
“Huli Jing... Daji... ayo makan bersama!” Zhao Jian memanggil Kedua Beasts Rubahnya yang langsung keluar dari Kantung Penyimpanan-nya.
Zhao Jian sengaja memesan daging sapi dengan porsi jumbo sehingga Pelayan yang mengantar makanan untuknya tampak kebingungan saat memasuki kamarnya, ternyata hanya ada satu orang saja di sana—berbeda dengan kamar lain yang diisi satu dan tiga anggota Petugas Pengadilan.
Zhao Jian hanya mencicipi sedikit mie kuah saja dan sisa makanan dihabiskan oleh Kedua Beasts Rubah.
Zhao Jian melamun, karena pencapaian Kultivasi-nya telah mencapai batas dan memerlukan Kristal Beasts Gui Dao untuk ke tahap selanjutnya.
Di Kerajaan Zhao belum ada metode lain yang dapat menaikkan basis Kultivasi Ranah Spirit ke Ranah Jie Zhu.
Dia berpikir bila Kerajaan Zhao memiliki hubungan baik dengan salah satu Gui Dao besar mungkin ia akan menemukan metode lain yang dapat menaikkan basis Kultivasi-nya, karena Pria misterius yang memberikannya Tiga beasts-nya itu memiliki basis Kultivasi yang cukup tinggi dan kabarnya di Gui Dao besar ada banyak ahli beladiri dengan basis Kultivasi tinggi juga. Zhao Jian yakin tidak semua diantara mereka yang menyerap energi spritual dari Kristal Beasts Gui Dao, karena keberadaan Gui Dao sangat sulit dideteksi dan mungkin hanya ribuan saja di Dunia ini.
Namun, saat Beasts Ulat Ungu mencapai Ranah Jie Zhu, Zhao Jian merasa Dantian-nya tiba-tiba dipenuhi energi spritual dan merasa sedikit lagi dirinya akan mencapai Ranah Jie Zhu juga. Akan tetapi sebanyak apapun ia berkultivasi, ia tak kunjung juga menerobos kultivasi ke tahap Jie Zhu tersebut.
“Mungkinkah bila Huli Jing dan Daji menerobos kultivasi ke Ranah Jie Zhu, maka Ranah Kultivasi-ku akan naik juga?” Ini teori yang masuk akal menurut Zhao Jian. “Kalau begitu, Daji... kamu harus menyerap esensi matahari setiap hari dan baru boleh istirahat saat matahari tenggelam. He-he-he... Huli Jing istirahat lah banyak-banyak ketika siang karena saat malam kamu harus berkultivasi hingga pagi!”
Daji mengerutkan keningnya, sedangkan Huli Jing tersenyum dan menggoyang-goyangkan ekor sembilannya, senang mendengar seruan tuannya tersebut. Dia bahkan langsung melompat ke pelukan Zhao Jian dan memejamkan matanya.
“Eh, kenapa tidak tidur di dalam Kantung Penyimpanan saja?” Zhao Jian keheranan, tetapi Huli Jing sudah terlelap dalam tidurnya. “Ya, tak apalah... lagi pula aku juga akan istirahat sembari menunggu laporan penyelidikan dari Paman Chen!”
Daji menghadap ke arah jendela dan memejamkan matanya juga. Namun, tubuhnya langsung terlihat penuh dengan energi spritual karena ia langsung menyerap esensi matahari.
Yan Mo diperintahkan oleh Patriark Klan Yan untuk melayani rombongan Zhao Jian dengan baik, karena Patriark Klan Yan tidak ingin Zhao Jian memusuhinya dan mencari-cari kesalahannya. Dia juga tidak ingin bernasib sama dengan para petinggi di Klan Huang yang langsung dieksekusi mati di tempat oleh Zhao Jian—walaupun Klan Yan sebenarnya memiliki hubungan baik dengan Jenderal Zhao Yi yang juga Pangeran Pertama tersebut. Namun, bila bersangkutan dengan masalah Hukum, Zhao Yi dengan tegas tidak akan melakukan intervensi dan membiarkan Pengadilan yang memutuskan perkaranya, apakah mereka bersalah atau tidak.
Yan Mo sangat gugup dan detak jantungnya berdetak kencang saat ia akan mengetuk pintu kamar Zhao Jian.
“Permisi... Hakim Jian ini Aku Yan Mo!” Dia berkata pelan. “Apakah Hakim Jian memiliki waktu luang, kalau Hakim Jian tidak sibuk maka aku akan mengajak Anda keliling Kota Lingxi ini. Sebenarnya ada rumah bordil yang sangat bagus di sini. Mereka menyediakan arak terbaik dan kebetulan ada Nona Yan Yue yang akan melakukan pertunjukan musik!”
Rumah bordil resmi di Kerajaan Zhao hanya menyediakan layanan judi, penjualan arak dan tarian serta musik tradisional. Mereka tidak diperbolehkan menyediakan layanan pelacurann setelah Raja Zhao Tian naik tahta, akan tetapi beberapa rumah bordil tetap menyediakan jasa pelacurann yang berkamuflase menjadi Pelayan di rumah bordil tersebut.
Kematian Mu Qingqing juga terjadi karena orang-orang dari Klan Lin mengira ia adalah Pelacurr. Namun, gadis malang tersebut menolak permintaan mereka untuk melayani mereka karena ia hanya bekerja sebagai Pelayan biasa saja, akan tetapi orang-orang dari Klan Lin malah tersinggung dengan ucapannya dan membunuhnya—sehingga Zhao Jian mengeksekusi mati Lin Mochen yang membuatnya di penjara selama sebulan di Penjara bawah tanah.
Zhao Jian mengerutkan keningnya mendengar ajakan Yan Mo yang mengajaknya ke rumah bordil. Sebagai Hakim, citranya akan buruk di mata masyarakat bila ia menginjakkan kaki ke tempat penuh maksiat tersebut. Namun, ia juga tertarik mendengar pertunjukan musik yang dikatakan Yan Mo, karena ia butuh hiburan juga untuk memenangkan pikirannya.
“Baiklah!” sahut Zhao Jian langsung keluar dari kamarnya.
“Eh, Rubah Hakim Jian ikutan juga ke sana?” Yan Mo keheranan, kenapa ia tidak menyimpan ke Kantung Penyimpanan-nya seperti sebelumnya saat mereka selesai melawan kawanan bandit yang mencegat perjalanan mereka menuju Kota Lingxi.
Zhao Jian tidak mungkin mengatakan kalau Huli Jing sedang menyerap esensi Bulan, jadi ia hanya tersenyum hangat saja—sehingga Yan Mo tidak tahu harus berkata apa lagi.