Beasts Master

Beasts Master
Zhao Jian Penyebab Tragedi Ini



Hembusan angin kencang tiba-tiba muncul, Ayam Jago segera mencengkram batu dengan erat agar tidak diterbangkan seperti sebelum-sebelumnya.


Dalam satu kedipan mata, Zhao Jian telah muncul di hadapan Yao Qiulin.


Ayam Jago tersenyum sombong dan berkata, “Berani sekali semut rendahan mengabaikan titah dari Hakim Surgawi. Ini merupakan penghinaan dan pembangkangan, menurut Hukum Surgawi kalian harus dikirim ke Neraka!”


Zhao Jian terkejut mendengar ucapan Ayam Jago. “Sejak kapan ayam ini hebat dalam membual? Namun, ucapannya ada benarnya juga, aku harus bertindak tegas agar reputasiku meningkat dan membuat orang-orang setuju dengan seruanku,” gumamnya sembari menangkap ujung bilah Trisula dengan menjepitnya dengan dua jari tangannya.


Baik murid-murid Sekte Naga Surgawi maupun bawahan Ye Mo terkejut melihatnya, mulut mereka terbuka lebar saking terkejutnya melihat tindakan Zhao Jian itu.


Penatua itu adalah Ranah World Master, tetapi bagaimana bisa Zhao Jian menghentikan serangannya seperti menghentikan serangan seorang pemula saja.


Api yang berkobar pada Trisula itu tiba-tiba padam dan di bilah Trisula muncul kristal Es yang terus membesar menjadi bongkahan es yang terus menjalar ke tubuh Penatua itu.


“Tidak-tidak!” Penatua itu panik dan ekspresi wajahnya yang sangar kini berubah menjadi linangan air mata. “Hakim Surgawi tolong ampuni aku dan aku berjanji akan menuruti seruanmu!” katanya lagi dengan panik karena separuh tubuhnya telah menjadi Patung Es.


Murid-muridnya merasa nasib mereka akan seperti Penatua itu, salah satu dari mereka kemudian bersujud di tanah dan yang lainnya pun segera ikut bersujud.


“Tolong ampuni kami, Hakim Surgawi!” seru mereka bersama-sama.


Zhao Jian melambaikan tangannya, energi spiritual Es yang membekukan tubuh Penatua itu langsung menghilang.


Kalau kejadian ini di masa lalu, maka ia tidak akan segan-segan melenyapkan Penatua itu karena baginya kejahatan itu harus ditumpas ke akar-akarnya.


Namun, situasi dalam Perang ini berbeda, mereka diperintahkan berperang oleh Kaisar mereka. Dan bila ia membunuh mereka siapa yang akan menyebarkan gelarnya sebagai Hakim yang diutus oleh Surga untuk menegakkan keadilan tersebut.


Penatua itu tidak menyangka akan dibiarkan hidup oleh Zhao Jian, padahal bila yang ia hadapi saat ini adalah Ye Mo maka dirinya sudah berubah menjadi kerangka yang hanya dilapisi kulit tipis saja.


Dia bersujud di hadapan Zhao Jian dan berkata, “Terimakasih telah mengampuniku, Hakim Surgawi!”


Zhao Jian mengabaikannya, dia mengeluarkan Pil Penyembuhan dari Tas Sihirnya dan memasukkannya ke dalam mulut Yao Qiulin.


Murid Sekte Naga Surgawi yang suruh untuk kembali ke Sekte malah mendatanginya dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Terimakasih sudah menyelamatkan Paman Yao, senior... eh, maksudku Hakim Surgawi!” sapanya.


Zhao Jian tersenyum hangat menatap murid Sekte Naga Surgawi yang terlihat sebaya dengannya itu. “Tak perlu berterima kasih padaku, sudah tugasku sebagai Hakim Surgawi menegakkan keadilan. Bawa saja Pak tua Yao ini agar dia dapat beristirahat,” sahutnya.


Namun, ia merasa bualannya kini sudah sehebat Ayam Jago saja.


“Oh, baiklah Hakim Surgawi... kalau Anda pergi ke ibukota, jangan lupa mampir di Sekte Naga Surgawi. Kami akan menyambut Hakim Surgawi dengan hangat di sana!” Pemuda itu menundukkan sedikit wajahnya sembari memapah Yao Qiulin.


Setelah murid-murid Sekte Naga Surgawi menghilang dari pandangannya, dia kemudian menatap Penatua bawahan Ye Mo itu.


Dia juga penasaran siapa Ye Mo yang telah bertarung imbang melawan Lu Xiaoran yang merupakan Kultivator terkuat di Dinasti Gu Agung ini.


“Perkenalkan aku adalah Zhang Xian Penatua Sekte kecil Sekte Gunung Keramat.” Zhang Xian menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Sebenarnya Hakim Surgawi... Perang terjadi karena Anda!”


“Karena aku?” Zhao Jian menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi wajah kebingungan, “bagaimana bisa?” selidiknya penasaran dan merasa dirinya yang tidak pernah bertemu dengan Kaisar mereka, kemudian ia berpikir apakah ini juga gara-gara wanita makanya Kaisar Ye Mo itu mengejarnya hingga menghancurkan Dinasti Gu Agung.


Zhao Jian merasa bersalah terhadap penduduk Dinasti Gu Agung, karena gara-gara dirinya mereka telah menderita.


Zhang Xian menggelengkan kepala, “Aku tidak tahu kenapa Kaisar Ye Mo mencari Hakim Surgawi. Namun, hanya untuk mencari keberadaan Anda... Beliau telah menghancurkan banyak Gui Dao hingga akhirnya mata-matanya di Kekaisaran Jiang mengatakan kalau Anda ada di Dinasti Gu Agung, makanya Beliau langsung datang kemari. Namun, siapa yang menduga ternyata Dinasti Gu Agung ini memiliki Kultivator kuat yang sanggup menahan kekuatan Kaisar Ye Mo!”


“Seperti apa kekuatannya sehingga kalian sangat takut padanya?” Zhao Jian penasaran dengan sosok yang sangat membenci dirinya itu walaupun ia sendiri tidak tahu dosa apa yang ia perbuat sehingga menjadi buronan Ye Mo.


Zhang Xian juga bingung Zhao Jian tidak mengenal Ye Mo, padahal gara-gara mencarinya lah Kekaisarannya yang dulunya damai berubah menjadi kacau seperti tanah tak bertuan, tak ada hukum yang menegakkan keadilan; yang kuat lah yang mengatur segalanya.


“Beliau itu berasal dari Dunia Atas, metode Kultivasi yang dia praktikkan adalah menyerap esensi kehidupan!” sahut Zhang Xian.


“Menyerap esensi kehidupan?” Zhao Jian langsung teringat dengan Ye Jing yang ia bunuh karena Ye Jing telah menyerap esensi kehidupan penduduk di Kerajaan Zhao termasuk Dua Pamannya yang merupakan Petugas Pengadilan yang menyelidiki kasus kematian aneh itu.


Zhao Jian mencoba menghubungkan apakah ada keterkaitan antara Ye Jing dan Ye Mo. Keduanya sama-sama menggunakan metode Kultivasi yang sama dan sama-sama memiliki nama Keluarga Ye.


“Ini seperti plot cerita legendaris, saat anak kalah maka ayah akan muncul, bila ayahnya juga kalah maka kakeknya akan keluar dari pengasingan. Namun, bila tetap kalah juga maka Leluhur mereka akan bangkit dari kubur,” gumam Zhao Jian mengerutkan keningnya tidak menyangka plot cerita dalam dongeng akan terjadi padanya. “Sial! Ternyata Klan Ye di Dunia atas merupakan Klan besar, apakah di Dunia Atas Klan Zhao juga kuat dan mereka akan muncul juga bila aku mati? Ah, itu tak mungkin, bahkan saat Kerajaan Zhao hancur mereka tidak muncul. Mungkin mereka tidak sebaik Klan Ye atau tidak ada Klan Zhao di Dunia Atas!” pikirnya lagi.


Zhang Xian dan murid-muridnya tidak berani berbicara, bahkan mereka sampai menahan napas agar Zhao Jian dapat melamun tanpa terusik.


“Apa yang perlu ditakuti dengan orang-orang dari Dunia Atas, toh... saat mereka ke sini maka Hukum Dao Surgawi akan menurunkan basis Kultivasi mereka hingga setara Ranah World Master,” gumam Zhao Jian menghilangkan keraguannya. “Baiklah, kembalilah ke Gui Dao kalian, ajak rekan-rekan kalian yang lain. Katakan pada mereka, Aku Zhao Jian yang merupakan Hakim Surgawi akan mengadili Ye Mo dan mengembalikan kedamaian Dunia!”


Zhang Xian menangkupkan tinju tanda setuju dengan seruan Zhao Jian. Dia juga sangat kagum dengan Zhao Jian karena merasa Zhao Jian berkata dengan sungguh-sungguh dan itulah mengapa Ye Mo ingin melenyapkannya.


Setelah mengatakan itu, Zhao Jian langsung melompat ke punggung Ayam Jago. Jubahnya emasnya berkibar saat Ayam Jago melompat tinggi ke langit.


“Pantas saja Kaisar Ye Mo memburunya, ternyata dia adalah Hakim Surgawi yang diutus oleh Surga!” kata salah satu murid Zhang Xian.


“Apa yang akan kita lakukan, Penatua?” tanya yang lain.


“Tentu kita akan menuruti perintahnya, kalian pilih yang mana? Mengikuti Ye Mo yang seperti Iblis itu atau menuruti sosok yang mengayomi semua orang?” sahut Zhang Xian tiba-tiba menjadi bijak, padahal biasanya ia sangat arogan saat berbicara.


“Tentu aku lebih memilih menuruti seruan Hakim Surgawi dan kembali ke Sekte, kemudian berkultivasi serta menikah dengan wanita cantik tanpa harus mengotori pedangku dengan darah!” sahut murid yang paling baik diantara murid Zhang Xian yang lain, bahkan ia hanya melukai lawan bila lawan itu menyerangnya saja.