Beasts Master

Beasts Master
Peliharaan Baru



Melihat Pemimpin Serigala Iblis ketakutan, Zhao Jian merasa sudah cukup untuk menakut-nakutinya.


“Aku adalah manusia yang sangat kejam!” ancam Zhao Jian menatap Pemimpin Serigala Iblis dengan tatapan tajam. “Kau hanya memiliki dua pilihan: Mati atau menjadi binatang peliharaanku? Buat keputusan yang bijak dalam satu, dua, tiga... selesai!” Zhao Jian menghitung dengan cepat.


“Terkutuk kau manusia sialan! Aku belum berpikir kau sudah selesai menghitung,” gerutu Pemimpin Serigala Iblis sembari menggoyang-goyangkan ekornya sebagai tanda dirinya memilih menjadi peliharaan dari pada dibunuh.


Sudut bibir Zhao Jian memancarkan senyuman tipis setelah Aura kegelapan dari tubuh Pemimpin Serigala menghilang. “Kau membuat keputusan tepat menjadi peliharaanku, di masa depan kau akan menjadi World Master tak terkalahkan!”


“Tak terkalahkan mulutmu, palingan aku dijadikan sebagai mesin pembunuh!” Pemimpin Serigala Iblis itu kembali mengutuk Zhao Jian.


Zhao Jian segera melakukan kontak Jiwa dengan Pemimpin Serigala Iblis, setelah proses kontrak jiwa itu selesai——dia memberikan Pil penyembah padanya dan memasukkannya ke dalam Tas Sihir.


Zhao Jian kemudian kembali ke tempat herbal Spritual Shi Hua dan melakukan kontrak jiwa dengan Lima Belas Beast Serigala Iblis Ranah Saint yang telah ditundukkan oleh Violet.


Karena mereka tidak terluka seperti Pemimpin Serigala Iblis, Zhao Jian tetap membiarkan mereka berkeliaran disekitar gunung memburu Beast lain.


Dia sendiri memetik Herbal Spritual Shi Hua yang langsung berusaha menelan tangan Zhao Jian. Namun, Zhao Jian menekannya dengan aura Ranah Paramita miliknya.


“Kita akan menunda perjalanan menuju Kota terdekat, aku memutuskan akan menyerap energi spiritual dari herbal Spritual Shi Hua ini!” seru Zhao Jian, “selama aku bermeditasi, kamu yang akan mengatur mereka!” Zhao Jian berkata pada Violet.


“Iya tuan Jian, tenang saja ... aku tidak akan membiarkan mereka berleha-leha!” Senyuman manis Violet membuat detak jantung Zhao Jian bergetar hebat.


Zhao Jian buru-buru menutup matanya karena tak ingin meditasinya malah terganggu karena membayangkan senyuman yang sangat menggoda tersebut.


Zhao Jian yakin setelah menyerap energi spiritual dari herbal Spritual Shi Hua maka basis Kultivasinya akan mencapai Ranah Paramita Puncak dan selanjutnya ia akan menyerap Kristal Beast Hiu yang setara Ranah Immortal tersebut untuk menerobos ke Ranah Immortal.


...***...


Satu Minggu telah berlalu, tuan muda Klan Yun berwajah masam karena Kelompok Bayangan belum juga menemukan keberadaan Zhao Jian——padahal menurut mereka Zhao Jian akan menuju ke salah satu dari Lima Kota jalur tengah dari Kota Dishan.


Kini ia berpikir, mungkinkah Zhao Jian sudah curiga kalau ada yang mengincar dirinya sehingga ia memutuskan melewati jalur pinggiran Gui Dao Dinasti Gu Agung.


Mencari seseorang di Dinasti Gu Agung yang luasnya setara dengan Benua Australia di Bumi itu tentu sangat sulit sekali, kalau mereka gagal mengikuti pergerakan Zhao Jian maka dirinya takut monster Ye Mo akan melenyapkan Klan Yun yang merupakan kaki tangannya di Dinasti Gu Agung.


“Tuan muda... kami mendapatkan kabar dari salah satu murid Sekte lokal yang mengatakan, Lima Puluh Kilometer dari Desa Bambu Kuning ada banyak Beast yang berburu Beast lain. Beast-Beast itu tidak membunuh atau memakan Beast yang mereka kalahkan, mereka justru membawa ke kedalaman hutan dan yang paling mencurigakan adalah mereka selalu kabur saat menyadari keberadaan Manusia disekitar mereka, seolah-olah ada yang melarang mereka menyakiti manusia!” Seseorang anggota Kelompok Bayangan melapor pada tuan muda Klan Yun yang langsung turun tangan memburu Zhao Jian.


Sudut bibir tuan muda Klan Yun memancarkan seringai tipis, di Dinasti Gu Agung; Beast Master hanya dapat melakukan kontrak jiwa dengan satu Beast saja. Namun, menurut informasi yang diberikan oleh bawahan Ye Mo, Zhao Jian dapat melakukan Kontrak Jiwa dengan Lima Beast saat di Kekaisaran Jiang.


“Tidak salah lagi, dia pasti ada di sana!” sahut tuan muda Klan Yun mengepal tangannya, niat membunuh merembes dari tubuhnya. “Ayo kita tangkap dia, Paman Ma!” serunya pada Pria tua berjubah Putih yang berdiri di belakangnya.


“Apa Paman Ma yakin? Dia itu adalah Beast Master!” Yun Mu takut kejadian di Kota Dishan terulang kembali.


Yun Ma tersenyum mendengar ucapan Yun Mu yang meragukan kemampuannya. “Walaupun aku memiliki luka internal pada Dantian-ku, ingat aku ini masih World Master yang pernah terlibat dalam Perang melawan Gui Dao Asing dan membunuh World Master musuh!” jawabnya dengan percaya diri.


Zhao Jian? Dia hanya Ranah Paramita saja, mengalahkannya hanya seperti membalikkan telapak tangan. Dia bahkan yakin Zhao Jian akan lari terbirit-birit saat merasakan aura keberadaannya nanti.


Yun Mu sangat senang mendengarnya, lagi pula bila ia menampakkan diri maka itu akan membuat Klan yang memerintah Kota ini tidak senang karena dirinya membuat keributan di wilayah mereka. Bila mereka mengadu pada Dinasti Gu Agung, takutnya pihak Dinasti melakukan penyelidikan dan akhirnya mengetahui kalau Klan Yun adalah kaki tangan asing. Itu akan merugikan Klan Yun karena Ye Mo masih membutuhkan waktu beberapa hari lagi untuk sampai ke Dinasti Gu Agung.


Selama Ye Mo belum datang, Klan Yun akan tetap berpura-pura menjadi pendukung setia Dinasti Gu Agung dan tentunya menangkap Zhao Jian untuk dipersembahkan kepada Ye Mo.


Setelah Yun Ma menghilang, Yun Mu menyuruh Kelompok Bayangan diam-diam mengikutinya dan segera mengirim pesan bila Yun Ma kesulitan menangkap Zhao Jian.


...***...


“Apakah Beast-Beast liar itu masih muncul disekitar Desa?” Yun Ma bertanya pada sekelompok Ranah Saint berjubah Klan lokal.


“Siapa yang berani bertanya tanpa bersikap sopan pada tuan muda kami ini!” Salah satu Ranah Saint menoleh ke belakang, sembari menatap tajam Yun Ma.


Namun, saat ia samar-samar merasakan Aura Ranah World Master dari Pria tua itu, sikapnya langsung berubah. Dia segera menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat dan tersenyum lebar.


Tuan mudanya dan rekan-rekannya keheranan melihat kakinya bergetar hebat, celananya juga tiba-tiba menjadi basah dan nada bicaranya terdengar seperti orang yang ketakutan.


Saat tuan mudanya menyadari kalau sosok yang berbicara dengan bawahannya adalah sosok kuat, dia juga segera menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.


Dia berbeda dengan bawahannya, sikapnya tetap tenang karena sudah terbiasa bertemu dengan Ranah World Master bahkan di Klan-nya ada Tiga Ranah World Master juga.


“Maaf senior, sudah Dua hari kami berkeliaran di hutan disekitar sini dan kami tidak pernah melihat Beast-Beast yang dirumorkan itu!” sahutnya.


Yun Ma mengelus janggutnya dan menganggukkan kepala, dia berpikir mungkinkah rumor itu palsu.


“Aku rasa sudah ada yang membunuh mereka karena menurut beberapa penduduk, Lima Hari yang lalu Beast-Beast itu masih membuat keributan di puncak Gunung itu!” Tuan muda itu menunjuk ke arah sebuah Gunung tinggi.


Yun Ma memperhatikan Gunung itu, dia tidak yakin Zhao Jian ada di sana karena tidak mungkin Beast-Beast itu sengaja menunjukkan keberadaan tuannya.


Jawabannya berarti dia harus menelusuri setiap Gunung dari Desa Bambu Kuning hingga ke Kota Dishan.


Wajahnya langsung mengkerut masam dan menyesal tidak menuruti seruan Yun Mu untuk membawa Pendekar Klan Yun, karena menelusuri satu-persatu Gunung itu pasti akan merepotkan sekali.