
Tepat saat mentari mulai memancarkan sinarnya ke tanah, Sans, Yudai, Riri, Katherine, dan Tatro telah kembali menapaki jalan kawasan kalangan bangsawan. Hari baru untuk mencari petunjuk dan juga sudah mulai cukup ramai dengan penduduk.
Berbagai kereta kencana berjajar melewati jalan tersebut. Sebuah hal yang menjadi pembeda daripada saat mereka menyusuri area itu hari sebelumnya. Deretan kereta kencana itu nampak melewati jalan yang sama persis, melintasi jalan penuh bangunan lebih bersih, elegan, dan juga mewah.
“Apa kita harus mengikuti mereka?” terka Yudai. “Kurasa itu akan mengantar kita ke sebuah petunjuk.”
“Mungkin saja mereka akan mengadakan pesta. Pesta khusus kelas bangsawan,” tanggap Tatro. “Dari yang kubaca di perpustakaan akademi, biasanya kelas bangsawan setidaknya sebulan sekali mengadakan pesta.”
Riri menerka, “Pesta! Itu dia! Kalau mereka mengadakan pesta, ada peluang keluarga Beatrice ada di sana.”
Tatro sampai memiringkan kepala, tidak mengerti mengapa Riri sampai menebak hal itu.
“Darimana kamu tahu mereka akan di sana?” tanya Sans.
“Tra-di-si.”
Yudai menoleh ke kanan. Sekelompok orang familier melangkah menghampiri. Saat mereka semakin dekat, ia melambaikan tangan semenjak ia mengenali mereka sebagai seluruh rekan mereka, sesama murid Akademi Lorelei dan juga empat orang royal guard yang ikut dalam misi. “Oi!!”
Senyuman berseri-seri telah tercermin dari air muka mereka yang telah datang, terutama dari Lana, Sandee, dan Zerowolf.
“Kakak!” sahut Lana. “Sayang sekali kalian tidak ikut menginap.”
Zerowolf memanas-manasi, menyombongkan diri, “Sungguh, penginapannya mewah sekali! Pemandian air panas, kasur empuk, dan suasana mewah! Kamu melewatkannya, aku menjadi nomor satu menikmati kemewahan di penginapan!”
Tay berdehem. “Itu semua berkat kerja keras kita mengerjakan misi kelas B.”
“Sungguh sulit sekali.” Wajah Ruka juga menghitam, menundukkan kepalanya. “Aku hampir mati diter—”
“Sudah cukup bicaranya!” Zerowolf menginterupsi.
Sans dan Yudai memahami untuk mendapat hal yang diinginkan sesuai tingkatan kemewahan butuh usaha lebih keras, seperti mengerjakan beberapa misi sulit dan bisa dibilang mulai mematikan dalam tingkatnya. Mendapat uang banyak sungguh sulit, apalagi mengumpulkannya. Mereka tahu, semua uang yang didapat kelompok lain sudah habis karena menyewa kamar di penginapan mewah.
Riri menggeleng kepala, memperhatikan tingkah Zerowolf dan Lana yang sekadar pamer.
Yudai memperhatikan satu temannya masih belum hadir. “Lho. Sierra di mana?”
Sandee juga menoleh menyadari. “Aneh. Padahal dia tadi mengikuti kami.”
Riri mulai menjelaskan, “Baik. Aku, Sans, Yudai, Katherine, dan Tatro melihat kaum bangsawan hilir mudik di sekitar sini. Berdasarkan pengamatan kami, juga kata Tatro—” Ia menekankan sambil melirik tajam Tatro. “—ada sebuah pesta. Pesta untuk kalangan bangsawan. Beatrice dan keluarganya pasti menjadi tamu pesta itu.”
Sierra pun akhirnya tiba, sudah memakai gaun ungu tanpa lengan dan ber-rok panjang, dengan bagian leher terbuka membentuk huruf V. Zerowolf terpana menyaksikan penampilan itu.
“Cantik sekali.”
Sandee berkomentar, “Pantas kamu lama sekali kemari.”
“Aku baru membeli gaun ini dengan sisa uangku setelah misi.” Sierra menunjukkan lekuk tubuh dengan berpose ke samping. “Kalian suka.”
“Ah!” Tatro mengacungkan telunjuk. “Kita bisa mengandalkan dia untuk bertanya pada kalangan bangsawan.”
“Bertanya? Itu tidak perlu.” Sierra melambaikan rambutnya. “Aku sudah mendengar dari pemilik toko gaun, pesta siapakah yang akan mereka datangi.”
Ia terdiam sejenak. Dari santai hingga ketegangan melanda benaknya. Ia memalingkan wajah, masih merasa iba.
“Teman-teman, aku tidak tega menjawabnya dan aku tidak suka membawa-bawa hal ini sebenarnya. Pesta itu adalah—” Sierra membuang napas sejenak sebelum mengungkapkan, “—pesta pernikahan Beatrice dan Earth.”
Semuanya terdiam, tidak ada satu pun yang menyangka Beatrice bukanlah tamu pesta tersebut. Keluarganya lah yang menjadi penyelenggara pesta untuk menikahkannya dengan Earth.
Sans dan Yudai sudah tahu. Alasan Beatrice kabur dari rumah adalah untuk melihat dunia luar, tidak ingin mengikuti tradisi bangsawan, dan hal paling fatal, tidak ingin menikahi Earth. Mereka sampai menggeretakkan gigi dan mengepalkan kedua tangan, mengetahui Beatrice dijemput saat bootcamp di Vaniar berlangsung hanya untuk menikahi Earth. Mereka merasa telah gagal melindungi Beatrice sebagai teman.
“Aku mengerti kenapa kalian marah,” Riri menegur mereka berdua. “Tapi kalian tidak berada di Vaniar waktu itu. Aku paham Katherine dan Sierra yang juga masih ada di sana juga tidak bisa apa-apa. Semuanya tidak terduga.”
Sans berpikir, seandainya ia segera kembali ke Vaniar setelah “diculik” oleh Duke, ia pasti akan menghentikan Beatrice untuk kembali ke Beltopia sebelum terlambat. Sayangnya, semua sudah berlalu
Irons membelakangi mereka. “Percuma saja marah. Kita hanya harus menyelamatkannya, bukan?”
“BENAR!!” jerit Sans dan Yudai heboh, mengagetkan yang lain. “AYO KITA LAKUKAN!!”
Bibir Irons sedikit meruncing berhasil memancing reaksi Sans dan Yudai.
***
Mengikuti langkah setiap bangsawan secara mengendap-endap dan perlahan, mengandalkan bangunan, pohon, dan pagar di sekitar untuk bersembunyi dan mengamati jalan menuju kediaman keluarga Beatrice, menjadi cara untuk mengetahui lokasi pesta itu.
Gerbang pagar emas terbuka menyambut setiap tamu untuk melangkah melewati halaman depan menuju mansion berdinding batu-bata hitam. Dua orang penjaga berjas sudah menyambut setiap tamu dan memastikan mereka adalah tamu yang telah diundang.
“Wow. Sudah kuduga,” ucap Tay, “kita tidak akan diperbolehkan masuk.”
“Ada ide? Karena tentu saja hanya kaum bangsawan yang diundang,” ucap Zerowolf, “menyebalkan kalau begini.”
Yudai menatap setiap kereta kencana yang masih berbaris hilir mudik menuju mansion tersebut. Ia sampai memiringkan badannya untuk menatap saksama.
Sans juga kebingungan. Sebenarnya ia ingin masuk dan mengaku sebagai teman Beatrice. Tetapi karena perbedaan kelas, ia pasti akan diusir, lebih parah lagi dihajar. Ia tidak ingin hal itu terjadi.
“Ah!” Yudai mengacungkan tangannya.
“Bagus, Alis Melengkung, sebaiknya kamu punya ide yang bagus,” tanggap Tay.
“Ya, kita culik saja setiap bangsawan yang sedang dalam perjalanan, lalu kita curi pakaian mereka. Dengan begitu, kita bisa berpenampilan seperti bangsawan!”
Semuanya terdiam mendengar usul dari Yudai untuk memasuki kediaman keluarga Beatrice. Mencuri, tindakan tidak benar untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Riri menggelengkan kepala. “Tidak, tidak, tidak. Itu ide yang buruk. Sangat buruk. Sebagai pemimpin, aku tidak sudi membiarkan kalian menghajar seseorang dan mencuri barangnya.”
Zerowolf mengangguk setuju. “Kau benar. Itu bukan ide yang bagus.”
Riri, Sans, dan Sandee sampai menyentuh dada meniupkan napas.
“Itu ide yang brilian!” lanjut Zerowolf.
Lana tersenyum polos, “Ma-af ya, Riri. Aku ingin sekali menjalankan gagasan ide. Lalu aku juga ingin memakai gaun mewah seperti Sierra, seperti saat pesta dansa Festival Melzronta. Kali ini lebih mewah.”
Ruka sinis melanjutkan, “Yang penting kita bisa jemput Beatrice dengan selamat.”
“Te-teman-teman!!” Riri memperingatkan.
Giliran Irons mengutarakan pendapatnya. “Aku setuju.”
Semuanya tercengang saat Irons berkata. Tidak ada satupun yang menyangka royal guard seperti dia ingin menjalankan rencana picik itu hanya untuk menggapai tujuannya.
Riri menempatkan kedua tangannya pada pinggang, meniup napasnya lagi. “Oke. Aku tidak suka ini.”