MELODY 911 With The Three Musketeers

MELODY 911 With The Three Musketeers
Kabar Yang Menyeruak



Dengan langkah lebar, Melody berjalan di koridor sekolah dan hendak menuju kelasnya, namun tiba-tiba seseorang menggenggam tangan kirinya dari belakang hingga membuatnya terkejut. Melody menoleh dan melihat Niko yang melakukannya.


"Dobroye utro Lyubov' moya (selamat pagi cintaku)." Senyum Niko.


Melody langsung menarik tangannya dan memperhatikan ke sekitar, beberapa murid di sekitarnya melihat pada mereka.


"Bahkan memegang tangan saja tidak boleh? Kita akan segera bertunangan dan menikah. Kau terlalu kaku, Melody." Keluh Niko.


Melody yakin sekali kalau semua orang yang melihat pada dirinya dan Niko mendengar apa yang diucapkan Niko barusan, hal itu membuat gadis itu malu. Dengan secepatnya dia melanjutkan jalannya masuk ke kelas karena tidak ingin menjadi bahan pergunjingan lebih lagi.


"Kenapa?" Tanya Niko merasa tidak ada yang salah dengan kelakuannya.


Melody hanya diam saja dan tidak menjawab Niko yang duduk di sebelahnya. Dia masih memperhatikan beberapa teman sekelasnya berbisik-bisik. Dia sangat yakin kalau mereka berbisik mengenai apa yang diucapkan Niko tadi.


"Kau tidak heran kenapa aku datang sepagi ini?" Niko masih saja berceloteh tidak mengerti dengan keadaan di sekitarnya yang masih membicarakan dirinya dan Melody. "Aku sangat ingin bertemu denganmu, aku merindukanmu."


Melody merasa semakin malu karena suara Niko terdengar keras di dalam kelas yang sedang hening. Semua murid yang berada di sana pasti mendengar ucapan Niko. Melody berharap Niko mengatakan hal itu dengan bahasa Rusia agar siapapun tidak mengerti termasuk dirinya.


"Selamat pagi semua teman-temanku yang tercinta." Seru Lion yang masuk ke kelas dan memecah keheningan. "Ada apa? Kalian semua bergosip apa sepagi ini?" Lion tampak bingung saat melihat beberapa kelompok murid yang berbisik-bisik.


"Melody..." Panggil Rinka yang berlari memasuki kelas dan menghampiri Melody. "Ah, ternyata kau sudah datang juga." Rinka tersenyum pada Niko.


"Ada apa? Kenapa kau terlihat sangat terburu-buru?" Tanya Niko heran pada Rinka.


"Apa benar kalian akan menikah? Beberapa menit yang lalu rumor itu menyebar dengan sangat cepat." Jawab Rinka.


Melody menutupi wajahnya dengan tangan satu, merasa malu mengenai kabar itu yang sudah menyebar. Dia benar-benar menjadi sangat kesal pada Niko. Seharusnya hal itu menjadi rahasia untuk mereka.


"Ya itu benar. Kami akan bertunangan setelah lulus akan langsung menikah." Jawab Niko dengan penuh keyakinan.


"Aku kira hubungan kalian berdua tidak sedekat itu. Aku pikir Lion yang akan menikah denganmu nantinya." Ujar Rinka. "Itu sebabnya Lion pindah tempat duduk dan hubungan kalian menjadi tidak sedekat dulu?"


Niko menatap Melody mendengar ucapan Rinka. Saat ini perhatian semua orang di kelas berada padanya, sehingga Melody bingung harus berekspresi ataupun menanggapi perkataan Rinka seperti apa. Sedangkan Niko, dia berharap kalau Melody menjawabnya dengan hal yang sebenarnya, kalau mereka memang sudah merencanakan untuk menikah.


"Kau itu bicara apa, Rinka?" Seru Lion menghampiri mereka bertiga. "Jangan menyeret namaku dalam hal ini. Aku dan Melon hanya berteman. Bukan begitu Melon?" Lion menatap Melody.


Melody mengangguk tanpa jawaban keluar dari mulutnya. Gadis itu sangat tidak ingin berada di situasi seperti ini. Dia menjadi merasa sangat ingin menangis sekarang. Di tambah, sudah lama dia tidak mendengar Lion memanggilnya dengan Melon.


"Mereka berdua pasangan serasi kan? Mereka berdua memang akan segera bertunangan." Ucap Lion sambil merangkul Niko yang duduk.


"Itu memang buka gosip, itu yang akan terjadi nanti." Tambah Niko. "Aku dan Melody sudah merencanakannya. Itu juga alasanku kenapa pindah sekolah."


Seketika kabar itu langsung menyeruak di sekolah. Melody merasa tidak nyaman dengan kabar tersebut. Namun dirinya yang adalah adik dari Musketeers yang sangat populer di sekolah beserta Niko yang sudah menjadi idola baru di sekolah tersebut membuat kabar itu semakin menarik dibahas oleh semua murid. Bahkan kabar itu semakin digoreng dengan kedekatan Melody dengan Lion yang terlihat semakin menjauh. Banyak yang berspekulasi kalau sikap aneh Lion yang semakin menjadi juga karena hal tersebut.


Yang pasti Melody menjadi merasa tidak nyaman di sekolah. Dia tidak ingin menjadi bahan perbincangan lagi setelah dulu bersama Felix dirinya juga sempat menjadi bahan omongan di sekolah.


"Maafkan aku ya, seharusnya aku tidak mengatakannya dengan keras tadi." Ucap Niko baru menyadari kesalahannya.


Tak ada jawaban yang keluar dari mulut gadis itu. Dia hanya fokus memperhatikan papan tulis di mana guru sedang menjelaskan materi pelajaran.


Melody menatap Niko saat mendengar Niko menggunakan bahasa Rusia lagi saat berbicara padanya. Sebelumnya dia sudah memperingati Niko agar tidak menggunakan bahasa itu padanya.


Niko tahu kalau Melody menjadi kesal karena perkataannya dalam bahasa yang tak dimengerti gadis itu. Niko menuliskan sesuatu di bukunya lalu menunjukan tulisan tersebut pada Melody.


Aku sangat mencintaimu, karena itu aku ingin mereka semua tahu kalau kau adalah milikku.


Setelah membacanya Melody menatap Niko yang terus memandangnya dengan tatapan lembut. Gadis itu merasakan betapa besarnya cinta pemuda yang ada di sampingnya itu untuk dirinya. Dan itu semua membuatnya menjadi merasa semakin terbebani.


Dari kejauhan, Lion melihat mereka berdua saling menatap. Dia berpikir itu hal yang bagus, setidaknya dia meyakinkan dirinya seperti itu, untuk menutupi perasaannya yang aneh saat melihatnya.


...***...


Di atas atap Lion membaca forum sekolah di ruang chat. Dia duduk di atas dinding pembatas sambil memakan es krim, dan beberapa es krim lainnya masih terbungkus berada di samping kirinya. Dia membaca komentar para murid lain mengenai kabar yang beredar hari ini mengenai Melody dan Niko yang akan segera bertunangan dan menikah. Bahkan di beberapa komentar namanya ikut dibawa-bawa.


Walaupun aku tidak suka dengan gadis itu, tapi aku akui kalau dia sangat beruntung mendapatkan Niko yang selalu tampak keren itu.


Bagaimana bisa gadis sedingin itu menarik perhatiannya? Apalagi ketiga Musketeers tidak menyukai Niko, apa kabar itu mungkin?


Niko seperti vampir sedangkan Melody sedingin gunung es, mereka terlihat cocok, tapi bagaimana dengan Lion? Aku pikir hanya Lion yang bisa meluluhkan wanita sedingin es itu.


Padahal aku berharap kalau Niko tidak tertarik dengannya, tapi ternyata benar kabar sebelumnya. Karena itu dia pindah sekolah walau mendapat sambutan tidak baik dari kakak-kakaknya.


Jadi selama ini Lion dekat dengan Melody bukan karena menyukainya? Tingkah Lion memang aneh, tapi akhir-akhir ini dia menjadi lebih aneh. Apakah karena kabar itu?


Lion tidak seburuk itu, dia juga sangat keren. Dia pantas dapat yang lebih baik dari gadis sedingin Melody.


Lion dan Niko berteman, tapi hubungan mereka masih baik. Kalau begitu selama ini Lion dan Melody hanya teman sebangku. Apa yang terjadi tidak ada hubungannya dengan Lion.


"Nah, ini komentar terbaik saat ini." Ujar Lion saat membaca komentar yang terakhir. "Baiklah, aku akan ikut berkomentar dengan anonim."


Niko dan Melody sangat serasi, mereka pasangan terbaik tahun ini. Jangan libatkan Lion dalam masalah percintaan mereka.


"Aku rasa komentarku yang terbaik." Senyum Lion.


Tidak, gadis dingin hanya cocok dengan pria hangat seperti Lion.


Ya, itu benar. Niko juga tampak dingin jadi dia tidak cocok dengan Melody.


Aku juga berpikir hal yang sama. Ternyata ada juga yang berpikir sepertiku.


"Apa-apaan mereka ini? Sudah aku bilang, jangan libatkan aku!!" Kesal Lion membaca balasan komentarnya.


Krekk


Lion menoleh ketika mendengar suara pintu terbuka. Melody berdiri di ambang pintu menatap padanya.


...@cacing_al.aska...