Beasts Master

Beasts Master
Beasts Ulat Ungu Bermetamorfosis Menjadi Kepompong



Setelah menghabiskan buah Persik Emas, Beasts Ulat Ungu langsung mengantuk dan memejamkan matanya.


“Aku akan menganggap tindakan Violet sebagai upahnya karena telah membantuku melawan penjahat selama ini, sehingga tindakannya itu tidak dikategorikan sebagai pelanggaran hukum!” gumam Zhao Jian tak ingin lagi dicambuk.


Zhao Jian langsung mengelus bokongnya karena teringat saat dicambuk Petugas Pengadilan hingga tidak sadarkan diri beberapa hari.


Tiba-tiba tubuh Beasts Ulat Ungu bersinar terang, sehingga Zhao Jian tercengang. “Violet menerobos lagi?” Namun, tubuh Violet malah dilapisi energi spritual yang sangat padat yang langsung membeku. “Dia memasuki fase metamorfosis menjadi Kepompong!”


Beasts Ulat Ungu tidak akan bisa keluar lagi dari Kantung Penyimpanan Zhao Jian walaupun basis kultivasi-nya telah naik ke Ranah Jie Zhu. Dia baru keluar ketika masa evolusinya berhasil menjadi Beasts Kupu-Kupu.


Zhao Jian tersenyum bahagia karena setelah Beasts Ulat Ungu menjadi Beasts Kupu-Kupu maka tidak ada lagi ahli beladiri yang dapat mengalahkannya, dengan kata lain dirinya adalah ahli beladiri terkuat di Kerajaan Zhao.


“Ada apa Hakim Jian? Kenapa Anda senyum-senyum sendiri, apakah ada sesuatu yang lucu pada diriku?” Yan Mo memeriksa tubuhnya.


Dia terus menempel pada Zhao Jian dan bertindak seperti tangan kanannya saja, karena ia ingin menunjukkan pada petinggi Klan Yan nanti bahwa dirinya adalah teman baik Hakim dari ibukota.


“Ah, tidak ada... aku hanya melamun sesuatu lucu saja!” Zhao Jian berkilah.


Yan Yuan dan Yan Kai terkejut melihat rombongan pengungsi kini malah berjalan kaki, padahal mereka telah mengamankan jalur celah sempit dua gunung tadi.


Keduanya langsung menduga para pengungsi telah disergap bandit karena beberapa anggota Klan Yan tampak terluka.


“Kami tidak becus melaksanakan tugas, tuan muda Mo silahkan hukum kami!” seru Yan Yuan dan Yan Kai sembari bertekuk lutut di hadapan Yan Mo.


“Apa yang kalian lakukan? Cepat berdiri!” Yan Mo berpura-pura menjadi Pemimpin yang baik dan murah hati agar Zhao Jian makin terkesan padanya, padahal bila ini di tempat lain—maka ia akan menghukum keduanya karena gagal melaksanakan tugas. “Tadi itu adalah kecelakaan yang tak terduga, bandit itu sangat licik sehingga mustahil bagi kalian mendeteksinya!” katanya lagi sembari tersenyum.


Yan Mo tak ingin sifat aslinya diketahui oleh Zhao Jian dan ia langsung berkata, “Kenapa kalian masih bertekuk lutut di sana, apakah kalian ingin menanyakan sesuatu?”


“Tidak-tidak... tuan muda Mo, kami hanya terlambat bereaksi saja,” sahut Yan Yuan segera berdiri dan memberikan Kuda miliknya pada Yan Mo, tetapi Yan Mo langsung menolak dan menyuruhnya menyerahkan kuda itu pada anggota yang terluka saja—sehingga membuat Yan Yuan makin tercengang dengan perubahan sikap tuan mudanya itu.


...***...


Terjadi ledakan yang berasal dari kamar Liu Ruxu, sehingga para Petinggi Klan Liu bergegas ke sana karena mengira ada musuh yang ingin membunuh atau menculik Nona muda mereka tersebut.


Namun, sosok cantik dengan hanfu putih sedang melayang di atas Kediaman Klan Liu. Gadis cantik itu tersenyum bahagia karena berhasil menerobos ke Ranah Spirit dan yakin generasi muda yang seangkatan dengannya, dirinya lah yang pertama mencapai Ranah beladiri tersebut.


“Ha-ha-ha... Ruxu‘er-ku akhirnya mencapai Ranah Spirit! Hebat sekali, kamu tetaplah generasi muda paling berbakat walaupun Hakim muda dari Klan Zhao mencapai Ranah Spirit lebih dulu darimu.” Patriark Klan Liu tersenyum bahagia karena ia sempat khawatir Liu Ruxu akan mengalami penyimpanan energi spritual akibat memaksakan diri berkultivasi setelah mengalami insiden mengerikan di Gunung Kun Lun.


“Zhao Jian menerobos ke Ranah Spirit?” Liu Ruxu terkejut karena Zhao Jian terkenal di Akademi Kerajaan Zhao sebagai sampah nomor Dua terakhir yang hanya hebat dalam ujian tertulis saja. Namun, ia akan selalu menjadi samsak tinju ketika latih tanding, bahkan ketika dirinya dan Zhao Jian satu kelompok dalam perburuan binatang buas; Zhao Jian hanya menonton saja dan tidak melakukan apa-apa, makanya ia tidak memiliki kesan dengan tuan muda Klan Zhao tersebut.


Akan tetapi Zhao Jian tiba-tiba menjadi Hakim termuda sepanjang sejarah Kerajaan Zhao dan basis kultivasi-nya meningkat tiba-tiba. Belum lagi Kitab Keadilan miliknya bisa mengungkap kebenaran dan menyinggung Klan Lin karena menghukum Lin Mochen dengan hukuman mati.


“Mungkinkah Kitab Keadilan itu memperbaiki Dantian-nya dan membantunya menaikkan basis kultivasi-nya?” Liu Ruxu berspekulasi.


“Ruxu‘er... kenapa kamu malah melamun? Apakah kamu sudah menentukan kalau Hakim Jian itu sebagai suamimu?” Tiba-tiba ibu dari Liu Ruxu membuyarkan lamunannya.


“Hmm, tidak buruk juga, tetapi tidak ada yang tahu siapa orangtuanya dan Klan Zhao hanya mengatakan dia adalah tuan muda, kalau pengaruh orangtuanya di Klan Zhao tidak kuat maka kita akan rugi menikahkan Putri kita padanya,” sahut Patriark Klan Liu.


Liu Ruxu mengerutkan keningnya, karena pembahasan pernikahan adalah tema yang paling membosankan menurutnya karena ia ingin fokus berkultivasi. “Aku ingin istirahat ayah... ibu! Dan untuk masalah pernikahan itu, aku belum menentukan siapa yang akan kupilih!” Karena ia bahkan tidak membaca ratusan profil calon suami yang diserahkan ibunya padanya.