Beasts Master

Beasts Master
Ayam Jago Telah Menerobos ke Ranah Jie Zhu



Zhao Jian yakin dalang yang membuat mereka digerebek adalah Nan Jing. Namun, ia tidak menyangka Nan Jing memiliki hubungan dekat dengan Jiang San.


“Nan Jing cuma tuan muda dari Klan kecil seharusnya dia tidak memiliki hubungan dekat dengan Pemimpin Penegak Hukum Sekte kecuali ada tuan muda dari Klan besar yang membantunya, tetapi siapa?” gumam Zhao Jian berspekulasi tetapi ia tidak dapat menebaknya karena ia belum mengenali siapa saja tuan muda dari Klan besar yang menjadi murid Sekte Pedang Abadi.


Dia yakin Cepat atau lambat orang-orang yang membencinya akan menampakkan diri. Diapun menghela napas panjang karena gara-gara dia menjadi menantu Kaisar maka dirinya menjadi memiliki banyak musuh.


Zhao Jian akhirnya merindukan masa-masa dirinya menjadi murid Akademi Kerajaan Zhao, di mana saat itu dirinya seperti anak sebatang kara yang tidak ada yang peduli dengannya. Tidak ada beban dipikulnya, setiap hari ia hanya menghabiskan waktu membaca buku di perpustakaan atau tidur saat pulang dari Akademi.


Namun, disisi lain ia berpikir menjadi kuat juga mendapatkan keuntungan hebat karena mendapatkan Dua wanita cantik sebagai pendamping hidupnya. Bayangkan saja bila ia tetap seperti Pria yang dulu, maka mungkin ia akan menjadi Kasim di istana saja karena tidak memiliki bakat beladiri.


“Inikah rumah Jian gege?” Liu Ruxu mengerutkan keningnya menatap gubuk bambu yang dibangun disela-sela cabang Pohon besar tersebut.


“Kau pasti tahu kabar kalau Penatua Puncak Penjinak Beast itu sangat miskin tidak seperti Puncak lain ha-ha-ha ....” Zhao Jian tertawa masam. “Oh, ya... maaf terlambat mengucapkan selamat telah mencapai Ranah Jie Zhu Ruxu‘er!” katanya lagi sembari memeluk Liu Ruxu.


“Ehemmmmmm!” Violet berdehem sehingga Zhao Jian terpaksa melepaskan pelukannya pada Liu Ruxu.


“Selamat Daji... telah mencapai Ranah Saint!” Zhao Jian tersenyum lebar pada Daji yang berdiri di sebelah Violet, sedangkan Huli Jing masih duduk bersila menyerap esensi Bulan.


Zhao Jian berpikir sepertinya dia tidak bisa melakukan ronde kedua bergulat dengan Liu Ruxu di gubuk deritanya, padahal ia ingin membuat gubuk bambu itu berguncang seperti terkena gempa bumi.


“Oh, ya... apakah Gaoer masih melakukan Kultivasi tertutup?” Zhao Jian tidak melihat keberadaan Beast Anjing berbulu hitam tersebut.


“Ya, mungkin besok ia akan menerobos ke Ranah Jie Zhu!” sahut Violet yang mengawasi proses kultivasi yang dilakukan oleh Beast milik Zhao Jian tersebut.


“Sepertinya aku tidak beruntung hari ini sehingga tidak bisa berbicara dengannya!” sela Liu Ruxu tersenyum hangat sembari memeluk Violet dan Daji.


“Kukkuruyukkkkkkkkkkk!”


Dari puncak Pohon besar tampak bayangan Ayam sebesar Banteng sembari mengepakkan sayap merah miliknya. Dia terlihat seperti Ayam petarung yang gagah di arena sabung ayam yang siap mencakar ayam-ayam jagoan lainnya.


Sosok ayam sebesar Banteng itu melompat tinggi ke langit dan mendarat di hadapan Zhao Jian.


“Ayam Jago telah kembali tuan Jian!” sapanya dengan bangga dan berharap dipuji karena telah menerobos ke Ranah Jie Zhu.


“Kau ingin ayam bakar atau ayam gulai Ruxu‘er?” Zhao Jian bertanya pada Liu Ruxu sembari tersenyum lebar.


“Sepertinya Ayam Bakar lebih nikmat!” sahut Daji menyeka air liurnya sembari menatap Beast Ayam Surgawi.


“Aaaaaaaaaaaa! Tuan Jian jangan makan aku, tolong aku masih berguna sebagai alat transportasi!” Ayam Jago langsung menangis dan berguling-guling di tanah.


“Hah? Kenapa kau menangis, kami akan mengadakan pesta karena kau berhasil menerobos ke Ranah Jie Zhu!” sahut Zhao Jian sembari mengeluarkan potongan daging ayam dari Tas Sihirnya.


“Tapi aku kan ayam? Seharusnya aku makan biji-bijian tuan!” sahut Ayam Jago dengan ekspresi wajah lesu.


Malam itu mereka berpesta makanan hingga menjelang pagi dan Huli Jing langsung cemberut karena dirinya tidak ikut dalam pesta tersebut.


Jiang Qinluan mengeluh pada Jiang San tentang kesalahan informasi tentang Zhao Jian. Namun, Jiang San hanya meminta maaf saja dan mengatakan hal serupa tidak akan terulang di masa depan.


Setelah Jiang Qinluan pergi, senyuman di wajah Jiang San menghilang. Dia tidak menyangka Zhao Jian akan mengancam Penegak Hukum yang dikuasainya itu


“Mari kita lihat sehebat apa menantu Kaisar itu ha-ha-ha... ah, aku hampir lupa mengirim pesan pada tuan Lu Xiaoran!” gumam Jiang San sembari menulis pesan di gulungan kertas yang berisi bahwa Zhao Jian telah menikmati tubuh Yin Jiang Ruo yang sangat diinginkan oleh Kultivator dengan Sistem Surgawi tersebut.


Walaupun Lu Xiaoran telah kabur ke Gui Dao lain, dia tetap mengirim Pesan melalui merpati pesan pada Jiang San yang merupakan sahabat terbaiknya di Kekaisaran Jiang tersebut. Saat basis Kultivasi-nya mencapai Ranah World Master dia akan datang untuk melakukan balas dendam pada Zhao Jian dan dia juga berjanji akan menjadikan Jiang San sebagai Kaisar di Gui Dao Kekaisaran Jiang.


Jiang San melepaskan Burung Merpati Pesan dan berkata, “cepatlah kembali kemari Lu Xiaoran... aku akan menikmati pertunjukan darimu dan jangan sampai bocah itu mengalahkanmu untuk kedua kalinya!” Senyuman tipis kembali terpancar dari sudut bibirnya.


...***...


Permukaan tanah berguncang hebat selama sepuluh batang dupa karena Gui Dao Kekaisaran Jiang melahap Gui Dao Kerajaan Kura-Kura Awan sehingga memunculkan daratan baru pinggiran Gui Dao Kekaisaran Jiang.


Klan Zhao yang dulunya ada di bagian kiri Gui Dao Kekaisaran Jiang dekat dengan bibir pantai kini bergeser agak ke tengah dan jauh dari tepian daratan yang dibawa oleh Beast Kura-kura raksasa tersebut.


Luas Gui Dao Kekaisaran Jiang kini seluas Benua Australia bila dibandingkan dengan wilayah di Bumi dan Klan Fang serta Klan Xiao mendapatkan wilayah di bagian dekat ekor. Kedua Klan itu dulunya adalah bagian dari Kerajaan Kura-kura awan.


“Akhirnya kekangan kultivasi di Gui Dao Kekaisaran Jiang melonggar, aku harus mencari sumberdaya yang dapat membuatku menerobos ke Ranah Paramita,” gumam Zhao Jiang yang sedang berlatih Jurus Pedang Api Iblis.


Patriark Sekte telah melakukan Kultivasi tertutup menyerap energi spritual Kristal Beast Gui Dao Kerajaan Kura-kura awan, bila ia berhasil dalam Kultivasi tertutup itu maka ia akan menjadi Ranah Immortal Kedua setelah Xiao Lang, Pria yang berubah menjadi wanita yang kini menjadi Kasim di Istana.


Para Penatua yang semuanya adalah Ranah Saint juga melakukan kultivasi tertutup, mereka menggunakan sumberdaya yang telah mereka simpan dari lama untuk menerobos ke Ranah Paramita karena batas kekangan kultivasi di Gui Dao Kekaisaran Jiang kini telah berada di Ranah Paramita yang dulunya adalah Ranah Saint.


Karena kekosongan Penatua di Puncak Penjinak Beast, Penatua Xiao Shi telah menunjuk Zhao Jian sebagai penanggungjawab atas Puncak Penjinak Beast hingga salah satu Penatua selesai melakukan kultivasi tertutup.


Zhao Jian hanya menyuruh para murid-murid melakukan latihan serta berkultivasi sendiri-sendiri, bila tidak keadaan darurat maka mereka tidak boleh mendatangi gubuknya.


“Gerakan Kedua Jurus Pedang Api Iblis!” seru Zhao Jian mengayunkan Pedangnya ke arah depan.


Energi spritual api berbentuk belasan Pedang melingkar membentuk bayangan tengkorak Dua Puluh tombak dari permukaan tanah.


Saat teriakan Zhao Jian selesai, Belasan Pedang yang diselimuti kobaran api itu meluncur seperti hujan yang langsung menimbulkan ledakan membakar pepohonan disekitarnya.


Zhao Jian segera menggunakan Jurus Pedang Es Abadi memadamkan kobaran api agar tidak merembet ke tempat lain.


“Tehnik berpedang ini sangat hebat sekali,” gumam Zhao Jian tersenyum bahagia karena berhasil menguasai Gerakan Kedua dari Jurus Pedang Api Iblis.