Lorelei Chronicles

Lorelei Chronicles
Episode 67



Beatrice menggenggam song sphere-nya dan mengungkapkan judul lagu, “Miracle Refrain!”


Sebuah gelombang berbentuk bundar bermunculan sejenak melingkari dirinya dan Neu sebelum menghilang seketika. Ketika terkena gelombang tersebut, gelombang lain turut memindai tubuh masing-masing.


“Miracle Refrain.” Danson juga ikut mengungkapkan judul lagu. Hal yang sama juga mengitari dirinya dan Hunt.


Masing-masing song mage mulai bernyanyi menghantarkan kekuatan pada rekannya.


It's no coincidence, it's no longer be


It's a miracle that makes us stronger


The magic, the hope, the wish


Neu mengucapkan mantra pertamanya, “Transformate eht pyro combi shattorv inbladari!”


Berbagai kumpulan api berbentuk seperti belati atau kristal bermunculan dari tongkatnya, mulai terangkat ke udara sebelum menjadi seperti hujan menuju Hunt.


Hunt mengangkat tongkat menggunakan tangan kanannya. “Vlier veg, ochena drups orf minu!”


Keluarlah berbagai butiran air berukuran kecil hingga sedang yang terbentuk menjadi seperti peluru yang melesat. Serangannya turut berbenturan dengan serangan fire blades milik Neu.


Saking lebih banyak jumlahnya hingga seperti menembus fire blades di hadapannya, Neu merintih terkena water bullet pada tubuhnya, membuat dirinya terdorong ke belakang.


Beatrice tetap bernyanyi sekuat tenaga meski menyaksikan rekannya telah lengah di depan dirinya. Nyanyian kuatnya juga tetap terjaga fokusnya.


Neu mengangkat tangan kanannya dan mulai mengucapkan mantra, “Soa, falsh eht siqlo morf eht dolc!”


Energi sihir pun terlepas membentuk kilatan petir dari tongkat Neu. Petir tersebut meluncur seperti berbentuk pisau atau kristal mengarah lurus menembus peluru air menuju tepat pada Hunt.


“Deek eht repo morf eht waze!” Hunt kembali mengucapkan sebuah mantra.


Tongkat sihirnya dia angkat menghantarkan angin cukup kencang nan tajam pada Neu dan Beatrice.


Beatrice tetap berkonsentrasi pada nyanyiannya meski dia mulai terdorong, kedua kakinya dia usahakan sebaik mungkin untuk menahan tenaga angin agar tetap di posisi yang sama. Sedikit demi sedikit, dia terdorong mundur meski usaha kerasnya.


Neu mengedepankan genggaman tongkatnya sebagai upaya bertahan dari dorongan angin kencang oleh Hunt. Lama kelamaan, angin tersebut seakan menambah kecepatan berkat nyanyian Danson.


Neu sedikit mundur sebagai reaksi terhadap angin kencang. Pada saat yang sama, kulit pada tangannya mulai terasa tertusuk oleh angin, dari kecil hingga bertambah rasa sakitnya.


Beatrice juga ikut menggeleng menahan rasa sakit, terus bernyanyi sekeras-kerasnya, menghayati sumber musik dari song sphere-nya.


Just give us miracle to protect ourselves


The magic the defend ourselves


The attack, the power, to make us strong


Neu beralih pandang ke belakang, menyaksikan Beatrice berjuang sekuat tenaga dalam bernyanyi menambah kekuatan sihirnya.


Dia tidak ingin mengecewakan Beatrice sebagai mitra duelnya dalam ujian duel song mage. Pikirnya, jika gagal mengalahkan Hunt dan Danson, bukan hanya dirinya yang gagal dalam ujian, tetapi juga Beatrice.


“HAAAAAAA!!” jerit Neu. “Kore waze imelihthe pamamagit eht soa!!”


Begitu mengangkat tongkatnya, energi dari dalam tenaga Neu seakan meresap, membentuknya menjadi kumpulan angin bercampur kepingan es berbentuk kristal cukup lancip. Berkat nyanyian Beatrice, serangan tersebut tidak kalah kuat dengan serangan Hunt.


“Uh!!” jerit Hunt turut terkena kepingan es seperti batu tajam pada tubuhnya ditambah lagi angin tajam.


Seperti saling bertubrukan, kedua serangan angin tersebut melawan satu sama lain. Bedanya empasan butiran-butiran es kencang justru menambah keunggulan melawan sihir Hunt.


Meski awalnya tidak terlalu terpengaruh oleh serangan hail storm Neu, Danson kehilangan konsentrasi hingga salah penempatan nada dalam lagu Miracle Refrain, berpengaruh pada kekuatan Hunt yang berkurang.


“Soa, falsh eht siqlo morf eht dolc!” Neu mengucapkan mantra petir sekali lagi.


Kilatan petir pun meluncur dari tongkat Neu seraya menjadikan Hunt sebagai target.


“Hebat juga.” Hunt memutar tongkatnya hanya menggunakan satu genggaman.


Kilatan petir Neu mengena tepat pada lingkaran sihir Hunt dan terserap.


Neu kembali menonjolkan tongkatnya, menghadap Hunt yang telah menggunakan sihir perisai lingkaran di hadapannya. Dalam pandangannya, terlihat kepingan bentuk segitiga, garis, dan belah ketupat yang seakan membentuk kepingan salju di dalam garis lingkaran.


“Magic shield? Sihir tersebut akan lebih kuat jika digunakan oleh mage tipe defender,” gumam Neu.


Hunt menatap balik pada Danson dan mengangguk.


“Baiklah.” Hunt menurunkan tongkatnya, otomatis magic shield-nya juga lenyap. “Waktu kalian hanya tersisa kurang lebih lima menit.”


“Baiklah!”


Memanfaatkan kesempatan saat Danson tidak bernyanyi, Neu kembali mengangkat tongkatnya, bersiap untuk menyerang.


“Minu, wold namente nad kui off!”


Air pun mengalir dari tongkatnya dalam volume besar, tanpa ada wadah di bawahnya, tetap berada di udara dengan stabil. Kecepatannya yang cepat justru membuat air tersebut menjadi seperti ledakan ketika mengenai Hunt dan Danson.


“Kena!” Neu menyimpulkan.


Tidak mungkin Hunt dan Danson dapat bertahan jika mereka terkena serangan airnya yang bervolume besar dan meledak-ledak itu, sampai memenuhi bagian ring di hadapannya, bahkan saking kuatnya, murid-murid yang menonton di sebelah kanan itu ikut mundur karena takut kena.


Beruntung, jarak antara ring terpisah cukup jauh. Wajar jika ruang bertarung fisik merupakan salah satu ruangan terluas di akademi. Meski begitu, luasnya ruangan bukan jaminan efisiensi saat berlangsungnya sebuah kelas.


I wish we get stronger, get stronger, miracle


Give us the miracle we deserve


Hope we can face it together, together, miracle


Satu-satunya kekuatan Beatrice sebagai song mage hanyalah bernyanyi. Dia tidak bisa melakukan serangan seperti Neu yang berada di hadapannya. Lagi, lagi, dan lagi, kekuatan bernyanyinya harus lebih kuat, itu pikirnya, agar Neu dapat menjadi lebih kuat menghadapi Hunt dan Danson.


“Ah!”


Serangan air Neu memang mulanya terlihat mengenai Hunt terlebih dahulu, tetapi secara tiba-tiba menjadi seperti pintu terbuka lebar. Sihir Neu terbelah menjadi dua.


Song Sphere Danson pun memunculkan lagu berirama keras, lebih keras daripada Miracle Refrain. Entakkan irama musik tersebut bahkan lebih kasar.


“Ah!” Nyanyian Beatrice terhenti.


Sebuah energi hitam bercampur merah bermunculan dan mengikat pergelangan tangan dan pergelangan kaki Beatrice, mengunci seluruh gerakannya hingga menjatuhkan song sphere. Tidak lagi mampu bernyanyi karena ikatan energi itu mencekik.


“U-uh!!”


Neu menurunkan tongkatnya, menghentikan serangan tersebut. Dia berbalik ketika mendengar rintihan Beatrice, menyadari bahwa nyanyiannya terhenti.


“Be-Beatrice! A-ah!!”


Tubuh Neu juga ikut terikat oleh energi yang sama. Dia menunduk ke bawah, menyadari bahwa bayangannya berubah menjadi energi hitam bercampur merah. Seluruh tubuhnya terkunci, hingga menjatuhkan tongkat.


Upaya menggerakkan tangan dan kaki untuk membebaskan diri juga ikut gagal, saking kerasnya ikatan energi tersebut.


Hunt mengempaskan tongkatnya, melampiaskan energi dari dalam diri menjadi sihir dengan membacakan mantra. “Falshen siqlo, rinreah le ca apelle.”


Kilatan halilintar menyelimuti Neu dan Beatrice dalam bentuk tidak tetap, seperti cahaya yang berkelap-kelip dengan cepat, tidak dapat dihitung kecepatannya. Jeritan mereka juga ikut mengiringi irama kilatan tersebut karena rasa sakit tidak tertahankan hingga menusuk tulang.


Beatrice pun roboh seketika, tubuhnya semakin tidak dapat digerakkan karena rasa sakit meresap ke dalam tubuhnya.


Neu juga ikut jatuh ke lantai ring, terbaring tidak berdaya menyaksikan Hunt telah berhasil menyerang dirinya dan Beatrice bertubi-tubi, berkat bantuan nyanyian keras dan kasar Danson.


“Be-Beatrice,” ucap Neu berupaya untuk berbalik. Tangannya dia gerakkan terlebih dahuku untuk menyentuh lantai. Dia menyeret kedua kakinya perlahan sambil memalingkan pandangan dari Hunt.


Mata Beatrice benar-benar tertutup. Itulah yang dilihat Neu.