Lorelei Chronicles

Lorelei Chronicles
Episode 134



Atap jerami bertumpuk, warna cokelat pudar. Hal yang pertama kali ketika Sans kembali mendapat kesadaran.


Butuh kurang lebih tiga puluh detik untuk mengumpulkan kembali “nyawa” dan tenaga. Belum sempat ia bangkit dan bergerak, sebuah suara patahan bambu seakan menggelegar menuju kupingnya.


Ia menoleh ke sisi kiri. Sebuah pintu gubuk yang telah berlubang cukup banyak, dinding ranting tanpa jendela, dan yang paling membuatnya terfokus adalah meja dan kursi di depannya. Sebuah papan catur dengan sedikit pionnya telah berdiri di atas meja. Terlebih, ada seseorang yang sedang duduk melahap sebatang bambu manis dan menggerakkan pion seakan tidak terjadi apapun.


“Oh, ternyata Anda.” Sans mengenali orang itu sebagai sang penculik, sungguh tidak asing. “Profesor Duke.”


Duke mengangkat tangan kirinya, memberi aba-aba agar tidak menghiraukan waktu jeda. Ia juga menggerakkan pion ratu berwarna putih menghadapi pion raja berwarna hitam.


“Skakmat.”


Ia memasukkan bambu manis yang hanya tinggal ukuran satu jari ke dalam mulut. Kenikmatan dari kunyahan dan ledakan rasa manis turut membanjiri indera pengecap. Sungguh nikmat hingga masih belum menghiraukan ajakan Sans untuk berbicara beberapa kali.


Selesai mengunyah bambu menjadi semacam bubur dan menelannya, ia menggerakkan kursi duduknya untuk menghadapi Sans.


“Saya sudah tahu kamu pasti bertanya-tanya. Siapa yang menculikmu dari lokasi bootcamp khusus murid job tipe sihir tahun pertama? Siapa yang menutup mulutmu sampai kamu kehilangan kesadaran? Kenapa kamu tiba-tiba berada di gubuk kumuh seperti ini? Dan kenapa hanya ada saya dan dirimu di sini?


“Jangan jawab,” Duke mencuri kesempatan lagi, “kamu tidak perlu khawatir bagaimana penilaian bootcamp-mu. Saya sudah meminta izin pada Profesor Arsius dan Profesor Hunt kalau saya yang akan melatihmu, khusus. Tentu saja, mereka tidak keberatan.”


“Be-berapa hari sejak saya pingsan di Vaniar?” Sans menyentuh jidatnya, pandangannya masih terasa berkunang-kunang.


“Kurang lebih tiga hari, waktu tempuh dari sana menuju sini.”


“Tiga hari?” Sans cukup tercengang. “Saya pingsan selama tiga hari penuh!”


Sans sampai mengingat-ingat bahwa hanya ada pandangan hitam selama tiga hari penuh dan terasa lebih cepat. Sama sekali tidak menyangka ia telah menghabiskan waktu yang cukup lama hanya untuk berbaring tidur. Ia juga heran ia tiba-tiba berada di sebuah antah berantah alih-alih di lokasi bootcamp khusus job tipe sihir, Vaniar.


Duke bangkit dari tempat duduknya dan mengambil satu lagi bambu manis. “Ini adalah kota Arcanium, kota khusus alchemist.”


Arcanium. Kata itu pernah Sans temukan saat membaca Buku Dasar Alchemist, yaitu bab yang membahas sejarah dari alchemist itu sendiri. Bab itu ia baca kembali semenjak mengetahui terjadinya sebuah insiden pembunuhan seorang alchemist oleh massa.


Seorang hantu yang meneror sebuah penginapan mewah di ibu kota kerajaan Anagarde merupakan seorang alchemist. Seorang korban pembunuhan oleh massa yang membenci alchemist semenjak insiden bersejarah terjadi. Ia tidak pernah lupa betapa membaranya dendam masyarakat kerajaan saat itu, apalagi saat ini.


“Kamu pasti sudah membacanya, bukan? Bab sejarah di Buku Dasar Alchemist dan … bab ke-13 Sejarah Kerajaan Anagarde dan Akademi Lorelei?” terka Duke sambil menyerahkan sebatang bambu manis pada Sans. “Makanlah.”


Sans menelan ludah ketika mengambil sebatang bambu manis itu. Teksturnya yang cukup keras seperti sebatang kayu, bentuknya juga masih seperti tongkat tabung sepanjang lengan berdiameter kecil dan masih belum terbelah.


Ia mendekatkan ujung bambu itu pada mulutnya. Baru sedikit bagian yang masuk, giginya sudah seperti terhantam oleh sebuah pukulan ringan. Sungguh sulit untuk mendapat satu gigitan bambu manis tersebut.


“Sebenarnya Arcanium ini merupakan sebuah reruntuhan yang telah berbentuk seperti gua.”


“Gua?” Sans masih saja kesulitan menggigit bambu itu. “Lalu kalau ini reruntuhan, kenapa ada gubuk seperti ini?”


“Kita tidak akan membahasnya. Seperti yang kamu tahu, semenjak insiden alchemist yang menyebabkan kerajaan hampir runtuh, banyak sekali upaya untuk membasmi mereka. Jika seseorang terekspos sebagai alchemist, pasti dia akan menjadi korban pembunuhan oleh massa.


“Lambat laun, jumlah alchemist pun semakin banyak berdatangan di ibu kota, hingga pada akhirnya massa berkumpul dari seluruh penjuru kerajaan untuk menginvasi sumber dari alchemist, kota Arcanium. Terjadi penyerangan besar-besaran, seluruh kota dihancurkan oleh setiap serangan oleh massa. Mereka bahkan tidak membiarkan seluruh rakyat kota itu melarikan diri. Semuanya, seluruh rakyat kota, dibunuh dengan keji. Tidak ada, tidak ada yang selamat.


“Dari yang saya dengar ada rumor kalau pihak kerajaan turut ikut andil dalam pembantaian Arcanium. Memang tidak ada bukti sama sekali dan rumor itu menghilang begitu saja.”


“Kamu juga sudah tahu mengapa alchemist menjadi job terlarang di kerajaan Anagarde, apalagi Akademi Lorelei,” Duke menepuk tangan sekali, “kalau kamu sudah menghabiskan bambu itu, kita akan mulai bootcamp khusus untukmu.”


Sans perlahan menggigit bambu manis tersebut, sampai harus memutarnya berlawanan arah jarum jam. Sungguh sulit memotong bambu hanya dengan satu gigitan memicu kekhawatiran sakit gigi sampai patah.


Butuh kurang lebih duapuluh menit bagi Sans untuk menghabiskan bambu manis, tak bersisa. Cukup lama sampai Duke kembali memainkan catur di meja.


Duke kemudian bangkit dan kembali menghadapnya. “Baik, sebelum pelatihannya dimulai, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu apa itu penguatan struktur bentuk. Kamu pasti sudah membacanya, kan?”


Sans mengangguk. “Sepertinya saya butuh penjelasan dari Anda.”


Duke mulai menceritakan materi tersebut, “Dalam proses penguatan struktur bentuk, kamu harus memahami proses pembuatan mana, lebih tepatnya mana itu terbuat dari apa. Mana yang kamu telah buat untuk melakukan proses transmutasi selama membuat barang dan ramuan.


“Kamu juga harus tahu bagaimana kecepatan proses pembuatan manamu sendiri. Apakah cepat atau lambat. Apakah otomatis dari tubuhmu atau secara manual menggunakan ramuan atau bahan tertentu.


“Lalu ini topik utamanya, penguatan struktur bentuk. Kamu tahu ini juga menggunakan mana-mu. Dalam proses ini, kamu harus tahu apa bentuk dari barang yang akan kamu ciptakan. Kali ini, bukan hanya bagian luar yang menjadi wajah dari barang itu, tetapi juga struktur intinya.


“Ibaratnya saat kamu ingin membangun sebuah bangunan, kamu harus membuat kerangkanya terlebih dahulu. Ini sama seperti penguatan struktur bentuk, bayangkan kamu sedang membangun kerangka barang itu, setiap detailnya secara sempurna.”


Gestur tangan Duke selagi menjelaskan seakan membentuk sebuah kerangka sebuah benda. Ia ingin memastikan Sans menyaksikan gerakan tangannya sambil mendengar penjelasannya agar dapat mempermudahnya.


Sans terfokus sambil merenungi apa yang telah ia baca di Buku Dasar Alchemist. Penjelasan Duke seakan melengkapi pemahamannya sejauh ini. Sedikit demi sedikit ia menangkap setiap penjelasan, seakan menyerapnya menuju kepala.


“Nah, kalau semuanya sudah terbentuk, kamu hanya tinggal meng-infuse mana, memasukkan mana agar terserap oleh benda buatanmu itu. Akan tetapi, dalam hal ini, ada peluang berhasil dan gagal berbasis presentase. Saya yakin kamu pernah membacanya.”


“Sedikit.”


“Jika muncul aura putih, proses penguatan struktur bentuk telah gagal. Proses penguatan struktur bentuk akan berhasil jika muncul aura kuning keemasan.


“Baiklah, saatnya acara utamanya. Saya beri kamu tugas, lebih tepatnya sebuah tantangan.” Duke menubrukkan kedua kepalan tangannya. “Sebenarnya lebih pas disebut tantangan karena ini adalah bootcamp. Kamu akan membuat ramuan penyembuh tingkat dua, yaitu ramuan tingkat middle grade. Fungsinya menyembuhkan luka dalam. Waktumu 48 jam. Kamu bisa keluar dan mencari bahan-bahannya terlebih dahulu.


“Setelah itu, kamu bisa memulai proses transmutasi dan penguatan struktur bentuk di meja ini. Jangan khawatir, saya membawa cukup banyak botol labu. Karena ini adalah upaya pertamamu untuk membuat ramuan middle grade.”


Sans hanya mengangguk. Padahal dalam hatinya, ia cukup bergejolak. Ramuan tingkat middle grade seperti ramuan penyembuh tingkat dua? Ia sama sekali belum mencapai pembahasan tersebut dalam membaca Buku Dasar Alchemist.


Duke mulai bangkit dari duuduknya dan menuju pintu. “Kamu bisa mulai dari sekarang setelah saya meninggalkanmu sendirian selama waktu berlangsung. Saya tidak akan menganggumu.”


“Tu-tunggu, Profesor, sebenarnya aku punya pertanyaan—”


Ucapan Sans terhenti saat Duke telah menutup pintu rapat, meninggalkannya sendiri tanpa penjelasan tambahan sama sekali.


Sans berpaling pada sebuah meja di hadapan sebuah tempat tidur, satu lagi meja selain meja berpapan catur. Di bawah meja tersebut, sudah tersedia kurang lebih 15 botol labu untuk wadah dalam membuat ramuan.


Hanya mengandalkan bahan yang ia bawa di kantungnya beserta Buku Dasar Alchemist, Sans kini bertekad, ia pasti berhasil membuat ramuan middle grade dalam waktu kurang dari 48 jam, tanpa pendampingan Duke sama sekali.