Beasts Master

Beasts Master
Amukan Ye Jing



Zhao Kai memutuskan membantu Zhao Yunfei melawan Pemuda dengan basis kultivasi Ranah Jie Zhu tersebut, ia bertaruh pada keberuntungan kalau Dua lawan satu mungkin mereka bisa memenangkan pertarungan ini.


Zhao Yunfei mengeluarkan Guqin (alat musik tradisional china, mirip gitar) dan memetik senar Guqin. “Salju di musim dingin yang membawa badai kematian!”


Energi spritual disekitar mereka berfluktuasi dan tiba-tiba membekukan apa saja—kecuali Zhao Yunfei dan gadis kecil yang masih menangis di permukaan tanah.


“Cepat ambil gadis kecil itu Saudara Yunfei!” teriak Zhao Kai—karena tak yakin berapa lama ia bisa membekukan Pemuda misterius tersebut.


Zhao Yunfei segera menggunakan tehnik beladiri meringankan tubuh mempercepat langkahnya dan meraih Tombaknya dan gadis kecil itu.


Namun, tiba-tiba terdengar suara retakan dari es yang membekukan Pemuda itu, sehingga Zhao Yunfei melempar gadis kecil itu ke arah Zhao Kai. “Bawa dia kabur saudara Kai!”


“Ha-ha-ha... menarik!” Pemuda itu tertawa terkekeh-kekeh. “Aku Ye Jing dari Dunia Tianlong akhirnya menemukan lawan yang memaksaku menggunakan 30% dari kekuatanku. Kalian tidak seperti Sekte Underworld yang hanya besar di mulut saja dan nyatanya tidak memiliki kemampuan bertarung.”


Zhao Yunfei dan Zhao Kai terkejut mendengarnya, ternyata Sekte Underworld telah dimusnahkan Pemuda bernama Ye Jing ini dan yang lebih mengagetkan mereka adalah dia mengaku berasal dari Dunia lain.


“Adik kecil... apakah kamu memiliki tempat persembunyian saat bermain dengan temanmu?” bisik Zhao Kai pada gadis kecil yang berada di pelukannya.


Gadis kecil itu mengangguk pelan sembari menyeka air matanya.


“Bagus, pergilah ke sana dan jangan pernah keluar sampai ibumu datang menjemputmu, ya ....” Bai Yunfei mengeluarkan Kantung Penyimpanannya dan melepas Segel kepemilikannya pada Kantung Penyimpanannya tersebut—sehingga siapa saja dapat membukanya tanpa menunggu persetujuannya. “Kalau kamu lapar atau haus ambil saja dari dalam Kantung Penyimpanan ini, ya!”


Gadis kecil itu kembali menganggukkan kepala dan berlari ke arah rumahnya, sedangkan Zhao Kai segera kabur ke arah Pepohonan mengalihkan perhatian Ye Jing.


Zhao Kai juga berkata melalui suara telepati pada Zhao Yunfei agar mengikutinya keluar dari Desa karena gadis kecil itu bersembunyi di sana dan sangat berbahaya bila mereka melakukan pertarungan di sana—karena dapat membahayakan keselamatan gadis kecil tersebut.


Zhao Yunfei melempar jimat kertas ke arah Ye Jing yang mengakibatkan ledakan kecil.


“Hah, ledakan sekecil ini bahkan tidak dapat menggores kulitku,” ejek Ye Jing berjalan dengan santai ke depan.


“Sial! Aku ditipu oleh ahli beladiri rendahan ha-ha-ha ....” Ye Jing sangat kesal sekali dan melepaskan energi spritual—yang membuat asap tebal disekitarnya menghilang.


Namun, Zhao Yunfei telah berlari keluar dari Desa, Ye Jing segera mengaktifkan tehnik beladiri Mata Iblis. Dia mengeluarkan bola mata kirinya dan melemparnya ke arah depan.


Selama jarak antara Bola Matanya dengan Zhao Yunfei tidak terlalu jauh, maka Bola matanya itu akan terus terbang mengikuti Zhao Yunfei ke manapun mereka pergi dan penglihatan Bola matanya itu tetap terhubung padanya—walaupun ia tertinggal jauh di belakang.


“Oo, kalian mencoba kabur, ya?” cibir Ye Jing yang tak akan melepaskan mereka, karena keduanya memiliki basis kultivasi yang cukup tinggi dan itu lebih baik daripada menyerap esensi kehidupan Seratus Desa—sebab Penduduk biasa tidak berkultivasi sehingga memiliki sedikit energi spritual saja, berbeda dengan para Kultivator yang memiliki energi spritual yang berlimpah dan makin berlimpah ketika basis kultivasi mereka meningkat.


Zhao Yunfei dan Zhao Kai mengerutkan kening karena merasa keberadaan Ye Jing makin mendekati mereka saja, padahal mereka telah kabur tanpa berhenti sejauh Seratus Mil.


Keduanya tidak menyadari, di atas kepala mereka sebenarnya ada Bola mata yang terbang dan mengawasi mereka—makanya Ye Jing tahu ke arah mana mereka kabur.


Ye Jing membentuk Pedang Darah dari esensi darahnya dan melempar Pedang tersebut ke arah depan.


“Cih, sudah kukatakan kalau kalian tidak akan bisa kabur, percuma saja melarikan diri... lebih baik kalian dengan patuh kuserap kehidupan kalian dan mati dengan tenang daripada harus tersiksa serta menderita lebih dulu!” Ye Jing berkata dengan acuh tak acuh.


Zhao Yunfei dan Zhao Kai terkejut mendengar suara Ye Jing, tetapi saat mereka menoleh kebelakang—tidak ada siapapun di sana, kecuali sebuah Pedang yang memiliki Aura Kematian melesat dengan kecepatan tinggi.


Zhao Yunfei berhenti berlari dan segera mengayunkan Tombaknya, dia melempar Tombaknya itu ke arah Pedang Darah milik Ye Jing.


Namun, saat ujung bilah Tombak berbenturan dengan ujung bilah Pedang Darah, Tombak milik Zhao Yunfei malah terbelah—sehingga Zhao Yunfei tercengang karena Tombaknya itu terbuat dari Besi berkualitas tinggi dan ditempa oleh pandai besi terbaik di Kota Tianwu.


“Gawat, kita akan mati!” gerutu Zhao Yunfei panik.


Zhao Kai segera memetik senar Guqin dan melantunkan nyanyian yang menyebabkan angin kencang berbentuk bulan sabit melesat ke arah Pedang Darah.


Namun, lagi-lagi Pedang Darah masih utuh dan tehnik beladiri Zhao Kai hanya memperlambat gerakannya saja. “Sekali lagi... Dewa Bumi memindahkan Gunung Kun Kun!” Permukaan tanah tiba-tiba naik, menghalangi pergerakan Pedang Darah.