
Huang Bai tersenyum cerah dan menangkupkan tinju. “Selamat datang di kediaman Klan Huang kami yang sederhana ini Hakim Jian!” Padahal Kediaman Klan Huang sebenarnya sangat mewah sekali, sangat bertolak belakang dengan bangunan rumah Penduduk Kota Canglan yang sederhana, bahkan banyak yang tidak layak pakai. “Oh, Hakim Qihan dan Komandan Meng ternyata juga datang... mari masuk ke dalam. Kami telah menyediakan jamuan sederhana!” ajaknya lagi.
Detak jantung Huang Xue berdetak kencang, ia sangat sedih sekali—karena dibalik senyuman palsu saudara laki-lakinya itu tampak jelas sekali ia sangat sangat tertekan, bingung mau memihak pada siapa—bahkan ibunya yang biasa berdandan cantik, kini masih mengenakan pakaian yang kemarin ia pakai.
Huang Xue kemudian berpikir apakah dirinya telah membawa kehancuran pada Klan Huang? Apalagi Prajurit Kerajaan telah mengepung Klan Huang dengan kekuatan penuh, walaupun mereka berkedok sedang mengamankan Kediaman Klan Huang.
Huang Xue kemudian berjalan di sebelah Zhao Jian dengan menundukkan wajahnya karena Hakim Zhao Qihan menyeringai menatapnya.
“Silahkan duduk Hakim Jian!” seru Huang Bai mempersilahkan Zhao Jian duduk di kursi Patriark Klan Huang—sedangkan Zhao Qihan dan Zhao Meng duduk di kursi sebelah kanan yang seharusnya ditempati para Penatua Klan Huang, sehingga Huang Bai, Ibunya dan para Penatua terpaksa duduk di sebelah kiri.
Zhao Jian tersenyum cerah dan mengeluarkan Kitab Keadilan.
Semua orang yang ada di sana keheranan melihatnya dan buku apakah yang ada di tangannya itu. Namun, mereka merasakan Buku itu memancarkan aura Artefak tingkat tinggi.
“Nona muda Huang Xue telah mengadukan padaku tentang garis besar apa yang terjadi di sini. Pertama Huang Taiji telah melakukan penggelapan upeti yang seharusnya dikirim ke Kerajaan Zhao. Kedua menyediakan sumberdaya pada Sekte Underworld sebagai jaminan agar Kota Canglan tidak diusik oleh mereka. Ketiga menyuap Pengadilan cabang Kota Canglan dan militer. Untuk membuktikan ucapan nona muda Xue, Petugas Pengadilan akan melakukan penggeledahan di ruangan kerja Huang Taiji dan membekukan sementara semua tugas Pengadilan cabang Kota Canglan!” seru Zhao Jian.
Zhao Qihan dan Zhao Meng terkejut mendengarnya, keduanya menatap tajam pada Huang Xue yang berdiri di belakang Zhao Jian. Namun, mereka tidak bisa membantah seruan Zhao Jian dan berharap Huang Bai membantah keterlibatan mereka, apalagi Zhao Jian belum mengatakan penyebab kematian Huang Taiji adalah mereka.
“Untuk saat ini kita tenang dulu dan menunggu keputusan Huang Bai!” Zhao Meng mengirim suara telepati pada Zhao Qihan.
Mereka kemudian menatap tajam ke arah Huang Bai yang langsung menundukkan wajahnya karena merasa intimidasi oleh tatapan mereka.
“Penatua Xi, tolong tunjukkan ruangan suamiku pada Petugas Pengadilan!” Ibu Huang Bai berkata karena Huang Bai masih diam saja, mungkin ia terintimidasi dengan tatapan tajam Zhao Qihan dan Zhao Meng.
“Aku adalah Hakim dan hanya memberikan Vonis saja, sedangkan bagian penyelidikan tentu itu adalah tanggung jawab Petugas Pengadilan,” sahut Zhao Jian dengan santai. “Oh, ya... Kematian Huang Taiji menurut saksi mata dilakukan oleh kalian berdua!” Seringai tipis terpancar dari sudut bibirnya.
Zhao Qihan dan Zhao Meng mengerutkan kening, kemudian keduanya berkata, “Itu hanyalah fitnah! Apakah Huang Xue melihat kejadian itu?”
Padahal Zhao Jian belum mengatakan saksinya adalah Huang Xue, tetapi keduanya langsung gugup dan melepaskan Niat Membunuh pada Huang Xue—sehingga Huang Bai dan ibunya menjadi panik, takut Huang Xue akan terbunuh seperti Huang Taiji.
Namun, tiba-tiba suhu udara di ruangan itu menjadi dingin dan Beast Rubah dengan simbol bulan sabit di keningnya muncul di pangkuan Zhao Jian—yang langsung menghilangkan Niat Membunuh Zhao Qihan dan Zhao Meng.
“Hei, hei tidak perlu marah begitu,” sahut Zhao Jian sembari mengelus-elus kepala Huli Jing.
Sikapnya sangat tenang membuat keduanya mengerutkan kening—ternyata bukan hanya Beast Ulat Ungu saja yang dimilikinya, sepertinya ia memiliki banyak rahasia tersembunyi makanya percaya diri mampu menyelesaikan kasus ini dengan mudah.
Huang Xue bernafas lega, karena ia sempat tertekan oleh Niat Membunuh mereka.
“Bagaimana kalau kalian meneteskan sedikit darah ke Kitab Keadilan ini untuk membuktikan bahwa kalian bersalah atau tidak?” Zhao Jian menyodorkan Kitab Keadilan ke depan mereka menggunakan energi spritual Anginnya.
Namun, Keduanya mengangkat tangan—menolak seruan Zhao Jian. Mereka tidak bodoh dan tahu mungkin Buku di depan mereka itu bisa mengungkapkan kejahatan yang mereka lakukan selama ini.
Zhao Jian tidak memaksa mereka dan ia menatap Huang Bai dan ibunya. “Kalau begitu, apakah kalian sependapat dengan Huang Xue? Karena dengan Dua Saksi mata saja dapat menghukum bajingann yang membunuh tuan Huang Taiji!”
Zhao Meng dan Zhao Qihan segera menatap tajam ke arah Huang Bai dan ibunya, sehingga keduanya merasa terintimidasi.