
“Halo, semua.”
Seluruh anggota kelompok B ber-job tipe fisik tengah bersantai di ruang depan lokasi penginapan, entah baru saja menyelesaikan makan pagi atau hanya bercengkerama. Aktivitas pun terhenti ketika kelima profesor pengampu telah tiba menghampiri.
Seluruh murid tercengang ketika Alexandria telah berada di hadapan mereka lagi, begitu pula dengan Clancy dan Baron. Ketiganya berada di samping Speed dan Farrar sudah cukup mendebarkan, apalagi ketika tiba-tiba mereka tiba bersamaan.
Mereka hanya tahu mulai saat itu, mereka akan berlatih sesuai dengan job masing-masing. Akan tetapi, kedatangan kelima profesor tersebut tepat pada lokasi penginapan kelompok B sangat tidak dijadwalkan.
Baron memulai bersua, “Kami harap kalian tidak terganggu pagi ini. Selama tiga hari terakhir, kami telah mengawasi kerja keras kalian selama pelatihan, setiap murid.”
Clancy menambah, “Semalam kami berlima telah berdiskusi tentang performa kalian—"
Alexandria memotong, “Tidak perlu bertele-tele segala.”
Clancy menoleh pada Alexandria, melongo mendapati profesor yang paling dibenci muridnya itu telah mencuri omongannya. Baron, Speed, dan Farrar juga ikut jengkel mendapati hal tersebut.
“Beberapa dari kalian akan masuk kelompok C mulai sekarang.”
Seluruh murid tercengang akan pengumuman tersebut, termasuk Lana dan Sandee. Mereka tidak mengira-ngira hal ini akan terjadi, terutama apa yang mereka dengar.
Percakapan pun mulai berhamburan di kalangan murid, berbagai keluhan dengan perasaan terkejut mendominasi dan bercampur aduk. Meski sudah memasuki waktu pelatihan sesuai dengan job masing-masing, pemindahan beberapa murid ke kelompok C selama bootcamp sama sekali tidak pernah terdengar dalam sejarah Akademi Lorelei.
Lana dan Sandee juga ikut merenungi proses pelatihan mereka selama tiga hari terakhir, panik, sangat panik mendapati hal yang tidak terduga seperti ini benar-benar terjadi.
Mereka berdua merupakan salah satu dari kebanyakan murid kelompok B yang kesulitan mengikuti regime work out dasar. Mulai dari berlari di tempat saja mereka sudah kewalahan mendapati kaki cepat terasa terhantam besi. Lalu berbagai gerakan seperti berjongkok berkali-kali, berbaring mengangkat kaki dan menahannya, melompat-lompat seperti loncat tali, dan berlari membawa dua ember air juga tidak terasa cukup untuk membuat semuanya, termasuk keduanya lelah.
Berlari mengelilingi perbatasan kota sebanyak 15 kali juga membuat kondisi kaki kesulitan dalam beristirahat, apalagi mereka melakukannya dalam hari terakhir pelatihan fisik dasar.
“Siapa suruh kalian berbicara!!”
Jeritan Alexandria menghentikan setiap suara para murid.
“Kami tahu kalian tidak akan suka ini,” Farrar menambah, “Ini adalah cara kami agar kalian lebih termotivasi. Kami tahu, mulai sekarang kalian akan berlatih bersama sesama murid job masing-masing.”
“Kalian akan tinggal di penginapan sesuai dengan kelompok baru masing-masing selama beberapa hari,” Clancy dengan rendah hati mengakhiri pengumuman tersebut, “saat kami memanggil beberapa nama, mereka akan memisahkan diri dari kalian dan mulai tinggal di lokasi penginapan kelompok C.”
Alexandria mulai mengumumkan, “Murid kelompok B yang akan tinggal di lokasi penginapan kelompok C adalah ….”
Tay menutup mata dan menarik napas mendengar beberapa nama telah terpanggil. Lana dan Sandee mengenggam telapak tangan masing-masing dan sangat berharap takdir mereka tidak menuntun mereka ke kelompok C.
Ketika Tay membuka mata, dua dari empat mantan temannya telah maju menghadap kelima profesor pengampu. Wajah cemberut mereka mengarah padanya sungguh tidak mengejutkan.
“Sekarang, berita baiknya, dua dari kalian akan pindah ke kelompok A, yang lainnya akan tetap di kelompok B,” Baron mengumumkan.
Tidak sedikit anggota kelompok B, termasuk Lana dan Sandee, tidak kalah terkejut seperti saat mendapat pengumuman beberapa murid akan pindah ke kelompok C. Tidak sedikit pula yang sudah menduga, mengingat beberapa murid telah menonjol dalam pelatihan selama tiga hari terakhir.
“Murid yang akan pindah ke kelompok A adalah … dan Tay.”
Mendengar pengumuman Clancy, terutama nama Tay yang ikut disebut, pandangan tertuju ada kedua murid tersebut. Keempat mantan teman Tay juga memasamkan wajah sampai melongo. Bahkan sampai berbisik-bisik bahwa keputusan untuk memindahkannya ke kelompok A sangat tidak adil.
“Kalian berempat!” Alexandria menunjuk. “Berbisik-bisik tidak akan membantu kalian! Kalau kalian ingin protes, silakan katakan di hadapan kami! Sekarang juga!”
Tay melipat kedua tangan di dada, mulutnya juga melebar ke atas secara sinis, memperhatikan keempat mantan temannya telah mendapat “hadiah” dari Alexandria. Pada saat yang sama, seluruh anggota kelompok B juga sampai terdiam dan ikut tertegun.
“Jadi tidak perlu mempertanyakan keputusan kami!” bentak Alexandria lagi. “Begitu pula dengan kalian semua.”
“Sudah cukup,” Clancy membujuk, “ayo kita pindahkan murid-murid yang sudah dipanggil ke kelompok A dan C.”
“Baik, yang pindah ke kelompok C, ikut saya! Cepat!”
“… dan Tay, silakan ikut Clancy dan saya,” perintah Baron.
***
Sama seperti kelompok B waktu itu, seluruh anggota kelompok A tengah berada entah di ruang depan atau halaman lokasi penginapan mereka. Mereka baru saja selesai menikmati makan pagi yang lebih kaya rasa dan memuaskan daripada makanan khas Silvarion. Waktu bersantai mereka terhenti ketika menyaksikan Baron dan Clancy tiba bersama dua orang anggota kelompok B.
“Bisakah panggil semuanya kemari?” pinta Baron.
Sisa dari kelompok A yang masih berada di dalam penginapan satu per satu mulai berkumpul dan berbaris menghadapi Baron dan Clancy, menunggu sebuah kejutan yang telah menanti.
“Tahun ini, kami memutuskan sesuatu yang berbeda di bootcamp ini. Dua orang anggota kelompok B di hadapan kalian akan pindah ke kelompok A,” Baron mengumumkan, “… dan Tay, selamat datang di kelompok A.”
“Tay?!” sahut Yudai tercengang akan pengumuman tersebut. “Tay akan bersama kita di bootcamp.”
Clancy melanjutkan pengumuman tersebut yang membuat semuanya terdiam, “Sayang sekali, empat dari kalian akan meninggalkan kelompok A hari ini.”
Seluruh anggota pun panik bahwa posisi mereka sebagai murid peringkat teratas selamat bootcamp mulai terancam, apalagi memang benar kelompok C akan menjadi tujuan akhir. Bagi mereka, kelompok C diibaratkan sebagai skenario terburuk selama bootcamp berlangsung.
Zerowolf sampai tidak berkata-kata, panik, meratapi dirinya dapat menjadi anggota kelompok C. Mengingat dirinya sering kalah pada Yudai, menjadi bahan olokan sesama murid, dan juga usahanya cukup keras dalam mengikuti regime pelatihan. Ia tidak akan pantas menjadi rival bebuyutan Yudai jika terpaksa keluar dari kelompok A.
Yudai juga memikirkan hal yang sama. Memang benar, regime pelatihan bootcamp cukup sulit dari biasanya. Ia sudah melakukan yang terbaik dan hanya bisa berharap. Sikap santainya selama berlatih mungkin akan menjadi bumerang.
Riri menghela napas masih tidak percaya. Ia menundukkan kepala dan menutup mata berharap agar namanya tidak terpanggil.
Baron mengumumkan hanya ada satu orang yang akan pindah ke kelompok C, sementara tiga orang akan pindah ke kelompok B. Begitu nama-nama tersebut mulai terdengar satu per satu, Yudai, Zerowolf, dan Riri akhirnya dapat bernapas lega, seperti beban terangkat dari pikiran masing-masing.
Keempat anggota kelompok A yang terpaksa pindah itu akhirnya kembali memasuki penginapan, membawa barang masing-masing, dan mengikuti Baron untuk pindah ke kelompok baru.
Selesai melihat kepergian empat anggota kelompok A tersebut, semuanya masih sangat terkejut akan pengumuman tersebut.
Clancy pun memiliki satu pengumuman lagi. “Saya yakin, ini adalah pengumuman yang tiba-tiba bagi kalian. Tapi kami harus melakukannya agar dapat memacu kalian agar lebih baik lagi. Sekarang kabar baiknya, kami telah menentukan siapa yang menonjol dengan baik. Beberapa nama yang saya panggil adalah murid yang mendapat nilai plus berdasarkan performa selama tiga hari terakhir.”
Yudai langsung terpikir keadaan Sans, Beatrice, Neu, Sierra, dan Katherine di Vaniar. Ia tidak akan terkejut jika hal yang sama juga diterapkan di sana. Beberapa murid ber-job tipe sihir juga akan beralih kelompok berdasarkan performa tiga hari terakhir.
“Kamu tidak apa, Yudai?” Riri memperhatikan Yudai mulai pucat.
“Oh.” Yudai langsung terbuyarkan. “Aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.”
Zerowolf menambah, “Memang benar, bootcamp ini menjadi pelatihan terberat kita selama tahun pertama di akademi. Tapi ini bukan saatnya untuk muram!”
“Bagaimana dengan yang lainnya, ya?” Yudai sungguh penasaran.
***
Berbeda dengan saat di Silvarion bagi murid ber-job tipe fisik, seluruh murid ber-job tipe sihir justru berkumpul di pusat kota, di mana kerumunan penduduk juga menyaksikan pengumuman tersebut.
Penduduk tertarik untuk menyaksikan deretan murid ber-job tipe sihir dari Akademi Lorelei. Memang, akademi yang terintegrasi dengan kerajaan Anagarde itu cocok menjadi sorotan. Bahkan, beberapa murid yang berasal dari Vaniar justru berharap agar kenalan mereka tidak menyaksikannya.
Cukup banyak murid yang harus pindah kelompok. Kebanyakan dari mereka adalah anggota kelompok A yang pindah ke kelompok B atau C, begitu pula sebaliknya.
Beruntung untuk Beatrice, Neu, dan Sierra. Ketiganya tetap berada di kelompok A, mengingat performa mereka cukup prima dalam standar penilaian setiap profesor pengampu. Mereka dapat bernapas cukup lega.
“Akhirnya …. Tidak ada satupun dari kita bertiga yang harus pindah,” ucap Beatrice.
Neu berkomentar, “Ini terlalu tiba-tiba. Pasti di Silvarion juga terjadi hal yang sama. Padahal katanya hal ini tidak pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.”
Sierra menambah, “Standarnya semakiin tinggi saja. Pasti Katherine sangat tertekan setelah dia disuruh pindah ke kelompok C.”
Katherine, menjadi salah satu anggota kelompok B yang harus pindah ke kelompok C berdasarkan performa regime pelatihan selama tiga hari terakhir. Mengusap air mata yang mengalir menuju pipi.
Ia sama sekali tidak tahu mengapa dirinya terpaksa pindah ke kelompok C. Sama seperti kebanyakan anggotanya, berada di kelompok tersebut merupakan mimpi buruk. Bukan hanya berpengaruh dalam performa, tetapi juga stigma yang sering dibicarakan banyak murid.
Danson menyuruh seluruh murid tersebut untuk meninggalkan pusat kota dan menuju penginapan sesuai kelompok. Kelompok A terlebih dahulu melangkah, melewati barisan kelompok B dan kelompok C.
“Hah? Tunggu dulu!” Neu menyadari sesuatu ketika melihat barisan kelompok C, dari depan dan belakang.
Beatrice dan Sierra juga ikut memperhatikan kelompok tersebut, melongo ketika seakan tidak terjadi apapun.
“Sans … dia … tidak ada.”