Beasts Master

Beasts Master
Aku Anggap Ini Sebagai Latih Tanding



Beast Phoenix terbang sejajar dengan Beast Kupu-Kupu, kemudian ia mengepakkan sayapnya yang melontarkan kobaran api yang sangat besar sehingga murid-murid yang ada di Pelataran Luar terkejut melihat ada kebakaran di Puncak Penjinak Beast.


Beast Kupu-kupu segera mengepakkan sayapnya juga, sehingga badai topan melesat ke arah Kobaran Api.


“Rasakan itu Phoenix nakal! Asal kau tahu, Violet memiliki Energi Spritual Angin dan Racun!” cibir Zhao Jian pada Beast Phoenix. “Huli Jing bekukan dia!”


Beast Rubah berbulu Putih dengan simbol bulan sabit di keningnya segera menyemburkan energi spritual Es dari mulutnya, sehingga tubuh Beast Phoenix menjadi patung Es. Namun, dalam sekejap es yang membekukan tubuhnya langsung hancur berkeping-keping karena energi spritual milik Huli Jing lebih lemah dari Beast Phoenix, dan basis kultivasi-nya hanya Ranah Jie Zhu saja jauh dibawah Ranah Saint milik Beast Phoenix.


“Huh... energi spritual Es lemah begini ingin membekukan sang Ratu Api ini?” cibir Beast Phoenix menatap dengan tatapan angkuh pada Huli Jing.


Namun, sudut bibir Beast Rubah Putih itu malah memancarkan seringai, sehingga Beast Phoenix kebingungan dan menoleh ke arah Beast Kupu-kupu.


“Ini?” Beast Phoenix terkejut karena dirinya dikelilingi oleh Kupu-kupu kecil yang jumlahnya tak terhitung.


“Cobalah bakar Kupu-kupu kecil itu, maka kamu akan mati keracunan!” ejek Zhao Jian. “Karena kamu adalah Beast dari Penatua Xiao Shi maka aku akan menganggap kejadian ini sebagai latih tanding saja dan tolong menyingkirkan lah dari hadapan kami!”


Zhao Jian tidak ingin menyakiti Beast Phoenix karena tidak ingin menyinggung perasaan Penatua Xiao Shi. Lagi pula dia juga butuh pendukung kuat di Sekte Pedang Abadi ini agar dapat menjalankan prinsipnya untuk menegakkan Keadilan Mutlak.


Hukum di dalam lingkungan Sekte Pedang Abadi berbeda dengan Hukum Kekaisaran, sehingga tidak bisa menegakkan Hukum Kekaisaran di sini. Namun, ia tetap bisa menegakkan Keadilan bila ada Penatua yang mendukungnya dari balik layar.


Beast Phoenix menatap tajam ke arah Zhao Jian, sebagai salah satu Beast terhebat—sikap angkuhnya sulit dihilangkan. Dia tetap merasa belum kalah dan tetap ingin melawan murid baru yang menurutnya sangat arogan tersebut.


“Biarkan Jian‘er pergi... kamu tak akan sanggup melawannya kecuali kita berdua berkolaborasi!” Suara Penatua Xiao Shi menggema dari rumah kecil di atas Pohon tersebut.


Dengan enggan Beast Phoenix terbang ke arah atap rumah milik Penatua Xiao Shi tersebut dan tetap menatap Zhao Jian dengan tatapan tajam.


Zhao Jian tersenyum masam, karena merasa Niat Membunuh dari Beast Phoenix dan ia segera menangkupkan tinju. “Terimakasih Penatua Shi atas bimbingannya!” Karena ia menganggap pertarungan tadi sebagai latih tanding saja, maka ia mencegah Violet untuk melepaskan energi spritual Racun-nya.


“Ya, pergilah!” sahut Penatua Xiao Shi.


Namun, Zhao Jian baru melangkah beberapa langkah saja, suara gelak tawa terdengar dari rumah Penatua Xiao Shi. Para Penatua Puncak Penjinak Beast sangat senang melihat kehebatan Beast milik Zhao Jian.


Zhao Jian tidak membawa Beast Ayam Surgawi turun dari Puncak Penjinak Beast. Dia menyuruh Beast itu beristirahat untuk memulihkan lukanya akibat diserang oleh Beast Phoenix tersebut.


Murid-murid Pelataran Luar menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat saat Zhao Jian melewati mereka, dan Zhao Jian membalas dengan sebuah anggukan.


Zhao Jian menuju Paviliun yang berada di lereng Puncak Gunung Pedang dan memperhatikan nama-nama murid di papan informasi yang diterima di Pelataran Dalam serta ke Puncak mana mereka.


“Puncak Gunung Pedang hanya menerima sedikit murid saja, Puncak Awan Putih bahkan hanya menerima Dua Murid! Sedikit sekali!” gumam Zhao Jian dan memperhatikan nama kedua murid itu. “Eh, istriku diterima di sana! Berarti dia memiliki bakat yang hebat! Ya, wajar sih... dulu ia adalah lulusan terbaik Akademi Kerajaan Zhao!”


“Apakah kamu Zhao Jian, Beast Master yang dibawa oleh Penatua Xiao Shi tadi?” Murid Puncak Gunung Pedang bertanya pada Zhao Jian walaupun sebenarnya ia sudah tahu siapa Pemuda di depannya itu.


Zhao Jian menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Ya, aku adalah Zhao Jian, senior!” sahutnya.


“Kelompok Serigala Hitam kami tertarik merekrutmu menjadi anggota kami? Bila kamu bergabung—” Belum selesai Pemuda tampan itu menjelaskan tentang Kelompok Serigala Hitam, tiba-tiba Zhao Jian menggelengkan kepala.


“Maaf senior, aku adalah Hakim Kekaisaran. Aku tidak boleh bergabung dengan kekuatan manapun dan bersikap netral. Aku hanya berpihak pada Keadilan saja, sekali lagi aku meminta maaf!” sahut Zhao Jian—sehingga ekspresi Pemuda itu menjadi masam.


“Kau! Apakah kau tahu siapa Pemimpin Kelompok Serigala Hitam? Itu adalah tuan Bai Lie, dari Klan Bai. Salah satu Klan terkuat di Kekaisaran Jiang ini, apakah kamu masih ingin menolak bergabung dengan Kelompok Serigala Hitam!” Tiba-tiba Pemuda lain berkata dengan suara keras.


“Jangan begitu saudara Bai Yuejing... tetaplah bersikap rendah hati!” sahut Pemuda tampan itu yakin Zhao Jian pasti akan mengatakan mau bergabung dengan Kelompok Serigala Hitam setelah mendengar nama Bai Lie—yang merupakan murid terkuat di Puncak Penjinak Beast.


Namun, Zhao Jian malah tersenyum, menaruh kedua tangannya ke belakang—kemudian berjalan melewati mereka dan berbisik, “Untuk apa menantu Kaisar takut dengan Klan Bai! Apakah Klan Bai lebih kuat dari mertuaku? Kalau iya, maka aku akan bersujud di hadapan Bai Lie itu!”


Zhao Jian menepuk-nepuk pundak Pemuda tampan itu, kemudian menarik Pedang Keadilan dari sarung Pedang di punggungnya. Dia melompat ke atas Pedang Keadilan, kemudian melesat ke arah Puncak Awan Putih.


“Dia sombong sekali! Bagaimana kalau kita hajar saja dia!” Bai Yuejing geram dengan ulah Zhao Jian itu.


“Tidak! Biarkan saja, kita laporkan saja apa yang ia katakan tadi pada Bai Lie. Biarkan saja Bos kita yang akan berurusan dengan dia!” sahut Pemuda tampan itu, karena ia lebih berpikir Zhao Jian itu tidak mudah diatasi, selain basis kultivasi telah mencapai Ranah Tianzun—dia juga seorang Beast Master, melawannya pasti akan melukai mereka.