
Dalam seminggu terakhir, apalagi setelah Alexandria menjelaskan larangan menjadi alchemist di Akademi Lorelei, Sans memutuskan untuk tidak berbicara sedikitpun, meski hal itu dapat melukai batinnya.
Pada awalnya, Sans masih tetap berkegiatan bersama ketiga teman dekatnya ketika waktu luang dan makan siang. Lama kelamaan, kerap sekali ia mendapat bujukan untuk berbicara. Tetap saja, alih-alih membuka suara, bungkam menjadi sebuah pilihan.
Tiga hari semenjak mulai bungkam, tanpa kata-kata, ia akhirnya memutuskan untuk menjauh dari ketiga teman dekatnya. Pertama, ia langsung meninggalkan kamar asrama terlebih dahulu setelah bangun tidur, membiarkan Yudai sendirian. Kedua, ia tidak lagi duduk di dekat Yudai, Beatrice, atau Neu di kelas umum, apalagi ketika makan siang. Ketiga, ia tidak sedang berniat untuk menjalankan misi dari quest board bersama, melainkan lebih memilih sendirian.
Bagi Sans, kegagalan sudah berada di depan mata ketika akhir semester semakin mendekat. Ia mungkin akan dikeluarkan dari Akademi Lorelei tanpa mendapat apapun yang berarti untuk menyelesaikan tujuan utama, yaitu menyembuhkan sang ibu. Ia juga baru mengambil langkah awal untuk menjadi alchemist, peluang untuk membuktikan dirinya layak untuk tinggal di akademi.
Terpaksa Sans harus melupakan pembelajaran tentang alchemist bersama Duke. Bahkan, ia sama sekali tidak pernah lagi menemui Duke di ruangannya, apalagi secara langsung.
Sans kembali merenungi alasan Nacht memberinya Buku Dasar Alchemist sebelum memasuki akademi. Jika tahu alchemist merupakan job terlarang bahkan sebelum Alexandria memberitahu hal itu di dalam kelas, tidak mungkin ia membaca buku tersebut.
Mendatangi setiap kelas umum dan menjalani misi dari quest board seorang diri hampir setiap hari, tidak terasa, waktu berjalan cepat, sangat cepat, entah semua orang, terutama Sans, menginginkannya atau tidak.
Sans juga tidak dapat menikmati kelas sejarah yang kembali diampu oleh Duke. Ia tidak bisa bergabung dengan canda tawa beberapa murid, apalagi menghayati pembelajaran.
Yudai yang tetap di salah satu bangku barisan depan dekat Neu menoleh ke belakang, terutama pada Sans. Dia terheran sudah seminggu tidak berbicara dengan Sans sama sekali, kecuali ketika memulai percakapan.
Neu menepuk pundak Yudai. “Fokus, Yudai. Bab sembilan ini penting lho. Sejarah pembentukan Akademi Lorelei.”
“Baik, sebelum saya melanjutkan, apa ada pertanyaan?” Duke mengajak murid-murid untuk mencari tahu lebih dalam.
Yudai menghela napas. “Meski kita masih jadi teman sekamar, Sans sama sekali tidak ingin berbicara padaku. Dia bahkan tidur lebih awal, mengambil misi dari quest board seorang diri, dan dia tidak mau dekat kita saat makan siang.”
Beatrice menambah, “Kenapa ya? Sejak kelas sejarah diambil alih Profesor Alexandria minggu lalu, Sans semakin menjauh dari kita? Bagaimana kalau dia sama seperti Tay? Bagaimana kalau dia memusuhi kita semua?”
Neu membantah, “Tidak mungkin. Sans bukan orang yang seperti itu menurutku. Kurasa Sans hanya membutuhkan waktu, tapi, ini terlalu lama. Dia masih tidak ingin berbicara dengan siapapun, termasuk kita.”
Yudai sebenarnya tahu penyebab Sans membisu dan menjauh dari semua orang, termasuk dirinya. Namun, ia tidak bisa memberitahu begitu saja jawaban asli tersebut, terlebih mengingat peringatan Neu dan Beatrice agar Sans tidak menjadi alchemist yang akan membahayakan hingga harus dikeluarkan dari akademi.
Yudai juga melirik pada Duke yang menunggu pertanyaan dari murid. Seingatnya, ia sempat mengikuti Sans untuk menemui Duke di sebuah ruang pribadi profesor. Mungkin ada kaitannya dengan Duke, itu yang terlintas di pikiran Yudai.
Yudai mengutarakan, “Aku masih tidak mengerti mengapa alchemist dianggap terlarang—”
“Hush, Yudai!” Neu memperingatkan. “Kita sudah setuju agar tidak membicarakan hal itu lagi, kan? Sebaiknya kamu jangan dekat-dekat dengan materi alchemist, apalagi mencoba untuk menjadi alchemist.”
“Tapi kan aku penasaran.”
Duke pun melanjutkan ceritanya tentang sejarah pembentukan Akademi Lorelei. Memang beberapa penjelasan dari pertemuan sebelumnya kembali dijelaskan, yaitu terbentuknya cikal bakal ingin menjadi seorang petualang dan mengabdi pada kerajaan sebagai pahlawan.
Satu per satu murid mulai berbalik dan meninggalkan kelas, bersiap untuk kegiatan berikutnya. Ketika Sans tengah berdiri dari bangku, Duke bergerak cepat menemuinya.
“Sans?” panggilan Duke membuat Sans terhenti hingga menoleh.
“Eh?” Beatrice tertegun menyaksikan tebakan Yudai benar-benar tepat, penasaran ingin menyaksikan apa yang menjadi penyebab Sans membisu.
“Apa dia masih terpikir tentang hal jahil itu?” tebak Neu.
Yudai membujuk Beatrice dan Neu, agar rahasia tidak terbongkar ketika keluar dari kelas, “Sebaiknya kalian ke kelas masing-masing, nanti kalian terlambat.”
“Oh benar,” ucap Neu, “ayo, Beatrice.”
“Sans,” sapa Duke ketika Neu dan Beatrice mulai menuju kelas job masing-masing, hanya Yudai yang menyaksikan keduanya seorang diri di dekat pintu, “saya ingin tahu, kenapa kamu tidak lagi menemui saya?”
Sans tidak ingin menjawab sama sekali meski kelas sudah cukup kosong. Ia hanya ingin tahu mengapa Duke rela mengajari segala hal tentang alchemist meski tahu itu hal terlarang di Akademi Lorelei. Akan tetapi, ia tidak bisa memberitahu begitu saja tentang apa yang telah Alexandria sampaikan.
“Saya hanya ingin tahu kenapa. Kamu bisa diam saja seakan tidak terjadi apapun. Tapi dengan wajah seperti itu, saya tahu kamu ada masalah. Kamu terpikir karena perbuatan jahil saya terhadapmu? Apa kamu ingin mengabaikan job alchemist meski saya harus bersusah payah membujukmu?
“Saya tidak ingin kamu menyia-nyiakan kesempatan ini, Sans. Ingat tujuanmu yang kamu tulis saat pendaftaran waktu itu. Alchemist itu job yang tepat untuk mencapai tujuanmu.”
Sans akhirnya lepas dari bungkam. “Lalu kalau alchemist sebenarnya terlarang? Mengapa Anda membujukku untuk mengajarinya! Mengapa?”
“Ah.” Duke tertegun ketika mendengar Sans mengetahui yang sebenarnya. “Da-darimana—”
Akhirnya, Sans mengungkapkan semuanya, meski ragu pada awalnya, “A-anu … minggu lalu, saat Anda berhalangan hadir, Alexandria memberitahu kami, penyebab alchemist tidak dimasukkan ke dalam job system Akademi Lorelei. Di dalam buku Sejarah Kerajaan Anagarde dan Akademi Lorelei, bab ke-13, semuanya dijelaskan. Tidak ada satupun hal positif yang menggambarkan seperti apa alchemist.”
“Sans, dengar—”
“Anda ingin saya dikeluarkan dari akademi ini?” Sans meninggikan nada bicaranya. “Anda ingin saya gagal mencapai tujuan utama saya? Menyembuhkan ibu saya! Saya bertanya pada Anda, jika Anda alchemist, mengapa Anda masih berani menjadi profesor di akademi ini? Meski Anda sudah tahu bahwa alchemist itu job terlarang! Pantas saja Anda melarang saya memberitahu hal ini pada siapapun.”
Sans menghela napas sejenak setelah melampiaskan amarahnya.
“Profesor Duke, maaf kalau saya lancang, tapi saya tidak bisa menggunakan cara Anda untuk bertahan di akademi, apalagi untuk memenuhi tujuan saya.”
Tanpa membiarkan Duke kesempatan untuk bersuara, Sans langsung melangkah cepat meninggalkan kelas, tanpa menoleh sama sekali.