"Karena aku pria normal jadi aku ingin berfoto dengan satu-satunya karyawan wanita." jawab Niko tersenyum.
"Kalau begitu denganku?" tanya Anna.
"Kau seorang wanita?" tatap Niko terkejut membuat semua pengunjung tertawa karena Niko tidak sadar jika Anna seorang wanita. "Tapi maaf aku ingin berfoto dengan Melody." ucap Niko menoleh ke belakang pada Melody yang sedang bermain piano.
Semua terkejut, begitupun Melody yang langsung berhenti menekan tiap tuts pianonya dan menatap Niko yang tersenyum padanya.